black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."
" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keributan
" ayah mengapa ayah memutuskan untuk datang menemui ayu lagi....." tanya Santi yang merupakan menantunya.
" ayah masih tidak rela menyerahkan ayu pada bajingan bangsat itu." ucap Bisma yang merupakan ayah kandung ayu.
tak lama mobil itu sudah tiba di rumah ayu dan Wira yang dulu yaitu Rusun, Bisma dan Santi yang kini perutnya sudah semakin membesar, perlahan melangkah ke tempat di mana ayu dan Wira tinggal dulu.
Setibanya di depan pintu Santi mewakili sang ayah mengetuk pintu, setelah beberapa kali ketukan terdengar lah suara seseorang sedang membukakan pintu.
Santi dan Bisma terkejut ketika melihat seorang wanita yang bukan ayu membuka pintu. Bisma langsung memuncak tangannya gemetar amarahnya sudah tak terbendung.
" dasar laki laki sialan biadab, berani dia membawa pulang perempuan lain kerumahnya, akan ku bunuh bajingan itu sekarang juga." suara Bisma yang lantang keras penuh emosi.
" pak tua siapa laki laki bajingan yang kamu maksud hah....." ucap wanita yang membukakan pintu.
" kamu kamu wanita simpanan bajingan itu, sekarang kamu menyingkir aku akan membunuh bajingan tengik itu." Bisma sangat tidak sabar dan meledak ledak.
" hey... Pak tua apa kau gila sejak kau datang langsung marah marah tidak jelas." ujar wanita itu.
" kamu menyingkir, aku tidak mau berurusan dengan wanita pelacur seperti kamu." ucap Bisma.
" ayah tentang ayah ayah... Ayah jangan seperti ini ayah... Jika ayah seperti ini maka akan kacau nantinya." ujar Santi mencoba menahan sang ayah.
" aku sudah tidak peduli lepas aku akan bunuh bajingan itu." ucap Bisma.
" hey aku tidak izin kan kamu masuk sembarang, dasar orang gila pergi sana....." ucap wanita itu menahan bisma agar tidak masuk.
ketegangan terjadi antara Bisma dan wanita itu Bisma memaksa masuk dan si wanita tidak mengizinkannya.
Penghuni Rusun yang lain karena terganggu keluar melihat sebenarnya apa yang terjadi mengapa begitu mengganggu sekali.
Keadaan yang semakin tidak kondusif dan Bisma terus mengacau terpaksa semua penghuni Rusun memaksa mundur Bisma hingga ke lantai dasar.
" kalian tidak tau bajingan itu berani membawa masuk wanita lain ke dalam rumahnya, biarkan aku membunuh bajingan itu...." ucap Bisma.
" orang tua kau ini orang kaya, dan katanya berpendidikan tapi sikap mu ini sungguh rendahan bahkan lebih buruk dari hewan." ucap salah satu penghuni Rusun.
" aku tidak peduli aku harus menghajar dan membunuh bajingan itu untuk anak ku...." ujar Bisma tidak sama sekali menurunkan nada suaranya.
" aku tidak peduli dengan urusanmu, kedatangan mu ini hanya bikin ribut saja, pergi sana jangan pernah datang lagi kesini."
" benar pergi..."
" pergi pergi..."
suara Bisma pun mulai hilang karena banyaknya suara para penghuni Rusun, Santi juga berusaha membawa ayahnya itu untuk menghindari masalah yang lebih buruk.
Adu mulut Bisma dan juga para penghuni rusun itu sepertinya tidak mau mereda karena bisma yang terus menerus memaki kasar walau makian itu di tujukan untuk Wira dan wanita yang di kira selingkuhan Wira.
Karena kondisi yang semakin tidak kondusif akhirnya beberapa aparat datang untuk menengahi cekcok itu.
" ada apa ini sebenarnya." polisi.
" aku ingin melabrak menantuku berselingkuh dengan wanita ini." Bisma .
" pak tua aku tidak tau menantumu itu siapa dan kau jangan sembarang berkata." Rasti namanya setelah polisi menengahi.
" kau masih mengelak ya...." ujar Bisma.
" tuan bagai mana anda bisa mengatakan jika nyonya ini adalah selingkuhan menantu anda." polisi.
" rumah itu adalah rumah menantu ku, jadi jika bukan selingkuh apa namanya." ujar Bisma.
" pak tua kau semakin tidak masuk akal ya, aku pemilik rumah itu dan aku tidak tau menantu mu." Rasti.
" ada apa ada apa ini.... Istriku ada apa mengapa aku mendengar seorang mengatakan selingkuh...." ucap seorang pria baru saja datang dan menghampiri Rasti.
" suami aku tidak tau, pak tua ini datang ke rumah kita dan mengatakan jika aku simpanan menantunya, dan mengatakan jika rumah itu adalah rumah menantunya. Ucap Rasti menjelaskan pada sang suami.
Santi dan Bisma linglung sejenak berpikir apakah mereka salah rumah. Tapi Bisma berpikir pasti dia orang di depan ini sedang akting untuk membantu menyelamatkan Wira.
" kalian ingin menipuku dengan berakting menjadi suami istri untuk menyelamatkan bajingan itu kan....." Bisma.
" pak tua aku tidak tau jika kepalamu itu begitu keras." ujar Rasti.
" kalian diam aku di sini sekarang yang berbicara." polisi.
" tuan sekarang katakan siapa menantumu." polisi.
" bajingan itu bernama Wira dan anakku bernama Ayu. " Bisma.
" tuan dan nyonya, apa kalian mengenal dua nama yang di sebutkan tuan ini." ujar polisi.
" tidak tau, garang Rasti.
" aku tidak tau dengan si perempuan tapi Wira ini aku sepertinya mengenalnya." suami Rasti.
" ha.... lihat kan kau hanya berusaha melindungi bajingan itu kan.... " Bisma.
" tuan jika anda tidak bisa tenang aku akan membawa anda kekantor polisi sekarang." polisi.
" silahkan lanjutkan." lanjut polisi.
" jika tidak salah orang yang menjual rumah ini namanya Wira. Aku membeli rumah itu padanya." ucap suami Rasti.
" apa... Bajingan itu menjual rumah, berani sekali dia, bagai mana nasib anak dan cucuku " panik Bisma bercampur amarah.
segera semua orang itu mulai merutuk Bisma dengan cemoohan.
" tenang tenang, harap tenang di sini ada petugas." ucap polisi.
" jadi bagai mana tuan apa anda sudah tau sekarang." polisi pada Bisma.
" aku tidak percaya sapa yang tau jika peria ini berbohong." ucap Bisma.
" pa tua aku baru saja datang dari kantor daerah untuk mengurus dokumen rumah itu atas nama istri ku, lihat lah....." ucap suami Rasti.
Polisi mengambil dokumen itu dan memeriksanya untuk mengetahui keasliannya. Setelah polisi melihat dia kemudian menyerahkan dokumen itu pada Bisma.
" silahkan di lihat tuan, dokumen ini asli dan rumah itu saat ini sudah di miliki oleh tuan ini, anda sudah tidak bisa lagi menuduh sembarangan." polisi.
" ini lalu bagai mana dengan anak dan cucuku....." ujar Bisma.
" mana kami tau, tapi kau pak tua sudah membuat keributan di rumahku dan menuduh istriku serta memfitnah kami, aku tidak mau ini selesai begitu saja aku akan membawa ink pada proses hukum." ujar suami Rasti.
" dasar orang susah kalian hanya bisa mengemis,meminta, dan memanfaatkan orang kaya saja...." Bisma.
" mulutmu memang kotor pak tua." Rasti.
" pak polisi kami ingin damai dan selesai di sini tolong bantu kamu selesaikan ini." ucap Santi.
polisi yang mengerti cara orang kaya bekerja segera meminta yang lain bubar dan membawa kedua belah pihak ketempat yang lebih privasi.
Setelah pembicaraan rumit dan panjang dan juga polisi yang menengahi, masalah itu selesai di sana dengan uang damai yang Bisma keluarkan