NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Pintu taksi ditarik paksa dari luar setelah penguncinya dibuka secara manual oleh sang sopir. Sebelum Lyra sempat menusukkan pulpennya, sebuah tangan kekar sudah lebih dulu mencengkeram pergelangan tangannya hingga pulpen itu terjatuh ke lantai mobil.

​"Lepasin! Let me go! Kalian tahu saya siapa?!" teriak Lyra, mencoba menendang sekuat tenaga.

​Namun, perlawanan Lyra sia-sia. Sebuah kain dengan aroma kimia yang tajam tiba-tiba membekap hidung dan mulutnya. Lyra meronta, matanya membelalak panik, menatap tembok bata gudang yang kusam itu sebagai pemandangan terakhirnya sebelum kesadarannya perlahan memudar.

​> Sial... Gue beneran... disekap...

​Beberapa Jam Kemudian

​Lyra terbangun dengan kepala yang terasa berdenyut hebat. Pandangannya kabur, namun ia bisa merasakan dinginnya lantai beton di bawah tubuhnya. Tangannya terikat kuat ke belakang pada sebuah tiang besi, dan mulutnya disumpal dengan kain.

​Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, tapi ikatan itu terlalu kencang. Ruangan itu remang-remang, hanya ada satu lampu gantung yang bergoyang pelan, menciptakan bayangan panjang di dinding-dinding gudang yang lembap. Aroma besi berkarat dan debu memenuhi indra penciumannya.

​> LAHH ANJIRR KOK JADI GINI?! Batin Lyra berteriak, meskipun suaranya hanya keluar dalam bentuk erangan tertahan. Tadi pagi gue masih mikirin kancing baju yang miring, sekarang gue malah beneran jadi sandera di gudang antah berantah! Ini London apa Gotham City sih?! Mana si Magnus? Katanya polisi hebat, masa dokter viral diculik di tengah jalan dia nggak tahu?!

​Tiba-tiba, suara langkah kaki yang berat terdengar bergema di kejauhan. Pintu besi gudang berderit terbuka, membiarkan cahaya luar masuk meski hanya sedikit. Lyra menajamkan pendengarannya. Bukan hanya satu orang, tapi beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu.

​"Dia sudah bangun?" sebuah suara pria dengan aksen Inggris yang dingin terdengar.

​Lyra mendongak, berusaha melihat siapa yang bicara. Di depan sana, berdiri sosok tinggi yang hanya terlihat siluetnya karena cahaya lampu yang membelakanginya.Ia tersenyum miring, memperlihatkan deretan gigi yang tidak rata dan tatapan mata yang penuh nafsu akan uang.

​"Jadi ini 'Dokter Heroik' yang lagi viral itu?" Pria itu mencengkeram dagu Lyra dengan kasar, memaksa Lyra menatap ke arah layar ponsel yang ia pegang. Di sana, terpampang foto Lyra saat di bandara kemarin. "Muka kamu mahal juga ya di internet. Orang-orang London lagi memuji kamu setinggi langit."

​Lyra meronta, mencoba memalingkan wajahnya. Batinnya meledak dengan makian yang sudah sampai ke ubun-ubun.

​> LAHH ANJIRR!! JADI GUE DICULIK GARA-GARA VIRAL?! Dokter syalan! Tahu gitu mending kemarin gue pura-pura jadi pramugari aja daripada jadi dokter heroik! Ini penjahat kurang kerjaan banget sih, scroll Instagram bukannya cari kerja malah cari sasaran culik!

​"Apa maumu?" erang Lyra tertahan di balik sumpal kainnya.

​"Sederhana," pria itu tertawa kecil, memberikan isyarat kepada anak buahnya yang bertampang sangar di pojok ruangan. "Rumah Sakit Delphi itu punya dana asuransi yang besar untuk tamu spesialisnya. Dan jangan lupakan keluarga bocah kaya yang kamu selamatkan itu. Mereka pasti mau membayar mahal supaya pahlawan mereka tidak pulang dalam keadaan nama doang."

​Pria itu mengeluarkan kamera dan mulai merekam wajah Lyra yang terikat. "Ayo, pasang muka sedih. Biar bos 'Tangan Tuhan' di Delphi itu makin panik liat aset barunya hilang."

​> IDIH, JANGAN HARAP GUE NANGIS! Lyra melotot tajam ke arah kamera. Gue udah biasa liat darah sama jarum suntik, lo pikir gue takut sama kamera begini?! Tapi... kalau dia kirim video ini ke Delphi, Bos 'The Best' itu bakal mikir gue ini dokter pembawa sial. Hari pertama masuk bukannya bawa laporan, malah bawa video tebusan! Malu-maluin nama Indonesia banget, ya Allah!Suasana mencekam di dalam gudang itu mendadak pecah bukan oleh sirine polisi, melainkan oleh deru mesin mobil yang suaranya jauh lebih gahar. Sebuah mobil sport putih mewah melesat masuk menembus pintu gudang yang sudah ringsek, melakukan drifting tajam hingga debu beterbangan ke mana-mana.

​Para penculik itu tersentak, menutupi mata mereka dari silau lampu depan mobil tersebut. Belum sempat mereka menarik pelatuk senjata, pintu mobil sport itu terbuka.

​Seorang pria keluar dengan gerakan yang sangat tenang namun mematikan. Ia tidak memakai rompi polisi, melainkan jas bedah berwarna biru tua yang dilapisi turtleneck hitam. Di dadanya ada name tag yang sengaja dibalik, sehingga pangkat atau namanya tidak terlihat.

​"Berisik sekali," ucap pria itu dengan suara berat yang sangat dingin.

​Tanpa banyak bicara, pria itu bergerak. Gerakannya sangat efisien, seperti sedang membedah pasien cepat, akurat, dan tanpa ampun. Ia menghajar penculik pertama dengan satu tendangan telak di rahang, lalu melintir tangan penculik kedua yang memegang senjata sampai terdengar bunyi krek yang mengerikan.

​> ANJIRRRR!! INI SIAPA?! Batin Lyra berteriak histeris, matanya melotot lebar melihat aksi "layar lebar" di depannya. Dia pake jas bedah?! Jangan bilang ini dokter bedah yang nyambi jadi agen rahasia? Itu tadi teknik melintir tangannya pro banget, dokter syalan! Mana gantengnya... eh fokus Lyra! Dia baru aja matahin tangan orang!

​Hanya dalam waktu kurang dari dua menit, ketiga penculik itu sudah terkapar di lantai beton, mengerang kesakitan. Pria berjas bedah itu bahkan tidak terlihat berkeringat. Ia merapikan sedikit kerah jasnya yang agak berantakan, lalu berjalan mendekat ke arah Lyra.

​Setiap langkah kakinya bergema di ruangan yang luas itu. Lyra mendongak, menatap pria yang kini berdiri tepat di depannya. Aura pria ini sangat dominan dingin, angkuh, tapi sekaligus memberikan rasa aman yang aneh.

​Pria itu berlutut di depan Lyra. Tangannya yang lentur dan terlihat sangat terlatih itu menarik sumpal kain dari mulut Lyra dengan perlahan.

​"Dokter Raven, saya rasa?" tanyanya datar. Matanya yang tajam menatap Lyra tanpa ekspresi, seolah-olah menemukan seorang dokter yang disekap di gudang adalah kejadian biasa di pagi hari.

​> HAH?! KOK DIA TAHU NAMA GUE?! Lyra terbatuk kecil, mencoba mengatur napasnya yang masih berantakan. Dan bentar... itu jas bedahnya... jangan-jangan...

​"Kamu... kamu siapa?" tanya Lyra dengan suara parau.

​Pria itu tidak menjawab. Ia hanya mengeluarkan sebuah pisau bedah kecil (scalpel) dari saku jasnya benda yang seharusnya ada di meja operasi lalu dengan sekali irisan cepat, ia memutus tali yang mengikat tangan Lyra.

​"Simpan pertanyaanmu. Kamu sudah telat tiga puluh menit untuk orientasi," ucapnya sambil berdiri dan membelakangi Lyra, berjalan menuju mobil sport putihnya. "Ikut saya kalau kamu masih mau punya karier di Delphi."

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!