NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bos sedang cemburu buta

Matahari pagi bersinar terang, namun suasana di lobi dan ruangan kerja terasa lebih hangat dan tegang dari biasanya.

Zea sudah datang lebih awal, memastikan semua berkas, jadwal, dan perlengkapan di mejanya rapi sempurna.

Ia berusaha tampil seprofesional mungkin, menyembunyikan kekacauan perasaan di dadanya yang masih berdebar karena kejadian semalam.

Begitu suara langkah kaki sepatu pantofel terdengar mendekat, seluruh karyawan langsung sigap. Pintu ruangan utama terbuka, dan keluarlah Bara dengan setelan jas yang semakin menambah kesan gagah dan berwibawa.

Tatapannya tajam menyapu ruangan, lalu langsung berhenti dan melembut saat menyapu wajah Zea.

Bara berjalan mendekati meja Zea dengan langkah santai namun penuh dominasi.

"Selamat pagi, Zea." ucapnya pelan dengan senyum miring yang khas.

Zea buru-buru berdiri tegak, menahan diri agar tidak salah tingkah.

"Selamat pagi, Tuan Bara. Berkas dan jadwal hari ini sudah siap di atas meja Tuan." jawabnya cepat dan formal.

Bara tidak langsung masuk ke ruangannya. Ia justru bersandar di meja Zea, menatap gadis itu lekat-lekat.

"Bagus. Tapi ingat ya... hari ini saya mau kamu lebih rapi lagi. Dan jangan pernah berpikir buat lari dari tanggung jawab, atau lari dari saya. Karena sekarang kita satu kantor, satu atap, dan saya bisa pantau kamu 24 jam." bisiknya menggoda.

Zea mendecakkan lidah dalam hati, pipinya mulai memerah.

''Dasar bos menyebalkan! Baru pagi udah mulai ngomong aneh-aneh!'' batinnya kesal tapi senang.

Hari pun berjalan dengan sangat cepat dan intens. Bara benar-benar memanfaatkan statusnya sebagai Bos dan Zea sebagai Asistennya. Ia memanggil Zea masuk keluar ruangan terus menerus, kadang minta kopi, kadang minta dijelaskan laporan, padahal jelas-jelas Bara lebih paham soal itu.

Semua itu cuma alasan supaya bisa melihat wajah Zea terus.

 

Waktu istirahat tiba.

Zea berjalan menuju kantin dengan wajah lelah tapi tetap cantik. Karena sudah jam makan siang, ia memutuskan untuk makan di kantin saja daripada harus dikurung terus di ruangan bersama Bara yang suka mengganggu.

Baru saja Zea duduk di meja panjang dengan nasi bungkus di hadapannya, tiba-tiba ada sosok pria mendekat.

Dia adalah Rio, salah satu staf bagian keuangan yang dikenal ramah dan perhatian.

"Hai Zea! Lagi makan sendirian? Boleh gabung nggak?" ujar Rio dengan senyum lebar sambil meletakkan nampan makanannya di hadapan Zea.

Zea tersenyum sopan, sedikit kaget tapi tetap ramah.

"Oh iya Mas Rio, silakan duduk aja." jawab Zea.

Rio langsung duduk tepat di hadapan Zea. Pria itu terlihat sangat antusias, matanya tak lepas menatap wajah Zea.

"Wah kamu cantik banget hari ini Zea. Eh iya, denger-denger kamu sekarang jadi Asisten Pribadinya Tuan Bara ya? Pasti capek banget ya kan kerja sama Bos baru yang tegas gitu?" ujar Rio penuh perhatian.

Zea tertawa kecil sambil mengambil sendok.

" Menurutku, biasa aja kok Mas. Banyak belajar juga sih." jawab Zea santai.

Rio langsung menyodorkan botol minuman dingin ke arah Zea.

"Nah ini! Tadi aku beli dua, ini buat kamu. Minum dulu biar seger, jangan sampe dehidrasi lho. Kerjaan numpuk kan?" serunya.

Zea terlihat bingung tapi menerimanya.

"Wah makasih banyak lho Mas Rio, repot-repot." ujarnya.

Rio malah semakin berani, ia menyenggol lengan Zea pelan dengan sikap akrab.

"Ah ngapain malu-malu. Kan aku emang perhatian sama kamu dari dulu lho Zea. Cuma kemaren-kemaren belum sempet ngungkapin. Sekarang kan kamu jadi pusat perhatian kantor, makin cantik aja matanya." lanjut Rio menggoda.

GLEK!

Zea menelan ludah, agak salah tingkah karena dideketin secara terang-terangan begini di tempat umum.

"Iya makasih ya Mas..." gumamnya pelan.

 

DARI SUDUT KANTIN

Tepat di sudut ruangan yang agak gelap, atau mungkin baru saja masuk dari pintu utama...

BARA berdiri mematung.

Wajahnya yang biasanya tenang kini berubah datar dingin, tapi auranya mengerikan. Kedua tangannya terkepal kuat di saku celana. Matanya menatap tajam ke arah meja tempat Zea dan Rio duduk.

Melihat Rio yang asik ngobrol, nyodorin minum, sampai berani sentuh-sentuh lengan Zea... Rasanya darah Bara mendidih seketika.

"Berani banget ya lo..." desisnya pelan dalam hati, nadanya dingin dan mematikan.

Tanpa menunggu lama, Bara berjalan dengan langkah lebar dan tegas langsung menuju meja mereka. Suasana kantin yang tadinya ramai seketika jadi hening karena melihat kedatangan sang CEO.

Rio yang masih asik senyum-senyum, tiba-tiba kaku saat melihat bayangan tinggi menjulang di hadapannya.

Ia mendongak... dan langsung berdiri cepat dengan wajah pucat.

"T-tuan Bara! Selamat siang Tuan!" ujar Rio terbata-ba.

Bara tidak menoleh ke arah Rio sama sekali. Matanya hanya tertuju tajam ke arah Zea yang kini juga ikut berdiri dengan kaget.

"Kenapa di sini? Saya pikir kamu makan di ruangan saja." ujar Bara dengan suara berat dan dingin yang menusuk.

"Eh i-iya Tuan, saya cuma mau makan sebentar aja di sini biar gak sumpek." jawab Zea gugup.

Bara lalu mengalihkan pandangannya perlahan ke arah Rio, tatapannya tajam dan menantang bikin merinding.

"Kamu... ada perlu apa sama Asisten saya? Sampai segitunya perhatian?" tanyanya datar.

Rio langsung gelagapan, menggaruk kepala yang tidak gatal.

"N-nggak ada apa-apa Tuan! Cuma... cuma tanya kabar biasa kok Tuan! Saya permisi dulu ya Tuan!" jawabnya panik.

Rio langsung kabur meninggalkan makanannya, takut setengah mati kena marah Bos besar.

 

Tinggallah Zea dan Bara yang saling tatap. Suasana tegang sekali.

Bara mendekatkan wajahnya ke telinga Zea, berbisik dengan nada cemburu yang kental sekali.

"Jangan harap kamu bisa makan tenang kalau kelamaan di sini. Mata saya lagi merah nih liat ada yang berani deketin kamu. Ayo balik ke ruangan... SEKARANG." berdesis pelan tapi penuh tekanan.

DEG!

Zea tahu, kali ini Bara benar-benar cemburu buta!

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!