NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERLUKA

Abdi berdiam diri di taman, di antara gemerlap lampu dan hembusan angin malam... Abdi duduk dengan membungkukkan badan. Air mata terus menetes tanpa di cegah. Dia memang seorang pria... Tetapi hatinya begitu rapuh oleh satu nama... Queen... Queen dan hanya queen...

Dengan langkah gontai, dia berjalan menuju masjid di seberang taman, dia membasuh seluruh kepalanya, lalu mengambil air wudlu.

Disini... Di rumah Allah dia bersimpuh... memohon ampunan... Memohon ketenangan... Dan... Memohon kelapangan hati dari sakit yang mendera. dia menangis tersedu, andai ada yang melihat mungkin ikut merasakan betapa hancur hati abdi oleh kegagalan cintanya. Seperti... Seperti autor yang ikut merasakan sakit hatinya abdi...

Di keheningan malam... Abdi memeluk luka... Dihadapan Sang Pencipta... Abdi mengadu... isakannya memecah kesunyian... penggalan kenangan demi kenangan seolah menjadi selimut seorang abdi. Momen demi momen kebersamaan masih jelas dalam ingatan. "Apa yang salah??? di mana letak salah itu... Aku hanya ingin menikah tetapi aku di tinggalkan... " abdi bergumam sendirian. Dia tertawa di balik kepedihan yang menyiksa batinnya.

Jika pria lain patah hati akan lari ke club atau minum-minuman keras, tetapi tidak dengan abdi. Setelah hatinya tenang di dalam masjid, tangisnya berhenti, dia pulang ke kontrakannya. Di rumah kontrakan itu, dia menyusun hati yang hancur, foto-foto queen dia simpan dalam box, menyisakan 1 foto mereka berdua di dalam dompet, abdi bukan pengumpul barang, dia hanya memiliki barang yang memang dia butuhkan, jadi sebagian besar barang yang ada adalah milik queen, lama abdi menatap barang-barang tersebut, lalu menghembuskan nafasnya.

" barang-barang mu tidak aku buang sayang, kapanpun kamu datang untuk mengambilnya, semua lengkap ada di sini" gumam abdi.

"aku masih sangat mencintaimu... Karena cinta ini aku mengekangmu, karena cinta ini aku ingin menikahimu, dan karena cinta ini aku...." abdi tidak melanjutkan ucapannya dan kembali menangis...

Sementara di dalam kamar temaram, queen juga merasakan hal yang sama, sakit. walau yang dia rasakan tak sebanding dengan yang abdi rasakan. Dia juga sakit... Dia masih mencintai abdi, tetapi dia juga ingin bebas. abdi yang selalu melarangnya bergaul dengan teman-temannya, abdi yang selalu melarang dia memakai baju pendek, padahal hanya sebatas siku atau celana selutut. abdi selalu ada untuknya, memenuhi kebutuhannya, tetapi tidak memberikan kebebasan bersama teman-temannya walaupun itu perempuan. Hari-harinya dia habiskan hanya bersama abdi dan teman-teman abdi. Dia akhirnya... Dia tidak memiliki teman meski sekedar membeli bakso di warung. Apapun yang dia inginkan terpenuhi oleh abdi tetapi tidak dengan kebebasan.

" huffftt, ini hanya sementara, semua karena belum terbiasa, aku yakin ini yang terbaik untuk aku dan mas abdi" queen bergumam sendiri.

"maafkan aku mas abdi, aku tau kamu sangat mencintaiku, akupun tahu.... Tidak ada cinta yang sebesar cintamu, aku tahu... Kedepan aku akan menyesal telah menyia-nyiakan pria sebaik dirimu... tetapi aku tetap pada pendirian ku. Kedepan... Aku tidak akan menemukan cinta sebesar dan setulus mas abdi, tetapi ini adalah jalan yang sudah ku pilih. Aku bisa detik ini juga berlari memeluknya dan kembali padanya, tetapi hatiku... hatiku benar-benar tidak ingin kembali, meskipun aku tahu kedepan tidak ada pria setulus dan sebesar cinta mas abdi" queen terus bergumam.

Dua insan itu kini sama-sama terluka, sama-sama masih mencintai tetapi kata menyerah dari salah satu insan itu, menghancurkan tatanan cinta. Cinta yang seharusnya menyatukan, kini cinta malah menghancurkan. Ini adalah bukti... Bukti bahwa tidak semua cinta bisa menyatukan 2 jiwa.

Tok tok tok...

" queen ini ibu nak" ibu mengetuk pintu karena mendengar isakan putrinya.

" iya bu..." jawab queen membuka pintu.

Di depan pintu sudah ada bapak dan ibu, lalu mereka masuk ke kamar anaknya. Orang tua queen adalah orang tua yang sangat tidak bisa melihat putrinya menangis, melihat mata bengkak putrinya, jelas membuat mereka ikut terluka.

"kenapa kamu menangis nak? Apa yang membuatmu bersedih? " kata ibu dengan lembut, meskipun beberapa saat tadi ibu terlihat jengkel dan kecewa karena keputusan queen.

" jika kamu berat dan masih mencintai abdi, bapak ijinkan malam ini kamu keluar rumah, kejar dia dan minta maaflah, bapak yakin dia masih menerima mu" kata bapak.

Tetapi yang terjadi... Queen bergeming, dia menggelengkan kepala,

"tidak pak, aku memang masih mencintai mas abdi, tetapi tidak untuk kembali. Apa yang sudah aku putuskan tidak akan aku tarik kembali sekalipun aku akan menyesal kedepannya, ya... Aku pasti menyesal meninggalkan pria sebaik mas abdi, tetapi aku tahu ini yang terbaik, queen hanya belum terbiasa" jawab queen.

Bapak dan ibu saling pandang, dan mengangguk. Isyarat bahwa mereka tahu, keputusan putri mereka tidak bisa di ganggu gugat.

" ya sudah nak... Semoga kedepan... Kalian sama-sama bahagia dengan pasangan masing-masing" kata ibu menyudahi percakapan.

" tenangkan hatimu, dan lekas tidur. Besok kamu bekerjakan???, jangan sampai pekerjaan kamu terganggu dengan masalah ini, jangan sampai kamu kehilangan abdi jadi kehilangan pekerjaan juga" sambung bapak.

"iya pak bu, terimakasih selalu mendukungku, maaf sudah membuat bapak ibu kecewa" jawab quen.

Bapak hanya mengangguk dan berlalu keluar kamar, sedang ibu memeluk putrinya dan mencium kepala anaknya. Mengelus elus punggung putrinya, lalu berdiri mengikuti suami yang sudah masuk kamar.

Queen kembali sendiri... Merenungi keputusannya tanpa berniat untuk kembali merajut kasih bersama.... Abdi.

#SEMOGA TERHIBUR YA TEMAN-TEMAN...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!