NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:42k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 三一

Pagi itu, suasana di kediaman Mo terasa jauh lebih tenang namun dipenuhi dengan aura keseriusan yang kental. Matahari baru saja merangkak naik, menyinari ruang perpustakaan pribadi yang dindingnya dipenuhi oleh ribuan koleksi buku langka. Di tengah ruangan, A-Chen duduk dengan sangat anteng di sebuah meja kayu jati yang besar. Di depannya, tersebar berbagai macam alat tulis, buku latihan logika, dan tablet yang menampilkan soal-soal simulasi tes masuk sekolah.

Seorang guru privat wanita yang merupakan lulusan terbaik di bidang pendidikan anak usia dini sedang membimbing A-Chen. Guru itu tampak berkali-kali membetulkan letak kacamatanya, matanya terbelalak menatap lembar jawaban yang sedang dikerjakan oleh A-Chen dengan sangat cepat.

Xi'er berdiri di balik pintu yang sedikit terbuka, kedua tangannya memegang nampan berisi camilan buah apel dan melon yang sudah dipotong rapi. Ia tidak berani masuk, takut akan mengganggu konsentrasi adiknya. Matanya terus terpaku pada sosok kecil A-Chen yang sekarang tampak begitu berbeda, tidak ada lagi ketakutan di matanya, berganti dengan binar kecerdasan yang sangat tajam.

"Luar biasa..." bisik Xi'er dalam hati. Perasaannya campur aduk antara haru dan bangga. Di masa lalu, di kekaisaran asalnya, anak-anak seumur A-Chen biasanya hanya diajarkan untuk menghafal silsilah keluarga atau dasar-dasar bela diri. Namun di sini, di dunia yang penuh dengan angka dan logika ini, A-Chen menunjukkan bakat yang menurut Xi'er hampir mirip dengan kemampuan para cendekiawan istana.

Ia melihat A-Chen menyelesaikan soal matematika tingkat dasar dalam hitungan detik tanpa menggunakan jari untuk berhitung. Guru privat itu akhirnya bersuara, "Nona Lin, apakah Anda melihat ini? A-Chen bukan hanya siap untuk tes masuk sekolah dasar, tapi kemampuannya dalam memahami pola ruang dan logika angka sudah setara dengan anak yang jauh lebih tua darinya. Dia adalah bakat alami yang sangat jarang ditemukan."

Mendengar pujian yang begitu tulus, dada Xi'er membuncah. Ia melangkah masuk dengan senyum lebar yang tidak bisa disembunyikan. "Tentu saja, guruku selalu bilang bahwa darah keluarga Lin diberkati oleh dewa kebijaksanaan. Dia adalah adikku, jadi wajar jika dia sangat pintar!" ucap Xi'er dengan nada bangga yang khas.

A-Chen mendongak, matanya bersinar ketika melihat kakaknya. "Kakak! Guru bilang jika aku bisa menjawab sepuluh soal lagi, aku boleh makan buah itu! Aku ingin cepat-cepat sekolah agar bisa membaca buku-buku besar milik Tuan kaku dan membantunya bekerja!"

Xi'er meletakkan nampannya dan mencium kening adiknya dengan penuh kasih. "Belajarlah dengan rajin, Naga Kecilku. Dunia ini luas, dan sekolah adalah pintu pertamamu untuk menaklukkannya."

Sore harinya, setelah sesi belajar A-Chen selesai, Xi'er dipanggil oleh Mo Yan ke ruang kerjanya yang luas dan dingin. Mo Yan masih duduk di atas kursi roda peraknya, menghadap ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan taman rumah yang kini sebagian sudah berubah menjadi area bermain air. Di atas mejanya, sebuah laptop canggih menyala, menampilkan sebuah halaman situs web universitas kedokteran yang sangat bergengsi.

"Xi'er, duduklah. Ada hal serius yang ingin aku bicarakan mengenai posisimu di rumah ini dan di dunia luar." ucap Mo Yan dengan nada bicara yang dalam dan penuh wibawa.

Xi'er duduk dengan gaya santainya, sedikit menggoyangkan kakinya yang masih memakai sandal kuning yang bisa berbunyi. "Ada apa? Apakah ada musuh baru lagi? Atau kau merasa kakimu sedikit gatal dan butuh dipijat?"

Mo Yan tidak tertawa. Ia memutar laptopnya ke arah Xi'er. "Kemampuan medis kunomu memang tidak tertandingi. Kau menyelamatkanku dari kelumpuhan permanen yang menurut dokter modern tidak mungkin disembuhkan. Tapi Xi'er, kau harus mengerti satu hal di dunia ini, kehebatanmu tidak akan diakui tanpa adanya legalitas. Jika kau nekat mengobati orang di luar sana tanpa izin, kau bisa dianggap sebagai pelaku kriminal atau tabib palsu."

Xi'er mengernyitkan dahi, nampak tidak terima. "Izin? Maksudmu aku butuh selembar kertas hanya untuk membuktikan bahwa aku bisa menyelamatkan nyawa seseorang? Bukankah itu sangat konyol? Di tempatku, gelar Tabib Agung diberikan langsung oleh Kaisar karena kemampuan nyata, bukan karena ijazah!"

"Dunia ini sudah berubah Xi'er." jelas Mo Yan dengan sabar, menatap mata Xi'er dengan intens. "Ijazah adalah bentuk tanggung jawab. Aku ingin kau memiliki masa depan yang cerah, bukan hanya sekadar asisten pribadiku yang bersembunyi di balik bayangan. Aku ingin kau kuliah. Aku ingin kau masuk ke Fakultas Kedokteran dan mempelajari bagaimana teknologi masa kini bekerja. Bayangkan jika kau bisa menggabungkan jarum perakmu dengan peralatan medis canggih yang ada sekarang. Kau akan menjadi sosok yang tidak tersentuh oleh siapa pun."

Xi'er terdiam, ia melihat daftar mata kuliah yang terpampang di layar Biokimia, Anatomi Manusia, Patologi, hingga Bedah Syaraf. Nama-nama itu terdengar sangat asing dan berat.

"Tapi Mo Yan... aku tidak pernah sekolah formal di sini. Bagaimana mungkin universitas sebesar ini mau menerimaku?" tanya Xi'er dengan nada yang mulai ragu.

Mo Yan tersenyum miring, sebuah senyum yang menunjukkan kekuasaannya. "Kau meremehkan jaringan yang dimiliki oleh Mo Group? Aku dan Zuo Fan sudah mengurus semua dokumen latar belakang pendidikanmu yang hilang karena alasan bencana alam di desa terpencil. Kau akan terdaftar sebagai lulusan sekolah menengah yang sangat cerdas namun kurang beruntung. Sekarang, tugasmu hanya satu, belajar untuk ujian seleksi masuk bulan depan."

Xi'er merasa tertantang. Ia mengepalkan tangannya di atas meja. "Ujian? Kau menantangku untuk ujian? Baiklah! Jika ini adalah cara agar aku bisa mengobati orang tanpa takut ditangkap petugas keamanan, maka aku akan melakukannya. Aku akan membuat seluruh profesor di kampus itu ternganga melihat cara kerjaku!"

Namun, kepercayaan diri Xi'er mulai goyah saat ia mulai mengisi formulir pendaftaran secara mandiri dengan bimbingan Zuo Fan. Ia duduk di laboratoriumnya, berhadapan dengan tablet yang menurutnya sangat rumit.

"Zuo Fan! Kenapa benda ini terus bertanya tentang Hobi dan Pengalaman Organisasi?!" teriak Xi'er dengan suara melengking. "Apakah jika aku menulis hobiku adalah mengumpulkan bisa ular, mereka akan takut padaku?"

Zuo Fan yang sedang merapikan beberapa dokumen segera mendekat dengan keringat dingin. "Nona Lin, tolong... jangan tulis itu. Tulis saja hobi Anda adalah Meneliti tanaman obat tradisional. Dan untuk bagian cita-cita, tulis Ingin mengabdi pada kesehatan masyarakat. Itu akan membuat Anda terlihat sangat berwibawa."

"Dan apa ini?! Kenapa ada ujian bahasa Inggris?!" Xi'er menatap layar dengan ngeri. "Semua tulisan ini terlihat seperti cakar ayam yang tidak ada maknanya! Apakah ini bahasa kuno dari negeri antah berantah?"

Mo Yan yang baru saja masuk ke laboratorium menggunakan kursi rodanya, hanya bisa menggelengkan kepala. "Itu bahasa internasional, Xi'er. Karena kelas kedokteran yang aku pilihkan untukmu adalah kelas internasional, kau wajib menguasainya. Mulai besok, kau akan belajar bahasa Inggris bersamaku. Setiap malam, selama dua jam."

Xi'er menatap Mo Yan dengan tatapan ngeri seolah baru saja melihat hantu. "Belajar denganku? Kau pasti akan menjadi guru yang sangat galak, kaku, dan membosankan!"

"Lebih dari itu." tambah Mo Yan dengan nada dingin yang dibuat-buat. "Jika dalam satu minggu kau tidak bisa menghafal seratus kata medis dalam bahasa Inggris, aku akan menyita tabletmu dan melarangmu memesan paket COD selamanya. Tidak ada lagi istana balon, tidak ada lagi sandal bunyi."

"TIDAK! Kau benar-benar tiran yang sangat kejam Mo Yan!" teriak Xi'er frustrasi. "Kau memanfaatkan kelemahanku demi ambisimu!"

Mo Yan hanya tersenyum tipis, merasa menang. "Ini demi kebaikanmu Tabib Agung. Sekarang, lanjut isi formulirnya dan bersiaplah untuk pusing besok pagi."

Malam itu, Xi'er duduk sendirian di depan jendela laboratoriumnya yang luas. Di depannya terdapat buku-buku anatomi tebal yang baru saja dibelikan Mo Yan. Ia menghela napas panjang, menatap pantulan dirinya di kaca. Ada rasa aneh yang mengalir di dadanya, rasa cemas sekaligus rasa haru. Ia menyadari bahwa di dunia ini, ia tidak lagi sendirian. Ia memiliki adik yang mulai tumbuh cerdas, dan ia memiliki seorang pria yang meski sangat menyebalkan ternyata sangat peduli pada martabat dan masa depannya.

"Lin Xi'er... kau sudah melewati banyak badai di masa lalu." gumamnya pada diri sendiri. "Menaklukkan sekolah kedokteran modern ini seharusnya bukan hal sulit. Tunggu saja, aku akan membuktikan pada si pria kaku itu bahwa aku bisa menjadi dokter terhebat tanpa harus kehilangan jati diriku sebagai Tabib Agung."

Ia mulai membuka halaman pertama buku biologinya dengan penuh tekad. Ia tahu, babak baru dalam hidupnya di dunia ini baru saja dimulai.

1
mery harwati
Boleh usul gak ramuan Xier dikirim ke Negerinya Naruto biar kajadian di Negeri Naruto dimana seorang pemimpin mencabuli 50 anak asuhnya bahkan sampe hamil biar merasakan ramuan Xier? Dan yang bikin gedeg diluar nalar malah klo pemimpin cabul itu dihukum melanggar HAM kata seorang ketua yang katanya pembela perempuan 😔☹️
Negeri Naruto sungguh malang nasibnya 🤕🤨
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yg begitulah konoha🤣
total 3 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
serem bener 😬😬😬 tapi, gak sabar menunggu hukuman si Bramantyo/Proud/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ya ampun 🤣, kenapa ramuan centil namanya/Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Dih malah asik rumpi bertiga 🤣🤣/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Dokter kalo tau alasan kenapa Xi'er bisa ngadadak sembuh, langsung anu nda tuh 🤣
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣🤣🤣/Facepalm/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nda apa othor 🥰 syafakalloh buat jagoanna /Determined//Determined/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
1 vote+5kopi untuk double up nya/Determined//Determined/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: Sama-sama, yooo besok up double lagi/Slight//Slight/
total 2 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ayo tunjukkan eksperimen gilamu Xi'er/Determined//Determined/ ku menantikannya/Scream//Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ah ciappo
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
1 vote juga
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhh cukaaa🥰🥰
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
5 kopi buat Semangat nulis hari ini
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih banyak 😘😘
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
👍👍👍👍 itu yang kita inginkan.. semangat Xi... jangan lupa potong buwung puyuh nya si tua bangka
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: aku akan buat setiap buyung itu berdiri maka dia akan bertingkah seperti orang gila HAHAHA🤣🤣🤣
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
yeayyy, ayo hancurkan hancurkan hancurkan /Determined//Scream//Scream/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: hancurkannnn😑
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Kak, semoga adeknya cepat sembuh ya🫂🫂
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: uhhh terimakasih 🥰
total 1 replies
mery harwati
Apakah Bram akan disuntik perangsang juga? Tapi suntik perangsang seumur hidup? Atw suntikan 🐶 gila bwt Bram? 🤔
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: kita lihat nanti muhehehhee🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Mydar Diamond
tidak apa2 thor kesihatan anak lebih penting moga dia cepat sembuh ya💪
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih 🥰
total 1 replies
Rina Yustika
🤣🤣🤣🤣🤣aku suka ide tabib agung 🤭🤭ayo semangat tuan kaku
mery harwati
Bram, aq kasih kopi online ya agar saat pagi hari kau buka mata, tidak langsung stroke gegara saham perusahaanmu terjun bebas 😄
mery harwati: Iya sama² makasih author ❤️
Sehat selalu ya thor 💪😍
total 2 replies
mery harwati
Nah kan dugaanku di episode 47 yll terbukti di episode 50 ini
Hukuman apa yang akan Xi'er berikan pada Bramantyo ya?
Secara Xi'er sudah melakukan uji klinis obat²an di laboratorium yang Mo Yan berikan bwt Xi'er
mery harwati: Bikin hukuman yang tidak mematikan tapi membuat Bramantyo tersiksa disisa hidupnya 🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣/Joyful/ Puass kali aku tertawa jahat buat Bramantio 🤣🤣 /Joyful//Joyful/
Kusii Yaati
kayu bakar harga selangit ya xi'er... 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!