NovelToon NovelToon
ARA-ALEX

ARA-ALEX

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:475.8k
Nilai: 4.5
Nama Author: karmela

Hai kakak, ini kelanjutan kisah ara dan alex.
Ara yang dipaksa menikah dengan seorang duda muda, anak teman bisnis papanya untuk menyelematkan perusahaannya.

Beberapa part akan ditambah dengan momen manis mereka membesarkan si kembar dan bagaimana mereka melewati hidup tanpa alinya mereka.


ini season dua dari terpaksa menikah dengan duda muda. Silakan baca season satunya di profil aku kakak. Kisah cinta orang tua ara, diman dan lala.

terimakasih sudah mampir
jangan lupa tinggalkan jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 - Alex perfect husband

 

 

selamat membaca lagi, maaf kalau pendek-pendek, karena kerjaan saya juga ada yang lain. selamat membaca kembali

***

 

Ara sangat bersemangat datang ke sekolah. Dia kira di sekolah dia

akan bertemu dengan kakak perempuannya, ada tak pernah sehari bahkan

semalam tak melihat sang kakak, dan ini, tak melihatnya semalaman,

membuatnya sangat rindu.

Sebelum bel masuk berbunyi, ara langsung ke kelas kakaknya. Tapi dia

hanya melihat eki dan niko yang sedang ngobrol, kakaknya, ara yang

biasanya duduk dibelakang mereka, tak ada.

"Yah, gak berangkat."

Lupanya riri, bagaimana sang kakak bisa berangkat, seragam dan buku

sekolah kan ada di rumah. Iyah. Riri menepuk keningnya, baru ingat.

"kenapa ri?"

Ari mengikuti riri, tapi kalah cepar. Karena Ari tak mau buang

tenaga, nanti dia harus ikutan main basket. Jadi gak mau capek kayaka

riri, yang lari ke kelas ara.

"kak ara ya, gak masuk ya?" ari melihat kedalam kelas.

Eki dan Niko yang melihat kedua adik ara datang ke kelasnya,

menghampiri keduanya. Ahh, Ari jadi ingat, bukannya kemarin merena itu

sama ara, tapi tiba-tiba ara sama alex.

"kak, kita mau tanya, bukannya kemarin kalian terakhir jalan bareng

kan sama kak ara?" tanya ari, sedang ingin berbicara sopan saja.

"emm..."

Eki dan niko gelapan. Apalagi eki, yang tak sengaja memukul ara. Kalau ari tau bisa ngamuk dia.

Tengg...

Selamat. Untung bel masuk kelas berbunyi. Setidak ya eki terhidar

dari ari untuk beberapa jam, jadi dia bisa mencari alasan lain.

"nanti lagi lah dek, masuk kelas dulu." kata ari menggandeng riri.

riri mengangguk. Dia pergia dari kelas ara, berjalan ke kelasnya, begitu juga dengan ari yang masuk ke kelasnya.

 

Ara sedang makan bubur buatan bibik, dengan nonton tv. Tv yang

kebanyak gosip dan sinetron cinta, yang tak ara suka, dia mencari

tumpukan dvd yang ara lihat ada didekat tvnya. Ada dvd transformer,

mungkin milik ali. Ara langsung memesukan kaset dvdnya dan memutar itu.

Memakaannya dengan lahap.

"ahhh.."

ketika sedang asik menikmati makanan bibik, tiba-tiba perut ara

sakit. Ara bergegas ke kamar tempat dia tidur di rumah alex, mencari

tasnya dan mencari sesuatu didalamnya.

"duhh, mana obat dateng bulannya." ara mengacak-ngacak tasnya, mengeluarkan semua isi tasnya, tapi tak ada obat yang dia cari.

"pasti lupa dimasukan ke tas. Begog!"

Ara mengumpat pada dirinya sendiri, lalu bagaimana sekarang, setiap

datang bulan ara sering sekali sakit perut, bisa sampai keringat dingin

dan pucat, ditambah sakit, bengkak dipipi, udah gak karuan rasanya.

"apa telpon mama buat anterin obatnya ya." pikir ara, masih memegangi

perut dan meremat kaosnya dibagian perut. "auhhh.. mama.." Ara sangat

membutuhkan mamanya sekarang.

Bibik yang ada disekitar kamar ara tam sengaja mendengar teriakan ara. Bibik langsung masuk dan panik melihat ara yang pucat.

"non, kenapa?" tanya bibik pada ara.

"Bik, saya butuh obat dateng bulan, tapi saya lupa bawa. Mau telpon rumah, gak mungkin."

Ara tak tahan, dia mengambil ponselnya dan meminta tolong Alex, hanya

alex yang bisa menolongnya saat ini. Ara harap alex mau. Ara

mengirimkan pesan berupa foto gambar obat datang bulan yang biasa ara

minum ke nomer alex, untung dia sudah meminta nomer alex dari papanya.

Untuk dia simpan, berguna juga.

 

kling...

Alex masih meeting. Ponselnya berbunyi, sengaja tak ia matikan karena

takut ada panggilan darurat dari rumah, dari bibik tentang ara. Eh,

anaknya sendiri yang telpon. Dimas yang memberikan nomer ara untuk alex.

"halo ra, kenapa?"

Alex keluar untuk menelpon, karena ara tak memberikan keterangan apa di pesan gambarnya, hanya gambar obat.

"om, tolong beliin obat itu, itu obat dateng bulan, bisa gak om? kalau gak saya minta tolong bibik deh."

ara menjeda ucapannya, memekik sakit ditelpon. Alex makin khawatir.

Alex bergegas membubarkan meeting, dia ke apotin dan membeli obat untuk

ara.

"tuh anak kenapa sih, sampek gitu. Bikin orang khawatir aja." Alex ngebut bawa mobil.

Dia langsung balik ke rumah setelah mendapatkan obatnya. Alex

tersenyum sendiri, baru kali ini hidupnya berantakan, jadwal kerja, yang

biasanya cuek jadi perhatian banget sama cewek, melanggar semua

ucapannya sendiri, termasuk datang telat ketika meeting, meninggalkan

meeting begitu saja. Rasanya hidup alex seperti naik roll koster.

Menanggangkan tapi seru.

"Bik, ambilin minum ya."

sesampainya di rumah, alex langsung bergegas masuk, berlari dan

menyuruh bibik membasa air minum ke kamar ara. Gilak ara bener-bener

bikin Alex marathon lari hari ini.

"Ra, ini obatnya?"

Alex langsung memberikan obatnya. Bibik datang, bergegas berjalan dan

membawa air minum. Alex langsung membantu ara meminum obatnya.

"ya ampun, sampek segininya sih."

Refleks alex mengelap kening ara yang sudah berkeringat. Muka ara juga pucat.

"udah, om makasih." ara meminta alex mengambil gelas dari tangannya.

"saya mau tidur lagi, nanti juga sembuh sendiri."

Alex menaruh air minumannya di nakas. Dia membantu ara tidur dan menyelimutnya.

"om, boleh minta temenin gak?"

Biasanya sang mama, yang menemani, ara hanya butuh tangan seseorang,

untuk dia genggam, untuk menyalurkan rasa sakit di perutnya. Alex

mengangguk.

"Ra, kamu gak apa-apa gini? Kamu mau aku panggil dokter lagi buat periksa?"

Alex masih disana, duduk dipinggir ranjang, menemani ara. Ara

menggeleng, ara paling takut kalau diperiksa soal ini. Ara terpejam, dia

mencoba menghilangkan bayangan buruknya tentang sang mama kandung,

tania yang memiliki penyakit dalam, bermasalah dengan rahim dan

menyiapkan lala untuk itu, tapi mamanya malah meninggal karena

kecelakaan.

Ara ingat, dia yang memaksa lala untuk menceritakan tentang mama

tanianya itu. Kalau sudah seperti ini, ara suka terbawa mimpi. Ara baru

saja terlelap, maksud hati Alex ingin melepaskan tangan ara yang

memegangnya, tapi baru sedikit dia melepaskan tangannya.

"mama," ara berterisk ketakutan.

Alex tak jadi meninggalkannya. Alex kembali duduk dan tiba-tiba saja ara terbangun, menangis dan memeluk alex

Alex terdiam kaget.

"Jangan tinggalin ara om, ara takut."

Sekolah ari pulang lebih awal. Ali melihat ada mobil papanya di luar,

jarang sekali sang papa bolos kerja dan ketika dia mencari papanya, ali

malah melihat papanya dengan ara, berpelukan dengan ara.

"dasar tante cengeng, centil. Cari perhatian banget sama papa aku,

awas aja. Aku gak akan mau tante centil cengeng itu rebut papa dari ali,

nanti kasih saya papa jadi terbagi." Ali berdecak pinggang diluar

kamar ara, menatap ara yang sedang memeluk alex, papanya.

 

Ahh, masih mau minta maaf lagi.

ini mah, dasar authornya aja, yang lagi butuh pelukan. Jadi ara saya suruh peluk dan manja sama alex. hihii...

gimana? masih mau next dan sudi baca, dengan author yang baperan?

1
beybi T.Halim
gimana cerita nya anaknya Alex ditinggal?
Alfia Amira
gk ada Poto nya , judulnya photoshoot
Alfia Amira
homeschooling bisa kali Ra , bukan gk boleh sklh, tpi aktivitas sklhnya dikurangi
Alfia Amira
sesuai nama Angel , ancen bener2 Angel (sulit) 🤣🤣🤣🤣
Alfia Amira
harusnya Alex dulu yg jatuh cinta
Arjun Septiandi
pliss lanjutin napa thorr berasa ngegantung 😢
Inoc
manteb
Svwalad Amanah
lanjut thor,blm upjgn d ganTVunh thor,ceritanya bgs dan serusemangaast truuus ya
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Hasrinawati Hasan Basri
capek baca... endingnya abu abu....
~Diamond Cat🐺
blm tertarik saat baca diawal....
Nyimak dl thor!...
siapa tau bs dipahami alurnya....
bs jd tertarik dan menarik tu diteruskan mmbc nya...
ryemi
ah om Alex manisss Nn skapny
Murti Yatni
jangan dibantu lagi perusahaan nya kan udah diserahkan ke anggel
Jingga
👍👍👍👍
Jingga
mau thor
Naftali Hanania
giliran angel ngelanggar janji dateng kejakarta masak gak ada sangsi nya...kok enakan di angel semua ya...bs morotin terus...kesan nya...alex kaya tp oon ✌️
Naftali Hanania
bukan nya di penjara ...hrs nya mah hukum tetep jalan...darah mah ambil aja...org itu anak nya...tanpa syarat .. .✌️
Naftali Hanania
👏👍👏👍
Naftali Hanania
😱😱😱😱
Naftali Hanania
ibu biologis doang....gak ada tanggung jawab nya hbs dilahirin.....lbh kejam dr ibu² binatang 😡
Naftali Hanania
😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!