NovelToon NovelToon
Hamil Setelah Diceraikan

Hamil Setelah Diceraikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Cerai / Romansa / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:41.4k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Soal keturunan memang kerap menjadi perdebatan dalam rumah tangga. Seperti yang terjadi dalam rumah tangga Hana.

Hubungan yang sudah dibangun selama 10 tahun, tiba-tiba hancur lebur dalam satu malam, saat suaminya mengatakan dia sudah menikahi wanita lain dengan alasan keinginan sang mertua yang terus mendesaknya untuk memiliki keturunan.


"Jangan pilih antara aku dan dia. Karena aku bukan pilihan." -Hana Rahmania.

"Kalau begitu mulai detik ini, aku Heri Hermawan, telah menjatuhkan talak kepadamu, Hana Rahmania, jadi mulai detik ini kamu bukan istriku lagi." -Heri Hermawan.

Namun, bagaimana jika setelah kata talak itu jatuh, ternyata Hana mendapati dirinya sedang berbadan dua? Akankah dia jujur pada Heri dan memohon untuk kembali demi anak yang dikandung atau justru sebaliknya?

Jangan lupa follow akun sosmed ngothor
Ig @nitamelia05
FB @Nita Amelia

salam anu 👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Rencana Kembali Bekerja

Pagi harinya.

Setelah selesai mandi Heri menghampiri istrinya yang sedang menyiapkan pakaian kerjanya. Merasa bersalah karena sudah mengabaikan Hana semalam, dia memeluk tubuh wanita itu dari belakang.

"Maafkan aku ya, Han, sudah membuatmu kecewa. Semalam aku benar-benar lelah," ucap Heri lalu mengecupi leher Hana.

Wanita itu menggeliat karena merasa geli, dia tahu Heri tidak sengaja. Jadi sebelum pria itu meminta maaf, Hana sudah memaafkannya lebih dulu.

"Iya, aku mengerti kok. Lagi pula salahku juga karena tidak melihat kondisimu," jawab Hana, dia balas memeluk lengan Heri yang melingkar di perutnya.

"Nanti malam kita pasti bisa melakukannya, Sayang. Tunggu aku pulang ya."

Heri berkata seperti itu sebab dia sudah mengatakan pada Mayang, bahwa selesai dari perusahaan dia akan langsung pulang ke rumah. Dia akan mempertahankan kepercayaan Hana.

Hana langsung membalik badan, hingga mereka saling tatap. Bahkan Hana tak segan untuk menggantungkan tangan di sepanjang leher suaminya.

"Baiklah, aku akan menunggumu lagi malam ini," katanya dengan penuh harap. Heri langsung tersenyum, dia tahu meluluhkan hati Hana adalah hal yang paling mudah.

"Jangan lupa untuk memakai baju kesukaanku."

"Aku tidak akan lupa, Her," balas Hana terkekeh.

Heri mengusap wajah Hana dengan lembut, lalu mulai meraup benda ranum itu. Setiap Heri menyentuhnya, Hana kembali merasa dicintai, sehingga dia pun membalas semua perlakuan suaminya.

"Oh iya, Her, ada yang ingin aku sampaikan padamu. Aku memutuskan untuk bekerja lagi," ujar Hana setelah pagutan itu terlepas. Semalam dia tidak bisa tidur, jadi memikirkan banyak hal termasuk untuk kembali bekerja.

Dari pada di rumah dia terus sakit hati mendengar ucapan Mamah Saras, juga perasaan tak nyaman saat berhadapan dengan Papah Aris. Sebisa mungkin dia ingin menghindar, demi menjaga kewarasannya.

"Kamu yakin?" tanya Heri, sambil memasang dasi Hana langsung menganggukkan kepala. Keputusannya sudah bulat, entah nantinya pekerjaan apa yang akan dia geluti, itu urusan belakangan.

Heri berpikir sejenak. Kalau Hana kembali sibuk bekerja, artinya Hana tidak akan terlalu fokus padanya. Jadi dia bisa lebih bebas untuk menghabiskan waktu dengan Mayang.

"Baiklah, aku akan mengizinkanmu. Tapi kamu tidak boleh terlalu memforsir waktu. Aku tidak mau kamu sakit," jawab Heri sambil mengusap kepala Hana dengan sayang. Sontak wanita itu pun tersenyum. "Nanti kita bicarakan di meja makan. Supaya Mamah dan Papah juga tahu kesibukanmu."

Hana mengangguk lagi, merasa senang karena akhirnya Heri memberikan keputusan yang bijak.

Sementara di luar sana Mamah Saras sudah mengomel, karena sang menantu terlambat datang ke meja makan. Membuat dia dan Papah Aris terpaksa menunggu.

"Dia ini sedang apa sih? Hanya mengurus pakaian Heri saja sampai selama ini!"

Heuh, beberapa kali wanita paruh baya itu menghela nafas kesal.

"Sabar, Mah. Lagi pula kita belum ada lima menit di sini," timpal Papah Aris sambil mengusap-usap punggung istrinya.

Hingga tak berapa lama kemudian Heri dan Hana keluar dari kamar. Mamah Saras langsung melayangkan tatapan permusuhan. Karena Heri pasti masih tergoda oleh tipu muslihat Hana. Harusnya Heri hanya bersikap romantis saja pada Mayang.

"Tidak sopan membuat orang tua menunggu!" ketus Mamah Saras menyindir. Sontak saja Heri dan Hana langsung saling pandang.

"Mamah, Hana tadi nyiapin baju kerja aku dulu," jawab Heri, bicara dengan pelan dan melayangkan tatapan teduh, agar Mamah Saras berhenti marah-marah.

"Halah, bilang saja dia ini sengaja. Dari kemarin dia selalu melawan Mamah. Kalau ada kamu baru dia cari muka!"

Mungkin sudah seribu kali lebih Mamah Saras bicara tanpa memikirkan perasaan Hana. Akan tetapi kabar baiknya, Hana tak lagi mengindahkan makian ibu mertuanya. Semuanya dia telan mentah-mentah.

"Her, lebih baik kamu cepat sarapan atau kamu akan terlambat," sela Hana yang membuat Mamah Saras bertambah meradang.

Wanita paruh baya itu ingin kembali marah, tetapi segera ditahan oleh Papah Aris, pria itu menggelengkan kepala, ingin menyudahi perdebatan ini.

"Ayo kita sarapan!" ajak pria itu, yang akhirnya membuat Mamah Saras mengalah.

Disela-sela mereka mengunyah, Heri berusaha membuka obrolan, ingin mengatakan rencana Hana untuk kembali bekerja.

"Mah, Pah, mulai hari ini Hana akan mencari pekerjaan. Jadi, untuk urusan rumah, paling nanti aku cari tukang bersih-bersih," ujar Heri sekaligus memberi keringanan pada istrinya.

Namun, Mamah Saras terlihat tidak setuju. Dia maunya Hana yang tetap bertanggung jawab atas kebersihan rumah ini, juga masak-memasak.

"Tidak! Kalau memang dia mau kerja ya kerja saja. Urusan rumah memang tanggung jawab dia sebagai istri. Kalau tidak sanggup, ya jangan ambil keputusan sendiri!" cetus Mamah Saras dengan mimik serius.

"Tapi, Mah, Hana pasti lelah." Heri berusaha untuk meluluhkan ego ibunya.

"Betul, jangan—" Papah Aris ikut menimpali, tapi perkataannya langsung dipotong.

"Itu sudah resiko dia. Kalau mau ya silahkan, tidak ya sudah!"

Hana yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara. "Baik. Heri dan Papah tidak perlu berdebat lagi untuk membelaku. Aku akan melakukan apa yang dikatakan Mamah. Selain jadi wanita karir, aku juga harus jadi istri yang baik 'kan?" Cetusnya, membuat Mamah Saras bungkam seketika.

**

Setelah seharian berkutat di depan laptop untuk mengirim surat lamaran secara online. Hana kembali bersiap-siap untuk menyambut suaminya pulang bekerja.

Sementara Heri pun sudah dalam perjalanan, namun tiba-tiba Mayang menelpon mengatakan bahwa dia sedang sakit dan meminta Heri datang.

"Kamu minum obat saja dulu, May. Malam ini aku sudah berjanji pada Hana untuk pulang ke rumah."

"Tapi aku ini sedang sakit, Kak. Apa kamu tidak peduli sedikitpun padaku?"

"Iya aku peduli, makanya aku menyuruhmu minum obat."

"Aku maunya kamu datang. Aku ingin dimanja oleh suamiku, apa aku salah?"

"Tapi, Mayang ... aku—"

"Apa? Katakan saja bahwa kamu memang menikahiku hanya karena Mamah."

Heri menghela nafas panjang, selain masih jadi pasutri baru, dia juga memahami kalau umur Mayang masih sangat muda. Jadi masih begitu manja. Mau tidak mau malam ini dia harus datang ke apartemen Mayang terlebih dahulu.

"Oke, aku akan membawakanmu makanan dan obat. Tapi setelah itu aku pulang ya," ujar Heri meminta kelonggaran.

"Tidak masalah, yang penting aku bisa memeluk Kakak sebentar," jawab Mayang merengek.

Akhirnya setelah panggilan itu terputus, Heri pun memutar haluan untuk sampai di apartemen istri keduanya.

Sementara Hana terus menunggu, dia sudah bersiap-siap dan berdandan cantik. Namun, senyum cerianya harus sirna saat Heri mengirim sebuah pesan, bahwa dia mendapat lembur secara mendadak.

Hati Hana kembali mencelos, ada yang mengganjal di dadanya hingga menyisakan sesak juga rasa curiga yang semakin besar. Akhirnya Hana memutuskan untuk menelpon kantor suaminya, ingin memastikan.

"Halo, ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang wanita di ujung sana.

"Halo, saya Hana istri dari Tuan Heri. Apakah suami saya masih ada di sana?"

"Tuan Heri? Maaf, Nyonya, Tuan Heri sudah pulang sekitar satu jam yang lalu."

Deg!

1
amilia amel
mantap hana, membalas pelakor dengan cara yang elegan
Tuti Hayuningtyas
lanjuuuuuut teruuuuuuus thooooooooor
Roulysa Marluna
Lumayan
Ma Em
Mayang cuma punya suami hasil merebut dari orang saja bangga , benar kata Hana kalau bkn ibunya Heri yg suruh menceraikan Hana mana mau Heri menceraikan Hana, sebentar lagi juga Mayang dijadikan babu sama ibunya Heri , thor aku ucapkan minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin semoga kita semua diberikan keberkahan sehat panjang umur dan murah rejekinya . 🤲🙏
Anyong²
nikmatin aja nyonya sarah kan itu mau kamu sendiri 😅😅
emma
Luar biasa
Eka Burjo
oke
Uthie
baru up lagi 😁
Isee
hana kl butuh pasukan bt dedesin putu mayang, aku siap🤭
yuning
luar biasa
yuning
minal aidzin walfaizin
jumirah slavina
berbunga² lah hati El., mendengar Hana janda...
🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🏃🏃
jumirah slavina
lopeeeeeee Hanaaaa
jumirah slavina
keren s' Hana mah...
jumirah slavina
tar lg nangis darah lu...
liat Hana d'jadikan istri oleh El...
dan kejang² pas tau klo El pemilik perusahaan...
dan saat itu terjadi., Aku akan mentertawaknmu layangan
Dien Elvina
kyk nya si Elgar deh yg gak sengaja mendengar pertengkaran Hana dan Mayang 🤭
wah ini berita bagus untuk nya bukan kah dia msh mengharap kan Hana 🤭
selamat hari Raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin untuk semua readers dan othor kesayangan Nita mohon maaf lahir dan batin 🙏🥰🤗
vivinika ivanayanti
Mohon maaf lahir bathin juga Kak Thor.... lopeupull 🥰🥰😍
Niͷg_Nσͷg
Pasti orang yang tidak sengaja mendengar pertengkaran antara hana dan mayang , adalah Elgar 🤔🤭 selama ini Elgar kan selalu diam2 nguntitt hana? 😂 jadi kalau Elgar tidak melihat keberadaan hana, pasti langsung nyari. andai benar itu benar Elgar? malah lebih baik kan? siapa tahu Elgar bisa membatalkan kerjasamanya dengan mayang..biar kapokk tuh mayang, karena hasil kerjasamanya dengan Elgar gagal.

Bagus han? aku suka gaya eloo...pokoknya siapapun yang berani nyakitin kamu, bls han? lawan..jangan pernah diam saja dan mempersilahkan orang lain menginjak-injak harga dirimu.
erin_erina
mohon maaf lahir dan batin thor🙏
makasih ya thor masih nyempatin buat up😁
Devy
yes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!