NovelToon NovelToon
Starfall: The Last Child From The Stars

Starfall: The Last Child From The Stars

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Akademi Sihir
Popularitas:531
Nilai: 5
Nama Author: Dorin

Pada malam ketika sebuah bintang jatuh menghantam bumi, takdir sebuah kerajaan berubah selamanya.

Ditemukan di dalam bola perak misterius dan dibesarkan sebagai pangeran, ia dianggap sebagai kegagalan karena tak memiliki mana di dunia yang menjadikan sihir sebagai segalanya.

Namun, di balik kelemahan itu tersembunyi kekuatan kosmik yang jauh melampaui sihir.

Kini, ia hanya ingin hidup normal sebagai siswa Akademi Sihir. Sayangnya, ketika kegelapan mengancam dunia yang telah menjadi rumahnya, pemuda dari bintang-bintang itu tak punya pilihan selain melepaskan kekuatan sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dorin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 – Asal-Usul Florence: Penyelamat yang Tak Terduga!

Tersisa 15 menit....

​Sama seperti kejadian sebelumnya, potongan tubuh si lelaki misterius mulai bergerak menyatu, berusaha memulihkan diri dengan sihir regenerasinya.

​Namun, proses itu tidak bertahan lama.

​Sebelum potongan daging itu sempat menempel sempurna, Jenderal Vermont secara ajaib sudah berdiri tepat di hadapan si penyihir hitam dengan pedang cahaya yang terangkat tinggi.

​“A Hundred Million Cycles Of Redemption!”

​Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat! Zrat!

​Tubuh si penyihir hitam dicacah dan dihancurkan menjadi potongan-potongan teramat kecil secara ekstrem dengan kecepatan melampaui nalar manusia.

​Bahkan kemampuan regenerasi super miliknya sama sekali tidak sanggup merespons gempuran gila tersebut—padahal proses pemulihan sel si penyihir hitam bekerja dalam skala kecepatan nanodetik.

“Matilah....”

Sesaat setelah Jenderal Vermont menyelesaikan deretan tebasan mautnya, ledakan pusaran angin hasil dari serangannya membuka sebuah lubang yang sangat lebar di dinding gua.

​Tidak ada lagi yang tersisa dari si lelaki misterius tersebut. Hanya tersisa permukaan lantai batu yang kini membara dan meleleh berubah menjadi magma cair akibat gesekan energi super cepat tadi.

​Hah... Hah...

​Cahaya di zirahnya kian meredup.

​Tersisa 8 menit....

​Jenderal Vermont seketika bertumpu pada satu lututnya. Seluruh persendian tubuhnya gemetar hebat.

​Gumpalan asap putih keluar dari pori-pori kulitnya, membumbung seperti uap dari air mendidih. Wujud kekuatan setingkat dewa ini benar-benar memberikan beban destruktif yang teramat parah bagi tubuh manusianya.

​“Hah... Hah... Setidaknya... masalah ini sudah selesai....”

​Ia memaksakan fisiknya untuk kembali bangkit berdiri.

​“Aku harus cepat-cepat pergi ke tempat Yang Mulia Pangeran. Semoga saja Beliau baik-baik—UGH!”

​BUAK!

​Sebuah tendangan telak mendadak mendarat tepat di samping kepala Jenderal Vermont!

​Tubuh sang Jenderal melesat terlempar ke samping hingga kembali menghantam keras dinding gua.

​Belum sempat ia memulihkan kesadarannya, si lelaki misterius yang utuh kembali sudah berada di depannya, melayangkan satu pukulan brutal yang mendarat telak di perut sang Jenderal.

​BOHM!

​“UHUK!”

​Jenderal Vermont memuntahkan darah segar dari mulutnya. Wujud Lumen Iudicii miliknya retak seketika.

​Dalam keadaan terkapar tidak berdaya, Jenderal Vermont menatap musuhnya dengan sepasang mata terbelalak. Ia berbisik lirik, “Ba-bagaimana bisa...?”

​“Sederhana,” jawab si lelaki misterius dengan seringai meremehkan.

​“Saat kita sibuk bertarung di udara tadi, aku memotong salah satu jariku sendiri sebagai langkah antisipasi jika hal seperti tadi sampai terjadi.”

​Ia merenggangkan jemarinya di udara.

​“Di saat kau sibuk menghancurkan tubuh utamaku, aku mengirim seluruh kesadaran dan inti Mana-ku melesat masuk ke dalam potongan jari tersebut. Dengan begitu, aku bisa kembali beregenerasi secara utuh tanpa hambatan.”

​Tersisa 4 menit....

​Si lelaki misterius mencengkeram erat batang leher Jenderal Vermont, lalu mengangkat tubuh Ksatria Sihir itu melayang di udara tanpa kesulitan.

​“Kalian semua tidak akan pernah bisa membunuhku! Aku abadi... Puncak sejati dari seluruh proses evolusi! Saat aku selesai melahapmu dan anak itu, aku akan membumihanguskan kerajaan yang sangat kau junjung tinggi itu! HIAHAHAHA!”

​Tersisa 3 menit....

​Jenderal Vermont hanya bisa menatap sinis ke arah musuhnya tanpa sanggup menggerakkan satu pun otot tubuhnya lagi. Ia tahu betul ia telah mencapai batas maksimalnya.

​Satu-satunya hal terakhir yang bisa ia lakukan sekarang adalah... mengulur waktu.

​“Si-siapa kau sebenarnya...?” tanya sang Jenderal, memancing pembicaraan.

​“Karena sebentar lagi kau akan mati, maka tidak ada salahnya memberitahumu,” ujar si lelaki dengan raut bangga.

​“Dunia di masa lalu mengenalku sebagai sang Penyihir Agung... Florence de Avalon! Mahakarya teragung yang melestarikan puncak evolusi manusia!”

​Jenderal Vermont terperanjat hebat. “F-Florence de Avalon...?! Tidak mungkin... Kau adalah sang Penyihir Hitam dari benua selatan...?”

​“Tepat sekali!” sahutnya sembari tertawa puas.

​“I-itu mustahil...! Penyihir Hitam Florence seharusnya sudah mati 8.000 tahun yang lalu saat era Perang Besar di masa kegelapan oleh Pahlawan Pertama!”

​“Cerita itu memang benar adanya,” tutur Florence dengan pandangan penuh dendam.

​“Namun, sebelum si bajingan kotor itu berhasil membunuhku, aku telah lebih dulu mengaktifkan sihir lahir kembali yang kupelajari selama bertahun-tahun.”

​Florence mempererat cengkeramannya di leher sang Jenderal.

​“Dengan mengombinasikan sihir itu bersama sihir hitam kebangkitan, aku berhasil melompati berbagai zaman dan bertransformasi menjadi puncak evolusi baru bagi seluruh makhluk hidup! Kekuatan yang setara dengan para Dewa! Dan kali ini... tidak ada seorang pun yang sanggup menghentikanku!”

Si Penyihir Hitam tertawa melengking, memenuhi seluruh sudut ruangan dengan kesombongan yang meluap-luap.

​“Begitukah?”

​Satu suara bernada datar mendadak memotong.

​Florence seketika menghentikan gelak tawanya. “Huh?”

​“Terima kasih... karena sudah mau berbagi kisah masa lalumu.... Sekarang aku akan—UGH!”

​CRASH!

​Sensasi dingin apa ini...?

​Kenapa... tubuhku terasa mendadak sangat dingin...?

​Jenderal Vermont secara perlahan memiringkan kepalanya, menatap ke arah bawah—tepat pada area perutnya.

​Sepasang matanya terbelalak lebar, sebelum akhirnya pendar cahaya di maniknya sedikit demi sedikit mulai meredup hampa.

​Di sana... sebuah lubang besar menganga telah tercipta, menembus tubuhnya.

​Darah segar mengucur sangat deras, membasahi armor bagian bawahnya dan menetes hebat dari kedua kakinya ke lantai batu.

​Ia mendongak, menatap wajah si Penyihir Hitam.

​Florence sedang menyunggingkan sebuah seringai yang teramat mengerikan—sebuah tatapan yang secara implisit mengisyaratkan bahwa apa pun yang dicoba oleh sang Jenderal sejak awal hanyalah kesia-siaan belaka.

​Bzzzt...

​Seketika itu juga, transformasi wujud Divine Gods-Form: Lumen Iudicii luruh dan hancur tak berbekas. Cahaya suci itu menghilang, berganti kembali ke wujud zirah biasa milik sang Jenderal yang sudah terkoyak.

​TRANG!

​Suara dentingan nyaring dari besi yang menghantam lantai bergema di dalam gua. Pedang besar kebanggaannya—yang kini telah retak parah—terlepas pasrah dari jemarinya yang kehilangan tenaga.

​“Kau kira aku ini bodoh, Hah?!” bentak Florence dengan tawa mengejek.

​“Memangnya aku tidak sadar jika sejak tadi kau hanya sedang berpura-pura luput demi mengulur waktu?!”

​Aku... gagal...?

​Florence menyeringai makin lebar, matanya berkilat penuh ketamakan. “Dengan adanya sihir suci tingkat tinggi milikmu ini, kini aku bisa menyempurnakan sihir keabadianku hingga ke tahap paling sempurna!”

​Yang Mulia Pangeran... Maafkan saya....

​Si Penyihir Hitam membuka mulutnya lebar-lebar hingga batas yang tidak wajar, bersiap untuk melahap esensi hidup Jenderal Vermont yang kini berada tepat di ambang kematian.

​Saya... telah gagal....

BUAK!

​Sebuah tendangan berkecepatan ekstrem mendadak mendarat telak tepat di wajah Florence!

​BOMM!

​Hantaman brutal itu serta-merta memaksa cengkeraman tangan Florence pada batang leher sang Jenderal terlepas seketika.

​Penyihir hitam itu melesat terlempar tinggi melintasi udara, sebelum akhirnya menghantam keras dinding gua hingga hancur berantakan.

​Di tengah kesadarannya yang kian menipis dan tubuh yang berada tepat di ambang kematian, sepasang mata Jenderal Vermont berusaha keras untuk memfokuskan pandangan. Ia ingin melihat siapa gerangan sosok yang baru saja menyelamatkan nyawanya.

​Awalnya, dalam benak sang Jenderal, ia menduga kuat bahwa sosok itu pastilah sang Pangeran—Edward.

​Namun...

​Rasa terkejut seketika menyergapnya saat pandangannya menangkap setelan seragam ikonik seorang pelayan kerajaan yang berdiri tegak di hadapannya.

1
Dorona
Cerita bagus bgt. aku suka alurnya. sering2 up 👍👍
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😍😍😍. siap laksanakeun 🤣🤭💪💪
total 1 replies
SilentNovels
lumayan ni alurnya
Jangan lupa ke naskah aku juga ya
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😁😄. semoga enjoy dengan ceritanya 🥰😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!