Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah kamar
"Bagaimana kalian saya sudah pesan lewat aplikasi tapi sampai di sini malah zonk!" bentak salah seorang tamu.
"Maaf sekali bu mungkin ada kesalahan sistem sehingga tidak terbaca oleh kami" jelas Vina
"Saya tidak mau tau kalian pikir dari bandara ke sini saya nggak pakai ongkos apa,kalian benar-benar membuang waktu saya" marah nya lagi
"Ada apa Vina?" tanya bu Yuni yang baru datang.
"Begini mbak tamu ini memesan melalui aplikasi satu jam yang lalu,tadi ada tamu masuk mungkin karena Aulia baru tidak tau jadi dia memberikan kamar tersebut dengan tamu yang lain"jawab Vina menjelaskan.
"Aulia!"
"Maaf mbak,saya benar-benar tidak tau"sahut Aulia tertunduk takut.
"Maaf sekali lagi bu, resepsionis kami tidak melihat pesanan lewat aplikasi karena hanya selisih beberapa menit jadi kamar tersebut sudah di berikan ke yang lain,sekali lagi kami minta maaf bu" ujar bu Yuni
"Pelayanan hotel berbintang macam apa ini,saya akan laporkan kalian ke pemilik hotel ini, benar-benar mengecewakan!" ancam nya
"Begini saja bu,ibu kami alihkan ke cabang Armada hotel lain nya dengan fasilitas yang sama" bujuk bu Yuni
"Tidak! Buang-buang waktu saya saja,saya lelah ingin segera beristirahat"
"Mbak kenapa tidak memberikan kamar pak Arlan saja sebagai kompensasi, kamar itu juga tidak di pakai pak Alan tiap hari kan" usul Aulia
"Jangan ngaco kamu Aulia,jika pak Alan datang mendadak bagaimana?"
"Sore ini ada tamu yang akan keluar mbak, nanti kita pindahkan ibu ini kembali ke kamar itu tapi sebelum nya biarkan dia istirahat di kamar pak Alan terlebih dahulu agar masalah ini selesai,lagi pula pak Alan tidak akan datang menjelang sore ini" jawab Aulia membuat Bu Yuni terdiam sejenak, selama ini memang tidak ada yang berani menggunakan kamar pak Arlan tapi ini hanya istirahat beberapa jam selang tamu yang lain keluar.
"Baik lah bu, begini saja kami akan berikan ibu kamar Presidential Suite sebagai kompensasi kami tapi ibu hanya bisa menempati nya beberapa jam saja sampai dengan kamar pesanan ibu kosong kami akan menyiapkan beberapa cemilan sebagai pengganti kerugian ibu" jelas bu Yuni dan membuat tamu itu berpikir.
"Boleh,ayo bawa saya ke sana sekarang"
"Ibu tunggu di sana sebentar ya kami akan segera membawa ibu ke kamar nya" tunjuk bu Yuni pada sofa tunggu yang ada di lobi.
"Vina minta pihak dapur membawa kan cemilan ke kamar pak Arlan,Aulia tolong kamu cek terlebih dahulu kamar pak Arlan ada barang berharga atau tidak jika ada tolong di simpan terlebih dahulu" perintah Bu Yuni dan diangguki Aulia patuh.
"Hufs.... semoga saja pak Arlan tidak datang" gumam bu Yuni pelan.
"Berani sekali mereka mengambil keputusan begini,aku harus lapor om Ferdy agar dia melapor pada pak Arlan segera" ucap Ratih segera berjalan ke arah ruangan om nya.
"Jadi benar gosip tentang perjodohan loe dan Susan anak pak Wiranto?" tanya Bayu membuat Sherly yang juga ada di dalam mobil tersebut kaget.
"Kenapa loe jadi tertarik gosip?" tanya balik Arlan
"Bro gue cuma mau ingetin loe aja jangan melihat hanya dari rupa loe belum kenal dengan Susan"
"Gue nggak tertarik bahas perjodohan dan gue nggak niat buat nikah sekarang" tegas Arlan membuat Sherly menghela nafas lega.
Mereka bertiga turun dari mobil karena sudah sampai di lobby hotel.
"Kamu sama pak Bayu langsung masuk ke ruangan pak Heru saya mau ke kamar sebentar" perintah Arlan dan diangguki Sherly patuh.
"Sela-mat siang pak,ad-a yang bisa saya bantu?" tanya Vina gugup,dia benar-benar tak menyangka sang atasan justru datang siang ini.
"Kamu kenapa,Kunci kamar saya mana?" tanya Arlan
"It-u pak,itu...."
"Itu kenapa, berikan kunci kamar saya!" bentak Arlan membuat Vina ketakutan,Vina melirik kiri kanan tapi tak melihat keberadaan bu Yuni.
"Aulia sedang di kamar bapak" jawab Vina cepat
"Aulia anak baru itu" tebak Arlan dan diangguki Vina sambil menunduk takut,Arlan segera berjalan ke arah lift dan menekan tombol menuju kamar nya.