[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas Sistem Di Pagi Hari
[Ding!]
[Poin Kecantikan Host telah meningkat menjadi 100 Poin (Maksimal).]
[Kecantikan bisa mendatangkan kebanggaan juga mendatangkan masalah. Harap Host cepat membiasakan diri dengan perubahan yang akan segera terjadi.]
[Poin Kecantikan tertinggi di dunia ini adalah 40 Poin, artinya Poin Kecantikan Host telah jauh melampauinya.]
Mendengar informasi yang disampaikan Sistem, Karina ternganga lebar. Kecantikannya benar-benar melampaui segalanya.
Meski belum melihat langsung penampilan barunya, 100 Poin Kecantikan jelas bukan sesuatu yang biasa-biasa saja.
Penasaran dengan penampilannya saat ini, Karina cepat mengeringkan tubuh dan memakai pakaian asal sebelum berlari cepat ke depan cermin besar di kamarnya.
“Ugh!~”
Karina seketika mimisan, dan itu karena melihat pantulan dirinya sendiri di cermin.
“I-Ini sih bukan sekedar cantik, tapi tubuhku menjadi sedikit lebih tinggi, dan tubuh ini tampak seperti tubuh model profesional.”
Tangan Karina tiba-tiba bergerak menyentuh sepasang melon miliknya.
“Ini bertambah besar, tapi nggak berlebihan.”
“Rasanya aku seperti sedang melihat orang lain, tapi itu adalah aku, sama sekali nggak ada orang lain di tempat ini, dan sekarang aku jadi penasaran seperti apa penampilan baru Ayah dan Ibu!”
Melihat waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, Karina urung menemui orangtuanya untuk melihat langsung perubahan mereka.
“Besok saja aku melihat mereka!”
Karina masih terus memandangi pantulan dirinya di cermin, tapi cepat dia teringat sesuatu.
“Sistem, apa aku bisa mengkonsumsi Pil Peningkatan Kekuatan dan Pil Peningkatan Kecerdasan malam ini juga?”
[Ding!]
[Host bisa melakukannya, tapi disarankan untuk mengkonsumsi kedua Pil sebelum tidur, supaya manfaat kedua Pil bisa diserap lebih sempurna.]
Karina menganggukkan kepala mengerti, dan kebetulan dia sudah mengantuk, jadi langsung saja dia mengkonsumsi kedua Pil yang bisa membuat penampilan barunya semakin sempurna.
Sementara itu di kamar yang ditempati Adrian dan Sophia. Dua orang itu tengah terlibat pertarungan sengit di atas ranjang, dipicu perubahan luar biasa yang baru-baru ini mereka alami.
Sama sekali tak menahan diri. Di usia empat puluhan awal, mereka tampak kembali ke masa muda, dan tak ada yang tau mau sampai kapan mereka melakukannya, yang jelas itu akan menjadi pertarungan jangka panjang.
*
Pagi ini Karina terlambat bangun, tapi ternyata orangtuanya juga terlambat bangun.
Saat pertama kali melihat penampilan baru orangtuanya, Karina merasa sangat puas dengan penampilan mereka, berbeda dengan Adrian dan Sophia yang lang mimisan begitu melihat sosok Karina yang baru.
“Ayah kira perubahan Ibumu sudah luar biasa, tapi ternyata perubahan putri Ayah adalah yang paling luar biasa!”
Adrian menyeka darah di hidungnya menggunakan tisu, dan kini dia yakin putrinya tak akan sulit menemukan jodoh terbaik.
“Ini mungkin karena aku lebih muda dari kalian, jadi efek Pil itu lebih sempurna diserap tubuh ini.”
Sophia dan Adrian menganggukkan kepala, setuju dengan apa yang diucapkan oleh putri mereka, dan karena sudah waktunya sarapan, mereka segera memukai sarapan yang sedikit terlambat.
Dari awal sampai berakhirnya aktivitas sarapan bersama, semua orang diam, dimana itu adalah kebiasaan kelurga Karina saat makan.
“Sayang, Kakekmu terus menanyakan kapan dan dimana mereka bisa menemui kita.”
Usai sarapan, Karina dan orangtuanya berkumpul di ruang keluarga untuk ngobrol pagi.
“Bagaimana kalau malam ini, untuk tempatnya, aku ingin acara makan malam diadakan di Celestial Plate!”
[Ding!]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Menyelamatkan seorang pria dari kematian karena dijebak oleh musuhnya!]
[Selesaikan Tugas dan Hadiah berikut akan menjadi milik Host: Kepemilikan Celestial Plate, Seorang Asisten yang akan mengurus Celestial Plate, Uang senilai 100 miliar rupiah, Keahlian Hacker Level 10, 10 Pengawal dengan masing-masing memiliki Kekuatan 100 Poin dan Keahlian Beladiri Level 10.]
[Lokasi pria akan ditunjukkan oleh Sistem, dan Host memiliki waktu 2 jam untuk menyelematkan pria itu.]
Karina tak menyangka Sistem akan memberinya hadiah yang salah satunya adalah Celestial Plate, disaat dia baru menyebutkan ingin makan di tempat itu.
Tetapi misi kali ini terasa lebih sulit dari misi sebelumnya, tapi Karina yakin bisa menyelesaikannya dengan bantuan Sistem.
“Ayah, Ibu, aku ada misi yang harus diselesaikan! Oh iya, mungkin mobil yang kemarin aku beli sebentar lagi akan tiba, jadi kalau nanti kalian ingin jalan-jalan, gunakan saja mobil yang aku beli memang khusus untuk kalian!”
Karina langsung saja pamit dan pergi begitu selesai bicara dengan kedua orangtuanya.
“Semoga nggak ada sesuatu yang buruk terjadi pada putri kita!”
Sophia berharap Karina selalu baik-baik saja, dan harapan yang sama juga diutarakan oleh Adrian.
Di tempat berbeda Karina sudah melaju kencang dengan mobilnya menuju lokasi pria yang harus diselamatkan.
“Ternyata pengorbananku menahan rasa sakit sepanjang malam saat pemasangan Keahlian Beladiri Level 10 pagi ini terbayarkan dengan misi yang membutuhkan keterampilan itu.”
“Sekalian aku bisa mencoba kekuatan baruku pada siapapun yang akan menjadi lawanku!”
Karina tersenyum lebar, dan setelah berkendara hampir tiga puluh menit lamanya, dia tiba di titik aman dimana Sistem menyarankannya untuk memarkirkan mobil di tempat itu, dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.
Lokasi pria yang harus diselamatkan berada di sebuah hotel, tapi itu bukanlah hotel mewah, melainkan hanya hotel murahan yang berlokasi di pinggir kota, dekat dengan kawasan kumuh yang dihuni para pekerja tingkat bawah, juga banyak preman jalanan yang tinggal di kawasan itu.
Saat Karina memasuki hotel, banyak orang seketika mimisan karena melihat kecantikan selayaknya Peri yang turun dari Surga.
Sama sekali tak peduli, Karina mengabaikan mereka semua, dan setelah memesan kamar di lantai sama dengan kamar pria yang harus diselamatkan, dia langsung saja pergi ke tempat itu.
Fokusnya saat ini hanya satu, yaitu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Sistem.
Setelah sosok Karina masuk lift dan menghilang, seorang pria dengan sekujur tubuh tertutup tato, dia cepat memberi perintah pada anak buahnya, “tangkap dan bawa wanita barusan ke kamarku! Wanita barusan sangat layak menjadi penghangat tempat tidurku!”
“Baik Bos, wanita itu akan segera kami bawa ke kamar Bos!”
Mudah bagi mereka mengetahui kamar yang ditempati Karina, dan orang-orang itu tersenyum lebar begitu tau kamar wanita yang diincar Bos mereka berada di pantai 6, lantai yang sama dengan keberadaan kamar Bos mereka.
“Wanita itu sepertinya berjodoh dengan Bos!” ucap salah satu dari mereka, lalu mereka tertawa bersama sambil berjalan ke arah lift.
Sementara itu Karina yang sudah tiba di lantai 6, dia sudah mendapatkan informasi tentang orang-orang yang berniat buruk padanya.
Bukannya gentar atau takut, Karina justru bersemangat, “aku sudah nggak sabar menghadapi mereka semua. Dengan apa yang aku miliki, seharusnya nggak sulit bagiku mengalahkan mereka, meski mereka sekelompok pria yang unggul jumlah!”
Suara Karina terdengar lirih, dan dengan santainya dia menunggu kedatangan orang-orang yang memikir niatan buruk padanya.
“Aku harap kekuatan mereka nggak membuatku kecewa!”