NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mempersiapkan Diri

Lue Ang yang di antar pelayan merasa tidak senang, pelayan yang mengantarnya adalah mata mata istri Hu Ang, pelayan itu pasti berniat memberitahu semua yang dilakukannya.

"Aku sudah sampai di kamar kamu pergi saja," ucap Lue Ang.

"Aku diminta melayani mu, saat ini kamu adalah tamu," sahut sang pelayan.

"Pergi atau aku akan membunuhmu," ucap Lue Ang membuat pelayan hanya menyunggingkan senyumnya.

Pelayan istri Hu Ang masih tidak mau pergi karena merasa Lue Ang tidak akan berani melakukan apapun padanya, apalagi semua orang tahu kalau Lue Ang hanya sampah yang tidak bisa bela diri.

"Jadi kamu benar-benar tidak mau pergi, baiklah aku akan mengabulkannya" ucap Lue Ang.

Lue Ang langsung menarik pedangnya dan mengarahkan ke leher sang pelayan, Lue Ang bahkan menusukkan ujung pedangnya sampai mengenai leher sang pelayan dan berdarah.

Pelayan yang merasakan darah mulai menetes gemetar ketakutan, sang pelayan tahu jika dirinya tetap berada di sana pedang akan menembus lehernya.

"Aku akan pergi," ucap sang pelayan.

"Katakan padanya jangan mengusikku, aku mungkin akan menghabisi mereka semua sebelum pertandingan jika terus diganggu," sahut Lue Ang

Sang pelayan bergegas pergi ke kamar Sun istri Hu Ang, sang pelayan ingin menyampaikan apa yang baru saja dikatakan oleh Lue Ang pada Sun.

"Permisi Nyonya," ucap sang pelayan.

Mendengar suara pintu terbuka sang pelayan langsung berlutut.

Sun yang melihat pelayannya kembali terlihat tidak senang, apalagi saat Sun melihat ada bekas tusukan di leher pelayannya.

"Maaf Nyonya dia tidak mau dilayani, dia juga mengatakan agar Nyonya tidak perlu bersusah mengganggu nya atau semua akan mati," ucap sang pelayan.

"Lancang sekali dia berkata seperti itu, sampah akan tetap menjadi sampah tunggu saja besok," sahut Sun.

"Kamu kembalilah beristirahat, biarkan dia juga berisitirahat tenang malam ini," sambung Sun.

"Baik Nyonya," ucap pelayan perlahan bangkit berdiri bersiap pergi.

Jleeeeeeeeb.

Satu pisau ditancapkan berulang kali ke pelayan sampai mati, Sun melakukan itu dengan tangannya sendiri karena dirinya sangat tidak menyukai kegagalan.

"Beristirahat untuk selamanya saja dasar tidak berguna," ucap Sun.

"Kamu juga tunggu saja, malam ini kamu bisa beristirahat dengan tenang karena besok kamu akan mati," sambung Sun sambil menggenggam pisau di tangannya.

Lue Ang yang berada di kamarnya langsung membaringkan tubuhnya, kamar bagian selatan yang disiapkan untuk tamu berbeda jauh dengan kamarnya, di kamarnya bahkan tidak ada tempat tidur untuknya tidur dan hanya tidur di lantai.

"Dari yang aku lihat yang terkuat diantara kelima anak keluarga Ang adalah anak pertama kedua dan ketiga, mereka juga memiliki spirit di tubuh masing-masing," ucap spirit Naga api

"Bagaimana dengan dua lainnya?" Tanya Lue Ang.

"Anak keempat dan kelima juga sama memiliki spirit di tubuh mereka, tapi spirit keduanya tidak sehebat ketiga lainnya," sahut sang Naga.

"Ternyata seperti itu, tapi kenapa kamu sekarang sering berbicara padaku aku mengira kamu tidak menyukai ku," ucap Lue Ang.

"Itu terserah ku," sahut spirit Naga api.

"Baiklah baiklah, karena kamu sering berbicara pada ku bukankah aku harus mengetahui nama mu," ucap Lue Ang.

"Aku tidak memiliki nama, kamu bukankah tahu itu," sahut spirit Naga api.

"Benar juga, kalau begitu biar kuberi nama, bagaimana dengan Ameng," ucap Lue Ang.

" Tidak buruk, terserah saja tapi sekarang lebih baik kamu membuat persiapan, bahan herbal sisa yang kamu jual lebih baik kamu manfaatkan," sahut Ameng.

"Aku akan melihat lebih dulu apa ada air di bak, jika tidak ada air aku akan langsung tidur saja karena jika aku keluar mereka akan mengira aku melakukan sesuatu," ucap Lue Ang yang bergegas bangkit berdiri.

Lue Ang berjalan ke arah bak mandi yang ada di dalam kamar, melihat di dalam bak mandi sudah ada air Lue Ang tersenyum puas.

"Mereka pasti menyesal karena sudah menyiapkan semua ini, mereka mengira tamu mereka adalah orang penting," ucap Lue Ang.

Lue Ang bergegas mengeluarkan dua bahan yang dikatakan oleh spirit Naga sebelumnya, Lue Ang mengeluarkan semua tanaman yang ada di cincin penyimpanannya.

Setelah memasukkan semuanya Lue Ang melihat air yang mulai berbuih seperti mendidih, tanpa banyak berpikir Lue Ang langsung membuka bajunya dan berendam di dalam bak.

"Airnya sangat hangat," ucap Lue Ang ini pertama kali baginya berendam di dalam bak besar.

"Sebenarnya di dalam bak itu sudah diberi racun, Untung saja bahan lain yang kamu masukkan bisa menetralisir racun yang ada di dalam bak," sahut Ameng.

"Cih, mereka benar-benar licik" ucap Lue Ang.

"Racun itu baru saja dimasukkan melalui celah lubang di sana, mereka menggunakan racun tanpa nafas untuk membuatmu perlahan sesak dan mati sebelum pertandingan," sahut Ameng.

"Tapi kamu tidak perlu memikirkannya lagi karena racunnya sudah hilang kamu bisa berendam sampai puas," sambung Ameng.

"Lagipula kenapa aku harus memikirkannya," ucap Lue Ang.

Baru beberapa saat menutup matanya Lue Ang kembali membuka mata, Ameng baru saja mengatakan padanya kalau ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari dalam lubang, orang itu adalah mata-mata yang disuruh memperhatikan apa ada perubahan dari Lue Ang yang berendam di dalam bak beracun.

"Padahal aku sudah mengatakan kalau jangan mengirim mata-mata lagi atau aku akan langsung membunuh mereka, tapi sepertinya Hu Ang dan istrinya tidak mendengarkan perkataanku," ucap Lue Ang dengan suara keras.

Mata-mata yang mendengar perkataan Lue Ang bergegas pergi, Lue Ang sudah berendam di dalam bak beracun tapi sampai sekarang tidak ada yang terjadi padanya.

Setelah mata-mata pergi Lue Ang kembali menutup matanya, Lue Ang kembali menikmati sensasi berendam tanaman herbal yang membuat tubuhnya perlahan tambah berenergi.

Lue Ang yang merasa sangat menikmati berendam tertidur pulas begitu saja, Lue Ang dibangunkan oleh sinar matahari yang masuk dari celah-celah jendela tidak jauh darinya.

"Ternyata aku sampai ketiduran," ucap Lue Ang yang baru membuka mata.

"Kamu terlalu menikmatinya sampai lupa waktu, saat ini mereka semua sudah menunggumu di lapangan, mereka bahkan memanggil orang-orang penting untuk menyaksikan pertandinganmu," sahut Ameng.

"Sangat bagus jika mereka memanggil orang-orang penting untuk menjadi saksi, dengan begitu jika terjadi sesuatu pada anak-anaknya mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi," ucap Lue Ang sambil bangkit berdiri.

Lue Ang yang selesai memakai bajunya bergegas pergi keluar dari kamar, seperti yang sudah dikatakan oleh Ameng semua sudah menunggunya termasuk tamu-tamu penting yang diundang oleh Hu Ang.

"Keterlaluan kamu membuat kami menunggu sangat lama," ucap Hu Ang yang melihat Lue Ang baru datang.

"Bukan salahku, Kamu sendiri yang tidak menentukan waktunya," sahut Lue Ang dengan santai.

Lue Ang bisa melihat wajah kesal Hu Ang dan istrinya, mereka berdua sudah membuat tamu-tamu penting menunggu cukup lama, terlihat jelas wajah para tamu yang merasa tidak senang.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!