NovelToon NovelToon
Sugar Duda Terjerat Cinta

Sugar Duda Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga
Popularitas:822
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Jenna tak sengaja menyelamatkan seorang bocah kecil yang terkurung bersamanya di gudang bar. Tak disangka, bocah itu merupakan anak kesayangan seorang duda berpengaruh.

Sebelumnya, Jenna tersisih dari keluarganya. Kakaknya bahkan membuat kedua orang tua mereka berbalik memusuhinya. Sementara itu, pria yang dulu ia cintai justru berpihak kepada sang kakak.

Kali ini, Jenna tidak berniat mengalah. Ia ingin membalas semua yang telah dialaminya sekaligus mengejar kembali mimpinya menjadi aktris terkenal. Namun, setiap langkahnya selalu dihadang berbagai rencana licik dari kakaknya yang terus berusaha menjatuhkannya.

Saat Jenna perlahan membantu anak sang duda membuka diri dari trauma, pria itu mulai memperhatikannya dengan cara yang berbeda.

Akankah ia jatuh cinta pada Jenna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat

Melihat ayah dan anak yang sama-sama kaku itu, hati Nyonya Alamsyah terasa sakit.

“Marco, kamu dengar apa yang aku katakan tidak? Dan Juju kenapa? Dia tidak makan sedikit pun malam ini. Dia malah memegang HP itu seperti harta karun!”

Xander sedang mengunyah iga asam manis, jadi suaranya agak tidak jelas. “Juju lagi nunggu telepon dari wanita cantik!”

Nyonya Alamsyah langsung bingung. “Wanita cantik apa?”

Xander melambaikan tangan santai. “Ibu, ayah, jangan terlalu khawatir. Kakakku sudah punya orang yang dia suka!”

Nyonya Alamsyah langsung terkejut. “Kamu serius? Xander, jangan main-main dengan kami!”

Tuan Alamsyah juga langsung meletakkan sumpitnya dan menatap Xander dengan curiga.

“Kenapa aku harus bohong? Ini benar! Kalau gak percaya, tanya saja sama dia!”

Xander menunjuk kakaknya.

“Marco, apa yang Xander katakan benar?” tanya Tuan Alamsyah dengan suara serius.

“Marco, cepat jawab!” desak Nyonya Alamsyah.

Marco berkata singkat, “Iya.”

Nyonya Alamsyah menunggu cukup lama, tapi hanya mendapat satu kata itu. Ia langsung kesal.

“Kamu anak nakal! gak bisa nambah satu kata lagi? Kenapa bicara denganmu selalu sulit sekali!”

Marco menambahkan satu kata lagi. “Benar.”

Orang tua Keluarga Alamsyah langsung terdiam. Benar-benar hanya satu kata.

Namun Nyonya Alamsyah masih khawatir. Ia bertanya dengan ragu, “Marco… orang yang kamu suka itu … perempuan atau laki-laki?”

Wajah Marco langsung menjadi gelap.

Dengan gigi terkatup ia menjawab, “Perempuan.”

Xander tertawa sampai hampir jatuh dari kursinya. “Tentu saja perempuan! Dan dia sangat cantik. Juju juga sangat menyukainya. Telepon yang dia tunggu itu dari wanita itu!”

Nyonya Alamsyah hampir menangis karena bahagia.

“Leluhur kita benar-benar melindungi keluarga ini! Marco, dia dari keluarga mana? Umurnya berapa? Dari mana asalnya? Dia kerja apa? Keluarganya seperti apa? Kenapa kamu tidak memberi tahu kami sebelumnya…”

Xander buru-buru menghentikannya. “Ibu, tenang dulu! Semuanya belum pasti. Kami tidak memberi tahu kalian karena takut kalian ikut campur dan malah merusak semuanya!”

Kalau orang tua mereka tahu identitas Jenna, situasinya pasti akan rumit. Reputasi Jenna tidak bagus. Dan ia juga bekerja di industri hiburan.

Tuan Alamsyah akhirnya ikut bicara. “Selama itu pilihan Marco, kita tidak perlu khawatir.”

“Kamu bilang aku terlalu khawatir? Kamu sendiri tidak khawatir? Siapa yang setiap malam tidak bisa tidur lalu keluar merokok di teras?” Nyonya Alamsyah langsung membongkar rahasia suaminya.

Namun setelah mendengar kata-kata suaminya, ia merasa sedikit lebih tenang. “Standar Marco sangat tinggi. Gadis yang dia pilih pasti tidak buruk. Yang lebih penting, Juju juga menyukainya!”

Baru saja ia selesai bicara, HP yang dipegang Juju sepanjang malam tiba-tiba berdering.

HP itu adalah nomor pribadi Marco. Hanya sedikit orang yang mengetahuinya.

Xander langsung melihat layar.

Benar saja.

Itu nomor Jenna.

“Apakah itu telepon dari gadis itu?” tanya Nyonya Alamsyah dengan penuh harap, seakan ia akan langsung bertemu menantunya.

Xander mengangguk cepat dan membantu Juju menerima telepon. Juju sendiri tidak terlalu tahu cara menggunakan HP.

Marco pernah membelikannya HP sebelumnya, tapi ia tidak suka dan membuangnya entah ke mana. Sekarang seluruh meja makan menatap HP di tangan Juju.

Xander yang paling tidak tahu malu langsung mendekat untuk menguping.

***

Jenna sempat ragu cukup lama sebelum akhirnya memutuskan menelepon nomor yang diberikan padanya.

Sejak kejadian lima tahun lalu, ia sebenarnya tidak terlalu menyukai anak-anak. Bahkan bisa dibilang ia cenderung menghindari mereka.

Anak-anak sering membuatnya mengingat kenangan yang tidak menyenangkan. Mengingatkan pada anaknya dulu. Anak itu pernah membawa harapan terhangat dalam hidupnya. Namun pada saat yang sama, anak itu juga mewakili masa lalu paling kelam dalam hidupnya.

Anehnya, dengan Juju semua perasaan tidak nyaman itu menghilang. Ia justru tanpa sadar menyukai anak itu. Ia bahkan tidak bisa menahan diri untuk mendekatinya.

Sungguh aneh.

“Halo… halo?”

Telepon sudah tersambung, tetapi tidak ada suara dari seberang.

Jenna tahu, pasti Juju yang mengangkatnya, lalu tertawa kecil.

“Juju, ini kamu kan? Maaf ya, Tante baru selesai kerja. Jadi Tante baru ingat buat telepon kamu.”

Juju tidak bisa berbicara. Ia juga tidak bisa menjawab.

Jadi Jenna hanya bisa terus berbicara sendiri, berusaha mencari topik. “Sayang, kamu sudah makan belum? Kamu terlalu kurus, jadi harus makan lebih banyak ya.”

“Anak kecil gak boleh pilih-pilih makanan. Kalau pilih-pilih kamu gak akan cepat besar! Anak yang agak chubby juga lucu, lho! Walaupun sekarang kamu sudah sangat lucu…”

“Oh iya, Tante tadi lihat ayah kamu di TV! Dia baru saja menandatangani kerja sama bisnis besar. Dia hebat sekali. Tolong sampaikan selamat dari Tante ya!”

Sepuluh menit kemudian, Juju menutup telepon. Ia mengambil papan tulis kecil yang sudah lama tidak ia gunakan. Ia menulis perlahan dalam bahasa Inggris.

Congratulations.

Juju sebenarnya bisa membaca dan menulis bahasa indonesia maupun bahasa Inggris. Namun ia lebih sering menulis dalam bahasa Inggris. Sudah lama ia tidak menulis apa pun.

Karena ia tidak memiliki keinginan untuk berkomunikasi.

Dua orang tua Keluarga Alamsyah terdiam karena kaget. Xander relatif lebih tenang karena ia sudah pernah melihat ini sebelumnya.

Marco tadi sempat mendengar percakapan Jenna di telepon. Saat melihat satu kata yang ditulis anaknya, senyum tipis muncul di wajahnya yang biasanya dingin seperti gunung es.

Ia mengusap kepala kecil itu. “Makasih.”

Setelah menulis itu, Juju langsung mulai makan dengan serius. Ia bahkan memakan wortel yang paling ia benci. Dua orang tua Keluarga Alamsyah masih menatap dengan terkejut.

Cucu mereka yang biasanya sulit diatur tiba-tiba menulis sendiri. Ia juga makan dengan patuh. Bahkan makan wortel.

Nyonya Alamsyah akhirnya sadar kembali dan tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

“Xander, apa yang gadis itu katakan pada Juju tadi di telepon?”

Tuan Alamsyah juga terlihat sangat ingin tahu.

Xander yang menjadi pusat perhatian berkata santai, “Dia gak bilang banyak. Dia cuma menyuruh Juju makan yang banyak dan jangan pilih-pilih makanan. Dia juga minta Juju menyampaikan selamat untuk kakak.”

Nyonya Alamsyah tampak tidak percaya. “Cuma itu?”

Xander mengangkat bahu. “Memangnya mau apa lagi?”

Tuan Alamsyah berkata dengan penuh rasa syukur, “Gadis itu hanya dengan satu telepon bisa melakukan lebih banyak daripada psikiater Juju selama satu tahun.”

“Benar sekali!” Nyonya Alamsyah sangat senang. “Gadis ini kelihatannya baik! Marco, kamu harus berusaha!”

“Iya,” jawab Marco singkat.

Nyonya Alamsyah menatap putra sulungnya dengan ekspresi kesal. Lalu ia beralih ke putra bungsunya.

“Xander, kakakmu ini seperti kayu. Dia pasti tidak tahu cara mengejar perempuan. Kamu harus bantu dia, ya?”

“Sekarang baru sadar betapa bergunanya aku!” kata Xander dengan bangga. “Tenang saja, aku pasti akan menggunakan semua pengalaman hidup aku buat membantu kakak! Tapi kita buat aturan dulu. Kalian berdua gak boleh ikut campur. Kalau orang tua ikut campur di tahap seperti ini, semuanya bisa rusak!”

Kedua orang tua itu langsung mengangguk. “Kami mengerti, kami mengerti. Kami cuma bertanya saja!”

1
@Reeartha1231
lanjutin trus kak
@Reeartha1231
awal cerita yang bagus
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Pesona Jenna tak terkalahkan apalagi seorang Moy yang penuh tipu muslihat pasti kebusukannya segera terbongkar
tutiana
menarik
Piw Piw: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!