NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Warisan yang Hancur dan Sistem Abadi

​Angin musim gugur berhembus dingin melewati Puncak Bintang Jatuh, membawa serta aroma dupa yang perlahan memudar dari Aula Leluhur. Daun-daun kering berserakan di halaman, menambah kesan sunyi dan mati pada tempat yang dulunya penuh dengan kehidupan itu.

​Di dalam aula, seorang pemuda duduk bersila di atas kursi kayu kebesaran Ketua Sekte. Wajahnya pucat, dan keringat dingin sebesar biji jagung mengalir di dahinya.

​Pemuda itu perlahan membuka matanya. Ada kebingungan yang mendalam di manik matanya yang hitam pekat.

​"Aku... benar-benar bertransmigrasi?" gumam Jiang Chen dengan suara serak.

​Satu jam yang lalu, dia adalah seorang pekerja kantoran biasa di Bumi yang tertidur karena kelelahan setelah bekerja lembur. Namun, saat dia membuka mata, dia mendapati dirinya berada di dunia yang sama sekali asing—dunia di mana para pembudidaya bisa membelah gunung dan terbang melintasi langit.

​Dari ingatan pemilik tubuh asli yang membanjiri kepalanya, Jiang Chen mengetahui situasinya saat ini yang sangat tragis:

​Identitas: Ketua Sekte Pedang Bintang generasi ke-18.

​Kultivasi: Ranah Pemadatan Qi tingkat 3 (Bisa dibilang, sangat lemah).

​Status Sekte: Hancur lebur.

​Setengah bulan yang lalu, gurunya—Ketua Sekte generasi ke-17—tewas secara misterius saat menjelajahi sebuah reruntuhan kuno. Mendengar kabar kematian sang pilar utama, para tetua sekte bukannya berduka, malah menjarah paviliun harta karun, paviliun kitab suci, dan gudang pil obat sebelum melarikan diri pada malam yang sama. Para murid yang melihat sekte tidak lagi memiliki masa depan pun ikut bubar.

​Sekte Pedang Bintang yang dulunya cukup disegani di wilayah ini, runtuh dalam waktu semalam.

​"Ketua Sekte! Gawat!"

​Suara gebrakan pintu memecah lamunan Jiang Chen. Seorang gadis muda berpakaian putih lusuh berlari masuk dengan napas tersengal-sengal dan mata yang memerah karena menangis. Dia adalah Su Yue, adik seperguruan Jiang Chen dan satu-satunya murid yang masih keras kepala bertahan di sekte ini.

​"Ada apa, Saudari Junior?" tanya Jiang Chen, berusaha menjaga nada suaranya tetap tenang meski kepalanya masih berdenyut.

​"Orang-orang dari Sekte Harimau Hitam telah menembus gerbang depan!" Su Yue menggigit bibirnya hingga nyaris berdarah, tubuh mungilnya bergetar. "Penatua Zhao dari sekte mereka memberi kita waktu satu batang dupa untuk menyerahkan Plakat Sekte dan segera angkat kaki dari gunung ini. Jika tidak... mereka akan membunuh kita berdua!"

​Jiang Chen tersenyum pahit. Baru saja dia bereinkarnasi, apakah dia harus mati lagi? Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, Ranah Pemadatan Qi tingkat 3 miliknya tidak lebih dari sekadar semut di mata Sekte Harimau Hitam.

​Di saat keputusasaan mulai merayap di hatinya, sebuah suara mekanis yang dingin dan tanpa emosi tiba-tiba bergema di dalam benaknya.

​[DING!]

[Mendeteksi keputusasaan Tuan Rumah... Menyesuaikan gelombang jiwa...]

[Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

​Mata Jiang Chen melebar. Jantungnya berdetak kencang. Sebagai pembaca setia novel web di kehidupan sebelumnya, dia tentu tahu apa arti suara ini. Jari Emas-nya telah tiba!

​Sebuah layar transparan berwarna biru muda yang hanya bisa dilihat olehnya muncul di udara.

​[Panel Tuan Rumah]

​Nama: Jiang Chen

​Kultivasi: Ranah Pemadatan Qi (Tingkat 3)

​Sekte: Sekte Pedang Bintang (Peringkat: Tidak Masuk Akal / Hampir Punah)

​Jumlah Murid: 1 (Su Yue)

​Poin Sekte: 0

​[MISI UTAMA DIPICU: Pertahankan Martabat Sekte!]

Deskripsi: Sebuah sekte agung tidak boleh menyerah pada ancaman anjing-anjing rendahan. Usir atau bunuh anggota Sekte Harimau Hitam yang berani menginjakkan kaki di depan Aula Leluhur.

Batas Waktu: 1 Jam.

Hadiah Keberhasilan:

​Kultivasi Instan ke Ranah Pembentukan Fondasi (Tingkat 1).

​Formasi Pelindung Sekte: Tirai Bintang Pembantai (Tingkat Bumi).

​Teknik Pedang: Tebasan Pemisah Awan.

Hukuman Kegagalan: Kematian.

​"Ketua Sekte? Kakak Seperguruan?" Su Yue menatap Jiang Chen dengan cemas, melihat kakak seperguruannya itu hanya diam mematung. "Apakah... apakah kita harus melarikan diri sekarang lewat jalur rahasia di belakang gunung?"

​Jiang Chen perlahan berdiri dari kursinya. Kepanikan di matanya telah sirna sepenuhnya, digantikan oleh ketenangan yang sedingin es dan ketajaman bak pedang yang baru diasah. Dia melangkah maju dan menepuk pundak adik seperguruannya dengan lembut.

​"Lari? Mengapa kita harus lari dari rumah kita sendiri?" Jiang Chen merapikan jubah kebesarannya yang sedikit kotor. "Su Yue, kau berdirilah di belakangku. Kakakmu ini yang akan mengurus 'tamu' tak diundang kita."

​Di halaman depan Aula Leluhur, belasan pria bertubuh kekar dengan jubah bermotif garis harimau tertawa terbahak-bahak sambil merusak beberapa patung batu peninggalan sekte.

​Di barisan paling depan, seorang pria paruh baya dengan bekas luka codet di wajahnya berdiri sambil menyilangkan tangan. Dia adalah Penatua Zhao, seorang kultivator Ranah Pemadatan Qi tingkat 8.

​"Waktu satu batang dupa sudah hampir habis!" teriak Penatua Zhao dengan suara serak yang menggelegar. "Bocah Jiang! Jika kau masih bersembunyi seperti kura-kura, jangan salahkan pedangku ini jika tidak memiliki mata!"

​Krieeet...

​Pintu kayu Aula Leluhur yang berat terbuka perlahan.

​Jiang Chen melangkah keluar dengan tangan bertaut di belakang punggung, ekspresinya sangat tenang, seolah-olah dia sedang berjalan-jalan di taman bunganya sendiri. Di belakangnya, Su Yue mengikuti dengan wajah pucat, tangan mungilnya mencengkeram erat gagang pedang besi yang sudah berkarat di bagian ujungnya.

​"Penatua Zhao," suara Jiang Chen bergema, tidak terlalu keras namun memancarkan wibawa yang membuat orang-orang di halaman seketika terdiam. "Ini adalah tanah suci Sekte Pedang Bintang. Membawa senjata, merusak properti, dan berteriak layaknya anjing liar di depan Aula Leluhur kami... apakah Sekte Harimau Hitam tidak pernah diajarkan tata krama?"

​Keheningan berlangsung selama beberapa detik sebelum Penatua Zhao tertawa terbahak-bahak, tawanya memicu cemoohan dari para murid di belakangnya.

​"Tata krama? Hahaha! Di dunia kultivasi ini, tinju dan kekuatan adalah tata krama!" Penatua Zhao meludah ke tanah, menatap Jiang Chen dengan jijik. "Gurumu yang keras kepala itu sudah menjadi pupuk, dan sektemu sudah bangkrut. Serahkan Plakat Sekte sekarang! Karena suasana hatiku sedang baik, aku mungkin akan membiarkanmu hidup sebagai tukang sapu, dan adik seperguruanmu yang cantik itu... heh, dia bisa melayani Tuan Muda kami di ranjang."

​Wajah Su Yue memerah karena marah dan terhina, "Kalian... tidak tahu malu!"

​Mata Jiang Chen menyipit. Hawa dingin melintas di pupil matanya. Sambil mempertahankan wajah datarnya, dia diam-diam berkomunikasi dengan Sistem di dalam benaknya.

​"Sistem, novel-novel bilang selalu ada paket hadiah pemula untuk Tuan Rumah baru. Di mana milikku?"

​[DING!]

[Paket Hadiah Pemula tersedia. Buka sekarang?]

​"Buka!"

​[Selamat! Tuan Rumah mendapatkan: Kartu Pengalaman Ranah Inti Emas (Durasi: 10 Menit), 100 Poin Sekte, dan Mata Penilai!]

​Napas Jiang Chen sedikit tertahan. Hatinya melonjak kegirangan. Kartu Pengalaman Inti Emas!

​Di wilayah perbatasan yang terpencil ini, seorang kultivator Ranah Pembentukan Fondasi sudah dianggap sebagai penguasa mutlak. Sementara itu, Ranah Inti Emas adalah eksistensi legendaris yang hanya ada di sekte-sekte besar di pusat benua! Menggunakan kekuatan Inti Emas di tempat ini sama saja dengan membawa meriam untuk menembak nyamuk.

​"Bocah, kau menolak bersulang dan malah memilih minum racun!" Penatua Zhao, yang merasa tersinggung karena Jiang Chen malah melamun, akhirnya kehilangan kesabaran. Dia menghunus pedang besarnya yang memancarkan cahaya perak. "Murid-murid, maju! Patahkan kedua kaki dan tangan bocah ini!"

​"Baik, Penatua!"

​Tiga murid Sekte Harimau Hitam melesat maju, pedang mereka terhunus, siap mengoyak daging dan tulang. Su Yue memejamkan mata, melangkah maju bersiap menahan serangan mematikan itu dengan tubuhnya sendiri demi melindungi ketua sektenya.

​Namun, sebelum pedang mematikan itu sempat menyentuh sehelai rambut pun dari pakaian Jiang Chen...

​"Sistem, gunakan Kartu Pengalaman Inti Emas!" perintah Jiang Chen di dalam hatinya.

​BOOM!

​Seketika, badai energi spiritual yang sangat dahsyat meledak dari tubuh Jiang Chen. Jubahnya berkibar liar, dan rambut hitamnya melayang di udara seolah melawan gravitasi. Tekanan spiritual yang menekan layaknya runtuhan gunung menyapu seluruh Puncak Bintang Jatuh dalam radius ratusan meter.

​Brak! Brak! Brak!

​Ketiga murid yang maju tadi bagaikan layang-layang putus. Tubuh mereka langsung terhempas ke belakang, menyemburkan darah segar di udara, dan pingsan seketika dengan tulang rusuk hancur sebelum tubuh mereka menyentuh tanah.

​"A-Apa?!"

​Penatua Zhao terhuyung mundur. Matanya melotot seolah ingin keluar dari sarangnya. Kakinya bergetar hebat tak terkendali di bawah tekanan aura spiritual yang mengerikan itu. Udara di sekitarnya terasa begitu kental hingga dia tidak bisa bernapas.

​"I-Ini... Tekanan macam apa ini?!" Suara Penatua Zhao bergetar hebat, kesombongannya hancur berkeping-keping menjadi teror murni. "R-Ranah Inti Emas?! T-Tidak mungkin! Bagaimana mungkin sampah s-sepertimu—"

​Jiang Chen tidak menjawab. Dia melangkah maju satu langkah.

​KRAK!

​Ubin batu di bawah kakinya retak seperti jaring laba-laba. Dia menatap Penatua Zhao dari atas, pandangannya layaknya dewa kematian yang sedang menatap seekor semut rendahan.

​"Berlutut."

​Satu kata dari Jiang Chen diucapkan dengan nada datar, tetapi di telinga Penatua Zhao, itu terdengar seperti guntur kemarahan dari surga. Tekanan spiritual menghantam pundak pria paruh baya itu dengan kekuatan puluhan ribu kati.

​KRAAK!!

​"AAARRGGHHH!"

​Penatua Zhao menjerit histeris dan jatuh berlutut dengan keras. Kedua tempurung lututnya hancur total menabrak lantai batu. Darah segar merembes keluar, menodai halaman suci Sekte Pedang Bintang. Murid-murid Sekte Harimau Hitam lainnya sudah jatuh tengkurap ke tanah, gemetar ketakutan tanpa bisa menggerakkan satu jari pun.

​Di belakangnya, Su Yue membuka matanya dan menutup mulutnya karena terkejut. Pedang berkaratnya jatuh ke tanah. Dia menatap punggung lebar kakak seperguruannya seolah sedang menatap sesosok dewa yang baru turun dari kahyangan.

​Jiang Chen tersenyum tipis, menatap darah musuhnya di tanah.

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!