NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Percintaan Konglomerat / Dokter / Tamat
Popularitas:17.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Fit TRee Fitri

Annisa Salsabila, bayi mungil yang ditemukan di Gerbang Pesantren kini menjelma menjadi Seorang Dokter cerdas, Cantik Berjilbab dan baik hati, Melayani Pasien dengan Penuh Perhatian dan kasih sayang, Ia sangat senang menolong orang yang membutuhkan.

Sehingga ia mendapatkan cinta dari semua orang yang pernah ia rawat dengan gratis, pria, wanita, tua dan muda, mereka semua sangat mengagumi dan menyukai Annisa.

Hampir setiap hari, Annisa mendapatkan pernyataan Cinta tapi belum ada yang berhasil melumpuhkan hatinya.

Perjuangan dan pengorbanan Cinta dalam ikatan Iman dan Islam.

Menjalani kehidupan bahtera rumah tangga dengan kerikil - krikil berbahaya.

Mampukah mereka bertahan dalam cinta dan keimanan?


***

Di tunggu Updatenya dan di baca yaa 🤗

Terimakasih 😍
Love you all ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fit TRee Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nathan dan Stevent

Jam makan siang, Nisa menuju kantin rumah sakit, ia berjalan sendirian. Hari ini benar-benar menguras tenaga, kepala Nisa terasa pusing, jantung terpompa tanpa teratur.

"Astagfirullah, aku benar-benar tidak mau lagi bertemu dengan pria itu" gumam Nisa dalam hati, ia berjalan menuju makanan yang tersusun rapi di etalase kaca, Nisa mengambil nasi, lauk pauk dan sayuran.

Ia memilih kursi dekat dengan jalanan, kantin dengan dinding kaca berada di lantai paling bawah dekat dengan parkiran, agar para pejalan kaki yang melintas bisa makan di kantin, bahkan kantin yang luas itu lebih mirip restoran.

Sebuah mobil sport berwarna merah terang, memasuki area parkiran, seorang pria Tampan dengan tubuh atletis memakai jas hitam dan stelan kemeja pas di badannya dan kaca mata hitam keluar dari mobil, ia menutup pintu mobil dan menguncinya.

Memandang sekeliling halaman parkiran dan matanya terhenti pada seorang wanita dengan kerudung putih dan kemeja panjang sampai lutut dengan motif kotak-kotak berwarna biru muda, duduk seorang diri menyantap makan siang.

Nathan terdiam, ia mematung tersenyum melihat wajah cantik yang sangat ia rindukan, ia tak percaya bisa melihat wanita yang menjadi cinta pertamanya, bahkan ia harus mengancam banyak pria di kampus agar tidak mendekati Nisa.

Puas menatap wajah cantik wanita pujaan hatinya, Nathan berlari menuju pintu kantin, dan berdiri di hadapan meja Nisa yang dengan tenang tanpa suara menyantap makan siangnya.

Merasa ada yang memperhatikannya, Nisa mengangkat kepalanya pelahan, lama ia melihat wajah pria tampan di depannya, Nisa merasa kenal namun ia lupa, Nisa berusaha mengingat, ketika sadar Nisa telah menatap lama wajah pria itu yang tersenyum manis kepadanya, Nisa menundukkan pandangannya.

" Kak Nathan" suara lembut terdengar dari mulut Nisa, membuat Nathan bahagia karena Nisa masih mengingatnya.

" Nisa, apa kabar Nisa?" ingin rasanya Nathan memeluk tubuh wanita di hadapannya, tapi ia tahu itu tidak mungkin karena jika ia melakukannya Nisa akan membencinya.

"Aku baik, silahkan duduk, bolehkah aku menghabiskan makananku?" ucap Nisa

"Tentu saja" Nathan duduk di kursi depan Nisa, ia tahu Nisa tidak akan berbicara ketika sedang makan.

Nathan duduk diam menunggu Nisa menyelesaikan makan siangnya, ia menatap wajah Nisa, wajah yang sangat ia rindukan, suaranya, senyumannya, ia merindukan semua tentang Nisa.

"Ia semakin cantik" gumam Nathan dalam hati. Nisa mengantarkan peralatan makan ke dapur yang biasa ia lakukan dan kembali duduk di kursi. Nisa tersenyum kepada Nathan, ia senang karena sudah lama tak berjumpa dengan Nathan, ia cukup dekat dengan Nathan.

"Lama tidak berjumpa kak" Nisa mengulurkan tangannya, Nisa satu angkatan dengan Nathan ketika kuliah tapi semua orang tahu umur Nisa jauh lebih muda sehingga ia memanggil teman-temannya kakak.

Nathan menyambut uluran tangan Nisa dan tersenyum puas, akhirnya pencariannya berhenti di rumah sakit.

Mereka bercengkrama cukup lama, bertukar nomor ponsel, Nathan menanyakan alamat rumah Nisa, ia berharap mereka akan sering bertemu dan berkomunikasi.

Nisa pamit kembali ke rumah sakit, ia harus berkeliling bangsal sebelum pulang, dengan senyuman manis Nisa meninggalkan Nathan yang masih duduk di kursi kantin, dan menatap kepergian Nisa hingga punggung Nisa tak terlihat lagi. Nathan beranjak dari tempat duduk, berjalan menuju mobil sport miliknya.

Ia melihat sebuah BMW putih dan bertuliskan Nisa di plat nomor polisi. Nathan tersenyum.

"ia masih suka warna putih" ucap Nathan dan masuk ke mobil, ia melaju kendaraan menuju villa pribadinya.

Sesampai di Villa, Nathan masuk ke dalam, Nayla berbaring di sofa tamu, Nathan menatap Nayla aneh.

"Kenapa kamu tiduran di sini?" Nathan melempar jasnya di atas tubuh Nayla.

"iih bau tahu" Nayla melemparkan kembali ke Nathan.

"Parfum paling mahal yang kakak gunakan, satu Minggu akan tetap wangi" Nathan tertawa dan duduk di depan adiknya.

"Kakak sangat bahagia tapi aku menderita?" Nayla memancungkan mulutnya.

"Kenapa?" Nayla menarik salah satu alisnya.

"Dokter Nisa itu telah menyelamatkan Stevent" ucap Nayla.

"Berarti kamu harus berterima kasih kepadanya" ucap Nathan.

"Kakak apaan sih, dia telah menggagalkan rencana ku" Nayla kesal

"Apa kamu mau Stevent mati?" tanya Nathan menatap Nayla.

"Tidak." jawab Nayla singkat.

"Apa kamu tahu, jika Nisa tidak membawa Stevent ke rumah sakit, dipastikan Stevent mati" jelas Nathan.

"Apa maksud kakak?" tanya Nayla penasaran.

"Stevent di tembak di dada hampir mengenai jantungnya" tegas Nathan.

"Apa?" Nayla terkejut, ia hanya memerintahkan anak buahnya untuk menembak ban mobil Stevent.

"Stevent telah menyelidiki kecelakaannya, dan kamu adalah tersangka dalam kasus ini" ucap Nathan.

"Tapi Stevent tidak akan melaporkan ke polisi, karena mereka merahasiakan kasus ini, ia sangat cerdas, ia pasti yakin masih ada orang lain dalam kecelakaan itu" jelas Nathan.

"Aku akan menemui Stevent, aku harus menjelaskan ini semua" Nayla beranjak dari sofa dan akan pergi meninggalkan Nathan tapi tangannya di tahan Nathan.

"Apa kamu mau mengantarkan nyawamu kepada Stevent?" tanya Nathan.

"Sudah kakak katakan Stevent itu tidak bodoh"

Nayla kembali duduk.

"Kak, aku mau ketemu Nisa" ucap Nayla manja.

"Tidak usah, aku tidak mau Nisa tahu tentang dunia hitam ku, jangan pernah bertemu dengan Nisa" perintah Nathan.

Nayla hanya mengangguk.

"Pulanglah, kakak mau istirahat, jangan bertindak bodoh" ucap Nathan.

Nathan menaiki tangga menuju kamarnya. Ia melemparkan jas pada keranjang pakaian kotor, melepaskan dasi dan membuka beberapa kancing kemejanya, mengendorkan ikat pinggang, merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk, ia tersenyum begitu bahagia, hingga berguling- guling di atas tempat tidur dengan ukuran yang besar, ia selalu teringat senyum manis Nisa, suaranya yang lembut dan tatapan mata yang indah.

" Ia sangat Cantik, aku ingin selalu memandang wajahnya, selalu membuatku rindu dan candu" Nathan berbicara sendiri

****

Kamar Stevent

Stevent masih beristirahat di kamarnya, Ia berbaring telentang di atas tempat tidur big size menatap langit-langit kamar, teringat kejadian di ruangan Nisa.

Stevent mengepalkan tangannya, hari ini ia di permalukan untuk pertama kalinya oleh seorang wanita, ia di tolak mentah-mentah dan di usir oleh petugas keamanan. Ina adalah kejadian langka jika dunia tahu, hancur sudah reputasinya.

Seorang Stevent lu Alexander, pimpinan Mafia, bos terkaya , di usir dari rumah sakit oleh seorang Dokter, dan Dokter itu menyelamatkan hidupnya.

"Aaaarrghh" Stevent berteriak mengacak rambutnya, melempar bantal ke lantai, mendengar teriakkan Stevent, Jhonny yang berada di ruangan sebelah kamar Stevent segera menuju kamar Tuannya.

"Ada apa Tuan?" tanya Jhonny khawatir.

"Apa kamu sudah mendapatkan semua tentang Nisa?" tanya Stevent kesal.

"Sudah Tuan, sepertinya Dokter Nisa adalah keluarga Fathur" jelas Jhonny.

"Hahahaha" Stevent tertawa keras dan lantang, hingga mengejutkan Jhonny.

"Aku selalu mendapatkan semua yang aku inginkan, Nisa, kamu telah berada dalam genggaman ku" Stevent tersenyum Devils.

Jhonny melihat tingkah tuannya, ia bergegas membuka pintu ketika mendengar ketukan.

"Tuan waktunya Anda makan siang dan meminum obat" Jhonny mengambil baki berisi makanan dan segelas air putih dari seorang pelayan yang menunggu di depan pintu kamar.

Dengan semangat Stevent menghabiskan makan malam dan meminum obat, ia harus segera pulih agar segera menemui keluarga Nisa yang akan ia hancurkan atau akan ia selamatkan.

💓 Thanks for reading 😊

Dukung Author terus yaa, jangan lupa Vote juga💓

♥️Love you readers ♥️

1
Mayfi Ifriyanti
mbak kok season 2 Fauzan tidak ada kata lanjutan malah tulisan hapus semua gimana ceritanya gitu maaf 🙏
Atze Atze
singkat cerita Nathan dan Afifah menikah..gitu Thor...
Atze Atze
terlalu banyak pemain...thor
Atze Atze
Aisyah bego..nikah dulu kamu sama Jhonny...
Atze Atze
biar modar saja Jhonny goblok...pergi saja Aisyah..dari laki laki goblok model Jhonny..
Atze Atze
singkat cerita Nisa melahirkan..gitu Thor..
Atze Atze
Steven bukan manusia tapi hewan..
Atze Atze
bertele-tele ceritanya...
Atze Atze
goblok.begoooo.tolol..buat Jhonny..
Atze Atze
kejam tapi bego dan bodoh... bertindak dengan emosi... begoooo si Steven..
Atze Atze
Nisa.. jangan pernah menangis' saat berkelahi dengan Nathan...kamu juga harus kejam..nisa
Atze Atze
pusing bacanya... banyak kejahatan... membosankan Thor.. bacanya... bertele-tele..
Kayyana Indah
aku udh brp x baca cerita ini .. tp tetep seru ...
Kayyana Indah
Haha... aku udh brp x baca sampe tamat, tp ttp seru ..😍 suka bgt
Indrayani Andika
apakah ada novel khusus untuk pangeran Fauzan dan Viona suka banget ceritanya 🙏🙏🥰🥰
Prafti Handayani
Afifah adalah adikya dokter Aisyah...
Prafti Handayani
Jodohnya bbg Nathan mulai nongol ni.Putri Ayesha jodohny bbg Nathan.dan bklan jdi adik iparnya bbg Kenzo...akhirnya semua bertemu jodohnya masing"😊🤗
Prafti Handayani
Ayesha adiknya Kenzo.
Mulai terkuak masa lalu Kenzo.
Prafti Handayani
Wah ternyata kakaknya si Jade adalah si Oppa tmen kuliah kedokteran Nisa /Facepalm//Facepalm/

Apalah makin tak kebakaran jenggot si Stevent...
Prafti Handayani
Kenapa visualnya Roni gda thor???☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!