NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:58.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu dijemput Om Dave

Huufffhhh.... Rhea menghembuskan nafas.

Kebetulan empat bocil itu menjadi muridnya.

Tiga anak perempuan dan seorang lagi laki laki yang merupakan cucu Tante Puspa.

Baiklah. Tinggal serahin ke omnya saja, kan? Batinnya berusaha tenang.

Rhea segera memasuki ruangan kelasnya lagi, karena saat menerima telpon dia ijin keluar.

Rhea mendekati salah satu anak kembar yang sedang mewarnai dan agak berjarak dari kembarannya.

"Briella, ya?" Rhea bersyukur karena tiap muridnya mengenakan name tag.

"Iya, Miss. " Briella menghentikan gerak tangannya dan menatap guru barunya serius.

"Tadi Oma Puspa nelpon. Kamu, Bella, Samiya, dan Rangga pulangnya dijemput Om Dave," jelas Rhea lembut.

Briella tersenyum senang.

"Ooh... Om Dave. Ya, miss."

Rhea bermaksud pergi tapi ucapan pelan anak kecil itu membuatnya mematung. Untung saja suasana kelas cukup rame.

"Miss udah nikah?" Briella menatapnya lebih serius dari tadi.

Rhea tersenyum mendengar pertanyaan polos itu. Untung saja murid kecilnya yang lain sepertinya tidak mendengar ucapan Briella.

"Belum." Rhea pikir terhadap anak kecil, dia tidak boleh berbohong. Karena sekalinya ketahuan, dia tidak akan dipercaya mereka lagi.

"Oooh...."

Rhea pikir Briella tidak akan bertanya lagi, tapi dia salah karena anak seusia itu biasanya sangat kritis.

"Miss, maukah menikah dengan omku? Dia masih jomblo."

Walaupun agak kaget mendengar pertanyaan seperti itu dari seorang anak yang masih sangat kecil, tapi Rhea tau, jaman sekarang, tontonan online sangat mudah mereka lihat. Jadi cara berpikir mereka pasti sudah lebih dewasa dari pada umurnya.

Rhea tersenyum lembut.

"Mungkin miss akan memikirkannya nanti."

Briella balas tersenyum dan Rhea bersyukur murid cantiknya itu meneruskan mewarnai gambarnya.

Semoga nanti saat bertemu Om Davenya, Briella tidak menanyakan soal yang sama lagi.

*

*

*

Dave merasa stres dengan kemacetan yang dia alami saat ini. Padahal dia sudah mengantisipasi dengan berangkat lebih cepat satu jam. Sayangnya ada kecelakaan parah di depannya yang sampai menutupi badan jalan.

Mereka semua-para pengendara, menunggu poli-si dan.petugas jasa raharja yang sedang mengeksekusi dua buah mobil yang keadaannya sudah cukup parah.

"Im, aku agak telat jemput, kayaknya. Ada kecelakaan mobil di depanku. Sekarang sedang ditangani." Dave segera menelpon Baim karena dia yakin ngga akan tiba di kindergaten tepat waktu

"Oke. Aku akan kasih tau Bu Rhea dulu, ya."

"Oke."

Dave menghembuskan nafas berat dan pelan. Padahal harusnya dia yang menunggu, tapi sekarang para keponakannya yang akan menunggunya.

Semoga mereka ngga rewel, harapnya agak cemas.

Maafin om, ya.

Huuffhhh..... Dave menghembuskan nafas lebih panjang.

Ngga lama kemudian Baim balik menelponnya.

"Ya?"

"Bu Rhea akan menemani mereka sampai kamu datang."

"Ooh.... Oke."

Dave agak lega jadi dia bisa lebih tenang selama poli-si mengurai kemacetan.

*

*

*

"Mam, Dave agak telat jemputnya," lapor Baim.via telpon pada maminya yang masih mengobrol dengan kerabatnya.

"Kenapa?" Agak cemas Puspa bertanya.

"Kena macet, mam. Ada yang kecelakaan mobil."

"Oooh, ya, udah."

Puspa menatap Daiva dan Rihana setelah menyimpan ponselnya.

Mereka masih berada di kafe dengan segelas jus yang masih tersisa separuhnya.

"Kita masih agak lama, nih, tau reaksi keduanya," senyum Puspa agak melebar.

"Kenapa?" tanya Daiva penasaran. Dia mungkin yang paling ngga sabar menunggu respon Dave. Berharap Dave kagum pada Rhea dan timbul bibit bibit cinta di hati mereka berdua.

"Ada kecelakaan mobil, jadi macet," jelas Puspa sesuai yang dikatakan putranya.

"Oooh...."

"Tenang, Kak Daiva. Mungkin kita diminta sabar sebentar," senyum Rihana tulus.

Daiva tertawa pelan.

"Ya, ya," sahutnya.

"Semoga aja keduanya saling tertarik," timpal Puspa.

"Iya. Aku sudah ngga sabar lihat Dave menikah," ucap Daiva jujur. Papi mertuanya-papi Hendy juga ngga sabar menunggu Dave menemukan calon istri. Bukan ngga pernah dijodohkan, tapi gagal semua. Tidak ada yang berkesan katanya.

"Pengennya ada di sana, ya."

Ucapan Rihana membuat Daiva mengangguk.

"Tenang saja, aku sudah minta Baim mengamankan rekaman cctv hari ini di parkiran, tempat mereka akan bertemu nanti," tukas Puspa dengan detak jantung yang berlarian. Dia begitu excited dengan pertemuan mereka nanti.

"Wow.... Kita jadi bisa melihat langsung, ya." Wajah Daiva terlihat cerah sekali.

"Iyya...."

*

*

*

"Masih belum.dijemput?" tanya Wita ketika melihat Rhea masih menemani empat muridnya yang sedang sibuk dengan ponselnya masing masing.

"Katanya sebentar lagi." Rhea melihat mobil jemputan terakhir yang barusan pergi. Rekan rekan gurunya sudah masuk ke dalam lingkungan sekolah lagi.

"Aku mau selesaikan laporan perkembangan mereka hari ini. Ngga apa kamu sama anak anak di parkiran?" tanya Wita sambil melihat sekitarnya.

Aman, sih, batinnya. Di pintu gerbang ada sekuriti, dua orang.

"Ya, ngga apa apa." Rhea tersenyum.

"Oke. Hati hati, itu cucunya yang punya kindergarten ini," kata Wita mengingatkan sebelum pergi.

"Iya." Rhea tersenyum lebar. Dia udah tau.

Setelah Wita pergi, Rhea coba membuka sosial medianya. Tapi kemudian dia menepuk pelan keningnya.

Dia lupa passwordnya.

Huuffhh.....

Percuma kalo klik lupa password. Karena notif yang dikirimkan pun ke nomer kontak lamanya.

Rhea menghela nafas.

"Kenapa, Miss?"

Rhea yang belum hapal nama nama siswanya, kembali membaca name tag di seragam mereka.

Bella, batinnya.

"Emm... Ngga apa apa, sayang." Rhea tersenyum geli. Mungkin di mata Bella dia terlihat aneh sekarang.

Rhea, ingat! Kamu guru. Kamu GU-RU! Hatinya memberi peringatan keras.

"Aku kira ponsel Miss rusak." Bella balas tersenyum.

Rasanya sekarang Rhea sudah bisa membedakan mereka berdua. Antara Bella dan Briella.

Perhatian mereka teralihkan pada suara Rangga yang sedang menelpon.

"Oooh, sebentar lagi, ya, om. Kita nunggunya di parkiran."

"..................."

"Udah sepi, om. Hanya kita kita aja dengan Miss Rhea."

"..................."

"Ya, om."

Rangga kemudian berbalik menatap para sepupu perempuannya yang lebih tua setahun saja darinya.

"Bentar lagi, om, datang."

Tanpa kata, ketiga murid kecil cantiknya itu menyimpan ponsel ke dalam tas. Ngga lama kemudian sebuah mobil suv memasuki gerbang parkiran sekolah.

"Om Dave datang," seru Samiya senang.

"Nanti aku akan minta Om Dave membelikan kita es krim," ucap Briella.

"Aku setuju. Aku akan minta dua," jawab Bella kemudian dia tertawa lepas.

Kedua sepupu perempuannya lainnya juga ikut tertawa. Hanya Rangga yang menghela nafas melihat kelakuan sepupu sepupunya.

Rhea membantu merapikan rok rok para anak perempuan itu. Menepuk nepuk pelan, menyingkirkan debu.

Kini dia bersiap menyambut Om Dave yang katanya masih jomblo itu, bersama keempat keponakannya yang sudah menunggu dengan wajah ngga sabar

1
Elizabeth Zulfa
sabar Ed... nnti juga ketemu jodohnya... tuh temen2 Rhea mungkin masih ada zg jomblo.. kn bs pdkt😁😁
Nanda Jihan
lnjut
Rahmawati
baru dua hari gk ketemu udah kangen aja😂, kasiann. cuma bisa ciumin foto Rhea
sleepyhead
Seharusnya Arsati jgn nerima dl kata maaf dr Nazar 🤭
sleepyhead
(╯︵╰,) ga bs bayangin, pasti rindu serindu rindunya mereka berdua tuh...
salahkan papamu Rhe, coba ide konyol perjodohan itu ga ada pasti ga akan ada perpisahan yg tertunda begini, kesian ibu dan anak terpisah...
Rahmawati
secepatnya lebih baik, eluarga konglo mah gmpang aja kalo mau buat acara dadakan
Ernaaaaa
buruan ke KUA Dave...kondangan kita
Sri Hartati Sinaga
lg dong kak up nya ....gantung 🤭🥰🥰🥰
Lusi Hariyani
dave dh bucin akut sm rhea sampe2 foto di hp dicium2🤣
Mikhaila Zea
melting hayati babang dave🤣🤣🤣🤣
Sri Hartati Sinaga
kak....jgn lama² up nya ya....🥰🥰🥰
Rahma AR: terakhir dave🤭
total 3 replies
Lusi Hariyani
emang g kaleng2 klo kluarga mereka dh srek sm calon kluarga mereka bakal efort bngt perjuangin y
Nanda Jihan
lnjut
Mikhaila Zea
gass Dave sebelum si talisha nyesel... wahh keluarga Baskara bakal malu, sekelas keluarga Airlangga aja mau nerima🤣🤣🤣🤣🤣
maret
ohhhh meleleh....🫰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ernaaaaa
mksh Thor....setia menanti up heee
Rahma AR: sama sama...😊
total 1 replies
Diyah Saja
aku aja kalo pengin dipangku suamiii susahhh ngeluh berat terus 🤣🤣🤣
Rahma AR: 🤭😄....
total 1 replies
Diyah Saja
mauu donggggg😍
Diyah Saja
ahhhh aku baru nongol di lapaknya babang daveee😄
sundarisiti
lanjut terus kakak. ceritanya bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!