Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Debat
Jevandra masih menunggu apa yang ingin di jelaskan Diara padanya. Kenapa sampai berani bermain bersama para penjaga dengan pakaian seperti itu.
"Apa ada yang ingin kau jelaskan nyonya Jevandra Raksa Bumi?" tanya Jevandra sengaja menekan kata-katanya membuat Diara mulai ketakutan saat ini.
Tapi tidak, dia tidak boleh menunjukkan ketakutannya. Karena laki-laki jahat ini akan sangat bahagia jika mengetahui ketakutannya.
"Apa ada yang salah dengan saya, suamiku?" tanya Diara seolah-olah dia menantang Jevandra dengan menyebutnya suamiku.
Mendengar kata-kata suami yang ditekan wanita itu untuknya, membuat Jevandra tersenyum iblis di sana.
"Aku rasa kau mulai menikmati menjadi nyonya Jevandra, Nona Diara." balas Jevandra yang semakin membuat perdebatan di antara mereka memanas.
"Apa kau pikir pantas, seorang nyonya Jevandra bermain dengan para pengawal dengan pakaian seperti itu? apa kau ingin menunjukkan pada mereka, bahwa kau memiliki kulit yang begitu putih? atau kau sengaja melakukannya?" tuduhnya pada Diara.
Setiap langkahnya membuat jantung Diara berdegup kencang. Dia sudah siap untuk mendapatkan perlakuan buruk lagi.
"Saya rasa tidak ada yang salah dengan pakaian saya saat ini, tuan Jevandra. Jika masalah hari ini karena saya bermain dengan para pengawal, maka saya akan meminta maaf untuk itu. Jangan menghukum mereka karena kesalahan yang tidak mereka perbuat. Saya hanya ingin bermain, apa itu salah?" dengan berani Diara menatap Jevandra, membuat laki-laki itu semakin memanas.
"Salah, karena sampai kapanpun kau akan terus salah. Kau akan selalu salah karena terlahir sebagai keturunan Bagaskara." jawab Jevandra membuat hati Diara kembali merasakan kesakitan yang luar biasa.
Lagi-lagi karena tentang masa lalu yang diperbuat kakeknya, maka saat ini dia yang harus bertanggung jawab untuk hal itu.
Jevandra menatap Diara, yang tadinya menatap berani ke arahnya tiba-tiba saja redup. "Kenapa? di mana keberanianmu yang tadi nyonya Jevandra? Apa aku salah karena menyebut nama besar keluarga pengkhianat itu?" Jevandra semakin mempermainkan perasaan Diara saat ini.
Dia tau, untuk menyiksa wanita itu dengan terus mengungkit kesalahan di masa lalu yang diperbuat oleh kakaknya. Maka Jevandra akan terus-terusan melakukan hal itu.
"Bersihkan dirimu. Aku tidak ingin melihat mu dalam keadaan kotor seperti ini!" ucapnya sebelum pergi meninggalkan Diara.
Dia pergi menuju ruangan kerjanya, dan membiarkan wanita itu membersihkan dirinya. Sementara di ruangan kerjanya, Jevandra menatap dingin ke arah Remi yang hanya bisa tertunduk disana.
"Kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Jevandra pada Remi.
"Saya siap salah, Tuan." jawab Remi sadar akan kesalahannya hari ini.
"Saya tidak akan membelah diri, karena memang saya salah telah membiarkan Nyonya bermain." lanjutnya lagi.
"Kau kubayar untuk menjaganya, memastikan bahwa dia tidak melakukan sesuatu yang tidak kuinginkan. Tapi apa yang kau lakukan? kau malah bermain dengannya dan membiarkan semua orang melihatnya. Apa kau tahu apa yang terjadi di luar sana jika sampai orang-orang mengetahui, jika nyonya Jevandra bermain bersama para pengawal nya di rumah?" kata Jevandra dengan tatapan membunuhnya pada Remi.
"Maafkan saya, tuan. Setalah ini saya pastikan bahwa tidak akan terjadi lagi. Saya benar-benar akan memastikannya." janjinya pada Jevandra.
"Pergi!" usirnya pada Remi setelah membahas tentang hal itu.
Diara, dia tidak tahu jika saat ini semua orang mendapatkan masalah akibat perbuatannya. Jika saja dia tahu akan terjadi seperti ini, maka dia tidak akan melakukannya.
Roy Masih berdiri tegak di depan tuannya, siap menerima perintah baru.
"Besok, tunda semua pekerjaan. Karena aku akan membawanya bertemu dengan ibu dan juga nenek. Pastikan semuanya berjalan dengan lancar dan media yang datang untuk jaga jarak darinya."
"Baik tuan, saya mengerti." jawab Roy pada Jevandra.
Besok adalah hari ulang tahun neneknya, dan besok pulang bertepatan dengan hari jadi perusahaan keluarga mereka. Jadi setiap tahunnya akan diadakan acara untuk memperingati hari jadi perusahaan bersama dengan ulang tahun istri dari pendiri Raksa Bumi Group.
Mendapatkan kode dari Jevandra, Roy pamit undur diri. Dia kembali ke paviliun belakang, tempat dimana para pengawal tinggal.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣