Bagi Monica dan kelompoknya, ini bukan sekadar tugas biasa—ini adalah perjuangan untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi.
Di tengah kepungan musuh dan bayang-bayang naga hitam, mereka terus melangkah maju. Tetapi tidak semua orang bisa pulang. Ketika tabir misteri akhirnya terkuak, darah dan air mata telah tercurah, meninggalkan hanya dua orang yang berdiri di antara puing-puing pengorbanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan Para Pahlawan dan Legenda Cahaya Abadi
Sinar matahari pagi yang cerah menyiram Gurun Tengkorak Merah.
Namun, gurun gersang itu tidak lagi memancarkan hawa panas beracun ataupun bisikan sihir Miasma yang menakutkan. Berkat tuntasnya ritual Grand Salvation milik Monica, partikel-partikel Miasma yang mengendap selama berabad-abad di dalam pasir merah telah sepenuhnya terurai menjadi abu emas yang hilang diterpa angin sejuk.
Di atas puing-puing Benteng Tengkorak Merah yang telah runtuh, Pasukan Ekspedisi Utama Kerajaan Grandoria akhirnya tiba untuk mengamankan lokasi dan menangkap sisa-sisa pengikut Ordo Umbra yang telah kehilangan arah.
Kelima anggota Tim Vanguard berdiri melingkar di atas bukit batu, menatap bentangan gurun yang kini damai. Meski jubah pertarungan mereka sobek di beberapa bagian dan keletihan fisik tergambar di wajah mereka, tidak ada lagi beban berat di pundak mereka.
Reno mengikatkan perisai besinya ke punggung seraya tersenyum lebar. "Yah, harus kuakui, perjalanan ini jauh lebih seru daripada latihan fisik rutin Profesor Gareth!"
Elena terkekeh pelan seraya menepuk pundak Reno. "Tapi kalau tidak ada perisai tebalmu itu, kita mungkin sudah jadi patung pasir di Oasis Karang Hitam."
"Dan jangan lupa analisis jalur dari Kazuma serta penyergapan bayangan dari Danis," sahut Monica seraya membetulkan kuncir kuda rambut hitamnya. Matanya yang berwarna biru jernih berbinar hangat menatap keempat sahabatnya. "Tanpa kalian semua, aku tidak akan pernah bisa melancarkan sihir Kontra-Segel sampai ke titik puncak."
Kazuma membetulkan posisi kacamatanya seraya menyunggingkan senyum tipis. "Kita adalah satu tim, Monica. Sejak dari Menara Bayangan hingga hari ini, keberhasilan ini milik kita bersama."
Danis yang bersandar di balik jubah hitamnya mengangguk pelan. "Ayo kita pulang. Akademi dan kerajaan sudah menunggu."
Tiga hari kemudian, rombongan Tim Vanguard bersama Pasukan Ekspedisi tiba kembali di gerbang utama Akademi Sihir Grandoria.
Pemandangan yang menyambut mereka sangat luar biasa. Ribuan murid dari berbagai tingkat, para pengajar, serta rakyat dari ibu kota berdiri berbaris melingkupi jalan utama akademi. Sorak-sorai kepahlawanan bergema membubung ke langit, diiringi kibaran bendera perak berlambang Grandoria dan taburan kelopak bunga sihir yang mekar di udara.
Tembok perbatasan akademi yang sempat runtuh akibat bentrokan Naga Hitam kini telah berdiri kokoh kembali. Di puncak Menara Utama, Kepala Sekolah Alaric berdiri berdampingan dengan Profesor Vane, Profesor Selene, dan Profesor Gareth, menyambut kepulangan anak-anak didik terbaik mereka.
Saat Monica, Reno, Kazuma, Elena, dan Danis melangkah melintasi gerbang utama, Kepala Sekolah Alaric mengangkat tongkat naganya tinggi-tinggi.
BZZZZZT!
Lingkaran sihir perak meletus di udara, menciptakan kembang api sihir megah yang memancarkan ukiran lambang Tim Vanguard di atas langit akademi.
"Selamat datang kembali, para pahlawan Grandoria!" seru Alaric dengan suara beratnya yang penuh haru dan rasa bangga. "Kalian berangkat sebagai murid-murid berani, dan kalian kembali sebagai pelindung sejati bagi seluruh benua ini!"
Para profesor memberi penghormatan resmi dengan meletakkan tangan di dada mereka—sebuah bentuk pengakuan tertinggi yang hanya diberikan kepada para ksatria legenda.
Di tengah gemuruh tepuk tangan dan sorak kegembiraan, Monica menggenggam tongkat safirnya yang kini berpendar emas abadi. Ia menoleh ke arah teman-temannya yang tersenyum padanya.
Lingkaran dendam Ordo Umbra telah terputus, akademi telah aman, dan benua kini memasuki era kedamaian baru.
Kisah pertempuran sengit melawan Miasma dan Ordo Umbra di bawah Gerhana Bulan Merah hingga Gurun Tengkorak telah resmi usai. Namun, nama Monica dan Tim Vanguard akan terus diukir dalam sejarah emas Akademi Grandoria sebagai legenda cahaya yang tak pernah padam!