NovelToon NovelToon
Penjelajah Naga

Penjelajah Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi / Wuxia / Xianxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: RubahPerak77

Hidup Xiao Chen berubah ketika sebuah kejadian misterius membuatnya terlempar ke jaman kerajaan, dengan berbekal sistem beladiri dan rasa ingin tahu ia mulai menjalani kehidupan barunya yang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RubahPerak77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan menuju Ibukota : Kota Benteng Alami Langit

Mentari menyapa malu-malu, ditemani oleh kicauan burung dan dinginnya embun pagi. Para prajurit bergegas membereskan tenda-tenda dan memadamkan semua api unggun. Setelah menyantap satu atau dua buah bakpao yang telah disediakan, mereka semua bersyukur bahwa malam pertama berlalu tanpa ada satupun gangguan.

Sementara itu Xiao Chen yang baru saja mengakhiri meditasinya, mulai membuka mata dan menghempaskan napas berat melalui hidung.

"Sudah selesai? Bersiap siaplah, kita akan segera berangkat sebentar lagi. Dan ingat, kau berhutang satu malam padaku..!!!"

Xiao Wu melemparkan satu buah bakpao sebelum berbalik badan dan pergi menjauh. Xiao Chen menerimanya dengan senyuman tipis, lalu dengan cepat memakan habis bakpaonya.

Setelah berhasil menerobos ke tingkatan pendekar raja puncak, Xiao Chen merasa bahwa tubuhnya makin ringan, pukulannya makin terasa berat dan kesadaran spiritualnya makin peka dan meluas. Kini ia bisa merasakan gerakan kepala burung, suara kepakan lebah dan aliran angin yang jaraknya sekitar 1kilometer jauhnya dari tempatnya berdiri.

"Chen er, darimana saja kau semalam?? Ayah mencarimu di sekitar tenda utama namun kau tidak ada.."

Xiao Feng tiba-tiba saja memacu kudanya begitu melihat anaknya Xiao Chen sedang bersenda gurau dengan seorang gadis.

"Ayah mencariku? Aku ditempatkan di ring luar, tentu saja ayah tidak menemukanku jika ayah mencari di sekitar tenda tuan Putri."

"Benarkah?? Ayah bahkan tidak tahu menahu soal pembagian penjagaan ini, itu karena jenderal Zhao mengajak ayah ngobrol sejak sore."

"Aku tidak keberatan untuk berjaga di ring luar, lagipula dimanapun juga pasti sama saja."

"Baiklah kalau begitu, ayah kembali dulu.. Jaga kesehatanmu, jangan sampai kau telat makan.."

Xiao Feng memberikan sesuatu yang dibungkus oleh kertas sebelum memacu kudanya menuju ke depan barisan rombongan, dimana disana ada dua tetua yang lain dan juga pastinya ada sang kakak Xiao Wu.

Tak terasa empat hari perjalanan telah mereka lalui, keluar masuk hutan, keluar masuk desa dan kota kecil juga sudah mereka lalui. Dan kini mereka sudah mendekati salah satu kota besar yang ada di wilayah kekaisaran Song, yaitu kota Tian Xian atau biasa disebut kota benteng alami langit.

Asal nama kota tersebut adalah karena letak geografis kota Tian Xian yang berada dan dikelilingi oleh perbukitan atau barisan bukit yang tinggi dan curam.

Jika kota Dae Ho makmur karena menjadi kota pelabuhan, maka kota Tian Xian makmur karena bukit yang mengelilingi kota ini dipenuhi oleh mineral tambang yang berharga dan langka.

Di kota Tian Xian juga banyak berdiri rumah penempaan senjata dan juga penjual batu batuan berharga, layaknya berlian, zamrud dan sejenisnya.

Dan, diantara sekian banyak mineral yang terkandung di sana, terdapat dua material yang menjadi incaran para pendekar dan jenderal besar karena kekuatannya yang luar biasa, Mineral itu adalah Biji Baja Dingin dan Biji Baja Bintang.

Biji Baja Dingin, ​Mineral ini memiliki aura dingin (yin) yang mampu membekukan energi lawan seketika. Meskipun sangat kuat, menaklukkan bongkahan biji baja dingin membutuhkan suhu tungku yang sangat luar biasa tinggi karena ia cenderung memadamkan api biasa.

​Sedangkan Biji Baja Bintang adalah logam yang konon berasal dari serpihan benda langit yang jatuh. Logam ini memiliki kepadatan yang tidak masuk akal namun sangat ringan saat diayunkan.

Melebur baja bintang adalah tantangan tertinggi bagi seorang penempa, karena struktur partikelnya hampir mustahil untuk dipecah tanpa teknik pengapian khusus.

Kedua material langka ini adalah bahan utama pembuatan pusaka kelas atas, namun karena kelangkaannya dan kesulitannya dalam pencarian serta penempaannya, membuat kedua material ini dijual dengan harga yang tidak masuk akal.

Di luar itu semua, Kota Tian Xian merupakan salah satu kota penting bagi kekaisaran Song, karena kota inilah yang menyuplai delapan puluh persen senjata untuk para prajurit di kekaisaran Song. Karena itulah Kota Tian Xian menjadi salah satu basis militer terkuat di seluruh wilayah kekaisaran Song.

Perbukitan yang mengelilingi Kota Tian Xian tidak hanya berharga karena memiliki kandungan mineral yang seolah tak ada habisnya, namun juga karena perbukitan itu seolah menjadi benteng alam yang melindungi Kota Tian Xian dari ancaman yang datang dari luar.

******

Upacara militer dilaksanakan ketika rombongan tuan Putri sampai di pintu gerbang kota, setelah itu dilanjutkan oleh jamuan makan malam yang begitu meriah dan mewah. Puluhan piring berisi daging di sajikan, puluhan gentong arak berkulitas tinggi di sediakan dan berbagai macam buah buahan segar menunggu di tengah-tengah meja untuk dihabiskan.

"Terima kasih aku ucapkan karena kalian telah melindungi Tuan Putri sampai saat ini, malam ini kalian bebas..!!! Nikmati malam ini karena sekarang giliran kami yang akan melindungi Tuan Putri dan juga kalian..!!!" Ucap walikota Tian Xian dengan berapi api.

PLAKKKKKKK....

Sebuah pukulan dilayangkan Xiao Wu begitu melihat adiknya Xiao Chen seperti orang kalap karena mulut dan tangan kanannya penuh daging, sedangkan tangan kirinya memegang segelas besar arak.

​"A-uw-owww-kh.. Apa theneneulnyah yan khau laku'un?? Thakhit tauu'.."

("Aooowwww,, Apa sebenarnya yang kau lakukan?? Sakit tahu..")

Xiao Chen mencoba berbicara, namun mulutnya penuh dengan daging panggang hingga ucapannya tidak bisa dipahami, hal ini justru membuat Xiao Wu makin marah.

"Jangan lupakan janjimu untuk menjaga sikap..!!"

Xiao Wu berbalik dan meninggalkan Xiao Chen dengan perasaan marah yang tidak bisa diutarakan.

"Itu kakakmu? Kalian berdua benar-benar tidak mirip.." Sahut Wu Mei yang menguping sedari tadi.

"Entahlah, aku juga berpikir mungkin saja aku adalah anak pungut.." Jawab Xiao Chen asal, sambil menampilkan mimik wajah tak bersalah.

"Hahahaha... Kau bisa saja.." Wu Mei memukul pundak Xiao Chen karena gemas.

Pesta penyambutan berlangsung semalaman, dan karena tuan putri ingin menghabiskan beberapa hari di kota Tian Xian, maka perjalanan ini akan berhenti sejenak.

Xiao Chen memasuki kamar tidurnya ketika malam sudah begitu larut, dan karena efek mabuk yang dikombinasikan dengan rasa lelah selama perjalanan membuat pemuda berumur 20 tahunan itu terlelap dengan nyenyak.

Hingga di pagi harinya,

"Apa ini kenyal-kenyal?"

Mungkin mata Xiao Chen masih terpejam, namun indra peraba di tangannya sudah aktif dan otaknya mulai mencari korelasi yang tepat, benda apa sebenarnya yang bulat dan kenyal serta pas di genggamannya. (Efek masih perjaka dan belum pernah berhubungan.)

"Waaaahhhhh...."

Xiao Chen begitu terkejut ketika membuka mata, ternyata ada seorang gadis yang sedang ia peluk. Bahkan tangannya sudah meremas gunungnya.

"Ming Lin?? Apa yang kau lakukan dikamarku..????" Ucap Xiao Chen dengan setengah berteriak.

Suara Xiao Chen membuat gadis muda itu terbangun dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Kau? Dasar cabul, apa yang sudah kau lakukan padaku???"

"Apa yang aku lakukan? Aku tidak melakukan apapun, dan tidak usah ditutupi.. Bajumu bahkan tidak ada yang terbuka.."

Ming Lin mencoba mencerna ucapan Xiao Chen sebelum akhirnya ia menurunkan selimut, karena sesuai ucapan Xiao Chen, pakaiannya tidak ada yang tersingkap. Bahkan sepatunya pun tidak dicopot.

"Apa yang kau tunggu? Kenapa kau masih di sini?? Keluar kau dari kamarku dasar mesum..!!!" Teriak Ming Lin.

"Kamarmu?? Hehehe.. Apa kau gila? Jelas-jelas ini kamar......mu."

Xiao Chen menggaruk kepalanya, memang kamar di penginapan ini hampir sama semua penataannya. Namun sudah jelas jika ini bukanlah kamarnya karena di dekat lemari terlihat buntelan berwarna cokelat dan juga ada beberapa potong pakaian wanita tergantung.

"Aooowwwww.." Xiao Chen keluar kamar setelah Ming Lin melempar bantal yang mengenai belakang kepala.

"Ini aneh? Jelas-jelas kemarin malam aku masuk ke ka..." Xiao Chen menepuk jidatnya, ingatannya seakan kembali, malam itu ia memapah Wu Mei yang sudah mabuk parah, setelah mengantarnya sampai kamar, ia pun keluar dan masuk di kamar sebelahnya.

"Sudah bangun? Bagaimana malammu??" Ucap Wu Mei yang tiba-tiba saja muncul.

"Assshhh... Sial..Sudahlah aku mau bersih-bersih dulu." Xiao Chen meninggalkan Wu Mei yang masih tersenyum misterius sendirian.

1
y@y@
⭐👍🏾💥👍🏾⭐
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
y@y@
🌟👍🏿💥👍🏿🌟
y@y@
👍🏼💥👍🏿💥👍🏼
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Ayu Ayunitasari
lanjutkan..😍😍
Ayu Ayunitasari
sungguh kerenn..
Ayu Ayunitasari
kerennn😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!