NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Drama Queen Mulai Lagi

Tiba-tiba, Audrey menerobos masuk ke dalam toilet. Wajahnya yang semula tampak penuh drama "kekhawatiran" berubah menjadi syok yang nyata saat melihat kondisi Jason dan kawan-kawannya.

"Eleanor, kamu tidak apa-apa? Hah?! Ini... Ini... Apa-apaan ini?!" seru Audrey dengan suara melengking.

"Ck, aku tahu dia mau pura-pura mengkhawatirkanku, padahal dia sendiri yang menghasut Jason dan kawan-kawannya," pikir Eleanor sambil menatap Audrey tajam. "Setelah melihatku tidak terluka, ekspresi tidak senangnya jelas sekali terlihat walaupun cuma sepersekian detik. Dia pasti akan memutarbalikkan fakta dan menuduhku membully para pria lemah ini. Aku sudah hafal semua trik klise ini."

Liam yang berada di samping Eleanor sedikit mengernyit. "Mana mungkin Audrey seperti itu..." pikirnya bimbang. "Mungkin dia tidak sebaik yang aku kira selama ini, tapi tidak mungkin dia sampai memprovokasi Jason untuk melakukan ini. Apa Eleanor terlalu banyak menonton drama? Imajinasinya sedikit berlebihan."

Audrey segera menunjuk-nunjuk Eleanor dengan jari yang gemetar. "I-ini apa yang terjadi? Eleanor, kenapa kamu memukuli teman-teman sekelasmu sendiri sampai seperti ini? Apa kamu ingin dikeluarkan dari sekolah?! Peraturan sekolah melarang segala jenis tindakan pembullyan! Apa kamu ini preman?!"

Suara Audrey terdengar sampai ke koridor, memicu perdebatan di antara para murid yang menonton. Sebagian membela Eleanor karena tahu ia dikepung lebih dulu, namun sebagian lagi mulai termakan omongan Audrey karena melihat fakta bahwa lima orang laki-laki itu terluka parah sementara Eleanor tampak baik-baik saja.

Liam mendengus dingin. "Maksudmu... Eleanor sendirian menyeret lima laki-laki berbadan besar ini masuk ke toilet wanita untuk memukuli mereka? Kau pikir itu masuk akal? Banyak yang menyaksikan lima orang ini yang mulai duluan. Mereka bahkan mengeroyok seorang gadis seperti pengecut. Sudah pengecut, kalah lagi. Para laki-laki lemah ini, apa yang membuat mereka bangga menjadi pembully?"

Eleanor menyentuh lengan Liam. "Sudahlah Liam, percuma bicara dengan orang yang pura-pura bodoh. Biarkan rekaman CCTV yang bicara."

Wajah Audrey memucat. "Apa maksudmu?"

"Di CCTV lorong jelas akan terlihat kalau mereka yang duluan mendorongku masuk ke toilet ini. Mereka juga mengusir siswi-siswi lain dan memojokkan aku sendirian," jelas Eleanor dengan nada tenang namun mematikan.

"Tapi kenyataannya kamu sama sekali tidak luka, sementara mereka semua sekarat!" balas Audrey histeris.

Eleanor menghela napas panjang. "Aku bosan dengan akting sok pedulimu itu. Kalau memang kau peduli pada mereka, panggilkan ambulans sekarang juga, bukan malah berdebat denganku. Apa kau sengaja membiarkan mereka semakin sekarat supaya hukuman untukku semakin berat?" Eleanor menjeda sebentar sebelum melanjutkan, "Lagi pula, apa yang aku lakukan jelas upaya pembelaan diri. Lima lawan satu jelas tidak adil. Aku bahkan tidak menggunakan alat apapun untuk menghadapi mereka. Itu sudah salah satu bentuk pengampunan dariku. Untungnya aku punya dasar bela diri. Kalau tidak, entah apa yang mereka lakukan padaku di dalam sini."

Liam tidak lagi mendengarkan Audrey. Ia meraih tangan Eleanor dan melihat sebuah goresan kecil di punggung tangannya. "Ada memar di tanganmu," ucap Liam lembut, ia mengelus luka itu dengan jempolnya. "Ayo, aku bawa kamu ke klinik sekarang."

Tanpa peringatan, Liam menyelipkan lengannya di bawah lutut dan punggung Eleanor, lalu mengangkatnya dengan gaya 'bridal style' di depan seluruh murid. Eleanor tersentak, ia otomatis melingkarkan tangannya di leher Liam.

Audrey yang ditinggalkan begitu saja hanya bisa menghentakkan kakinya dengan kesal. "Akh!" Suara teriakan menyakitkan terdengar dari bawah. Rupanya, Audrey tanpa sengaja menginjak kaki Jason yang patah saat ia mengamuk.

"Ah! Maaf, maaf! Jason, kamu sudah bangun? Apa kamu tidak apa-apa? Ayo, aku bawa kamu ke rumah sakit," ucap Audrey terbata-bata, berusaha menyelamatkan wajahnya di depan murid-murid lain.

1
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!