Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.
kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 . Perkenalan hantu Leo dan Arunika.
Siang itu Arun sudah menyelesaikan pekerjaannya,dan dia seperti biasa naik ke atas,tapi hari itu beda banget karena gak seperti biasanya,hari ini spesial baginya karena akan mendengarkan kelanjutan cerita temennya.
"Assalamualaikum Temann?"
"Kamu denger aku gak?"
Merasa gak didengarkan Arun langsung mendekati patung panglima dibawah nya,dia tekan tekan patung itu sambil berkata.
"Hai-hai,,,ada orang kah disini?atau sudah keluar?"
Tetep saja gak ada jawaban dan langsung saja dia angkat patung itu dan ditaruhnya dimeja,waktu Arun angkat patungnya dan agak berguncang guncang membuat makluk yang ada didalam yang sedang meditasi terbangun dan terganggu dengan merasa jengkel langsung saja dia keluar ingin melihat siapa yang mengganggunya lagi,setelah keluar betapa terkejutnya dia.
"Astaga?kenapa lagi-lagi kamu membuat hidup ku tak tenang saja,"
"Haiii kamu masih disini kan?"
Kata Arun membolak balikan badan patung itu.
"Haduhhh??Untung aku cepat keluar kalau gak?bisa - bisa kepala pusing."
"Ayokk jawab dong?"
"Iya aku masih disini!"
Teriak hantu Leo ditelinga Arun.
"Astagaa?"bisa gak,gak teriak ditelinga?"
"Aku bisa liat kamu aku tonjok kamu."
"Eee siapa yang salah dan siapa yang marah kan harusnya aku,"Kenapa jadi kamuu?"
"Dasar manusia aneh."
"Sudahlah aku mau meditasi lagi,kamu gangu saja."
"Eee jangan,jangan,mohonn aku masih pingin denger cerita kamu kemarin?"
Arun smbil menyatukan kedua tangan nya memohon sambil pura-pura mau nangiss.
"Eeee jangan coba-coba nangis lagi kamu,tangisan mu itu bikin telingaku sakit tauk?"
"Ya udah kalau gitu cerita lagi ya ya,"
Sambil tangan nya masih memohon Arun mengedip-ngedipkan kan matanya.
"Aku gak didepanmu?"
"Ohh lalu dimana?"Disampingmu"
"Samping kiri apa kanan?"
Lalu Arun belok kekiri sambil wajahnya agak didongakkan keatas,tepat didepan hadapan Hantu Leo,dan rupanya hantu leo terkesima juga sama wajah Arun yang manis dengan tatapan tajam penuh kelembutan.
"Jawab kamu dimana?"
Dengan expresi salah tinggah hantu leo berkata.
"Ohhh,iya aku lagi dikananmu?"
"Ooooo kenapa gak bilang sedari tadi,"
"Kenapa aku jadi ikutan bodoh juga ya,kan meskipun aku lihatin wajahnya, toh dia gak liat aku."
"Alahhh aku jadi ikutan gak beres ni gara-gara dia."
"Ayok sudah cerita lanjutin kemarin?"
"Iya iya?"
"Dan setelah nenek meninggal,aku kan waktu itu masih umur 25 tahun,"
"Weww." kata Arun.
"Apaan lagi?" "Gak maksudku kok masih muda betul?"
"Lalu aku sakit."
"Sampai satu bulan,gak ada yang rawat aku,"
"Lalu," kata Arun.
"Ingat! Gak usah kamu nangis,"
"Iya iyaaa?" Aku gak nangis."
"Lalu aku meninggal dirumah ini?"
"Hiks hiks hiks hiks,,iiiiiiiii."
"Na kan nangis lagi sudah dibilangi jangan nangis lagi aku gak suka."
"Aku sedihh"ya sudah terusin ceritanya."
"Setelah sukmaku lepas dari ragaku,aku bisa melihat diriku yang terbaring,dirajang itu,aku sadar ternyata aku memang sudah tiada."
"Oh gituu?"Iya,,dan akhirnya rumah ini dijual sama Adek Mama, dan dibeli sama orang Jawa juga,"
"Dan yang beli itu suka koleksi barang antik dan orangnya peka sama makluk tak kasat mata,orangnya baik betul gak pernah nyakitin orang, meskipun aku dan dia beda alam tapi dia sering nasehati aku,"
"Haaaa,,,iya kah?"
"Nasehati apa?"
"Alah lain kali saja deh aku cerita capek aku,"
"Wadu memang ada hantu capek,"
"Memang manusia saja yang bisa capek."
"Ohhhhhh."
Mereka pun semakain akrab hari hari,selalu bercerita bersama,apa lagi kalau malam hari sampai malam masih ngobrol.
Sampai pada suatu malam Arun masih ngobrol dengan hantu leo,saat itu Siti naik keatas,mau berpamitan keluar sama Tio,
Dia melihat Arun dibalkon.
"Mba,Mba Arun ngobrol sama siapa?"
"Oh ini aku lagi telepon."
"Ada apa sit?"
"Aku mau keluar dulu Mba?"
"Oh iya gak papa,""Mba mau netip aa?"
"Gak Siit aku sudah kenyang?"
"Ya sudah aku pergi dulu ya?"
"Iya,,,Siti pun pergi dengan Tio keluar cari makanan,mereka berdua itu sring keluar bersama terkadang kalau keluar sampai 1 jam lebih,sering kali Arun ditinggal sendirian dirumah besar itu,untung Arun orangnya tidak penakut,apa lagi sekarang malah berteman sama hantu,untuk menjaga hatinya yang sering dilukai oleh orang orang yang disayang dan disekitarnya bagi Arun mending berteman sama hantu.
Diperjalanan mencari makan Tio dan Siti membicarakan Arun.
"Mas tau gak ini tadi lo,Mba Arun kok bicara sendiri ya?"
"Yang bener kamu,"
"Iya Mass bener,"
"Wah jangan-jangan ada yang gak beres sama dia."
"Hahaha",,kata Tio.
"Maksud kamu depre Mas?"
"Yah siapa tau?"
Sambil terus membicarakan Arun sampai tak terasa digerbang pintu rumah,disitu hantu leo mendengar pembicaraan mereka berdua dan berkata sama Arun.
"Kamu dibicarakan tu sama temen mu tadi."
"Elehh biarin saja sudah terbiasa aku?"
"Ohhh"
"Hati kamu gak panas gak sakit hati,"
"Emmmm sudah terlewatkan stelah bertahun-tahun menerima perlakuan seperti itu, aku sudah gak perduli lagi."
"Tekadang karena pas waktu aku capekkk betul keluarga ku,dan semua orang disekitarku slalu menyalahkan ku, disaat itu lah aku benar-benar gak tahan yahh,,terkadang sapai nangis diruang Itu?""
"Hehehe"
Mendengarkan penjelasan Arun hantu Leo ada perasaan kasian juga,dan sekarang dia mengerti kenapa dia mencari teman didunia lain walaupun harusnya manusia itu harus ada batasan dengan mkluk astral.
Malam pun semakin pekat dan menujukan bergulirnya waktu untuk menuju pagi tiba.
Arun menyudahi obrolannya sama hantu leo.
"Sudah malam aku mau istirahat,Leo mau tidur disini?"
"Gak lah aku kan gak bisa tidur sembrangan."
"Lo memang kenapa?"
"Senbentar,"
"Mau kemana?"Sudah,jangan berisik dong?"
"Sebentar dulu dan diam."
"Eh iya?"
Setelah melarang Arun berbicara hantu Leo bermeditasi selama 10 menit dan Arun yang sedang duduk itu hanya diam dan tak berkutik sama sekali,setelah meditasi selesai hantu Leo pun mulai berbicara lagi.
Dan sebelum nya di mau mengerjain Arun dulu ditiupnya telinga Arun pelan,sampai Arun terperanjat kaget.
"Astagfirullah hal azim."
"Leo kan?"
"Iya aku??"Aduh!kamu ini ngagetin saja?"
"Kenapa tadi dan kemana?"
"Aku masih tetep disebelah kamu? "Aku tadi hanya memastikan saja dulu kalau disekitar sini gak ada siapa-siapa selain aku dan kamu?"
"Ohh lalu?"
"Aku mau cerita sama kamu Ya?"
"Karena aku sudah menerima kamu sebagai teman ku?"
"Iya aku dengerkan."
"Aku selama ini tidak bisa keluar sembarangan dari patung itu? Karena aku harus menjaga Energi ku,kalau aku sering keluar dan berkeliaran aku akan menjadi hantu- hantu seperti yang lain yang suka jahilin manusia,kalau sudah seperti itu akan beribu ribu tahun lagi untuk membersikan diri, dengan cara meditasi dan tidak keluar keluar sama sekali,"
"Ohhh gitu, jadi seperti manusia juga ya,ingin lebih baik lihat lah kedalam diri kita dulu?"
"Na"betul tu,, "ternyata kamu paham juga,"
"Ya iya lah"
"makanya aku gak bisa tidur disembarang tempat",karena patung panglima itu,satu energinya baik yang kedua dia terbuat dari kuningan."
"Ooo oky oky,,,aku mengerti." "kalau begitu kamu cepet istirahat sana?"
"Iya kamu juga Ya?"
"Oky,,,selamat malam Leo?"
"Kamu disebelah mana?"
"Aku didepanmu?"" Ohhh iya kah,, hehehehe?"
"Kalau tertawa jelek kamu" kata Leo kepada Arun.
"Biarin"
Arun smbil berlalu pergi masuk kamar untuk tidur dan hantu Leo pun kembali kegudang dan masuk ke patung panglima.