Luna di nikahi Keanu dua tahun yang lalu. Berharap mendapat keluarga baru yang baik dan penyayang. Siapa sangka mulut manis sang mertua berubah seratus delapan puluh derajat setelah beberapa bulan pernikahannya.
Begitu juga dengan suaminya begitu mendengarkan apa yang mamanya katakan. Rumah tangga Luna menjadi tak sehat karna ada campur tangan mertua. Luna di perlakukan tak lebih seperti babu gratisan mereka, hingga Luna mendapat kabar jika kedua orang tuanya menjual tanah. Tanpa memberi tahu suaminya tentang penjualan tanah orang tuanya, Luna berencana membuka usaha untuk masa depanya dan membahagiakan orang tuanya.
Perlahan Luna mulai membalas perlakuan suami, mertua dan iparnya satu persatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
"Ma baju aku yang warna putih udah di gosok belum?" teriak Mirna yang tengah mengacak - ngakak lemarinya mencari baju yang ia perlukan.
"Lah emang di lemari kamu ga ada?"
"Ga ada, ma. Ini udah aku cari - cari ga ketemu. Padahal hari Ini mau aku pakai buat interview, ma."
"Coba cari dikeranjang, mungkin belum di gosok."
Mirna dengan wajah kesal berjalan menuju ruang belakang khusus mencuci dan setrika baju. Ia mengacak - ngakak pakain yang sudah di cuci dan membuangnya sembarangan.
"Nah ketemu, tapi belum di gosok. Ma....mama." teriak Mirna lagi.
"Ada apa sih teriak - teriak melulu? Pusing mama denger nya." omel mama.
"Bajunya belum di gosok, ma." Mirna memperlihatkan baju yang da ditangannya.
"Gosoklah sendiri, itu aja ribut." kembali mama mengomeli putrinya.
"Aku kan belum mandi ma, kalau aku gosok takutnya nanti aku telat. Mama aja yang gosok ya." rayu Mirna.
"Enak saja, ga - Ga ada. Mama gosok, gosok aja sendiri." tolak mama.
"Gimana kalau ga mama suruh kak Luna aja, mumpung orangnya udah di rumah." ujar Mirna dengan senyum devilnya.
"Betul juga kaya kamu, biar sekalian ia gosok baju - baju ini semunya. Mama capek gosok baju sebanyak ini." Mama berjalan menuju kamar putranya dan langsung menggedornya dengan kencang.
"Tok......Tok...... Tok..... Luna, Luna." teriak mama memekakkan telinga.
Luna yang tengah berbalas pesan dengan temanya di kampung menghentikan kegiatannya.
"Kenapa lagi tuh nenek lampir, ga boleh liat orang tenang apa?" runtuk Luna. Karna kesal mendengar teriakan mertuanya Luna akhirnya membukakan pintu untuk mertuanya.
"Apa sih ma, kok teriak - teriak." ucap Luna ketus.
"Gosok baju ini sekarang, Mirna mau pakai buat interview." Mama melempar kemeja putih yang tadi Mirna cari kearah menantunya.
"Ogah, gosok aja sendiri. Mirna punya tangankan." Luna melempar baju itu kembali ke arah mertuanya.
"Ga bisa, Mirna buru - buru. Kalau ia yang gosok sendiri ga keburu." kembali mama memberikan kemeja itu ketangan Luna. terjadilah lempar melempar baju.
"Ma, baju tadi mana?" teriak Mirna menghentikan perdebatan antara mama dan Luna.
"Ya, kok belum di gosok sih kak? Aku kan mau pakai." ujar Mirna.
"Gosok aja sendiri, toh itu baju kamu kan?"
"Tapi kak, kalau aku kerjakan ga keburu kak. Kakak aja yang gosok ya, sekalian yang lain juga udah numpuk tuh di belakang."
"Enak saja, aku ini bukan babu kalian yang bisa seenaknya kalian perintah. Baju mas Keanu mungkin masih aku toleril tapi untuk baju kamu sorry, kerjakan saja sendiri." cerca Luna dengan ketus.
"Ga bisa gitu dong kak, kan memang biasanya kakak yang kerjakan semua?" protes Mirna.
"Itu dulu saat aku masih bisa kalian bodohi, tapi sekarang sorry aku ga bisa lagi jadi babu kalian. Mending aku memanjakan diriku dari pada mengerikan pekerjaan yang bukan tanggung jawab aku." Luna lantas menutup pintu kamarnya dengan kasar membuat mama dan Mirna terlonjak karna kaget.
"Kok kak Luna jadi kaya gitu, ma?" tanya Mirna heran dengan perubahan sikap kakak iparnya..
"Mama juga tau, semenjak pulang dari kampung sikapnya berubah aneh. Percuma mengharapkan dia, lebih baik kamu aja sendiri gosok baju kamu." Mama menyerahkan baju Mirna ketanganya
"Tapi, ma....."
"Ga ada tapi - tapi, mama mau lanjut nonton drakor dulu, lagi seru." Mama berlalu meninggalkan putrinya. Mirna menghentakkan kakinya karna kesal pada kakak iparnya dan juga mamanya. Akhirnya ia terpaksa setrika bajunya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum kk, moga kk² semua di beri kesehatan dan rezeki yang lancar.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 😘🙏👍
lagian luna gak sopan deh bentak petugas pengadilan.
semangat menulis thor, gak ada salahnya baca novel2 penulis lain lho buat nambah ilmu, yg penting gak plagiat ...semangaaat
setelah berhasil cerai semoga luna dpt pasangan yg lebih baik dari keanu 🤭