NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teguran

Jam Istirahat...

Mirra, Raya, Jeje dan Angkasa sedang menikmati waktu istirahat mereka di kantin.

"Ray, gue mau ke toilet bentar ya..." Mirra beranjak dari duduknya.

"Iya, jangan lama-lama..." Jawab Raya seraya mendongakkan kepalanya ke arah Mirra.

Mirra pun hanya mengangguk sambil berjalan menuju toilet yang ada di dekat kantin sekolahnya tersebut, dan begitu dia sudah selesai dari toilet, saat Mirra sedang berjalan ingin kembali masuk ke dalam kantin, tiba-tiba saja Ajun yang entah datang dari mana langsung menghampiri Mirra.

"Mirra!!!" Panggilnya sampai membuat Mirra cukup terkejut karena Ajun yang tiba-tiba saja berada di sampingnya.

"Astaga!!!" Mirra memegangi dadanya karena terkejut." Lo ngagetin gue aja kak, hampir aja nih jantung gue copot." Keluhnya.

"Sorry-sorry, ahahaha, tapi lebay juga lo, ya kali jantung lo copot cuma gara-gara gue kagetin." Tutur Ajun dengan gelak tawanya sehingga Mirra mulai menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kenapa lo manggil gue kak?" Tanya Mirra kemudian.

"Nanti balik sekolah gue anter ya..."

Mirra mengerutkan keningnya heran, lalu dia menatap Ajun dengan tatapan bingungnya." Lo ngagetin gue cuma mau bilang gitu doang kak? Gue kirain ada apaan."

Ajun pun mulai menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal itu. "Iya...hehehe...mau ya?"

"Kalo gue nggak mau gimana?"

"Yah...jangan gitu lah Mirr, sekali-kali gitu lo terima tawaran gue, lo aja tadi pagi mau berangkat bareng Satria, masa pulang bareng gue nggak mau sih."

"Bukannya gue nggak mau kak...tapi..."

"Tapi apa? Ayolah...sekali ini aja...ya? Please..." Ajun memohon dengan wajah memelasnya.

Mirra menghela nafasnya berat, dia tidak punya pilihan selain mengiyakan tawaran dari Ajun tersebut." Iya deh..."

"Yessss...jangan berubah pikiran ya? Nanti gue tunggu di parkiran."

Mirra pun mengangguk..."Yaudah, gue mau balik kantin dulu, makanan gue belom abis."

"Oke Mirra...makan yang banyak ya..." Ajun tampak begitu senang, dan begitu Mirra mulai berjalan meninggalkan nya, Ajun pun langsung kembali ke kelasnya dengan raut wajah yang sudah berbunga-bunga.

@11 IPA 2

Ajun masuk kedalam kelasnya masih dengan senyuman yang mengembang, bahkan Satria dan Zian yang memang juga baru masuk ke dalam kelas merasa terheran-heran.

" Lo kenapa Jun?" Tanya Zian penasaran.

Ajun menarik pundak Zian lalu mulai berbisik tepat di telinga Zian." Pulang sekolah nanti gue bakal bareng sama Mirra." Bisiknya.

Zian sedikit memicingkan matanya, lalu dia tampak memasang wajah meremehkannya pada Ajun." Cuma gara-gara gitu doang lo seseneng itu? "

Dengan cepat Ajun langsung menganggukkan kepalanya, dan Satria, dia juga terlihat begitu penasaran karena Ajun hanya berbisik pada Zian.

"Apaan sih? Pake bisik-bisik, kayak anak bocah aja lo Jun." Tegur nya.

Ajun hanya menatap Satria dengan tatapan sinisnya dengan sekilas, lalu kemudian dia mulai berjalan menuju bangkunya.

"Apaan sih? Bocah banget kelakuannya, dia bisik-bisik apaan Zian?" Ucap Satria lalu kemudian dia bertanya pada Zian.

"Ntar dia pulang bareng sama cewek yang pagi tadi berangkat sekolah bareng sama lo, si Mirra-Mirra itu." Jawab Zian lalu bejalan meninggalkan Satria yang masih berdiri itu.

"Sial!!! Bisa-bisanya..." Gumam Satria kesal setelah mengetahui jika Ajun dan Mirra akan pulang bersama sepulang sekolah nanti.

*****

Bel pulang sekolah. 

Mirra berjalan menuju parkiran, dan sebelum dirinya sampai di mobil Ajun, tiba-tiba saja Satria menghampirinya." Mirra, bareng gue lagi kan?" Tanyanya.

"Maaf kak, tapi gue tadi udah janji mau pulang bareng kak Ajun." Jawab Mirra dengan sedikit tersenyum samar.

"Ah gitu...yaudah kalo gitu..." Satria yang tidak ingin terlalu memaksakan kehendaknya pun hanya membiarkan Mirra pulang bersama dengan Ajun.

"Iya kak, gue dulan ya..." Ucapnya sambil berjalan melewati Satria.

Dan dari kejauhan, Ajun yang melihat bagaimana Mirra berjalan melewati Satria hanya bisa tersenyum menyeringai karena dia merasa bisa mengalahkan Satria yang pagi tadi terdengar begitu sombong, namun...di saat Ajun tengah memusatkan pandangannya pada Mirra dan Satria, tiba-tiba saja Angkasa berada tepat di sampingnya.

" Jun..." Panggil Angkasa lalu Ajun pun mulai menoleh ke arah Angkasa.

"Angkasa?" Ajun begitu terkejut.

" Jangan main-main sama Mirra, lo sama Satria boleh suka sama Mirra, itu hak lo, tapi jangan sampe lo berdua jadiin Mirra bahan taruhan, dia cewek baik-baik, dan jangan macem-macem, kalo emang lo suka sama dia, tunjukin pake cara yang tulus, jangan malah di jadiin ajang buat bersaing antara lo sama Satria." Tegur Angkasa yang memang juga sedikit memiliki rasa kagum pada Mirra.

"Lo suka sama Mirra?" Tanya Ajun kemudian.

"Bukan urusan lo, gue cuma nggak mau aja lo nantinya nyakitin temen gue, Mirra sama gue berteman baik." Jelasnya sehingga Ajun langsung menghela nafasnya cukup lega.

"Fiuhhh, untung deh lo nggak suka juga sama Mirra, takutnya kebiasaan buruk lo nikung temen sendiri masih sampe sekarang." Ucap Ajun sambil menyindir Angkasa karena setaunya Angkasa sudah mengkhianati Zian dan berani menikung Sandra pada saat itu.

"Kalo lo nggak tau apa-apa, jaga mulut lo, dan sejak kapan kita mulai berteman lagi?" Angkasa dengan nada bicara yang acuh tak acuh membalas perkataan Ajun, lalu kemudian dia berjalan begitu saja meninggalkan Ajun begitu dia melihat Mirra yang sudah berjalan semakin dekat ke arah Ajun.

Sementara Ajun, dia sedikit terkejut dengan apa yang baru saja Angkasa katakan, dia juga baru sadar jika selama ini hubungan antara dirinya dan Angsaka sudah tidak bisa lagi di sebut dengan sebutan teman.

"Kak..." Panggil Mirra yang membuyarkan lamunan Ajun.

"Ah, lo Mirr, masuk..." Ajun pun mulai membukakan pintu mobilnya.

"Thanks kak, oh ya...tadi lo ngobrol sama Angkasa temen sekelas gue, lo kenal dia?" Tanya Mirra yang melihat bagaimana Angkasa dan Ajun sempat mengobrol saat dirinya berjalan menghampiri Ajun tadi.

"Nggak, dia tadi cuma nanya soal ekstrakulikuler aja sama gue." Jawab Ajun berbohong.

"Oh..." Lalu Mirra pun langsung masuk ke dalam mobil Ajun.

Dan Ajun juga langsung masuk ke dalam mobilnya kemudian dengan segera dirinya menyalakan mesin mobilnya lalu mobilnya pun mulai melaju meninggalkan halaman sekolah.

"Nanti turunin gue depan halte aja ya kak." Pinta Mirra pada Ajun.

"Kenapa? Gue anter aja sampe rumah. "

"Nggak kak, sampe depan halte aja."

"Gue anter sampe rumah aja ya...gue nggak enak kalo nurunin lo di depan halte."

"Mama gue nggak suka kalo gue jalan atau deket sama temen cowok." Jawab Mirra kemudian.

"Kenapa? Mama lo kok ngekang lo banget? Lo kan udah gede?"

"Gue nggak bisa jelasin alasannya, intinya mama gue nggak suka aja, jadi bisa kan lo anter gue sampe depan halte aja?"

"Yaudah deh, dengan berat hati..." Jawab Ajun dengan terpaksa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!