NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Pebinor

Dahaga Sang Pebinor

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti Topato

Kirana Maheswari dikenal sebagai wanita yang dingin dan sulit didekati. Sebagai sekretaris pribadi di Pradana Group, ia selalu menjaga profesionalitas dan tidak pernah memberi ruang bagi siapa pun untuk masuk ke kehidupan pribadinya.

Semua orang tahu Kirana sudah menikah.

Dan semua orang juga tahu bahwa ia sangat menjaga jarak dari pria mana pun.

Kecuali satu orang yang seolah tidak pernah mengerti arti menjaga jarak.

Aiden Pradana.

CEO muda yang tampan, kaya, cerdas, dan terkenal tidak pernah gagal mendapatkan apa yang diinginkannya.

Awalnya Aiden hanya penasaran.

Ia tidak mengerti mengapa ada seorang wanita yang sama sekali tidak terpengaruh oleh pesonanya. Saat wanita lain berlomba mencari perhatian darinya, Kirana justru selalu menghindar dan hanya berbicara seperlunya.

Semakin diabaikan, semakin besar rasa penasarannya.

Semakin Kirana menjaga jarak, semakin keras kepala Aiden mendekat.

Namun Aiden segera menyadari bahwa ketertarikannya telah berubah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti Topato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Tidak Dijawab.

Ponsel di tangan Rendra kembali bergetar, pria itu langsung menegakkan tubuh saat melihat nama pengirim yang muncul di layar. Senyum santainya perlahan memudar, digantikan ekspresi tidak nyaman yang membuat wanita di sampingnya ikut penasaran.

"Kenapa?" tanya wanita itu.

"Tidak ada apa-apa." Rendra segera mematikan layar ponselnya.

"Kalau tidak ada apa-apa, kenapa wajahmu berubah?" Wanita itu menciutkan bibirnya.

"Hanya urusan pekerjaan."

"Jam segini?"

Rendra tidak menjawab, ia justru mengambil gelasnya dan meneguk air dengan tergesa.

Di hotel, Kirana baru saja keluar dari lift. Wanita itu berjalan menyusuri koridor menuju kamarnya sambil memandangi layar ponsel, pesan dari Rendra masih terbuka tetapi tidak ada keinginan untuk membalas. Entah sejak kapan ia mulai lelah, bukan lelah bekerja melainkan lelah menunggu. Saat membuka pintu kamar ponselnya kembali bergetar, kali ini bukan dari Rendra melainkan dari Dita.

"Kamu lagi dinas?" tanya Dita begitu panggilan tersambung.

"Iya."

"Gimana? Bos gantengmu bikin masalah lagi?"

"Tidak." Kirana menghela napas.

"Berarti besok."

"Dita."

"Aku serius."

"Tuan Aiden hanya atasan." Kirana masuk ke kamar lalu meletakkan tas di meja.

"Yang terus mencarimu setiap hari?"

"Itu urusan dia."

"Nah, itu dia. Kalau aku jadi kamu, aku sudah kabur."

"Dita."

"Oke, oke. Aku diam."

Meski berkata begitu, Dita tetap tertawa di ujung telepon.

Sementara itu, di lantai yang berbeda, Gavin sedang duduk di kamar Aiden sambil menikmati camilan yang ia ambil dari minibar.

"Bos."

"Hm?"

"Jangan lihat pintu terus."

"Aku tidak melihat pintu." Aiden yang sedang berdiri di dekat jendela menoleh.

"Dalam lima menit terakhir Bos sudah melihat ke arah pintu tujuh kali."

"Itu kebetulan."

"Persis seperti Bos yang bilang ikutnya Kirana dalam perjalanan dinas adalah kebetulan."

Aiden mengambil bantal sofa lalu melemparkannya.

"Hahaha..." Gavin tertawa keras.

.

.

.

Pagi berikutnya, seluruh rombongan kembali disibukkan oleh agenda pertemuan dengan klien. Kirana sudah berada di ruang konferensi lebih dulu untuk memastikan semuanya berjalan lancar, berkas sudah tersusun rapi dan presentasi sudah siap sebelum peserta rapat masuk.

"Kamu datang jam berapa?" tanya Aiden.

"Jam tujuh," jawabnya singkat.

"Kenapa sepagi itu?" Aiden Mengernyitkan alis.

"Karena pekerjaan harus selesai."

"Kamu membosankan." Aiden menggeleng pelan.

"Tapi perusahaan untung."

"Itu benar." Gavin yang baru masuk langsung menunjuk Kirana. "Nah, Bos kalah lagi."

"Saya tidak sedang bertanding," jawab Kirana.

"Itu yang membuat Bos kalah," balas Gavin.

Aiden menatap sahabatnya tajam dan Gavin pura-pura sibuk membuka laptop.

.

Menjelang siang, rapat berjalan lebih lama dari perkiraan. Salah satu klien meminta perubahan besar pada proposal kerja sama sehingga seluruh tim harus bekerja ekstra.

"Tuan Aiden." Kirana menyerahkan sebuah map. "Data revisi sudah selesai."

"Cepat sekali." Aiden menerima map itu lalu membukanya.

"Saya sudah menyiapkannya tadi pagi."

"Kamu bisa melihat masa depan?"

"Saya hanya mengantisipasi kemungkinan."

"Kirana." Aiden menatapnya beberapa detik.

"Iya?"

"Kalau suatu hari aku pensiun, perusahaan ini masih bisa jalan tanpa aku."

"Itu bagus."

"Tapi tidak akan jalan tanpa kamu."

Kirana terdiam sejenak lalu ia kembali fokus pada dokumen.

"Masih ada dua laporan yang harus diperiksa."

Dan begitu saja ia pergi, Gavin yang melihat semuanya langsung menepuk bahu Aiden.

"Turut berduka."

"Apa lagi sekarang?" ucap Aiden kesal.

"Ucapan romantis Bos baru saja ditabrak laporan," ujar Gavin dengan menatap kepergian Kirana.

.

Sore harinya, seluruh pekerjaan akhirnya selesai. Klien terlihat puas dan kontrak kerja sama berhasil disepakati.

Semua orang tampak lega karena agenda yang padat sejak pagi berakhir tanpa masalah, namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Saat rombongan hendak kembali ke hotel, seorang wanita bergaun merah tiba-tiba menghampiri mereka.

"Mas Rendra?"

Kirana yang sedang berjalan langsung berhenti, nama itu terlalu familiar untuk diabaikan.

Sementara itu, wanita asing tersebut tampak kebingungan saat menyadari orang yang ia panggil ternyata bukan orang yang dimaksud.

"Maaf." Wanita itu tersenyum canggung. "Saya kira seseorang yang saya kenal."

Kirana mengangguk sopan, namun entah kenapa jantungnya mendadak berdegup lebih cepat karena beberapa detik sebelum wanita itu pergi, ia sempat mendengar satu kalimat yang membuat langkahnya membeku.

"Pacar saya juga namanya Rendra."

Dan untuk pertama kalinya sejak menikah... perasaan tidak nyaman yang selama ini berusaha ia abaikan muncul jauh lebih kuat daripada sebelumnya.

1
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!