NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Mobil yang dikendarai oleh Sagara

Dalam keheningan Sagara nampak menyetir mobilnya dengan pelan, sambil terus memikirkan sesuatu.

Sementara Luna yang tahu ada sesuatu yang terjadi kepada Sagara, lantas sesekali nampak mencuri pandang menatap ke arah Sagara dengan raut wajah yang penasaran.

"Emmm boleh ku tanya sesuatu? Kalau kamu tidak mau menjawabnya juga gak papa sih, bebas aja..." ucap Luna kemudian mencoba mencairkan suasana.

"Katakan saja, aku akan menjawabnya semampu ku." jawab Sagara sambil tetap fokus menyetir.

"Apa ada sesuatu yang terjadi? Raut wajah mu sedari tadi benar-benar terlihat masam." ucap Luna pada akhirnya.

Helaan napas kecil terdengar jelas berhembus dari mulut Sagara, begitu pertanyaan tersebut tertuju kepadanya. Diliriknya sekilas ke arah Luna kemudian kembali fokus ke jalanan.

"Ada masalah di Rumah tua, dan Kakek meminta ku untuk datang." ucap Sagara pada akhirnya.

Mendengar kata Rumah tua Luna lantas mengernyit, di masa lalu Sagara jarang sekali membahas tentang Rumah tua atau bahkan kakeknya. Semuanya seperti sengaja Sagara tutupi atau mungkin karena Luna yang terlalu acuh dan hanya berfokus kepada Arkan sebelumnya, namun yang jelas entah apa alasannya hal ini sungguh di luar kendalinya.

"Aku ingat, seharusnya Sagara sudah hilang pergi meninggalkan ku beberapa waktu yang lalu, tepat setelah anniversary ku dengan Arkan. Apa semua ini ada hubungannya dengan kakek Razan? Atau ini adalah alasan mengapa Sagara tidak lagi terlihat setelah hari itu?" ucap Luna dalam hati.

"Halo Lun... Apa kamu mendengar ku?" ucap Sagara kemudian yang tak mendengar kembali jawaban dari Luna setelah perkataannya.

"Oh ya maaf aku sedikit melamun, tapi ngomong-ngomong apa yang terjadi dengan kakek Razan?" ucap Luna pada akhirnya.

"Beberapa masalah internal sepertinya terjadi pada perusahaan kakek, aku dengar ada kerugian besar akibat ulah vendor dan juga orang dalam di perusahaannya. Mungkin saja kakek ingin meminta bantuan untuk masalah ini." ucap Sagara mulai menjelaskan.

"Lalu apa yang kamu risaukan?" ucap Luna kembali bertanya.

"Aku merasa ini bukan hanya sekedar minta bantuan, hubungan ayah dan juga kakek memang renggang dan sempat menjauh, namun jika ada sesuatu terjadi pada kakek aku yakin papa tetap akan membantunya. Hanya saja aku tahu betul sifat kakek, ini bukan hanya sekedar permintaan bantuan tapi jelas ini adalah jebakan. Aku yakin ada maksud lain kakek menyuruh ku untuk pulang kali ini." ucap Sagara dengan nada yang terdengar begitu pelan dan gusar.

Luna yang tahu akan kebimbangan yang dirasakan oleh Sagara, lantas mengusap pundak pemuda itu secara perlahan, berharap hal tersebut bisa menenangkannya.

"Jangan terlalu berpikir, lakukan saja apa yang menurut mu benar aku akan mendukung mu." ucap Luna dengan nada yang terdengar tulus.

"Apa kamu serius?" tanya Sagara dengan raut wajah yang berharap.

"Tentu saja, mengapa kamu masih mempertanyakannya? Bukankah kita berdua sebentar lagi akan menikah? Jadi wajar bukan jika pasangan suami istri saling membantu?" ucap Luna dengan nada yang santai namun tentu saja langsung membuat salting Sagara saat itu.

Keheningan terjadi di atara keduanya, raut wajah Sagara bahkan berubah menjadi merah begitu mendengar perkataan Luna barusan. Sampai kemudian sebuah ide lantas mendadak terlintas dibenak Sagara saat itu.

"Emmm ngomong-ngomong Lun...apa kamu mau membantu ku kali ini?" tanya Sagara kemudian yang langsung membuat Luna mengernyit dengan raut wajah yang bingung.

"Tentang apa?" ucap Luna penasaran.

"Ikut lah bersama ku pulang ke rumah tua, aku akan mengenalkan mu pada kakek sebagai calon istri ku." ucap Sagara dengan nada yang mantap.

"Apa?" pekik Luna menatap tak percaya ke arah Sagara.

***

Sementara itu tanpa Luna dan juga Sagara sadari, mobil yang dikendarai keduanya sedari tadi di ikuti oleh Arkan. Arkan yang penasaran kemana arah kepergian keduanya, memilih untuk mengikutinya secara diam-diam.

"Aku ingin tahu apa yang sebenarnya kalian lakukan dibelakang ku." ucap Arkan dengan tatapan yang penuh dengan amarah.

.

.

.

.

Beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai oleh Sagara, terlihat menepi di sebuah butik desainer ternama di Ibukota.

Sebuah butik yang mengusung tema pernikahan impian, membuatnya menjadi desainer kondang khusus gaun pernikahan atau sejenisnya.

Perlahan tapi pasti Sagara dan juga Luna nampak mulai melangkahkan kakinya memasuki area butik, hal tersebut semakin mengundang rasa penasaran sekaligus amarah dalam diri Arkan yang telah mengikuti kepergian keduanya sedari tadi.

"Selamat datang tuan Sagara, beberapa pilihan baju pengantin sudah siap untuk di coba. Apa anda dan juga pengantin wanita anda ingin mencobanya sekarang?" tanya Sela pemilik sekaligus desainer di butik tersebut.

"Tentu saja, berikan yang terbaik untuk Luna." ucap Sagara dengan tersenyum simpul.

"Baiklah, silahkan tuan ikuti Ranti untuk berganti pakaian. Sedangkan nona Luna, mari ikut saya..." ucap Sela yang pantas dibalas keduanya dengan anggukan kepala.

Setelah sepakat keduanya lantas berpencar dan mencoba pakaian mereka masing-masing, sekaligus mencari yang terbaik di antara beberapa gaun couple yang sudah di siapkan.

***

Area ganti wanita

Luna nampak puas begitu ia menatap bayangan dirinya di cermin, sebuah gaun berwarna putih dengan kombinasi Sabrina Mermaid Ekor Wedding Gown, membuat gaun itu begitu terlihat cantik di setiap persisinya. Bordiran dengan aksen beberapa burung dan bunga-bunga yang cantik di bagian dada dan juga lengan gaun tersebut, membuat gaun tersebut nampak terlihat begitu elegan ketika dikenakan olehnya.

"Aku suka gaunnya, cantik banget..." ucap Luna pada diri sendiri dengan tatapan wajah yang bahagia.

Seulas senyuman terukir indah di wajahnya memancarkan aura calon pengantin yang begitu kuat. Hanya saja sepertinya kebahagian Luna saat ini tidak berangsur lama, sebuah tangan besar terlihat menariknya dengan kuat hingga membuatnya terhuyung dan hampir jatuh.

"Apa yang kau lakukan ha?" pekik Luna sambil menahan rasa sakit di tangannya.

"Apa yang ku lakukan? Harusnya itu yang aku tanyakan sekarang padamu! Apa-apain ini coba?" pekik Arkan dengan raut wajah yang kesal.

"Arkan! Sial! Bagaimana ia bisa berada di sini? Jika Arkan mengetahui tentang pernikahan ku dan juga Sagara, gagal dong rencana balas dendam ku. Aku bahkan baru saja mulai, masak sudah harus berakhir sebelum melihat keduanya menderita?" ucap Luna dalam hati menggerutu kesal.

"Kenapa diam? Kamu mendadak bisu ha? Katakan sesuatu Lun!" ucap Arkan kembali yang lantas semakin membuat Luna bingung harus berkata apa akan hal ini.

"Sebenarnya ......sebenarnya...itu...aku..." ucap Luna terbata-bata, sampai kemudian sebuah ide nampak muncul di kepalanya. "Sebenarnya aku ingin memberi mu kejutan Arkan, aku tengah menyiapkan gaun pernikahan kita secara diam-diam, tapi malah ketahuan sama kamu." ucap Luna dengan nada begitu manja, membuat cengkraman tangan Arkan terlihat mengendur.

"Benarkah?"

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!