NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Naga

Reinkarnasi Sang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
​Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Kapal Pesiar Naga Hitam dan Lelang Kematian

​Malam turun menyelimuti Kota Donghai. Angin sungai yang dingin berhembus kencang, membawa aroma air dan rahasia yang tersembunyi di balik gemerlap lampu kota.

​Di depan gerbang kediaman Keluarga Su, sebuah mobil Bentley Mulsanne edisi terbatas berwarna hitam mengilap telah terparkir. Di samping mobil itu, berdiri Tang Yuyan. Gadis yang dulunya angkuh di toko barang antik itu kini mengenakan qipao sutra berwarna merah gelap yang membalut lekuk tubuhnya dengan sempurna, memancarkan pesona anggun sekaligus mematikan.

​Pintu gerbang terbuka, dan Lin Chen melangkah keluar. Ia mengenakan kemeja hitam polos dengan kerah terbuka dan mantel panjang berwarna senada, tampak sederhana namun memancarkan aura misterius yang membuat siapa pun enggan mengalihkan pandangan.

​"Tuan Muda Lin," sapa Tang Yuyan. Ia segera menundukkan kepalanya dengan hormat dan membukakan pintu belakang mobil untuknya. Tangannya yang ramping menahan bagian atas pintu agar kepala Lin Chen tidak terbentur.

​Sikap patuh dari Nona Besar Keluarga Tang ini akan membuat rahang para Tuan Muda di Donghai jatuh ke tanah jika mereka melihatnya. Namun bagi Lin Chen, itu adalah hal yang wajar. Di dunia seni bela diri, yang kuat dihormati seperti dewa.

​"Kakek saya sedang ada pertemuan dengan pejabat provinsi di Ibukota Jiangnan malam ini, jadi ia menugaskan saya untuk melayani Anda sepenuhnya," ucap Tang Yuyan dengan wajah sedikit merona saat mobil mulai melaju membelah jalanan malam.

​"Bagus. Bagaimana situasi di sana?" tanya Lin Chen tenang, matanya menatap pemandangan kota yang bergerak mundur dari balik jendela.

​"Keluarga Zhao telah tiba lebih awal. Mereka menyebarkan rumor ke seluruh penjuru Asosiasi Bawah Tanah bahwa Anda akan mati malam ini. Arena pertarungan hidup dan mati diletakkan sebagai acara penutup, tepat setelah pelelangan selesai," jelas Tang Yuyan. Ia menggigit bibir bawahnya, terlihat ragu sebelum menambahkan, "Tuan Muda Lin, apakah Anda benar-benar yakin ingin melawan Tetua Gu? Jika Anda terluka..."

​"Fokus saja pada pelelangannya, Yuyan," potong Lin Chen halus, namun nada suaranya tidak menerima bantahan. "Aku hanya tertarik pada Akar Darah Naga Hitam itu."

​Tang Yuyan mengangguk patuh. "Mengerti. Keluarga Tang telah menyiapkan dana tak terbatas untuk Anda malam ini. Apa pun yang Tuan Muda inginkan, akan menjadi milik Anda."

​Tiga puluh menit kemudian, Bentley itu memasuki area pelabuhan pribadi yang dijaga ketat oleh puluhan pria berjas hitam. Di ujung dermaga, bersandar sebuah kapal pesiar raksasa berlantai empat yang dihiasi lampu neon redup.

​Ini adalah Kapal Pesiar Naga Hitam—wilayah tanpa hukum tempat para penguasa Jiangnan mencuci uang, bertransaksi barang ilegal, dan menyelesaikan dendam berdarah.

​Begitu Lin Chen dan Tang Yuyan melangkah menaiki geladak kapal, tatapan ratusan orang yang berada di lobi utama langsung tertuju pada mereka.

​Berbagai taipan bisnis, pemimpin triad, dan ahli bela diri saling berbisik.

​"Lihat! Nona Tang benar-benar mengawal pemuda itu!"

"Jadi dia yang bernama Lin Chen? Menantu Keluarga Su yang menantang Tetua Gu?"

"Ckckck, masih sangat muda. Sayang sekali dia harus mati malam ini. Zhao Hai pasti sudah menyiapkan peti mati untuknya."

​Mendengar bisikan-bisikan itu, raut wajah Tang Yuyan berubah dingin. Ia hendak membentak mereka, namun Lin Chen mengangkat tangannya, menghentikannya.

​"Singa tidak perlu membalas gonggongan anjing liar," ucap Lin Chen datar, dan terus berjalan santai menuju ruang VIP di lantai tiga tempat pelelangan diadakan.

​Aula pelelangan itu didesain menyerupai teater melingkar bergaya Romawi. Di bagian bawah terdapat panggung utama, dikelilingi oleh kursi-kursi untuk tamu biasa, sementara lantai atas dipenuhi balkon kaca untuk tamu VIP.

​Lin Chen duduk di sofa beludru di dalam boks VIP nomor 1—ruangan terbaik yang dikhususkan untuk Keluarga Tang. Tang Yuyan berdiri di sampingnya, menuangkan teh Longjing hangat dengan gerakan elegan.

​Dari boks VIP nomor 3 di seberangnya, terdengar suara tawa yang sengaja dikeraskan.

​Itu adalah Zhao Hai dan Zhao Tian. Di belakang mereka, duduk Tetua Gu dengan mata terpejam, tubuhnya memancarkan hawa dingin yang bisa dirasakan bahkan dari jarak puluhan meter.

​Zhao Tian melangkah ke tepi kaca boks VIP-nya, mengambil mikrofon internal, dan menatap ke arah Lin Chen.

​"Hei, Lin Chen! Kuakui nyalimu cukup besar untuk benar-benar datang ke sini!" ejek Zhao Tian, suaranya menggema ke seluruh aula pelelangan. "Nikmatilah tehmu, karena itu akan menjadi minuman terakhirmu sebelum Tetua Gu meremukkan setiap tulang di tubuh cacatmu!"

​Lin Chen bahkan tidak mengangkat kepalanya. Ia menyesap tehnya dengan santai, mengabaikan Zhao Tian seolah pemuda itu hanyalah debu di udara.

​Pengabaian mutlak ini membuat wajah Zhao Tian memerah karena malu dan marah. Ia mendengus keras dan kembali duduk. "Sombong sekali! Lihat saja nanti!"

​Tak lama kemudian, lampu aula meredup. Seorang juru lelang wanita bergaun belahan tinggi melangkah ke atas panggung, menandakan dimulainya acara.

​Berbagai barang mewah mulai dilelang. Mulai dari porselen Dinasti Song, senjata pusaka milik jenderal kuno, hingga pil-pil obat tingkat rendah. Lin Chen tidak menunjukkan ketertarikan sama sekali. Kualitas barang-barang itu terlalu sampah di matanya.

​Hingga akhirnya, acara mencapai puncaknya.

​Dua orang pria kekar membawa sebuah kotak baja anti peluru ke atas panggung. Juru lelang wanita itu membuka kuncinya dengan hati-hati.

​Di dalam kotak berlapis sutra putih itu, terbaring sebuah akar tanaman berwarna merah kehitaman, seukuran lengan orang dewasa. Permukaannya bersisik kasar menyerupai kulit naga, dan aroma obat yang sangat pekat langsung menyebar ke seluruh ruangan, membuat siapa pun yang menghirupnya merasa peredaran darah mereka berdesir lebih cepat.

​"Hadirin sekalian, inilah bintang utama kita malam ini!" seru juru lelang itu. "Akar Darah Naga Hitam berusia 500 tahun! Digali dari dasar jurang Kunlun tempat konon seekor naga hitam pernah gugur. Herbal ini mampu memperkuat tulang dan otot hingga melampaui batas manusia biasa, sebuah harta karun suci bagi para praktisi bela diri!"

​"Harga awal... 50 Juta Yuan! Setiap penawaran minimal 5 Juta Yuan!"

​Begitu harga diumumkan, aula meledak dalam keributan. Namun, hanya sedikit yang berani mengangkat plakat penawaran karena harganya yang fantastis.

​"60 Juta!" teriak seorang pengusaha dari provinsi tetangga.

"70 Juta!"

​"100 Juta."

​Sebuah suara serak dan berat menghentikan persaingan. Itu adalah suara Zhao Hai dari boks VIP nomor 3.

​Zhao Hai berdiri dengan senyum arogan. "Akar Darah Naga ini adalah persembahan Keluarga Zhao untuk memperkuat Tetua Gu. Jika ada yang berani menawar lebih tinggi, kalian tidak hanya melawan kekayaanku, tetapi juga melawan Sekte Gunung Hitam!"

​Ancaman itu sangat efektif. Beberapa taipan yang berniat menawar langsung meletakkan plakat mereka sambil mendesah kecewa. Tidak ada gunanya memperebutkan akar itu jika akhirnya keluarga mereka dibantai oleh pembunuh bayaran.

​Juru lelang wanita itu tersenyum kaku. "100 Juta dari Tuan Zhao... ada yang lain? Sekali... dua kal—"

​"200 Juta."

​Dua kata yang diucapkan dengan sangat pelan dan datar itu tiba-tiba memecah keheningan, menggema di seluruh aula layaknya petir.

​Semua orang, termasuk Zhao Hai, secara serentak menoleh ke arah boks VIP nomor 1.

​Lin Chen duduk bersandar dengan santai, tangannya memutar cangkir teh porselen. Di sebelahnya, Tang Yuyan baru saja menekan tombol penawaran.

​Zhao Tian langsung melompat dari kursinya. "Lin Chen, kau gila?! Kau menantu miskin dari Keluarga Su! Dari mana kau punya 200 juta Yuan?! Jangan mencoba mengacaukan pelelangan dengan penawaran kosong!"

​Tang Yuyan mengambil mikrofon dari boksnya, menatap sinis ke arah Keluarga Zhao. "Tuan Muda Lin adalah tamu kehormatan tertinggi Keluarga Tang. Jangankan 200 juta, jika Tuan Muda Lin menginginkan akar itu seharga dua miliar Yuan, Keluarga Tang-ku akan membayarnya secara tunai malam ini juga. Apakah Keluarga Zhao punya masalah dengan itu?"

​Wajah Zhao Hai dan Zhao Tian langsung pucat pasi. Kekayaan Keluarga Tang jauh melampaui mereka. Beradu uang dengan Keluarga Tang adalah tindakan bunuh diri secara finansial.

​Tetua Gu yang tadinya diam, kini membuka matanya. Ia menatap Lin Chen dengan tatapan membunuh yang sangat pekat.

​"Biarkan saja dia membelinya," bisik Tetua Gu kepada Zhao Hai dengan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka. "Dia hanya membantuku membayarkan akar itu. Begitu aku membunuhnya di arena nanti, Akar Darah Naga itu, beserta nyawanya, akan jatuh ke tanganku secara gratis."

​Mendengar itu, Zhao Hai tersenyum licik dan duduk kembali. "Silakan, Tuan Lin. Anggap saja itu investasi untuk pemakamanmu sendiri."

​Tidak ada penawaran lagi. Akar Darah Naga Hitam itu jatuh ke tangan Lin Chen.

​Hanya dalam waktu lima menit, seorang pelayan membawakan kotak baja itu ke dalam boks VIP Lin Chen. Tang Yuyan segera menggesek kartu hitamnya untuk menyelesaikan pembayaran.

​Saat kotak itu dibuka, mata Lin Chen memancarkan secercah kegembiraan yang langka.

​"Sistem, simpan ini ke dalam inventaris dan ekstraksi esensinya dengan poin yang tersisa."

​[Ding!]

[Memproses Akar Darah Naga Hitam (Usia 500 Tahun)...]

[Ekstraksi berhasil. Menggunakan 5.000 poin untuk memurnikan. Mendapatkan: 1x Pil Darah Naga Sempurna (Kelas Bumi Tingkat Tinggi).]

[Catatan: Pil ini akan menyempurnakan struktur tulang Host ke tingkat 'Tulang Giok Naga', menghilangkan semua kelemahan fisik.]

​Di dalam saku jas Lin Chen, akar raksasa itu telah lenyap, digantikan oleh sebuah pil kecil berwarna semerah darah yang memancarkan panas yang luar biasa. Vas porselen yang retak itu, malam ini, akan ditempa menjadi baja yang tak bisa dihancurkan.

​Teng... Teng... Teng...

​Suara lonceng kuno tiba-tiba bergema dari arah panggung, memecah pikiran Lin Chen.

​Juru lelang wanita telah turun, digantikan oleh seorang pria berotot dengan bekas luka melintang di wajahnya. Itu adalah wasit arena bawah tanah.

​Panggung lelang perlahan terbelah, dan dari bawahnya, sebuah arena baja berbentuk segi delapan berlumuran noda darah kering perlahan naik ke atas. Bau karat dan kematian seketika menyengat udara.

​"Waktunya telah tiba!" seru wasit itu dengan suara menggelegar. "Penyelesaian dendam tak berujung, pertarungan tanpa hukum, tanpa belas kasihan! Surat Hidup dan Mati telah ditandatangani!"

​WUSSH!

​Sebuah bayangan abu-abu melesat dari lantai tiga. Tetua Gu terjun bebas layaknya elang pemangsa, mendarat dengan keras di tengah arena baja itu.

​BUM!

​Pijakannya membuat pelat baja setebal sepuluh sentimeter itu penyok ke dalam. Auranya meledak, menciptakan pusaran angin kencang yang membuat penonton di barisan depan terpaksa menutup mata mereka.

​Tetua Gu menengadah ke arah boks VIP nomor 1. Ia mengangkat tangan kanannya, dan dengan gestur mengiris leher, ia menatap lurus ke arah Lin Chen.

​"Lin Chen! Si Anjing Cacat dari Ibukota! Turunlah dan serahkan nyawamu!" raung Tetua Gu. Suaranya diperkuat oleh Qi, membuat gendang telinga orang-orang berdenging kesakitan.

​Semua mata kini tertuju pada Lin Chen. Jantung Tang Yuyan berdegup kencang, keringat dingin membasahi telapak tangannya.

​Lin Chen meletakkan cangkir tehnya dengan perlahan. Ia berdiri, mengancingkan jas bagian tengahnya dengan santai, lalu menatap arena di bawahnya.

​Ia memasukkan tangan ke dalam saku jasnya, dan secara diam-diam menelan Pil Darah Naga yang baru saja diproses oleh sistem.

​Seketika, sebuah ledakan energi yang teramat dahsyat membakar dari dalam tulang sumsumnya, seperti lahar panas yang mengalir memperkuat setiap sel di tubuhnya.

​Mata Lin Chen berubah sedikit kemerahan sesaat sebelum kembali tenang. Ia berbalik, menatap Tang Yuyan yang tampak cemas.

​"Panaskan kembali tehku, Yuyan," ucap Lin Chen dengan senyum tipis yang menawan. "Sebelum teh itu dingin, kepalanya akan kulempar ke kakimu."

1
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff 😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini 😎 ☕☕☕
Arinto Ario Triharyanto
yoiii lanjutken..😎
Arinto Ario Triharyanto
yoiii😎
Arinto Ario Triharyanto
yoi😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!