Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.
Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.
Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Barang Bukti
"Dan yang paling menyedihkan ... Beban kerugian besar itu akhirnya jatuh juga ke pundak rakyat! Kami bayar pajak makin tinggi! Harga barang makin mahal! Fasilitas umum makin rusak dan tidak terurus! Kami yang menanggung utang negara! Kami yang menderita kekurangan! Tapi para pencuri itu justru tertawa lepas dan pesta pora dengan uang hasil curian mereka yang kotor itu!" jelas Ibu itu.
"Jack ... Kamu jangan salahkan dirimu sendiri ya! Kerugian negara itu nyata dan tetap ada di sana! Itu bukan salahmu! Itu kesalahan sistem dan keserakahan orang-orang jahat itu!"
"Aku tahu Bu ... Tapi rasanya berat sekali memikulnya sendirian! Aku tahu buktinya! Aku tahu datanya!"
"Hati hati, karena kamu penghalang terbesar bagi bisnis kotor mereka Nak! Selama kamu masih hidup dan bisa bicara, mimpi buruk mereka tidak akan pernah bisa berhenti! Makanya mereka mau habisi kamu!"
Jack terdiam mendengar penjelasan yang sangat logis dan masuk akal itu. Ia sadar dirinya bukan diburu karena jahat, tapi diburu karena tahu rahasia besar.
"Jadi selama ini aku benar... Aku tidak berkhayal atau gila seperti tuduhan mereka! Kerugian Triliunan itu nyata! Penderitaan rakyat itu nyata! Dan kebusukan mereka itu nyata!"
"Benar sekali Nak! Kebenaran itu tidak akan pernah hilang hanya karena kamu dikalahkan sementara waktu! Angka-angka itu tertulis di kertas dan tersimpan di server! Tidak bisa dihapus begitu saja!"
Jack menghela napas panjang mencoba menenangkan detak jantungnya yang kencang. Ia sadar perjuangannya bukan cuma soal dendam pribadi, tapi soal nyawa jutaan orang.
Tiba-tiba dari arah kejauhan terdengar suara musik dan tawa orang ramai yang sangat keras.
Suara itu berasal dari sebuah gedung mewah yang lampunya menyala terang benderang.
"Wah... Lihat itu Nak! Itu gedung tempat para pejabat dan orang kaya baru berpesta! Mereka tahu kamu sudah hancur dan lari terbirit-birit! Makanya mereka rayakan kemenangan mereka!"
Mata Jack menyala terang melihat pemandangan di hadapannya itu.
Sebuah rencana licik dan berani mulai terbentuk jelas di dalam kepalanya.
...***...
Jack mengintip dari celah pagar tinggi gedung mewah yang bernama "Grand Ballroom".
Suara musik dangdut dan tawa orang ramai terdengar sangat keras dan memekakkan telinga.
"HA HA HA! Syukurlah akhirnya masalah besar itu selesai juga! Si Jack sudah hancur lebur dan lari terbirit-birit jadi pengemis! Kita semua aman dan tentram sekarang kawan-kawan!"
Seorang pria gemuk mengenakan jas hitam mahal berdiri di atas panggung berbicara. Itu adalah Menteri Rudi sendiri yang sedang bersorak gembira di hadapan tamu undangan.
"Mari kita angkat gelas kita semua! Bersulang untuk kemenangan kita! Bersulang untuk kekayaan yang tak akan habis tujuh turunan! Dan bersulang untuk kebodohan rakyat yang mudah dibodohi!"
Semua orang di dalam ruangan itu tertawa lepas dan bersorak sorai dengan heboh. Mereka minum anggur mahal, makan hidangan mewah, dan bergoyang riang tanpa beban.
"Benar sekali Pak Menteri! Si Jack itu cuma sampah penghalang rezeki kita saja! Untunglah dia sudah tamat dan hancur. Sekarang bisnis bisa jalan lancar kembali!"
"Dan ingat! Uang tiga puluh triliun itu baru permulaan! Masih banyak proyek besar menunggu kita! Masih banyak uang rakyat yang bisa kita hisap dan makan sampai kenyang!"
Mereka berbincang santai soal pencurian besar itu seolah itu hal biasa dan wajar. Mereka tidak merasa bersalah sedikitpun. Justru mereka merasa hebat dan pintar sekali.
"Lihat itu Pak! Di luar sana rakyat pada kelaparan dan susah bayar sekolah! Tapi di sini kita pesta pora dengan uang hasil curian! Sungguh lucu sekali pemandangannya!"
"Biarkan saja mereka kelaparan! Itu memang nasib orang lemah! Yang penting kita kuat dan berkuasa! Siapa yang berani lawan kita? Si Jack saja sudah kalah!"
Jack menahan napas dan menahan amarah yang mau meledak melihat kelakuan bejat itu. Ia tidak menyangka mereka akan sebegitu lengah dan berani menunjukkan wajah aslinya.
Tiba-tiba mata Jack menangkap sesuatu yang sangat menarik perhatiannya di meja utama.
Di situ tergeletak sebuah dokumen tebal dan flashdisk warna emas yang terhubung ke laptop.
"Itu pasti data lengkap mereka! Itu bukti transaksi dan rekening semua kroni! Kalau aku bisa dapatkan itu, senjata paling mematikan ada di tanganku!"
Jack melihat sekeliling mencari celah untuk masuk tanpa terdeteksi oleh satpam. Tubuhnya yang kotor dan lusuh justru menjadi penyamaran terbaik saat ini.
"Hei kamu! Pengemis apa tukang sapu itu! Cepat angkat sampah di pojok sana! Jangan bikin kotor lantai pesta kami yang mewah ini! Cepat kerja sana!"
Seorang penjaga meneriaki Jack dan menyuruhnya mengangkat tong sampah penuh botol bekas.
Jack tersenyum licik dan langsung mengangguk patuh memanfaatkan kesempatan emas itu.
"Siap Pak! Segera saya kerjakan! Maaf ya Pak saya lambat sedikit! Saya pastikan bersih kinclong seperti baru!"
Jack berjalan santai masuk ke dalam area pesta membawa kantong sampah besar. Semua orang sibuk makan dan minum sehingga tidak ada yang curiga padanya.
Ia mendekat perlahan ke meja utama tempat dokumen dan flashdisk berharga itu ada. Jantungnya berdegup kencang tapi tangannya tetap tenang dan dingin seperti es.
Tiba-tiba tangan Jack baru saja mau menyentuh flashdisk itu, sebuah tangan besar menepisnya keras. Jack terkejut dan mendongak melihat wajah orang yang menahannya itu.
"Wah wah wah... Siapa ini? Bukankah ini Sang Pahlawan yang sudah kami bunuh kemarin? Kok bisa hidup lagi dan berani masuk ke sarang harimau begini?"
Mata Jack terbelalak. Itu adalah Kepala Keamanan pribadi Menteri Rudi yang paling sadis.