NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Penyucian Api Yang

Membelah dada sendiri adalah kegilaan yang bahkan jarang dilakukan oleh iblis.

Mo Xie bersandar pada pilar tulang purba dengan napas berat dan kasar. Lubang pedang di dada kirinya masih mengucurkan darah, sementara Racun Yin terus masuk melalui luka itu dan menggerogoti tubuhnya dari dalam.

Tanpa benang darah Xue Ling'er yang menahan paru-parunya, mungkin ia sudah mati.

Di tangan kirinya terdapat tiga tulang rusuk putih milik Zhao Feng. Tulang-tulang itu memancarkan cahaya keemasan dan dipenuhi Qi Yang murni yang begitu kuat hingga membuat udara di sekitarnya terasa panas.

Xue Ling'er berdiri beberapa langkah di hadapannya.

"Kalau kau memasukkannya sekarang, Qi Yang di dalamnya akan membakar tubuhmu."

Mo Xie menatap ketiga tulang itu tanpa sedikit pun keraguan.

"Biarkan terbakar." Tatapannya dingin. "Jika tubuhku tidak mampu menahan Api Yang, aku tidak pantas menempuh Jalan Tulang Iblis."

Tanpa ragu, Mo Xie mengangkat cakar kirinya.

Cakar obsidian menembus dada kirinya.

Ia menariknya perlahan ke bawah.

Darah menyembur deras. Daging terbuka dan tiga tulang rusuk fana terlihat di dalam rongga dadanya. Tulang-tulang itu telah retak akibat tebasan pedang Zhao Feng dan sudah tidak lagi mampu menopang tubuhnya.

Mo Xie meraih tulang rusuk pertama.

Krak!

Ia mencabutnya dengan paksa. Darah kembali menyembur dari mulutnya.

Namun, ia hanya mengertakkan gigi dan melemparkan tulang itu ke tanah.

Tulang kedua.

Lalu tulang ketiga.

Setiap kali satu tulang tercabut, tubuh Mo Xie bergetar hebat. Rasa sakit menusuk hingga ke Lautan Kesadarannya, tetapi ia tetap diam dan tidak menunjukkan sedikit pun tanda akan menyerah.

Setelah rongga dadanya kosong, ia mengambil tiga tulang rusuk milik Zhao Feng.

Tanpa memberi dirinya waktu untuk ragu, Mo Xie langsung memasukkannya ke dalam tubuhnya.

Saat Qi Yang menyentuh daging yang dipenuhi Qi Yin...

Boom!

Cahaya keemasan meledak dari dadanya.

Tubuh Mo Xie langsung terlempar dan menghantam pilar tulang di belakangnya.

Brak!

Asap putih mengepul dari luka di dadanya.

Qi Yang murni mulai menyapu seluruh tubuhnya seperti api yang membakar segala sesuatu yang dianggap kotor. Paru-paru, jantung, dan organ dalamnya terasa seolah sedang direbus di dalam tungku.

Mo Xie mengepalkan tangan.

Batu di bawahnya retak.

Ia mengertakkan gigi hingga darah mengalir dari sudut bibirnya.

"Ling'er..."

Xue Ling'er segera bergerak.

Sepuluh jarinya menari di udara, dan puluhan benang darah melesat masuk ke dada Mo Xie.

Benang-benang itu melilit ketiga tulang rusuk baru dan menghubungkannya dengan meridian di sekitarnya. Pada saat yang sama, Xue Ling'er menarik Qi Yin dari Tulang Harimau Kegelapan dan Tulang Naga Bumi.

"Jangan menahannya!" teriaknya. "Biarkan Qi Yang membakar tubuh fanamu!"

Benang darah bergetar hebat.

"Setelah itu, gunakan Qi Yin untuk menempa tubuhmu kembali!"

Mo Xie meraung.

Qi Yang dan Qi Yin bertabrakan di dalam tubuhnya.

Cahaya emas dan ungu memenuhi rongga dadanya. Benang darah Xue Ling'er bergerak di antara kedua kekuatan itu, memaksa Qi Yang dan Qi Yin mengikuti jalur yang berbeda agar tidak saling menghancurkan.

Daging yang terbakar mulai menyatu kembali.

Meridian yang rusak tersambung satu demi satu.

Tulang-tulang fana yang tersisa juga mulai berubah.

Rasa sakit yang semula terasa seperti siksaan perlahan berubah menjadi kekuatan.

Mo Xie dapat merasakan tubuhnya ditempa dari dalam.

Setiap kali Qi Yang menghancurkan bagian tubuh yang lemah, Qi Yin segera menyatukannya kembali dengan kekuatan yang lebih besar. Tubuhnya terus dihancurkan lalu dibangun kembali, berulang kali, hingga tidak ada lagi bagian yang mampu menahan proses penyucian tersebut.

Ini bukan lagi sekadar penyembuhan.

Ia sedang menempa tubuh baru.

Cahaya keemasan di dadanya perlahan meredup. Luka yang menganga mulai tertutup, sementara benang darah Xue Ling'er menjahit daging yang robek hingga kembali menyatu.

Setelah beberapa saat, hanya tersisa tiga bekas luka hitam di dada Mo Xie.

Kemudian...

Boom!

Gelombang Qi meledak dari tubuhnya.

Racun Yin dalam radius seratus meter langsung tersapu bersih. Pilar-pilar tulang di sekelilingnya bergetar hebat, bahkan beberapa tulang yang telah terkubur selama ribuan tahun ikut bergeser akibat tekanan tersebut.

Tulang-tulang fana Mo Xie mengalami perubahan besar.

Tengkorak, tulang rusuk kanan, tulang kaki, dan lengan kanannya menjadi semakin keras. Permukaannya perlahan berubah menjadi kelabu gelap seperti logam.

Seni Penempaan Tulang Surgawi akhirnya mencapai batas tahap pertama.

Kerangka Besi Hitam Kegelapan.

Mo Xie membuka matanya. Tatapannya jauh lebih tajam daripada sebelumnya.

Ia berdiri perlahan.

Tubuhnya kini terasa berat dan kokoh, seolah setiap tulang di dalam tubuhnya telah berubah menjadi baja. Senjata biasa tidak akan mampu melukainya dengan mudah, sementara racun biasa juga tidak lagi mampu menggoyahkan tubuhnya.

Yang lebih penting, kekuatan tubuhnya telah melampaui batas kultivator Pembentukan Inti biasa.

Xue Ling'er menarik napas panjang.

Wajahnya pucat dan tubuhnya sedikit goyah setelah menghabiskan begitu banyak esensi darah.

Melihat itu, Mo Xie segera mengulurkan tangan dan menopang pinggangnya.

Xue Ling'er mendongak.

"Kau berhasil." Ia tersenyum lelah.

Mo Xie menunggu sampai wanita itu kembali berdiri tegak sebelum melepaskan tangannya.

"Kita berhasil." Ia menatap Xue Ling'er. "Tanpamu, aku sudah menjadi mayat."

Xue Ling'er tersenyum tipis. "Setidaknya kau tahu berterima kasih."

Mo Xie tidak menjawab. Ia justru menoleh ke arah utara.

Kabut Racun Yin yang sebelumnya menutupi tebing telah tersapu oleh ledakan Qi. Untuk pertama kalinya, ia dapat melihat dinding tebing raksasa di ujung jurang.

Tebing itu menjulang lurus ke atas.

Pilar-pilar batu tajam menonjol dari permukaannya, sementara ribuan rantai besi kuno menjuntai dari sana dan menghilang ke dalam kegelapan di atas.

Xue Ling'er ikut menatapnya. "Rantai Pendakian Kuno." Matanya berbinar. "Jadi jalan itu masih ada."

"Apa itu?"

"Dahulu, para iblis kuno menggunakan rantai tersebut untuk keluar dari Jurang Sembilan Kegelapan."

Xue Ling'er menunjuk ke atas.

"Istana Dao Surgawi telah menyegel sebagian besar jalan keluar. Namun, rantai itu berada di luar formasi utama."

Mo Xie berjalan mendekat. Cakar obsidiannya bergesekan pelan. "Bisa mencapai dunia atas?"

"Jika kau cukup kuat untuk mendakinya."

Mo Xie menatap rantai yang membentang menuju langit.

Senyum dingin perlahan muncul di wajahnya. "Kalau begitu, kita mendaki."

Xue Ling'er menatapnya.

"Kau baru saja menembus tahap pertama. Apa kau yakin ingin kembali sekarang?"

"Justru karena itu." Mo Xie mengepalkan tangan kirinya. "Orang-orang di Istana Dao Surgawi mengira aku sudah mati di dasar jurang."

Ia menatap ke atas. "Biarkan mereka terus berpikir begitu."

Tatapannya berubah semakin dingin.

"Saat aku kembali, mereka akan melihat sendiri apa yang telah mereka kubur."

Xue Ling'er tersenyum. "Dan setelah sampai di atas?"

"Aku butuh lebih banyak tulang Tahap Pembentukan Inti."

Mo Xie melangkah menuju rantai pertama.

"Kerangka Besi Hitam Kegelapan baru permulaan."

Keduanya meninggalkan dasar jurang.

Di belakang mereka, mayat Zhao Feng dan kedua muridnya masih tergeletak di atas lumpur. Di hadapan mereka, ribuan rantai besi menunggu untuk didaki, membentang menuju dunia atas yang selama ini tersembunyi di balik kegelapan.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!