NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03. Aneka Ria.

...~•Happy Reading•~...

Mereka kadang bercanda bebas, tapi kadang juga saling mengingatkan. Agar sama-sama berjalan pada rel yang benar.

"Sini, aku tunjukan Penciptamu. Supaya gak makin ngawur bicaramu." Nelson menarik tangan Angga ke halaman lalu mengangkat wajahnya ke atas menengadah ke langit. "Berani protes lagi sama Penciptamu, rasakan panas matahari ciptaan-Nya itu."

Angga berontak untuk melepaskan diri. "Iya, aku tahu. Mataku bisa buta lihat matahari..."

"Bagus sadar. Berani protes sama Penciptanya, kau dijadikan arang sebelum putus nafas."

"Son, tadi aku cuma bercanda, kau tanggapi serius." Angga protes sambil menarik tangan Nelson kembali ke koridor.

"Bercanda boleh sama aku, Monce atau Evi. Tapi Pencinta jangan diajak bercanda. Ngawurmu mulai naik level. Lebih baik kau alihkan ke ...."

"Eh, ini namanya, pucuk dicinta, cinta tiba." Angga tiba-tiba nyeletuk sambil melihat ke arah belakang Nelson.

Namun Nelson hampir menyentil hidungnya yang mancung, karena mengira Angga sengaja memotong ucapannya dan mengalihkan topik bahasan tentang Pencipta.

Tapi Angga memegang bahu Nelson dan mengarahkan ke arah yang dia suka. "Aku ajarkan cara pedekate sama ciwi-ciwi." Angga memegang pipi Nelson yang tidak siap dengan rencana Angga.

Ketika para mahasiswi hendak lewat, Angga berpindah ke belakang Nelson lalu berbisik. "Lemaskan." Dia memegang dagu Nelson yang dilemaskan tanpa protes.

"Ade, senyum sama kakak, dong. Senyummu bagaikan amunisi buat kakak menembak." Ucap Angga disertai gerakan tangan di dagu Nelson yang menurut. Jadi seakan Nelson sedang berbicara kepada mahasiswi yang lewat.

Tiba-tiba para mahasiswi bukan senyum, tapi tertawa melihat mereka sambil menutup mulut dengan tangan dan saling menyenggol. Angga jadi curiga melihat mereka tertawa geli.

Dia segera melepas tangan dari dagu dan mengintip wajah Nelson. "Pantesan mereka tertawa. Kau bikin muka jelek." Angga memukul ransel Nelson di punggung saat melihat mulut miring dan mata jereng Nelson. Wajah tampannya terlihat sangat buruk.

"Kau mau apa? Kalau mau godain mereka, godain saja sendiri. Gak usah pakai perantara." Nelson meninju lengan Angga.

"Kau lihat cewek tadi yang outif nuansa pink? Itu dia adik kelas di Mipa. Pasti dia tahu kau ke kampus hari ini, jadi sengaja lewat sini." Angga curiga, sebab baru pernah lihat mahasiswa fakultas Mipa lewat tempat mereka untuk keluar kampus.

"Kau benar tidak melihat dia?" Angga bertanya dengan nada kesal, karena Nelson telah membuang kesempatan mendapatkan cewek incaran para senior di kampus.

"Kalau aku melihat dia, mau apa?" Nelson bertanya seakan tidak peduli. Padahal walau matanya dibuat jereng, dia sempat melihat mahasiswi yang dimaksudkan Angga. Karena dia terlihat lebih menonjol dari yang lain.

"Ya, akui yang aku bilang tadi. Dia cantik level 9 dan aduhai cekciii..." Angga mengangkat 2 jempol sambil menggerakan wajahnya untuk meyakinkan.

"Terus kalau aku bilang benar level 9 dan cekciii, mau apa?" Nelson mengalihkan perasaannya yang mulai terbagi, memikirkan gadis Mipa.

"Berarti usahaku gak percuma. Apa gak bisa sedikit nyenangin aku yang coba menyenangkanmu?" Angga berlaga seperti orang kesal.

"Namanya siapa?" Nelson jadi penasaran dengan gadis yang dimaksudkan Angga.

"Alena. Gimana, mau aku kasih notelnya?" Angga senang melihat Nelson

"Kau tahu notelnya?" Nelson pelototi Angga.

"Tahu, dong. Mau jadi Pa'comblang gak boleh setengah-setengah." Ucap Angga senang dan bangga.

"Kalau segiat ini kerjakan skripsimu, kau sudah selesai bab 1. Dasar pemalas." Nelson mengangkat tangan hendak memukul Angga yang tidak menyangka akan dimarahi dan berpindah topik.

Refleks Angga mengangkat tangan untuk menangkis. "Susah ajak yang gak punya rasa..." Angga tidak meneruskan, tapi menunjukan rasa kesal.

"Dari pada kau susah, mending aku pulang." Nelson langsung meninggalkan Angga yang tidak siap untuk mencegahnya.

"Sooon, tungguuu. Aku ikut." Teriak Angga sambil berlari kecil, karena Nelson berjalan cepat.

Tapi tiba-tiba dia berhenti berlari dan berjalan santai. "Good Evi. I love you." Teriak Angga. Dia senang melihat Nelson ditahan Evie yang baru datang.

"Lepas dari satu, datang yang lain. Lepasin, gak? Atau mau aku cium?" Ancam Nelson untuk mengganggu Evi dan Angga yang mendekat.

"Ayo, cium. Aku gak sabar, rasanya dicium kumbang kampus." Evie balik menantang.

"Eviiiii.... Kau berani cingkuhi aku di depan mata?" Angga berkata dengan nafas tersengal.

"Tutup matamu sebentar Angga. Kapan lagi aku dicium Son." Evie makin mengganggu Nelson dan Angga.

"Oh, begitu. Ok. Aku juga pingin rasanya cium kekasih terangnya dia." Nelson balik memantang dengan memajukan wajah seakan mau mencium pipi Evie. Tapi dihadang tangan Angga dan dia mencium pipi Evie.

Nelson menarik wajah. "Mau mencium pacar, perlu ditolong. Pantesan skripsi gak selesai, selesai." Nelson mendorong bahu Angga.

"Evi jangan mau dicium dia, kalau skripsinya gak bertumbuh. Bantu dia atau kau suka dia berkeliaran di kampus setiap hari dengan alasan cari inspirasi?"

"Kenapa aku bantu dia? Lalu apa gunanya teman yang berotak encer abis level encer?" Evie balik menyerang. Angga girang mendengar pembelaan Evie dan ingin mencium pipinya lagi, tapi di pukul oleh Evie.

"Lalu apa gunanya pacar? Kau suka dicium kardus bekas? Sana bantu dia demi masa depanmu. Aku mau kejar masa depanku yang mulai bercahaya." Nelson mendorong bahu Evie lalu hendak meninggalkan mereka.

"Son, kau dari mana, hendak kemana?"

"Dari atas hendak ke sana." Nelson menunjuk lantai atas gedung dan ke dermaga fery.

"Tunggu dulu, ada yang mau kubilang." Evie mencegah dengan memegang lengan Nelson.

"Aku mau pergi bela kayu di hutan." Nelson menepis tangan Evie dengan wajah serius.

"Bela kayu di hutan? Untuk apa?" Evie heran dan bertanya serius.

"Mamaku suka makan nasi bau asap kayu bakar." Jawab Nelson asal. Angga dan Evie langsung memukulnya.

"Sorry, Son. Demi pertemanan kita dan pertemananmu dengan Angga yang di ujung tanduk, aku terpaksa membawamu ke suatu tempat." Evie menarik tangan Nelson.

Angga jadi tertawa senang sambil berjalan mengikuti mereka, karena dia jadi punya banyak waktu bersama Nelson yang sangat disayang.

"Ada apa? Kau mau ke mana?" Nelson berontak saat melihat mereka menuju pintu keluar kampus.

"Ikut saja mauku. Kau pasti akan berterima kasih padaku." Evie tidak melepaskan tangan Nelson.

"Evi, lepaskan tanganmu. Kita dilihat seperti iring-iringan bebek di sawah." Nelson berusaha melepaskan tangan Evie, karena Angga cuma diam mengikuti.

"Sorry, banget. Demi masa depan cintaku, aku terpaksa memaksa...." Evie tidak meneruskan, sebab mereka hampir tiba di seberang jalan, dekat ruko yang dituju. Tempat makan lezat mulai ramai oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar.

"Bilang saja, mau ajak makan. Segala masa depan disertakan. Bikin dilihat orang dan ketawain sepanjang jalan." Protes Nelson.

"Kalau aku gak bikin drama, apa kau mau ikut? Nasi bau asap Mamamu lebih menggoda." Evie tersenyum senang setelah duduk dan melihat Angga mengangkat jempol di bawah meja.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah Nelson lulus dengan nilai bagus, untung teman-teman Nelson langsung menariknya keluar dari situ sehingga si Alena tidak bisa mendekatinya dan berbuat macam-macam, kamu itu seperti penguntit saja Alena selalu membuntuti Nelson dimanapun dia berada padahal Nelson sudah berusaha menghindari mu
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Keluarga yg mana Alena yg sedang kau kunjungi, atau kamu lagi curi-curi kesempatan untuk bertemu dengan Nelson, pakai acara suruh nganterin ke dermaga, memang nya kamu sampai ketempat itu naik apa kok minta diantar balik
Rahmawati
selamat Nelson, lulus dengan predikat summa cumlaude
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
Selamat dan sukses babang nelson. semoga jadi pados yang membanggakan juga ❣️
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jelas beda dnk, circle Nelson tulus sdgkn Alena pny circle ...
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku udah mulai paham nih. ternyata alena hanya bergaya punya banyak uang ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau numpang sama saudara emang begini sih. ga enak rasanya. mendingan kost
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
marah2 aja nih mamanya. apa mama dan papa alena sdh berpisah ya
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Huaaa itu salah satu taktik & strategi Alena spy bisa deket dgmu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena sadis. berubah cuma buat menarik hati babang nelson. semua cara ditempuh. wanita begini menyeramkan 🙊🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hilihh Alena itu cuma pencitraan biar terlihat berubah baik dihadapan Nelson lagian udah kayak penguntit aja sich tau segala kegiatan Nelson di luar 😒😒🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk kasih tau dulu Evi takut jatah buatnya dihabiskan sama Angga 🤭🤣🤣
Rahmawati
ikut terharu liat kasih sayang kakek pada nelson🥰
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Walaupun tidak punya pohon durian Nelson dapat jatah durian super yg banyak namanya juga rezeki tak terduga malah bisa berbagi sama teman-teman Nelson malah jadi ajang barter oleh-oleh dari hasil pulang kampung walaupun Nelson sendiri yg pulang ke kampung kakeknya
🍁🐰Avrily❤🔍🌐
persahabatan sudah jarang ditemukan saat ini. semoga bisa jadi inspirasi 👍👍💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
senang baca persahabatan dan cara pertemanan babang nelson angga dan monce ❣️
Rahmawati
angga harus tutup mulut biar liurnya gk netes😂
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
persahabatan antara Nelson Angga dan Monce benar benar sudah seperti saudara kandung aja saling berbagi saling support satu sama lainnya keren
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Angga, kita samaaa, mau dua²ny 🤣👍🥳
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Kalau pas loncat kunjungi kakek mu Nelson biar beliau tidak merasa kesepian walaupun ada Tine bersamanya tetaplah orang tua itu mendambakan cucu-cucu nya yg lain untuk berkunjung walaupun sebentar ❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!