Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebaikan Bu Indah
Pagi itu setelah mandi, shalat dan membereskan kamar cahaya keluar, suasana rumah masih sepi, bi Iyem dan ibu di dapur sedang memasak dan mengobrol. Cahaya menyusuri taman belakang, ternyata disana ada kolam renang dan mas Andra sedang berenang disana. Karena takut mengganggu, cahaya langsung berbalik arah tapi Andra lebih dulu melihat cahaya.
" Cahaya, udah bangun???" teriak Andra
" eh... Iya mas, tadinya cahaya mau jalan jalan aja gak tau kalau mas Andra lagi berenang" jawabku malu sambil tertunduk.
" yaudah sini, kamu pandai berenang gak???"
jawab Andra lagi
" nggak mas, cahaya bantu ibu aja di dapur" jawabku, lalu aku langsung lari secepat kilat.
"untung aja aku berhasil lari dari sana. Pagi pagi mata ini udah melihat hal yang gak seharusnya aja, mas Andra hanya memakai celana renang, body nya yang six pack terlihat semua, hal yang gak boleh aku lihat malah aku lihat" bisik hati cahaya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 wib ibu memanggilku di kamar.
" cahaya ayo sarapan" ucap ibu
" iya Bu" jawabku
Di ruang makan mas Andra dan mas Ryan sudah duduk di meja makan, Bu indah mungkin sudah pergi kerja. Dan Putri sudah pergi sekolah. Di meja makan banyak menu tersedia, ada ayam goreng, sambal kentang rempelo, sayur SOP, rendang daging, udang sambal. Seumur umur hidupku, aku belum pernah melihat semua lauk ini di makan bersamaan dan ini semuanya ada dalam satu meja dan ini sarapan bukan makan siang, memang kalau orang kaya menu seperti ini biasa saja. Tapi bagi kami, menu seperti ini bisa di bilang suatu keberuntungan. Lalu tiba tiba mas Andra membuka percakapan.
" kemana rencana kamu hari ini cahaya?"
" tadi malam kata Bu indah, setelah Bu indah pulang kerja mau mengantarkan kami ke rumah kontrakan kami" jawabku
"mas sama mas Ryan mau keluar kamu mau ikut??" tanya mas Ryan.
Lalu aku lihat mas Ryan melihat ke mas Andra dengan tatapan marah, aku tau kalau mas Ryan gak suka dengan kedatangan ku, dan ini mas Andra malah mengajak aku pergi bersama.
" gak usah deh mas, cahaya di rumah aja sampai menunggu Bu indah datang, lagian kasian ibu di rumah sendirian gak ada kawan nya" aku mencari alasan.
" lah Kan ada bi Iyem" jawab mas Andra
" iya mas, tapi cahaya gak enak badan kayaknya kecapekan Krn perjalanan panjang kemarin jadi mau istirahat aja dulu mas." jawabku lagi
" kalau orang gak mau itu jangan di paksa Ndra" jawab mas Ryan.
" ya dia gak mau gara gara elo, pakai melotot melotot ke gue lagi" jawab mas Andra
" siapa yang melotot, emank mata gue aja besar" jawab mas Ryan.
Dan mereka jadi ribut kecil, aku hanya tersenyum melihat melihat mereka, begini ternyata kalau punya saudara ada Abang adek Susana gak akan sepi.
Selesai makan mas Andra dan mas Ryan pergi keluar menggunakan mobil mereka. Aku dan ibu duduk duduk di taman pinggiran kolam renang.
" enak ya Bu jadi orang kaya, mau makan apa aja bisa. Dan keluarga Bu indah, walaupun orang kaya mereka tidak sombong ya bu?" tanya ku
" iya, makanya cahaya harus jadi orang yang berhasil biar bisa hidup seperti ini. Indah berhasil mendidik anak anaknya, pintar, ramah, ganteng ganteng dan cantik, sempurna semuanya."
" tapi kata ibu, tidak ada yang sempurna kecuali Allah SWT"
" ya kita tidak tau cahaya, semua rumah tangga pasti ada masalah nya, kita tidak tau apa yang dihadapi indah di belakang, bagaimana perjuangan dia mendapatkan semua ini, yang kita lihat adalah hasil nya sayang." jawab ibu
" iya juga ya Bu."
Setelah percakapan kami yang panjang, Bu indah pulang. Bu indah membawa beberapa tas paper bag lalu menyerahkan nya ke aku dan ibu.
" ini Siti untuk kamu, ini untuk kamu cahaya. Semoga pas ya untuk kalian dan kalian suka"
Lalu aku melihat isi paper bag tersebut ternyata pakaian dan sepatu.
" Ya Allah ibu, kenapa repot repot begini, kami dibterima disini dinkasuh makan sudah syukur Alhamdulillah, ini ibu kasih cahaya sama ibu pakaian sama sepatu lagi. Kami jadi ngerepotin ibu" jawab ku
" udah gak apa apa, terima aja ya, itu buat kamu pakai nanti di hari pertama kamu kuliah" jawab Bu indah dengan senyumnya.
" cahaya pasti akan membalas segala kebaikan yang ibu indah berikan untuk cahaya dan ibu." jawabku
" yang penting kamu bagus bagus kuliah, belajar yang bagus biar bisa bahagiain dan buat bangga ibu kamu ya. " jawab Bu indah
Aku pun mengangguk.
Setelah shalat Dzuhur dan makan siang Bu indah membawa kami kerumah kontrakan miliknya, kira kira 15 menit perjalanan kamu sampai disana. Disana banyak rumah dengan model sama. Lalu Bu indah membuka rumah yang letaknya paling depan.
"Siti, kalian bisa tinggal disini sampai kapanpun, ini usaha rumah kos kosan dan kontrakan aku dan suami ku" kata Bu indah
" tapi ndah ini terlalu mewah buat kami, aku gak akan sanggup bayar bulanannya" jawab ibu
" yang nyuruh kamu bayar siapa??oke, aku taukamu pasti akan keberatan kalau aku bilang kamu tinggal disini gratis, sebagai gantinya kamu jaga kos kosan ini, kamu pastiin setiap yang mau kos disini tidak ada yang neko neko, untuknrumah sewa yang boleh nyewa hanya yang sudah berumah tangga, dan untuk kos kosan hanya boleh anak perempuan tidak boleh bawa laki laki ke dalam kamar" kata Bu indah
ibuku pun mengangguk, dalam hati ku terbuat dari apa hati Bu indah ini kenapa begitu baik dan percaya sama aku dan ibu.
" setiap pagi jam 7 sudah ada yang bersih bersih, nanti dia datang setiap jam 7 namanya Yanti, tugas dia bersih bersih halaman, buang sampah dan mencuci pakaian anak kos yang ikut paket denga cuci pakaian. Aku udah bilang ke Yanti kalau kamu teman aku, nanti kalian berkenalan aja" jawab Bu indah.
" iya ndah, aku akan jaga amanah kamu, aku gak akan ngecewain kamu, terimakasih banyak ya ndah kalau pun aku gak bisa balas semua kebaikan mu di dunia ini, Allah pasti akan membalas semuanya" Jawab ibu sambil menangis dan memeluk Bu indah.
Bu indah pun membalas pelukan ibu, " kamu ini kayak orang lain aja, kamu tuh dari dulu udah aku anggap seperti kakak aku sendiri, kamu orang yang bisa di percaya, zaman sekarang susah cari orang yang bisa di percaya kayak kamu ti. Yaudah ayok kita masuk, dari tadi di luar aja, biar kalian bisa beres beres barang kalian." jawab Bu indah.
Lalu kami pun masuk kedalam rumah tersebut, sebenernya rumah nya tidak begitu besar, ada teras kecil, begitu masuk ada ruang tamu yang ukuran nya tidak begitu luas tetapi sangat mewah interiornya dan ada 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan dapur. walaupun kecil tapi interior rumahnya sangat mewah.
" oh iya ti, kamu boleh berjualan di depan sana, biar ada uang masuk kamu, biar anak anak kos juga gak susah cari makanan." kata Bu indah
" oh ya ndah?? Iya iya.. Aku besok akan ke pasar beli perlengkapan untuk jualan kalau begitu" jawab ibuku.
" yaudah, kalian beres beres aja dulu, nanti ba' da magrib Andra aku suruh jemput kalian. Biar kita makan malam di rumah ya. Aku sekarang pulang dulu ya mau jemput putri pulang sekolah sekalian" kata Bu indah.
"iya ndah, terimakasih banyak ya ndah" jawab ibu.
"Terimakasih banyak ya Bu indah" Jawab ku juga.
Mobil Bu indah pun pergi meninggalkan halaman rumah.