NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Lin Xiao melangkah dengan tenang mendekati Meng Shan yang masih mengayunkan kapaknya secara membabi buta ke udara kosong.

Pemuda raksasa itu berteriak histeris dengan mata melotot, seolah sedang dikelilingi oleh ribuan musuh yang tidak kasat mata.

"Menjauh dariku, dasar monster-monster keparat!" raung Meng Shan menebaskan kapaknya ke arah tempat Lin Xiao berdiri.

Wush.

Lin Xiao hanya memiringkan kepalanya sedikit, membiarkan mata kapak yang berat itu lewat beberapa sentimeter dari telinganya.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, pemuda dari Kota Jade River itu melayangkan sebuah tendangan lurus yang dilapisi oleh Niat Pedang murni tepat ke ulu hati Meng Shan.

Bugh.

Meng Shan terlempar mundur hingga bergulingan di atas lantai jembatan batu dan batuk dengan sangat keras.

Rasa sakit yang luar biasa di dadanya itu langsung merobek ilusi mental yang mengurung pikirannya, menarik kesadaran pemuda raksasa itu kembali ke dunia nyata.

"A-apa yang terjadi, Tuan Lin Xiao?!" gagap Meng Shan memegangi perutnya yang mual sambil menatap sekeliling dengan panik.

"Kau baru saja mencoba membelah kepalaku karena kau terlalu bodoh untuk membedakan antara mimpi dan kenyataan." jawab Lin Xiao dengan nada datar.

Mendengar hal itu, Meng Shan langsung bersujud meminta ampun dengan wajah pucat pasi karena ketakutan.

"Berdirilah dan jangan membuatku malu, kita masih harus membangunkan dua gadis cengeng di sebelah sana." perintah Lin Xiao berjalan melewati raksasa tersebut.

Sasaran Lin Xiao selanjutnya adalah Xue Mingyue yang sedang terduduk di lantai batu sambil memeluk kedua lututnya.

Gadis pewaris es utara itu menggigil kedinginan, air mata terus mengalir dari sudut matanya yang terpejam rapat.

"Maafkan aku, Ayah... maafkan aku tidak bisa melindungi klan kita dari kehancuran." rintih Xue Mingyue dengan suara yang sangat menyayat hati.

Lin Xiao menatap rekan seperjuangannya itu dengan pandangan yang sulit diartikan, namun tidak ada belas kasihan di matanya.

Sring.

Lin Xiao memancarkan hawa pembunuhan murni yang sangat pekat, langsung menusuk ke dalam indra spiritual Xue Mingyue layaknya jarum es.

Hawa mematikan itu bekerja layaknya sengatan listrik, memaksa insting bertahan hidup Xue Mingyue bangkit dan menghancurkan ilusi penyesalan di kepalanya.

Gadis itu membuka matanya dengan terengah-engah dan secara refleks langsung mencabut pedang esnya ke arah leher Lin Xiao.

"Tenangkan dirimu, Nona Es, klanmu sudah aman sekarang." ucap Lin Xiao menahan ujung pedang itu dengan dua jarinya.

Xue Mingyue menatap wajah Lin Xiao yang dingin, lalu perlahan menyadari bahwa dia baru saja terjebak dalam ilusi jembatan dimensi.

"Kau benar-benar tahu cara paling menyebalkan untuk membangunkan seorang wanita dari tidurnya, iblis gila." umpat Xue Mingyue menurunkan pedangnya sambil menghapus kasar air matanya.

"Aku akan mencarikanmu bantal yang empuk jika kita sedang berada di penginapan, tapi sayangnya kita sedang berada di dalam kuburan." balas Lin Xiao dengan sarkastis.

Lin Xiao kemudian memutar tubuhnya dan berjalan menuju target terakhir yang kondisinya terlihat paling rapuh.

Nona Yue berdiri mematung di ujung jembatan, kedua tangannya mencengkeram erat kerah gaunnya hingga buku-buku jarinya memutih.

"Aku tidak akan pernah menikah dengan monster itu... aku lebih baik menghancurkan jiwaku sendiri!" bisik Nona Yue dengan napas yang memburu dan tubuh bergetar hebat.

Lin Xiao melangkah mendekat dan mencengkeram kedua pergelangan tangan gadis bercadar tersebut dengan cukup keras.

"Ilusi ini sudah berakhir, Nona Yue." ucap Lin Xiao dengan suara bariton yang berat untuk menembus pertahanan mental gadis itu.

Grep.

Bukannya sadar dan mundur, Nona Yue justru menabrakkan tubuhnya ke depan dan memeluk Lin Xiao dengan sangat erat.

Gadis misterius yang biasanya selalu bersikap elegan dan dingin itu kini menyembunyikan wajahnya di dada Lin Xiao sambil terisak pelan.

"Tolong... jangan biarkan mereka membawaku kembali ke istana itu." bisik Nona Yue tanpa sadar, suaranya dipenuhi oleh keputusasaan yang sangat mendalam.

Lin Xiao mematung sejenak, kedua tangannya yang terbiasa memegang pedang kini hanya menggantung canggung di udara.

'Bangsawan sombong dari pusat benua ini ternyata hanyalah seorang burung dalam sangkar yang sedang ketakutan.' batin Lin Xiao menilai sisi rapuh gadis tersebut.

Namun sang Kaisar Bayangan tidak berniat memanfaatkan kelemahan ini untuk hal yang tidak berguna.

Lin Xiao meletakkan telapak tangannya di punggung Nona Yue dan menepuknya dengan ritme yang pelan namun sangat tegas.

"Buka matamu sekarang, tidak ada seorang pun yang bisa membawamu pergi selama kau berdiri di belakangku." deklarasi Lin Xiao dengan nada kepemimpinan yang absolut.

Mendengar suara detak jantung yang tenang dan jaminan mutlak dari dada pria yang dipeluknya itu, kesadaran Nona Yue akhirnya perlahan kembali.

Gadis itu tersentak pelan dan buru-buru melepaskan pelukannya, melangkah mundur dengan wajah yang seketika memerah di balik cadar sutranya.

"M-maafkan kelancanganku, Tuan Lin Xiao." gagap Nona Yue merapikan gaunnya dan mencoba kembali pada sikap aristokratnya.

"Aku kehilangan kendali atas emosiku akibat ilusi dari kabut dimensi tadi."

Lin Xiao tidak menertawakan atau mengungkit momen kelemahan gadis itu sedikit pun.

"Simpan permintaan maafmu, kita baru saja melewati pintu depan dari rumah kaisar ini." jawab Lin Xiao menunjuk ke arah ujung jembatan.

Di depan mereka, kabut ungu telah sepenuhnya menghilang, menampilkan sebuah pintu batu obsidian raksasa yang tertutup rapat.

Di atas pintu batu tersebut, terukir rasi bintang kuno yang memancarkan cahaya redup layaknya menyambut kedatangan mereka.

"Buka pintunya, Nona Yue, gunakan petamu untuk menyelaraskan rasi bintang itu." perintah Lin Xiao memberikan ruang bagi gadis itu untuk bekerja.

Nona Yue mengangguk pelan, rasa kagumnya terhadap pemuda dari Kota Jade River ini semakin bertambah karena Lin Xiao sangat tahu cara menjaga harga dirinya.

Gadis itu menempelkan setengah gulungan petanya ke sebuah ceruk berbentuk persegi di tengah pintu obsidian tersebut.

Kriet. Brak.

Pintu raksasa itu bergeser terbuka dengan suara gemuruh yang menggetarkan jembatan, menghisap udara dari luar ke dalam dengan sangat kuat.

Kelompok ekspedisi itu melangkah masuk dengan hati-hati, bersiap menghadapi monster penjaga lain yang mungkin bersembunyi di balik kegelapan.

Namun, pemandangan yang menyambut mereka sama sekali tidak melibatkan makhluk hidup apa pun.

Mereka berdiri di sebuah ruangan kubus raksasa yang tidak memiliki ujung, dinding, lantai, dan langit-langitnya tersusun dari ribuan blok batu yang bisa bergerak secara mandiri.

"Tempat apa ini?" gumam Meng Shan melihat blok-blok batu di dinding mulai bergeser memutar secara otomatis.

"Ini bukan aula biasa, ini adalah Labirin Dimensi Rubik." jawab Nona Yue dengan nada yang tiba-tiba berubah menjadi sangat tegang.

Sss.

Terdengar suara mendesis yang sangat nyaring dari sudut-sudut ruangan kubus tersebut.

Udara di dalam ruangan itu perlahan-lahan mulai tersedot keluar, digantikan oleh hawa hampa dimensi yang membuat pernapasan mereka menjadi sangat sesak.

"Ruangan ini menyedot oksigen kita untuk membuangnya ke dalam dimensi kosong!" teriak Xue Mingyue memegangi lehernya yang mulai terasa tercekik.

"Berapa lama waktu yang kita miliki sebelum kita kehabisan udara, Nona Yue?!" tanya Lin Xiao dengan ekspresi yang tetap tenang.

"Tidak lebih dari setengah jam, dan kita harus menyusun rasi bintang di dinding rubik ini agar pintunya terbuka!" panik Nona Yue membuka kembali petanya.

"Tapi blok batunya terus berputar secara acak, ini butuh perhitungan matematika ruang tingkat tinggi!"

Blok-blok batu raksasa di sekeliling mereka kembali berputar dan bergeser, membuat gravitasi di dalam ruangan itu ikut terbalik.

Bruk.

Meng Shan dan Xue Mingyue jatuh menabrak dinding yang kini telah berubah menjadi lantai akibat pergeseran gravitasi mendadak tersebut.

Jubah Sutra Gravitasi mereka memancarkan cahaya terang untuk menahan benturan, menyelamatkan tulang rusuk mereka dari kehancuran instan.

Lin Xiao dengan cepat menusukkan pedang peraknya ke celah blok batu di bawahnya untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

"Berhenti mengeluh dan mulai berhitung, Nona Yue!" raung Lin Xiao menahan tubuh gadis itu menggunakan lengan kirinya yang bebas.

"Fokus pada petamu, aku dan Meng Shan akan menahan blok batu yang sudah berada di posisi yang benar agar tidak bergeser lagi!"

Nona Yue menelan ludahnya, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang berpacu liar.

Gadis itu menyuntikkan energi spiritualnya ke dalam peta, memproyeksikan sebuah pola rasi bintang tiga dimensi ke udara di depan mereka.

"Blok batu berwarna merah di ujung sana harus digeser ke tengah langit-langit!" teriak Nona Yue menunjuk ke arah salah satu blok raksasa.

"Meng Shan, kita bekerja seperti kuli panggul hari ini!" komando Lin Xiao mencabut pedangnya dan melesat melintasi ruangan yang gravitasinya terus berubah.

"Dengan senang hati, Tuan!" tawa Meng Shan ikut melompat, menggunakan kekuatan Tubuh Meteor Bajanya untuk memanjat dinding yang berputar.

Lin Xiao mendarat tepat di atas blok batu merah tersebut, mengerahkan seluruh Niat Pedang dan tenaga fisiknya untuk mendorong bongkahan seberat ratusan ton itu.

"Kau pikir batu bodoh ini bisa menahan kekuatanku?!" geram Lin Xiao mendorong blok itu membelah perputaran rubik raksasa tersebut.

Gruk. Brak.

Blok batu merah itu berhasil digeser secara paksa menuju titik yang ditunjuk oleh Nona Yue dan terkunci dengan suara klik yang bergema.

"Satu blok terkunci! Gravitasi di area tengah sekarang sudah stabil!" lapor Nona Yue dengan antusiasme yang mulai menyala.

"Bagus, sekarang tunjukkan blok mana lagi yang harus dihajar!" seru Lin Xiao dengan mata menyala penuh tantangan.

Pertarungan fisik melawan monster mungkin telah mereka lewati, namun ujian untuk menaklukkan hukum ruang dan dimensi di dalam makam ini baru saja mencapai puncaknya.

Sang Kaisar Bayangan tidak akan membiarkan dirinya mati kehabisan napas di dalam sebuah kubus mainan kuno.

Bahkan jika dia harus menghancurkan setiap blok batu di ruangan itu menggunakan kepalan tangannya sendiri.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!