Namaku Kimira Janetha Usia 32 tahun. aku seorang Aktris sekaligus seorang ibu. dari Seorang putri yang bernama Quensha Almahira yang biasa kami panggil Queen..
selama lima tahun aku percaya pada satu hal. yaitu Tentang kesetiaan. setia pada Keenan Jeremi. Suamiku. pernikahan yang ku bangun dari nol ternyata kesetiaan itu hanya milikku sendiri.
malam itu harusnya jadi malam kepulangan yang indah bagiku. aku pulang lebih cepat dari lokasi syuting sambil membawa kue ulang tahun pernikahan kami yang ke-5 tahun. namun yang ku temukan bukan pelukan atau senyuman. dua tubuh telanjang bulat diatas ranjangku. ya mereka adalah Keenan Jeremi suamiku, dan Clara Adellia Sahabatku.
seketika darahku langsung mendidih. tanpa pikir panjang aku langsung jambak rambut panjang Clara. hingga dia terjungkal.
plak
plak
plak
"Dasar pelacur murahan! beraninya Kamu mengotori ranjangku! " teriaku murka, marah.
pisau lancip dari sakuku langsung melayang. dan menggores pipi Clara.
Cring
Zzzzzrrkkk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AmeeraKa94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Fakta CCTV
Pukul 07.00.wib Yudhistira Tower Lantai 47.
Arsen nyender. Tiga layar nyala. Mukanya datar, tapi rahangnya ngeras.
Dimas masuk bawa hardisk. Napasnya ngos-ngosan. “Pak... ini CCTV rumah Keenan dan Netha. Ada 2 file. 6 bulan sama 1 bulan lalu.”
Arsen nggak nengok. “Hm. Putar yang 6 bulan. Malam anniversary.”
Dimas colok. Klik.
Layar 1: Kamar utama. Jam 2 pagi, 6 bulan lalu.
Ranjang gede. Sprei putih.
Keenan setengah telanjang. Clara di atasnya. Cuma selimutan.
Suara video yang keluar:
“Gila sih lo, Clar... badan lo enak banget.” Keenan ketawa. “Gue 5 tahun nikah sama Netha... kaku. Baru sama lo gue ngerasa idup.”
Clara nyengir. “Kasian Netha. Syuting mulu. Kapan ngurusin lo.”
Arsen diem. Tangannya Tinju mengepal.
Layar 2: Tangga. Jam 02.03.
Pintu kebuka pelan. Netha masuk bawa kue. Tulisan `Happy 5th Anniversary, Mas & Tha`.
Langkah Netha berhenti. Dia denger suara ranjang berderit.
Mukanya langsung pucet. Tapi dia tetep naik.
Dimas kecilin volume.
BRAK!
Pintu kebuka.
Netha bengong 2 detik. Terus nyeloncat ke ranjang. Jambak rambut Clara.
Plak. Plak. Plak.
Clara jerit. “Sakit! Lepasin anjing!”
Keenan panik. “Netha! Stop!”
Dugg!
Keenan nendang perut Netha. Netha mental. Kepalanya kejedot meja rias. Darah ngalir.
Keenan gendong Clara kabur. “Maaf Netha... gue harus nyelametin Clara.”
Video mati.
Arsen diem lama. “Lanjut. 1 bulan lalu.”
Dimas play. Jam 11 malem, 1 bulan lalu.
Layar 1: Ruang tamu. Keenan pulang sendirian. Kusut. Duduk nunduk di sofa.
Tiiiit. HP bunyi.
Keenan angkat. “Halo?”
Suara cewe dari speaker. “Mas! Enak aja ninggalin aku di RS! Katanya tanggung jawab! Aku hamil 3 bulan!”
Keenan diem. “Clar... Kamu pulang dulu. Kita ngobrol.”
Clara langsung naik. “Ngobrol apaan! Gue bakal buka kasus 6 bulan lalu! Netha nyerang gue pake pisau! Liat gue sekarang! Udah beres! Hakim pasti percaya gue, bukan lo!”
Tutt. Keenan matiin. Tangannya gemeter.
Layar 2: Jam 4 pagi, besoknya, 1 bulan lalu.
Clara nyusup. Congkel pintu.
Wajahnya udah beda. Bekas luka 6 bulan lalu ilang. Dia naik ke kamar, ambil bantal, tempel ke perut.
“TOLONG! KEENAN MAU BUNUH ANAK GUE!”
Keenan lari keluar. Cuma kaosan. “Gila lo! Keluar!”
Clara duduk di lantai. Nangis. “Nikahin gue! Atau gue lapor lo sama Netha! Pilih!”
Dimas pause.
Arsen buang napas. “Jadi 6 bulan lalu Netha ngamuk. 1 bulan lalu Clara balik, peras + fitnah KDRT. Keenan milih nikah siri karena takut.”
Dimas manggut. “Iya, Pak. Nikah sirinya sebulan lalu. Habis dia beresin diri.”
Arsen merem. “Copy 3. Satu buat hakim. Satu buat Netha. Satu buat kita. Jangan bocor.”
---
Jam 08.00. Rumah Oma Rita.
Netha di sofa. Queen main lego. Di pelipisnya masih ada bekas luka.
Dimas dateng bawa laptop. “Bu... Pak Arsen nyuruh liat ini sebelum sidang.”
Netha ngangkat muka. “Apaan, Mas?”
Dimas buka file 6 bulan lalu.
Layar: Netha bawa kue. Jambak Clara. Ditendang Keenan.
Tangan Netha gemeter.
Queen noleh. “Ma... itu Mama?”
Netha buru-buru nutup. Senyum maksa. “Iya sayang... Mama dulu nggak bisa tahan emosi mama.
Dimas buka file 1 bulan lalu.
Layar: Clara udah beda. Nangis pake bantal. Neriak KDRT.
Netha diem. Terus ketawa pahit. “Jadi 6 bulan lalu aku ngerusak dia... sebulan lalu Clara balik, Clara peras Keenan Terus Mereka nikah siri karena Keenan takut masuk penjara.”
Oma Rita langsung peluk. “Nak... kamu wanita kuat. Bisatahan 6 bulan sendiri?”
Netha nangis pelan. “Mual,Oma rasanya. Dari 6 bulan lalu mual. Pas tau dia nikah siri... muntah. Sekarang liat ini... pengen muntah darah.”lirih Netha
---
Jam 09.00. Kos Cengkareng.
Keenan di lantai. Surat sidang di depan.
HP bunyi.telpon Dimas.
“Mas... CCTV 6 bulan + 1 bulan udah kita cek. 6 bulan lalu Mas nendang Bu Netha. 1 bulan lalu Mbak Clara peras + fitnah KDRT. Mas nikah siri karena takut.sudah saya dapat. "ucap Dimas dari sambungan telpon
Keenan ketawa kering. “Jadi gue udah jalan gue udah kepepet ya?”
Dimas datar. “Mas Keena sudah KDRT. Mas Keenan juga selingkuh. Sekaligusnikah siri karena diperas. Jujur aja besok.”
Keenan diem. “Gue takut liat mata Netha, Dim.6 bulan lalu mata dia... kosong banget.”
Dimas diem. “Yasudah hadepin saja. Karena Itu sudah jadi konsekuensi.”
Tut. Sambungan terputus
Keenan pegang kepala. “Ya Allah... 6 bulan lalu gue nendang Nethw... sebulan lalu gue nikahin Clara karena takut...”
---
Jam 10.00. Yudhistira Tower.
Arsen rapat sama tim hukum.
“Pak, kita pegang 3 kartu. Satu: Netha korban KDRT 6 bulan lalu. Dua: Clara peras 1 bulan lalu. Tiga: Keenan nikah siri karena takut, bukan cinta,” jelas pengacara.
Arsen manggut. “Tutup. Jangan viral. Netha udah cukup ancur.”
Pengacara lanjut. “Ada chat 1 bulan lalu juga. Clara: ‘Nikahin gue atau gue lapor kasus 6 bulan lalu’. Itu pemerasan.”
Arsen diem. “Masukin semua. Besok kita sikat pelan-pelan.”
---
Jam 11.00. RSIA Jakarta.
Clara di ranjang. Di sebelahnya Anggit + Monik.
Anggit langsung nyamperin polisi. “Pak! Anak saya nggak salah! Dia dijebak Netha! 6 bulan lalu Netha nyerang Clara pake pisau! Liat Clara sekarang! Itu bukti Netha yang jahat!”
Monik nyolot. “Iya Pak! Kakak ipar saya Netha! Dari dulu benci keluarga kita! Nggak bisa ngasih anak laki-laki! Makanya Mas Keenan cari perempuan lain! Salahin saja Netha!”
Polisi diem. “Bu, Mbak Clara juga peras + fitnah 1 bulan lalu.”
Anggit pasang badan. “Nggak! Clara korban! Dia hamil 3 bulan! Keenan tanggung jawab! Itu jantan! Netha yang nggak bersyukur! Udah dikasih suami ganteng, malah syuting terus!”
Clara gandeng tangan Anggit. “Iya, Ma... aku cuma mau nikah sah. Aku sayang Mas Keenan. Netha... udah nggak cinta sama dia, Ma.”
Polisi diem. “Mbak bisa ditahan 5 tahun. Karena kasus Pemerasan dan fitnah.”
Anggit langsung keras. “Silakan! Tapi Netha juga KDRT! Kita lapor balik! Keluarga kami bela Keenan + Clara sampai mati!”
Clara diem. “6 bulan lalu gue ancur pas dia jambak. Tapi sebulan lalu gue bangkit lagi. Ya udah... biar dia juga ancur.”
---
Jam 12.00. MNC Studios.
Netha di tenda. Teks di tangan, nggak masuk.
Inka duduk sebelah. “Udah nonton semua?”
Netha angguk. Mata merah. “Udah, Ka. 6 bulan lalu... udah. Tapi pas liat 1 bulan lalu... kok lebih sakit.”
Inka peluk. “Karena kamu simpen sendiri 6 bulan, Netha. Nggak diobatin.”
Netha bisik. “Mual, Ka. Kue anniversary jatuh 6 bulan lalu... sebulan lalu Keenan nikahin dia karena takut...”
HP bunyi. Grup keluarga Keenan.
Anggit: “Netha, kamu jahat! Anak saya nikah siri karena kamu KDRT ke Clara! Clara mantu saya sekarang! Jangan ngarep rebut Keenan lagi! Urus Queen aja!”
Monik: “Ih ngeselin! Dari dulu nggak suka kita! Muka jutek! Pantes Mas Keenan selingkuh!”
Netha diem. Nggak dibales.
Inka liat. “Skip aja. Mereka emang benci kamu dari dulu.”
Netha senyum getir. “Iya, Ka. 5 tahun lalu juga gitu. Sekarang makin jelas.”
---
Jam 13.00. Kos Cengkareng.
Keenan ngaca. Mukanya ancur. Dadanya sesek.
“Gue nendang Netha 6 bulan lalu... nikah siri sebulan lalu karena takut... gue sampah.”
Dia ambil pisau. Tangannya geter.
HP bunyi. Anggit.
“Keenan! Mama udah nonton CCTV. Kamu nggak salah, Nak! Itu Netha duluan! Mama bela kamu sama Clara! Mama nggak diem liat mantu mama dizolimi!”
Keenan nangis. “Ma... gue kotor. Gue pengecut. 6 bulan lalu gue milih dia. Sebulan lalu gue nikahin dia karena takut.”
Anggit bentak. “Diam! Kamu jantan! Tanggung jawab! Netha nggak tahu diri! Mama benci dia dari dulu! Fokus ke Clara sama calon anak kamu!”
Tut.
Keenan sujud. “Ya Allah... ampunin hamba... 6 bulan lalu... sebulan lalu... Mama malah bela mereka...”
---
Jam 14.00.
Arsen ke rumah Netha. Bawa map coklat.
“Netha.”
Netha keluar. Mata bengkak. “Om.”
Arsen kasih map. “Ini salinan CCTV + chat. Buat sidang. Hakim bakal liat kamu KDRT 6 bulan lalu. Clara peras 1 bulan lalu. Itu motif nikah siri.”
Netha nerima. Tangannya geter. “Makasih, Om.”
Arsen duduk. Jaga jarak. “Kamu kenapa?”
Netha diem. “6 bulan lalu saya janji ke Queen saya nggak mati. Sebulan lalu saya tau dia nikah siri karena diperas. Sekarang... saya janji ke diri saya. saya nggak akan diem lagi. Anggit + Monik makin jadi jadi juga.”
Arsen manggut. “Nah gitu. Biarin mereka saling membela mati matian. Tapi Kita ada bukti.”
Netha nangis.
Arsen diem. Nemenin aja.
---
Jam 15.00.
Queen tidur. Netha nulis di buku:
“Ya Allah,
6 bulan lalu gue diem.
Telen kue + tendangan + darah.
Sebulan lalu dia balik, peras.
Anggit + Monik benci gue mati-matian.
Sekarang semua kebuka.
Gue bukan korban bego lagi.
Kalau cerai jalan gue, gampangin ya Allah.
Gue mau hidup. Bukan bertahan.”
---
Jam 16.00.
Keenan di kos.
“Tha... maafin gue. 6 bulan lalu gue milih dia. Sebulan lalu gue nikahin dia karena takut. Mama + Monik bela mati-matian. Besok gue jujur. Walau kamu udah nggak mau gue.”
---
Jam 17.00.
Dimas nelpon Arsen. “Pak, Keenan drop. Tapi dia janji dateng sidang. Mau sujud ke Bu Netha. Katanya Bu Anggit + Mbak Monik nggak berhenti nyerang di grup.”
Arsen diem. “Biarin. Biar dia liat mata Netha pas hakim puter CCTV 6 bulan + 1 bulan. Biar hakim liat Clara peras. Dan biar Anggit sadar.”
---
Jam 18.00.
Netha belum tidur.
Dia liat foto Queen. “Sayang... besok Mama beresin semuanyq. Kita pindah rumah. Rumah baru. Tanpa dia. Tanpa Anggit. Tanpa Monik. Tanpa ingatan 6 bulan lalu.”
---
Jam 19.00.
Keenan rebahan.
“Ya Allah... 6 bulan lalu gue nendang dia. Sebulan lalu gue nikahin Clara karena takut. Mama bela mereka. Besok gue harus sujud sama dia. Kuatin gue.”
---
Jam 20.00.
Arsen di mobil. “Dimas, CCTV 6 bulan + 1 bulan jangan bocor. Cukup hakim. Netha harus dijaga. Lawan Anggit + Monik yang udah benci mati-matian.”
Dimas angguk. “Siap, Pak.”
---
Jam 21.00.
Netha mimpi. Sidang. Hakim puter CCTV 6 bulan lalu. Anggit teriak: “Itu Netha yang salah! Mantu saya nggak salah!”
Netha kebangun. Napas sesek.
Queen kebangun. “Ma... kenapa?”
Netha peluk. “Mimpi buruk, sayang.”
Queen bisik. “Jangan takut, Ma. Ada Sha. Ada Allah. Mama nggak sendirian.”
Netha nangis. Peluk kenceng.
Untuk pertama kali 6 bulan ini... lukanya kebuka. Sakit. Tapi lega. Sebulan lalu nikah siri karena diperas. Anggit + Monik? Udah nggak penting.
To be continued...