Pernikahan yang didasarkan dendam, tidak akan pernah berakhir dengan kebahagiaan. karena hidup harus didasari dengan cinta.
Menikah dengan pria yang dicintai adanya kebahagiaan untuk pasangan itu, tapi tidak dengan Salva. ternyata dimalam itu kehancurannya telah dimulai.
"Kenapa kau melakukan ini padaku mas?" teriak Salva pada suaminya itu.
"Jangan berpura-pura bodoh,aku tidak pernah mencintaimu. aku menikahi mu hanya karena dendam" Salva bak disambar petir mendengar perkataan suaminya itu.
Akankah Salva menemukan kebahagiaannya?
atau selalu terpuruk, menanggung dosa yang tidak pernah dilakukannya?
jangan lupa simak kisah selanjutnya ya kk😁
Baca juga cerita author yang lainnya
- Dia milikku
- Penjelajah waktu, hidup dizaman Ajaib
- pembalasan putri yang terbuang
- dll, yang gak kalah serunya.
Akun👉
Ig: @ ara putri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sudah tak merasakan
Ternyata Kaivan menerima tawaran Salsa. Meskipun banyak persyaratan tapi Salsa tetap menerima dengan senang hati. apalagi Kaivan mengizinkan dirinya tinggal dirumah itu, membuat ia akan semakin mudah menjalankan rencananya.
"Nona Salsa, silakan diminum," ucap Bu Salma mengantar minuman kedalam kamar majikan barunya itu.
"Ehh orang tua! Buatkan Juga makanan aku dong!" ejek Salsa. dia tau wanita tua ini memihak Salva. Ia harus menyingkirkan wanita ini, atau nanti akan menjadi penghalangnya.
"Apa kau tidak diajarkan sopan santun nona? jika tuan Kelvin tau, mungkin kau akan ditendang!" Ejek Bu Salma tak kalah pedas. ia juga tau tuanya tidak menyukai gadis sombong ini. apalagi dia mendengar pembicaraan mereka berdua, semakin membuat Bu Salma tidak menyukai Salsa.
“kau ingin menghancurkan kehidupan orang lain? aku paling benci melihat pelakor.” Wanita tua itu memaki dalam hati.
"Jaga ucapan mu nenek tua! jika aku sudah menjadi nyonya dirumah ini, kau akan ku pecat!" Salsa berteriak marah, gadis itu mengamuk karena tak suka dengan balasan Pelayanan itu.
"Nona tenang saja, sebelum itu terjadi aku akan mengundurkan diri!" setelah mengucapkan itu, Bu Salma pergi meninggalkan kamar Salsa.
Saat di dapur ia tak henti-hentinya mengutuk Salsa yang bertindak kurang ajar. Jika benar gadis itu akan menjadi nyonya dirumah ini, ia dengan senang hati akan mengundurkan diri.
"Uhh ... dasar anak muda sekarang. Apa gak ada laki-laki lain? sehingga harus merebut suami orang," Bu Salma geram melihat kesombongan gadis itu.
Salva yang mendengar itu hanya mampu tersenyum perih, "udah lah Bu Salma, tak ada gunanya mengurus mereka berdua," ucap Salva lembut.
"Apa nak Salva baik-baik saja?" Salva tersenyum mendengarnya.
"Tidak ada yang perlu aku cemaskan lagi ... Bukankah aku sudah bilang, saat luka itu datang lagi mungkin aku sudah tidak bisa merasakan sakitnya." Bu salam langsung meneteskan air matanya, ia benar-benar kasihan dengan nasib malang gadis ini.
"Sabar nak, ibu berdoa semoga kau cepat terbebas dari neraka ini," ucap Bu Salma memberi semangat.
*****
Salva kembali melakukan hari-harinya seperti biasa. tapi sekarang bedanya, dia tidak hanya menghadapi satu orang yang membencinya, tapi dua. Salsa selalu mempersulit hari-harinya, mungkin tanpa bantuan Bu Salma dia sudah menyerah dari awal.
"Ehh istri tak dianggap!!! tolong buatkan aku jus apel!" Teriak Salsa. Sedangkan Kaivan yang melibatkan itu hanya memberi senyum penuh ejekan, ia merasa senang melihat istrinya ditindas gadis lain.
"Baiklah nona Salsa," Salva pergi meninggalkan mereka yang sedang diruang tamu. Tidak ada gunanya dia melawan, paling-paling nanti dia akan mendapat bentakan. lebih baik menurut saja.
Sedangkan Kaivan dia heran melihat Salva. dirinya bertanya-tanya kenapa gadis itu sudah tidak menangis lagi saat dirinya marahi, atau membantah perkataannya?
Ia merasa sedikit cemas, apa ada sesuatu yang terjadi pada istri yang dibencinya itu. Ia tidak ingin Salva berubah, padahal air mata perempuan itu sudah menjadi hiburannya.
"Bu Salma? ikut dengan saya!" Kaivan masuk ke ruang kerjanya. sedangkan Bu salam mengikuti Kaivan dari belakang.
"Ada apa tuan?"
"Aku ingin tau tentang Salva! kenapa dia seperti tidak peduli dengan ku lagi?" jika sudah didepan Bu Salma, Kaivan tidak akan malu untuk mengungkapkan isi hatinya.
"Kenapa tuan peduli? mungkin yang dikatakan nona Salva benar!"
"Apa yang dia katakan?" Kaivan menatap Bu Salma dengan tajam.
"Saat dirinya di lelah, ia tidak akan peduli lagi. sebesar apa pun luka yang datang tapi dia tak dapat merasakan sakit lagi. Saat itu sudah terjadi, mungkin kata cinta sudah tak ada lagi bersemayam di lubuk hatinya!" Bu salam mengucapkan penuh perasaan. serasa dialah yang sedang tersakati.
Kaivan termenung mendengar perkataan Bu salam. ia tidak percaya gadis itu bisa begitu cepat menyerah. padahal dulu dia ingin Salva mengemis cinta padanya, tapi gadis yang sudah dinikahinya tak pernah melakukan itu. Sekarang ia harus menaklukkan hati gadis itu lagi, ia belum puas bermain, dan sekarang mainannya sudah tak menyenangkan lagi.
“apa semudah itu dia melupakan cintanya? atau aku sudah terlalu kejam? Tidak. Aku tidak boleh kasihan gadis seperti itu. Aku harus buat dia cintai dan setelah itu akan aku bisa dengan mudah menyakiti nya.” Batin Kaivan berteriak tak terima untuk kekalahannya.
*****
Hay semua, maaf ya jika ada kesalahan dalam penulisannya. dan jangan lupa Like, komen, end vote.
SALAM CINTA DARI ARA PUTRI 😘💖💓💖