Malam reuni seharusnya menjadi malam penuh kenangan.
Namun bagi Cassandra Elvania, malam itu justru menghancurkan dunia yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Di balik senyum hangat para sahabat lama dan gemerlap pesta yang meriah, Cassandra menemukan kenyataan pahit. Tunangannya, pria yang ia cintai sepenuh hati, ternyata menjalin hubungan terlarang dengan orang yang paling ia percaya,sahabatnya sendiri.
Hancur? Tentu.
Tetapi Cassandra memilih sesuatu yang tidak pernah mereka duga.
Ia tidak menangis. Ia tidak mengamuk. Dan ia tidak membongkar rahasia mereka.
Sebaliknya, ia ikut memainkan permainan yang mereka ciptakan.
Sedikit demi sedikit, Cassandra menyusun langkahnya sendiri. Hingga pada akhirnya, mereka yang merasa telah menang justru kehilangan segalanya.
Saat penyesalan datang, semuanya sudah terlambat.
Karena ada luka yang bisa sembuh. Namun ada pengkhianatan yang tak pernah bisa dimaafkan.
Dan semua itu bermula...
Di Malam Reuni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
Wajah Bastian langsung pucat dia bingung mau menjelaskan apa.
"Sayang kenapa kamu ngomong seperti itu? Apa kamu tidak percaya padaku?" Bastian pun mulai menggunakan keahliannya untuk menekan Sandra.
Sandra tidak bergeming dia hanya melirik sekilas dan kemudian kembali mengalihkan pandangannya.
"Kalian itu terlalu kompak. Bahkan sangat dekat jika ada orang yang melihat mereka juga akan berpikir bahwa Vanessa adalah tunangan kamu bukan aku."
Ucapan Sandra membuat Bastian semakin frustasi sementara Vanessa justru tersenyum inilah niatnya sebenarnya ingin melihat sikap Bastian.
"Sandra kamu salah paham bukan itu maksudku. Aku sungguh perduli dengan kamu dan Mas Bastian aku hanya berusaha untuk membantu saja."ucap Vanessa pelan. Wanita itupun pura-pura sedih membuat Bastian langsung emosi.
Bastian menatap Sandra yang terlihat sangat tenang.
"Cukup Sandra. Lihatlah Vanessa sedih mendengar tuduhan kamu. Kamu jangan semakin keterlaluan bukankah Vanessa juga sahabat kamu."
Melihat Bastian membelanya membuat Vanessa merasa besar kepala.
"Sudah Mas Bastian aku tahu jika Sandra hanya salah paham saja."ucapnya lirih.
Sandra telihat malas meladeni ucapan dua orang itu. Jika dulu dia dibentak seperti itu dia akan lansung menangis dan meminta maaf namun kali ini dia memilih diam dan tak bereaksi apapun.
"Mas apakah kamu jadi mangantar aku ke apartemen jika tidak biarkan aku naik taksi saja." ucapnya tenang.
Bastian pun merasa ada yang janggal dulu ketika dia marah pasti Sandra akan melakukan segala cara untuk membuatnya memaafkannya. Tapi hari ini dia seperti melihat orang lain,bukan Sandra yang dia kenal,Sandra yang selalu menuruti semua keinginannya.
"Baiklah maafkan aku jika aku membentak kamu tadi."ucapnya tanpa merasa bersalah.
Sandra hanya mengangguk dan tidak mengucapkan sepatah katapun lagi.
****
Bastian melihat perubahan kecil pada diri Sandra. Dulu ketika dia marah Sandra akan selalu berusaha untuk membujuknya.
Tapi kali ini dia melihatnya hanya diam. Tidak lagi protes dan tidak lagi merajuk.
"Sayang apa kamu masih marah?"tanyanya pelan.
Sandra yang melihat wajah Vanessa yang nampak kesal melihat perhatian Bastian padanya pun memiliki rencana.
"Aku tidak marah Mas aku hanya kecewa padamu. Aku ini tunangan kamu tapi?sudahlah lupakan saja." Sandra pun pura-pura langsung diam lagi.
Bastian menggenggam tangan Sandra dengan erat.
"Iya sayang lain kali aku tidak akan pernah menguranginya lagi. Vanessa lain kali kamu jangan seperti ini lagi ya. Aku tidak mau Sandra salah paham lagi."
Ucapan Bastian seperti pedang yang menancap di jantung Vanessa. Didepan Sandra dia di tegur. Hal itu membuat Vanessa tidak bisa menerimanya.
"Mas..." Vanessa bersuara.
Sandra hanya tersenyum melihat kemarahan di wajah Vanessa.
"Vanessa plis jangan kayak gini aku gak mau jika Sandra akan salah paham. Aku mencintainya dan aku tidak akan pernah menyakiti hatinya." Bastian berusaha meyakinkan Sandra dengan mengatakan bahwa dia sangat mencintainya.
Serasa ingin tertawa mendengar kata-kata manis Bastian. Jika dulu mungkin dia akan berbunga-bunga dan tersanjung. Tapi kini justru dia sangat muak mendengar kata-kata manis dari mulut laki-laki yang hanya bisa berkata-kata manis.
Tatapan Vanessa membeku ditempat. Ternyata selama ini Bastian hanya menganggapnya alat nafsu bukan orang yang dia prioritaskan.
"Sayang aku tidak terima kamu memperlakukan aku seperti ini. Karena Sandra kamu memojokkan aku." tulis pesan yang dikirim Vanessa kepada Bastian.
Dengan cepat Bastian pun membalasnya.
"Sayang maaf ini hanya untuk menyakinkan Sandra. Kamu tetap yang paling aku cintai." tulis pesan yang dikirimkannya pada Vanessa.
Vanessa pun tersenyum setelah membaca pesan itu.
Sementara Sandra hanya pura-pura tidak tahu dia melihat Vanessa dan Bastian saling mengirim pesan dan dirinya hanya dianggap lalat saja.
Sesampainya dia apartemen miliknya Sandra pun langsung turun.
"Terima kasih Mas udah mangantar aku. Sebaiknya kamu antarkan Vanessa pulang juga." ucap Sandra singkat. Sandra pun langsung pergi tanpa berkata apapun lagi.
Setelah melihat Sandra pergi,Vanessa pun langsung memeluk Bastian,merajuk karena tadi dia di cuekin.
"Kamu ikuti mereka. Ambil semua bukti perselingkuhan yang mereka lakukan." ucap Sandra pada sambungan telfonnya.
"Baik Nona,saya pasti tidak akan pernah mengecewakan Nona dan Tuan Aditya." ucap seseorang dibalik telfon.
Bastian masih menatap Sandra dari kejauhan entah kenapa hatinya serasa tidak tenang. Dia mencintai Sandra tapi dia juga menginginkan Vanessa. Dia ingin bisnisnya lancar lewat calon Kakak iparnya yang mempunyai koneksi terhadap Aditya Wijaya.
"Sayang.." ucap Vanessa dengan manja.
"Ayo kita pergi dari sini. Kamu jaga sikap ini didepan umum apalagi Sandra baru saja masuk jangan sampai dia melihat kita." ucapnya mencoba memberi pengertian pada Vanessa.
Vanessa pun cemberut kali ini dia merasa bahwa Bastian mulai berusaha menjaga perasaan Sandra tidak seperti dulu.
"Mas apa kamu masih mencintai Sandra?"tanyanya terang-terangan.
Bastian pun terdiam untuk beberapa saat. Dia sendiri masih mencintai Sandra karena Sandra adalah keberuntungannya. Namun ia juga menginginkan Vanessa sebagai temannya bersenang-senang.
"Aku hanya ingin Kakaknya membantu perusahaan aku. Dengan begitu aku akan bisa kasih kamu kehidupan yang enak. Aku janji setelah aku berhasil menikahinya dan meyakinkan Kakaknya aku juga akan menikahi kamu secara siri dengan begitu kamu akan tetap selalu bersamaku."
Wajah Vanessa langsung kesal.. Dia marah karena ucapan Bastian yang hanya akan menjadikannya istri kedua bukan istri utama seperti yang dia inginkan. Vanessa mendekati Bastian dan rela melakukan apapun itu karena harta Bastian bukan murni karena cinta. Namun jika hanya menjadi yang kedua itu sama saja dia hanya akan mendapatkan sebagian harta Bastian saja.
"Kamu tidak marah kan?" Vanessa aku mencintaimu. kamu yang selalu ada di sisiku salama ini dan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Aku hanya ingin kamu bersabar menunggu sampai aku menikahi Sandra. Kamu tidak boleh ribut ataupun membuat masalah apa kamu mengerti." Bastian kembali meyakinkan Vanessa,baginya Vanessa itu wanita yang materialistis dikasih uang saja akan diam dan menurut.
"Tapi Mas aku juga ingin status yang sama seperti Sandra."
lanjut thor 🙏