NovelToon NovelToon
Pesona Almira

Pesona Almira

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nay Lissa

Almira merupakan abdi ndalem yang memiliki kepribadian ganda, kadang dirinya bersikap seperti preman karena dulunya di merupakan preman jalanan dan terkadang dia bersikap lemah lembut. Ia menikah dengan seorang Gus yang mana awalnya menjadi pembicaraan di keluarga suaminya karena Almira hidup sebatang kara. Dan Gus itu pun menerimanya hanya karena keterpaksaan dari orang tuanya. Bagaimana perjalanan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay Lissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke Pesantren

Seminggu sudah, Almira hidup bersama Mak Jum dan anak-anaknya. Kini saatnya ia kembali ke pesantren. Walaupun dirinya masih ingin bersama mereka namun bagaimanapun ia harus kembali ke pesantren.

"Mak sebelumnya saya ingin berterima kasih karena telah mengizinkan tinggal disini." Ucap Al.

"Kamu kan juga Mak senduru Nduk. Kalo besok liburan jangan lupa kesini lagi."Mak Jum merasa sedih Almira kembali namun mau gimana, disana dia mengaji.

"Ya Al. Gue janji deh, kalo Lo ke sini lagi gue ajak keliling rumah gue." Al lagi-lagi merasa di ejek oleh tikus imut itu lagi.

"Lo nggak usah ngomong yo, daripada bikin ati gue kesel." Ceplos Almira yang membuat keluarga Rio tertawa.

"Kalian itu mau pisah, masih aja bertengkar."Sela Mak Jum.

"Oh ya mak, ini ada rezeki sedikit buat Mak. Kalo Mak nolak, Al nggak mau ke sini lagi" Al memberikan kardus kompor serta isinya yang griiss dari pasar.

"Ya Allah Nduk, malah ngrepotin." Mak merasa sangat bahagia karena barang yang sempat di idamkan kini menjadi miliknya.

"Ini halal kan Al? Lo nggak ngrampok orangkan?" Tanya Rio yang membuat Al ingin menyimpan mulutnya.

"Hush! Rio!." Mak Jum menabok anaknya.

"Aduh Mak. Bercanda hhh..." Ucap Rio sambil mengusap-usap tangannya yang sakit.

"Yo sini deh, gue mau bisikin Lo sesuatu." Rio langsung mendekatkan telinganya tanpa merasa curiga sedikit pun.

"TIKUSS JELEEKKKK!! BERANINYAA LOO NGATAIN GUE NGRAMMPOOKK!!!!" Teriak Almira sekencang-kencangnya membuat Rio langsung mundur dan memegang kupingnya yang sakit.

"Asem Lo Al , gimana kalo gendang telinga gue jebrol?" Umpatnya.

"Tinggal di tambal lagi lah."

"Awas looo..."Rio mengejar Almira "Lo bakal gue tangkep terus gue bakal teriak di telinga Lo lebih keras!"

"Mak Rio sakit jiwa!!" Teriak Al di belakang Mak Jum , membuat wanita itu harus menutup telinga.

"Mak mending minggir, Rio mau balas tuh anak."

"Kak Al! Taksinya udah datang!" Teriak Ali dari luar rumah.

Rio berhenti mengejarnya, ia balas menatap Al dengan wajah sendu begitu juga dengan Mak Jum, baru saja mereka merasakan kebahagiaan sekarang sudah harus berpisah.

"Mak, Al janji bakal ke sini lagi kok. Ini kan juga rumah Al." Ucap Al menenangkan hati Mak Jum "Al pamit dulu ya.. Assalamu'alaikum." Lanjutnya.

"Wa'alaikumussalam. Ati-ati ya Nduk." Rio membawakan barang Al ke mobil.

Setelah berpelukan dengan Mak Jum untuk meluapkan rindu yang akan di alami ketika di pesantren, Al masuk mobil. Sedangkan dengan Rio, Al hanya berjabat tangan.

"Gue bakal kangen Lo Curut imut." Ucap Rio.

" Gue nggak bakal kangen Lo tikus jelek." Almira sengaja menghentikan ucapannya., ia ingin melihat wajah sahabatnya itu yang menekuk "Tapi guee bakal sangat kangen sama lo tikus jelek. weekkk..." Rio langsung mencubit pipi Al dengan sangat keras membuat Al membalas menjewer kuping Rio. Padah Al berada di dalam taksi sedangkan Rio di luar.

"Mbak mau jalan kapan?" Supir taksi hingga gemas melihat penumpangnya yang masih ribut dengan pacarnya.

"Sekarang pak. Daaahhh.... " Al melambaikan tangannya dari jendela untuk mereka.

 

...........

"Assalamu'alaikum." Agam memasuki rumahnya yang tak terkunci dan langsung di sambut bahagia oleh kedua adiknya.

"Wa'alaikumussalam. Mas Agam!!" jawab mereka kompak.

"Halo para Heronya mas Agam!Apa kabar!" Ucap Agam sambil memeluk kedua adiknya itu.

"Aqil, kangen mas Agam. Lama amat mas Agam perginya." Nerocos Aqil yang tak mau turun dari gendongan kakaknya itu.

"Aqil, Mas Agam capek turunnya ya..nak..!" Ucap Umi.

"Nggak papa mi." Jawab Agam sebiasa mungkin.

"Mas nanti kita main lagi ya..?" Ajak Afif, yang membawakan tas kakaknya.

"Gimana yaa..??" Agam berfikir terlebih dahulu.

"Ayo lah mas!" Rengek mereka.

"Aqil!Afif! Mainnya besok aja masmu capek." Ucap Kyai Fatih, mau tak mau kalau ugldah kyai Fatih angkat bicara mereka pun menurutinya.

"Gimana Gan kabar kakek nenekmu?" Tanyanya pada Agam.

"Alhamdulillah." Jawabnya singkat.

"Aqil turun yaa.. mas Agam mau naruh tas di kamar!" Aqil menurut, ia lalu berlari kepada Kyai Fatih .

"Ini mas tas nya." Afif memberikan tas pada kakaknya.

"Minum dulu nak, umimu udah buatin teh anget!" Pinta Abinya.

Agam menurutinya karena tak ingin membuat umi Sarah kecewa. Setelah meneguk abis dia langsung pamit ke kamarnya yang berada di lantai dua.

"Assalamu'alaikum." Salam seorang lagi namun suaranya seperti seorang perempuan.

"Wa'alaikumussalam." Umi Sarah keluar rumahnya menemui tamu itu.

"Almira kamu sudah kembali Nduk?" Tanya umi Sarah, lalu mempersilahkan Almira masuk.

"Nggeh umi. " Almira memasuki ruangan yang tidak asing baginya, rumah keduanya setidaknya itulah yang dipikirkannya.

" Duduk di sofa nduk!" Pinta halus kyai Fatih saat melihat Almira duduk di atas karpet. Almira menurutinya.

"Aqil sama Afif salaman sama Mbak Al!" kedua anaknya itu langsung menurutinya dengan senang hati kemudian langsung berlari lagi entah kemana.

"Itu pak Yai. Anu..?" Suaranya tiba-tiba berat untuk mengucapkan kalimat.

"Ada apa nduk?"

"Uangnya.. uangnya usah habis untuk.." "Oalah masalah uang to, Ndak papa itu kan sudah menjadi hakmu Nduk." Sela pak Yai tanpa mendengar penjelasan Almira karena dia sudah begitu percaya pada gadis di depannya itu.

"terima kasih pak Yai. Kalau begitu saya pamit dulu kembali ke pesantren."

"Minum dulu nduk, setelah habis baru kembali. Mubazir nggak di habiskan." Almira menurutinya.

Pesantren masih sepi hanya ada beberapa orang pengurus yang giliran jaga. Almira langsung kekamarnya karena dirinya begitu lelah.

"Woii!! Betah amat di rumah?"Bukan menyambutnya dengan baik Qila malah menjitak kepala teman sekamarnya itu.

"Kebiasaan kamu Qil. Kamu balik kapan?"

"Kemarin, udah nggak betah gue di rumah, di omeeelllliiiinnn mulu." Ucapnya.

"Seharusnya kamu senang dong di omelin Mulu kok malah balik?" Almira heran dengan teman-temannya, dirinya aja pengen ngerasain di omelin orang tuanya sedangkan orang yang di omelin orang tuanya malah kabur. Wajar karena dia belum tau kalo emak-emak lagi ngomel.

"Lo pasti bakal kabilur kalo liat emak gue lagi ngomel. Udahlah jangan bahas gue. Btw gimana liburan Lo?" Tanya Qila mengganti topik.

"Alhamdulillah." Jawabnya "Qil emang Lo berani tidur disini sendirian, di sini kan banyak hantunya." Sudah biasa kalo pesantren itu ada makhluk ghaibnya, tidak hanya pesantren tapi setiap rumah.

"Nggak lah, yang ada hantu pada lari liat gue." Lagaknya sok pemberani padahal penakut, menang omongannya saja. Dasar Qila.

"Mbak Qila mau ngambil mbantalku." Wajah Qilla merah saat melihat seorang pengurus kecil yang datang mengambil bantalnya karena semalam menemaninya tidur di sini. Almira hanya tersenyum.

"Sis, Mbak Qila disini tidur sama siapa?" Tanya Al sengaja.

"Sama aku mbak, sebenarnya sih aku nggak mau tapi kata mbak Qila kalo nggak mau bakal kena ta'ziran( sejenis hukuman di pesantren)." Almira merasa bahwa kemenangan di pihaknya setelah mendengar pengakuan bocah itu.

"Udah bocah sono, gue nggak bakal minta temenin Lo lagi." Qila menyesal meminta itu anak untuk menutup mulutnya di depan teman-temannya. Anak itu langsung pergi setelah mengambil bantal dan selimutnya.

"Dasar mbak Qila nggak tau terima kasih!" Ucap anak itu sambil memicingkan bibirnya.

"Udah Qil, gitu aja kok bertengkar nyantai saya orangnya jaga rahasia kok apalagi rahasia kamu." Qila mengerutkan alisnya "Rahasia apa memangnya?"

"Kalo kamu maksa anak kecil untuk menemani tidur dengan ancaman ta'ziran."

"Sialan Lo Al. Udah, gue ngambek sama Lo." Ancamnya.

" kalo gitu saya nggak mau tidur sama tukang ngambek." Ancamnya balik.

"Oke, oke gue nyerah." Qila memutuskan mengalah dari pada harus tidur sendirian di kamar.

 

1
lizam libanon
apa sih maksud dari kata "Sedikit" di paragraf ini?
Abel Yasmin
good
Eva Sri Wahyuni
ngakak wkwk
Widya Aza
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak ya allah
Widya Aza
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak ya allah
Widya Aza
ngakak ya allah 🤣🤣🤣🤣🤭
Har Tini
lanjut tjor baru MMpir👍
Nurul nurul
kapan mp nya??
Nurul nurul
kok agak aneh,klo Agam ngajar pagi bukannya sebelum berangkat seharusnya Almira dibangunin dulu
Nurul nurul
othor dari Tuban kah,berarti kita tetanggaan,aq Tuban rengel
Nurul nurul
pondoknya wilayah mana??ada Tuban...ada Bojonegoro...apa pondoknya wilayah Widang?Lamongan?atau mbabat...kan di mbabat ada ponpes terkenal,pondok langitan
Nurul nurul
mentang² istrinya mantan preman mau dijadikan ketua keamanan😂😂ada² aja lu gam
Nurul nurul
"Adam i'm coming"😂
Nurul nurul
pondoknya critanya asal mana ya,kok ada daerah Tuban juga...btw aq juga dari Tuban ,wilayah kecamatan Rengel
Nurul nurul
bukannya klo rebus telur itu pas airnya masih dingin,kok itu dimasukin pas udah mendidih
Nurul nurul
Thor,pake bahasa indo yg jelas napa,ada bahasa getek segala,kan bisa pake galah...untung aq Jawa,klo luar Jawa kn aq ngk faham
osie
semangat thor...
Ummi Alfa
Ibu tirinya koq gitu sih! ndak mencerminkan istri Kyai.
Ummi Alfa
Bener kata si Mbah kalo mereka mirip ternyata memang adik kakak.
Rini Apriyanti
Mentang2 istrinya preman, mau dijadikan ketua keamanan 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!