NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pihak Ketiga / Beda Usia
Popularitas:42k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Alana Xaviera merasa seperti sosok yang terasing ketika pacarnya, Zergan Alexander, selalu terjebak dalam kesibukan pekerjaan.

‎Kecewa dan lapar akan perhatian, dia membuat keputusan nekad yang akan mengubah segalanya - menjadikan Zen Regantara, pria berusia tiga tahun lebih muda yang dia temui karena insiden tidak sengaja sebagai pacar cadangan.

‎"Jadi, statusku ini apa?" tanya Zen.

‎"Pacar cadangan." jawab Alana, tegas.

‎Awalnya semua berjalan normal, hingga ketika konflik antara hati dan pikiran Alana memuncak, dia harus membuat pilihan sulit.


‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 : TCB

Bibir Zen mulai bergerak lembut, sementara satu tangannya memegangi pergelangan tangan Alana yang terus memberontak dengan memukul-mukul bahunya. Siang tadi dia sampai bermimpi mencium bibir Alana saat tertidur, dan sore ini akhirnya dia bisa mewujudkannya.

"Auw!"

Zen menjauhkan wajahnya cepat saat Alana malah menggigit bibir bawahnya dan bukan malah membalas ciumannya. Dia memegangi bibirnya yang terasa perih dan ngilu.

"Kenapa digigit!" Zen memprotes.

"Salah sendiri main nyosor-nyosor aja kayak bebek." kesal Alana.

"Kita kan pacaran, jadi wajar kalau aku mencium kamu." Zen membela diri, mengingatkan akan statusnya yang adalah pacar Alana, meskipun hanya sebagai pacar cadangan.

"Tapi kamu hanya pacar cadangan, Zen." sahut Alana masih dengan wajah kesalnya karena Zen telah berani mencuri ciumannya.

"Diantara kita harusnya tidak ada sentuhan fisik, karena bibir dan tubuhku ini hanya akan aku serahkan untuk Zergan, satu-satunya pria yang aku cintai." imbuhnya.

Zen tersenyum tipis, sama sekali tidak marah ataupun tersinggung dengan ucapan Alana. "Apapun itu, tetap saja aku adalah pacarmu. Jadi kamu harus bersikap adil terhadapku."

Ditengah-tengah perdebatan mereka berdua, Amara datang dengan wajah bingung. Mendengar ada keributan didalam, akhirnya dia memutuskan untuk melihat.

"Loh ini ada apa? Alana, kenapa kamu duduk di atas meja?" tanya Amara, menunjuk Alana yang masih duduk di atas meja panjang.

"Ah, itu... aku..." Alana nampak bingung untuk menjawab.

"Tadi ada tikus lewat, karena takut Alana jadi naik ke atas meja, Tan." jawab Zen.

Amara hanya mengangguk kecil meskipun dia masih sedikit bingung, sejak kapan ada tikus dirumahnya? Jikapun ada paling digudang belakang yang memang jarang terjamah.

"Terus itu bibir kamu kenapa bengkak dan sedikit berdarah gitu?" tanya Amara lagi, menunjuk ke bibir bawah Zen yang sedikit mengeluarkan darah.

"Oh ini." Zen memegangi bibir bawahnya, melirik sekilas pada Alana yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam. "Tadi saya nggak sengaja jatuh pas mau nolongin Alana buat ngusir tikusnya, Tante. Bibir saya nyium tembok jadi berdarah,"

Tawa Alana hampir saja pecah mendengar jawaban yang Zen berikan. Astaga, bisa-bisanya Zen memberikan alasan konyol seperti itu. Dan lebih konyolnya lagi saat mamanya mengangguk-anggukkan kepala seakan percaya begitu saja.

"Kalau begitu saya permisi kedepan lagi, Tante." Zen menatap Alana sekilas sebelum kembali keruang tamu.

Amara menghampiri Alana begitu putrinya turun dari meja, "Sejak kapan rumah kita ada tikus? Bukan kamu kan tikusnya?"

Wajah Alana langsung bersemu dan nampak sedikit gugup, "Ish, Mama ngomong apa sih. Sudah sana temenin Tante Jihan sama Zen lagi, aku lapar, mau makan dulu."

"Eh, tunggu dulu," Amara menahan tangan Alana. "Ayo kedepan dulu sebentar, Tante Jihan udah mau pamit pulang."

Alana tak bisa menolak saat mamanya langsung menarik tangannya dan membawanya kembali keruang tamu. Begitu melihat kedatangan mereka, Zen dan mamanya langsung berdiri.

"Jeng, kami pamit pulang dulu ya, takut kemaleman. Putri dan cucu saya nungguin dirumah soalnya," ujar Jihan.

Amara tersenyum, "Iya, Jeng. Ini makasih banyak loh kuenya, jadi ngerepotin."

"Sama-sama, Jeng. Kalau Alana nggak ada kesibukan, main saja kerumah. Nanti belajar masak dan bikin kue sama kakaknya Zen." ujar Jihan. "Biar nanti kalau sudah nikah bisa masakin buat suaminya,"

"Enggak deh, Tan. Mak----"

"Wah, ide yang bagus itu, Jeng." sambut Amara antusias, memotong cepat ucapan Alana. "Daripada dia keluyuran nggak jelas, mending ke rumah Jeng aja buat belajar masak."

"Ya sudah kalau begitu kami pamit ya, Jeng." Pandangannya beralih menatap Alana, Jihan mengusap lengan Alana dengan lembut. "Alana, Tante tunggu ya kedatangannya dirumah,"

Setelah berpamitan, Zen dan mamanya masuk ke dalam mobil yang terparkir di halaman rumah. Alana menatap kepergian mobil itu dari halaman rumahnya, satu tangannya terangkat menyentuh bibirnya dan teringat dengan ciuman Zen tadi. Tanpa dia sadari sebuah senyuman tipis terukir diwajahnya.

-

-

-

Cindy masuk kedalam rumah setelah mobil yang dikendarai suaminya pergi meninggalkan halaman rumah mereka. Hari ini dia memutuskan untuk pergi kerumah Alana dan melihat keadaan sahabatnya itu. Setelah pertemuannya dengan Alana digedung bioskop beberapa hari lalu, Alana sama sekali tidak pernah mau membalas pesan ataupun mengangkat telefon darinya. Membuatnya semakin yakin jika ada yang sedang Alana sembunyikan.

Cindy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Alana, dia ingin tahu apa yang sedang disembunyikan oleh Alana. Begitu dia sampai dirumah sahabatnya itu, kedatangannya langsung disambut dengan antusias oleh Amara.

"Cindy... Ya ampun, udah lama loh ini nggak main kesini." sambut Amara, memberikan pelukan dan ciuman singkat di pipi.

"Iya, Tante, maaf baru sempat main soalnya sibuk ngurus suami," sahut Cindy diiringi dengan tawa ringan.

"Ini belum ada tanda-tanda mau punya momongan nih," celetuk Amara dengan nada bercanda.

"Belum Tante, tapi tetap berusaha kok," jawab Cindy diakhiri tawa kecil.

"Oya, Alana mana ya, Tan?" tanyanya, pandangannya menyapu sekitar dan tidak melihat keberadaan Alana diruangan depan.

"Biasa, ada tuh dikamarnya." jawab Amara, menunjuk dengan dagunya ke lantai atas. "Sebenarnya papanya udah nyuruh dia buat ikut ke perusahaan biar ada kesibukan, tapi anaknya belum mau dan tidak bisa dipaksa."

Sejak Cindy menikah satu tahun lalu dan Zergan tak kunjung memberikan kepastian, Alana menjadi sosok pendiam dan kesepian. Terkadang putrinya itu tidak pulang kerumah dan memilih menginap di hotel dengan alasan ingin menenangkan diri. Jujur, semua itu membuat Amara sebagai seorang ibu merasa khawatir.

Amara menghela napas panjang, "Setidaknya kalau Zergan mau bertunangan dulu mungkin Alana nggak akan merasa kesepian seperti sekarang. Alana sangat mencintai Zergan, dia hanya merasa takut kalau Zergan tidak benar-benar serius dengan hubungan mereka."

Cindy mengusap-usap lengan Amara, menatapnya dengan iba. "Aku ngerti kok, Tan. Itulah sebabnya aku datang kemari."

"Tempo hari aku sempat ketemu sama Alana di bioskop, tapi aku nggak tahu dia pergi kesana sama siapa." Cindy mulai menceritakan kejadian dimana dia dan Alana saling bertemu digedung bioskop. "Pas Roy telefon Zergan katanya dia sedang ada diluar kota, makanya aku penasaran Alana pergi dengan siapa hari itu,"

"Zergan memang sudah seminggu lebih ada diluar kota karena ada pekerjaan disana, mungkin tiga atau empat hari lagi baru akan pulang." beritahu Amara.

"Tapi waktu itu Alana sempat menginap di rumah kamu juga kan?" tanyanya kemudian. "Dia pulang pagi, pakai jaket denim cowok. Katanya dia beli karena merasa kedinginan saat diluar."

"Nginep?" ulang Cindy dengan kening mengernyit, menambah dugaan jika memang ada yang sedang Alana sembunyikan. "Kapan ya, Tan? Seingatku Alana nggak pernah nginep dirumah aku tuh,"

-

-

-

Bersambung....

1
Zuri
yg kamu lewatkan banyak Zergan. karena kamu hanya fokus pada dirimu sendiri🤧
Zuri
mantanmu itu lohh Lana🤧
Zuri
oohhh kok udahann /Grin//Grin/
Zuri
tangan sakit tak menghalangi untuk raba meraba, remas meremas🤣
Zuri
akhirnya ketemuuu🥹
Zuri
yg kamu sebut rendahan itu udah kamu coblos berkal kali loh🤧
D_wiwied
tebakanmu bener Al, zergan biang keroknya
Khusnul Khotimah
aduhh kenapa mbak Mina bilang KLO diajak kakaknya Zen.
s moga zergan tidak cari keberadaan zen
markona
ini jg mulut nya mba mina GK bisa semua sekali menyembunyikan sesuatu mulutnya rombeng bgt jangan jangan mba mina ini naksir bgt ke zergan, pecat aj Alana itu pembantu mu mulut GK bisa dijaga, heran dan km Alana pura pura aj GK tau masalah ini ke zergan apa lg NT klu zergan ingin cari tau tentang Zen ke km, disitu lah bisa km curiga,
lia juliati
biarin aja orng jahat kerna karna trus d bayar tunai
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
mana suasana nya mendukung lagi ya zen.berduan,hujan pula.hemmmmmm....
POV setan 😈"lanjutkan, jangan berhenti"


Emang ada yang kamu lewatkan gan degan alias zergan.yaitu tentang kemungkinan terkecil dari setiap kejadian.harusnya,kamu pastiin mayat nya zen.kalo blm lihat dengan mata,kepala,pundak dan kaki.jangan lgsg menyimpulkan Zen udah end.
Resa05
wah ngga sabar nih tungguin cerita selanjutnya
Bunda HB
ART ember mulut e apa2 bilang sama zearga .bilang aja gk tau.art nya pecat aja gk guna. 🤭🤭
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
ingat zergan! siapa menanam, bakal memanenn, jika kamu menanam bunga lateng, jangan harap akan memanen mawar. jadi jangan salahkan zen sama Alana, jika akan mengirimmu masuk hotel prodeo wkwkw
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Awalnya aku cium-ciuman
Akhirnya aku peluk-pelukan
Tak sadar aku dirayu setan
Tak sadar aku ku kebablasan
Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran tidurnya berduaan
Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran suka gelap-gelapan

Dangdutann dulu gaes..Ben tambah semangat goyangnya 💃🤣
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
yaeelahhh zen zen, sudah macam orang kelaparan saja 🤣 Tangan sakit tak menghalangi kegiatan jamah, menyesap dan meremat 🤦‍♀️ yang sakit tangannya penting itunya tak sakit, gass lahhh wkwkw
Khusnul Khotimah
baca bab ini q baca pelan pelan ikut berdebar jantungku....🤭
🔥Violetta🔥: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Pertemuan yang kuimpikan
Kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan
Ternyata bukan khayalan
Sakit karena perpisahan
Kini telah terobati
Kebahagiaan yang hilang
Kini kembali lagi...nyanyi sek Ben nggak oleng wkwkwkwk
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™: kita mah anak buahnya Mr crab yang mata duitan 🤣🤣
total 6 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
wah wah wah kamu meremehkan karina..zergan! demi anak, seorang ibu bisa melakukan apa saja. meskipun nyawa taruhannya..jadi jangan main2 dengan sosok yang di panggil ibu.
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
Mereka yang ketemu, aku yang deg-deg serrrrrr. Lana, cerita juga ya, kalo kamu positip.serius dech, doi pasti seneng banget.


Di episode ini aku hawatir sama Karina well.serius, zergan kek psikopat.halalin semua cara buat dapetin keinginannya.
🔥Violetta🔥: Minta didemo si Ntoon 😅😅
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!