NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu dijemput Om Dave

Huufffhhh.... Rhea menghembuskan nafas.

Kebetulan empat bocil itu menjadi muridnya.

Tiga anak perempuan dan seorang lagi laki laki yang merupakan cucu Tante Puspa.

Baiklah. Tinggal serahin ke omnya saja, kan? Batinnya berusaha tenang.

Rhea segera memasuki ruangan kelasnya lagi, karena saat menerima telpon dia ijin keluar.

Rhea mendekati salah satu anak kembar yang sedang mewarnai dan agak berjarak dari kembarannya.

"Briella, ya?" Rhea bersyukur karena tiap muridnya mengenakan name tag.

"Iya, Miss. " Briella menghentikan gerak tangannya dan menatap guru barunya serius.

"Tadi Oma Puspa nelpon. Kamu, Bella, Samiya, dan Rangga pulangnya dijemput Om Dave," jelas Rhea lembut.

Briella tersenyum senang.

"Ooh... Om Dave. Ya, miss."

Rhea bermaksud pergi tapi ucapan pelan anak kecil itu membuatnya mematung. Untung saja suasana kelas cukup rame.

"Miss udah nikah?" Briella menatapnya lebih serius dari tadi.

Rhea tersenyum mendengar pertanyaan polos itu. Untung saja murid kecilnya yang lain sepertinya tidak mendengar ucapan Briella.

"Belum." Rhea pikir terhadap anak kecil, dia tidak boleh berbohong. Karena sekalinya ketahuan, dia tidak akan dipercaya mereka lagi.

"Oooh...."

Rhea pikir Briella tidak akan bertanya lagi, tapi dia salah karena anak seusia itu biasanya sangat kritis.

"Miss, maukah menikah dengan omku? Dia masih jomblo."

Walaupun agak kaget mendengar pertanyaan seperti itu dari seorang anak yang masih sangat kecil, tapi Rhea tau, jaman sekarang, tontonan online sangat mudah mereka lihat. Jadi cara berpikir mereka pasti sudah lebih dewasa dari pada umurnya.

Rhea tersenyum lembut.

"Mungkin miss akan memikirkannya nanti."

Briella balas tersenyum dan Rhea bersyukur murid cantiknya itu meneruskan mewarnai gambarnya.

Semoga nanti saat bertemu Om Davenya, Briella tidak menanyakan soal yang sama lagi.

*

*

*

Dave merasa stres dengan kemacetan yang dia alami saat ini. Padahal dia sudah mengantisipasi dengan berangkat lebih cepat satu jam. Sayangnya ada kecelakaan parah di depannya yang sampai menutupi badan jalan.

Mereka semua-para pengendara, menunggu poli-si dan.petugas jasa raharja yang sedang mengeksekusi dua buah mobil yang keadaannya sudah cukup parah.

"Im, aku agak telat jemput, kayaknya. Ada kecelakaan mobil di depanku. Sekarang sedang ditangani." Dave segera menelpon Baim karena dia yakin ngga akan tiba di kindergaten tepat waktu

"Oke. Aku akan kasih tau Bu Rhea dulu, ya."

"Oke."

Dave menghembuskan nafas berat dan pelan. Padahal harusnya dia yang menunggu, tapi sekarang para keponakannya yang akan menunggunya.

Semoga mereka ngga rewel, harapnya agak cemas.

Maafin om, ya.

Huuffhhh..... Dave menghembuskan nafas lebih panjang.

Ngga lama kemudian Baim balik menelponnya.

"Ya?"

"Bu Rhea akan menemani mereka sampai kamu datang."

"Ooh.... Oke."

Dave agak lega jadi dia bisa lebih tenang selama poli-si mengurai kemacetan.

*

*

*

"Mam, Dave agak telat jemputnya," lapor Baim.via telpon pada maminya yang masih mengobrol dengan kerabatnya.

"Kenapa?" Agak cemas Puspa bertanya.

"Kena macet, mam. Ada yang kecelakaan mobil."

"Oooh, ya, udah."

Puspa menatap Daiva dan Rihana setelah menyimpan ponselnya.

Mereka masih berada di kafe dengan segelas jus yang masih tersisa separuhnya.

"Kita masih agak lama, nih, tau reaksi keduanya," senyum Puspa agak melebar.

"Kenapa?" tanya Daiva penasaran. Dia mungkin yang paling ngga sabar menunggu respon Dave. Berharap Dave kagum pada Rhea dan timbul bibit bibit cinta di hati mereka berdua.

"Ada kecelakaan mobil, jadi macet," jelas Puspa sesuai yang dikatakan putranya.

"Oooh...."

"Tenang, Kak Daiva. Mungkin kita diminta sabar sebentar," senyum Rihana tulus.

Daiva tertawa pelan.

"Ya, ya," sahutnya.

"Semoga aja keduanya saling tertarik," timpal Puspa.

"Iya. Aku sudah ngga sabar lihat Dave menikah," ucap Daiva jujur. Papi mertuanya-papi Hendy juga ngga sabar menunggu Dave menemukan calon istri. Bukan ngga pernah dijodohkan, tapi gagal semua. Tidak ada yang berkesan katanya.

"Pengennya ada di sana, ya."

Ucapan Rihana membuat Daiva mengangguk.

"Tenang saja, aku sudah minta Baim mengamankan rekaman cctv hari ini di parkiran, tempat mereka akan bertemu nanti," tukas Puspa dengan detak jantung yang berlarian. Dia begitu excited dengan pertemuan mereka nanti.

"Wow.... Kita jadi bisa melihat langsung, ya." Wajah Daiva terlihat cerah sekali.

"Iyya...."

*

*

*

"Masih belum.dijemput?" tanya Wita ketika melihat Rhea masih menemani empat muridnya yang sedang sibuk dengan ponselnya masing masing.

"Katanya sebentar lagi." Rhea melihat mobil jemputan terakhir yang barusan pergi. Rekan rekan gurunya sudah masuk ke dalam lingkungan sekolah lagi.

"Aku mau selesaikan laporan perkembangan mereka hari ini. Ngga apa kamu sama anak anak di parkiran?" tanya Wita sambil melihat sekitarnya.

Aman, sih, batinnya. Di pintu gerbang ada sekuriti, dua orang.

"Ya, ngga apa apa." Rhea tersenyum.

"Oke. Hati hati, itu cucunya yang punya kindergarten ini," kata Wita mengingatkan sebelum pergi.

"Iya." Rhea tersenyum lebar. Dia udah tau.

Setelah Wita pergi, Rhea coba membuka sosial medianya. Tapi kemudian dia menepuk pelan keningnya.

Dia lupa passwordnya.

Huuffhh.....

Percuma kalo klik lupa password. Karena notif yang dikirimkan pun ke nomer kontak lamanya.

Rhea menghela nafas.

"Kenapa, Miss?"

Rhea yang belum hapal nama nama siswanya, kembali membaca name tag di seragam mereka.

Bella, batinnya.

"Emm... Ngga apa apa, sayang." Rhea tersenyum geli. Mungkin di mata Bella dia terlihat aneh sekarang.

Rhea, ingat! Kamu guru. Kamu GU-RU! Hatinya memberi peringatan keras.

"Aku kira ponsel Miss rusak." Bella balas tersenyum.

Rasanya sekarang Rhea sudah bisa membedakan mereka berdua. Antara Bella dan Briella.

Perhatian mereka teralihkan pada suara Rangga yang sedang menelpon.

"Oooh, sebentar lagi, ya, om. Kita nunggunya di parkiran."

"..................."

"Udah sepi, om. Hanya kita kita aja dengan Miss Rhea."

"..................."

"Ya, om."

Rangga kemudian berbalik menatap para sepupu perempuannya yang lebih tua setahun saja darinya.

"Bentar lagi, om, datang."

Tanpa kata, ketiga murid kecil cantiknya itu menyimpan ponsel ke dalam tas. Ngga lama kemudian sebuah mobil suv memasuki gerbang parkiran sekolah.

"Om Dave datang," seru Samiya senang.

"Nanti aku akan minta Om Dave membelikan kita es krim," ucap Briella.

"Aku setuju. Aku akan minta dua," jawab Bella kemudian dia tertawa lepas.

Kedua sepupu perempuannya lainnya juga ikut tertawa. Hanya Rangga yang menghela nafas melihat kelakuan sepupu sepupunya.

Rhea membantu merapikan rok rok para anak perempuan itu. Menepuk nepuk pelan, menyingkirkan debu.

Kini dia bersiap menyambut Om Dave yang katanya masih jomblo itu, bersama keempat keponakannya yang sudah menunggu dengan wajah ngga sabar

1
sleepyhead
Emg disturbing sih, kalau byk orang-orang yg grouping dan toxic di lingkungan kerja kita...
gimana yah.. rasanya tuh kaya digerogoti rayap hari ke hari yg hidupnya berkoloni utk menumbangkan kayu yg kokoh menunggu kayu itu keropos sampai tumbang..
kalau rayapnya sendirian mah gak ngeri. Yg ngeri itu kalau udah 1 koloni.
sama kayak orang toxic yg ngegennk..
Mereka tuh kuat karena rame.
Satu jd kompor, yg lain kipas-kipas. Targetnya ya "kayu kokoh" = orang yg kerja bener/jujur/gak ikut arus mereka...

Abaikan aja Rhe, anggep aja angin lalu, dia belum tau aja siapa kamu sebenernya..
faktanya kalau mereka tau kamu dr keluarga mana, mungkin mereka seperti kucing basah kena air hujan "Menggigil"
😂🤣
sleepyhead: emang ngeselin kan Thor, perlu di beri paham ini miss² resek ni 😁🤭
total 3 replies
Rahmawati
ayo dave cepetan sblm Rhea di temukan oleh papanya, km gk rela kan kl Rhea menikah dengan orang lain
Ranita Rani
q ikutan t3gang nie,,
Herman Lim
nazar nanti di pulangkan kllo dah jadi mantu Airlangga 😃😃
Lia Kiftia Usman: doa semoga lebih dulu dave bertemu rhea..🤲
total 1 replies
Herman Lim
Edwin mau rebut gebetan dave harus lwtin barisan para apak muda dulu
🔵MENTARY
Hahaha🤣🤣🤣Dave panik Rhea mau di jodohkan
Lusi Hariyani
klo sdh msk ke keluarga mereka g bakal bs lepas
Zea Rahmat
panik kan dave🤣🤣🤣🤣🤣
Zea Rahmat
masa keluarga Airlangga bisa di ancam... ancam. balik dong🤣🤣
🔵MENTARY
Rival Dave, Baskara dan Edwin 🤣🤣🤣
anggita
like 👍iklan☝☝
Rahmawati
ayo dave masak km gk mau deketin rhea jg, emg km rela Rhea sama Edwin?
sleepyhead
Good choices, Abaikan aj hahaa
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 Mereka semua Buaya ulung yg insaf bro, jangan bermain main 😝 berbahaya kalau sdh berurusan dgn mereka apalagi berani menyentuh yg sdh digariskan utk circle mereka..
belum tau aja di jidat Rhea itu sudah ada marker nya "Belong to Dave" dan hanya org beriman aja yg bs liat mark itu wkwkkk
Zea Rahmat: iya betulll🤭🤭
total 6 replies
Lusi Hariyani
dave sainganmu akn dtg lg lho jgn bnyk mikir ntar rhea pergi km nyesel
Paksi Winatha
typo thour ke jakarta bkn ke jakarat🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣/Curse//Curse//Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Rahma AR: j😄......
total 1 replies
Evi Solina
Hayoloh Dave saingan Lo muncul di sekolah😆
Rahmawati
Edwin gercep eyy, langsung nyamperin Rhea ke sekolah
Lusi Hariyani
bpk y rhea bnr2 dech...🙏
🔵MENTARY
Melipir Erwin, Rhea udh di targetkan calon Bini Dave/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!