Sepertinya alam semesta ingin bercanda denganku, orang yang ku cintai meninggalkanku di saat mendekati hari pernikahan kami. meninggalkan luka yang menurutku tidak ada obat untuk menyembukannya walaupun dia kembali untuk minta maaf.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 9
Arun.
Bahuku terasa berat dan dekuran halus yang menerpa leherku, saatku membuka mata dan menoleh ke samping ternyata mita tertidur di bahuku, sambil memeluk tubuhku. Dan lihat siapa yang melewati batas wilayah kasur. Aku garis bawahi bahwa mita telah melewati batas dan tertidur di wilayah kasurku. Kalau mengingat kejadian tadi malam dia yang mengingatkan aku beberapa kali agar tidak melewati batas kasur yang telah kami buat. Tapi lihatlah sekarang malah mita yang melewati batas. Perlahan-lahan aku lepaskan pelukannya dari tubuhku dan jangan sampai mita terbangun. Aku bersyukur, aku yang lebih dulu bangun jika mita yang lebih dulu bangun dan melihat posisi tidur kami yang saling berpelukan, aku yakin kejadian tadi malem akan terulang. Percekcokan merebutkan siapa yang lebih berhak tidur di kasur ini, sampai kami menemukan titik terang yang berhak tidur di kasur ini.
Flasback on
“hey kamu mau ngapain?” tanya mita padaku
“kau tidak liat kalau sekarang sudah jam 11 malam, ya bearati aku mau tidur“ kataku santai sambil membaringkan tubuhku di kasur, tiba-tiba mita menarik kakiku sampai jatuh ke lantai. Kuat juga tenaganya sampai bisa menarik badanku yang cukup berotot ini.
“aaww,, kamu apa-apaan si mita orang mau tidur malah di tarik-tarik?“ aku mengelus pantatku yang terbentur ke lantai, tidak sakit si hanya lumayan memastikan bongkongku masih aman.
“kamu gak boleh tidur di kasur ini“ ucap mita salah tingkah sambil menggaruk kepalanya
Aku berdiri dan duduk di pinggiran kasur dan melihat kearah mita
“eh inikah kasurku, kenapa aku tidak boleh tidur disini“
“kalau kamu tidur disini aku tidur dimana?” tanya mita
Oh aku sekarang tahu maksudnya kenapa aku tidak boleh tidur disini, mita mungkin tidak mau tidur satu kasur denganku, aku tahu kecemasannya dia takut kalau akan terjadi hal-hal aneh jika kami tidur satu kasur. Walaupun hal aneh itupun terjadi seharusnya tidak apa-apa karena kamikan sudah sah berstatus suami istri. Tidak perlu ada yang di
khawatirkan kan
“ya kamu juga tidur di kasur ini bareng aku, kenapa harus bertanya mau tidur di mana” ucapku, aku ingin mencoba sedikit menjailinya mungkin akan menjadi sedikit hiburan untukku
“aku tidak bisa tidur satu kasur denganmu“ "kenapa? bukankah kita suami istri?”
“ak kkuu belum siap?" ucap mita terbata-bata sambil menundukan kepalanya, haha lucu sekali melihatnya. Aku ingin sekali tertawa dengan keras, apa maksudnya belum siap, emang mau siap-siap apa
“siap apa?” tanyaku dengan sebiasa mungkin, aku menahan bibirku agar tidak terlihat tersenyum.
Tidak ada jawaban dari mita, mungkin dia malu mau menjawab apa.
“kalau kamu berpikiran bahwa aku akan meminta hak-ku sebagai suami, kamu salah mita. Tenang saja aku tidak akan meminta hak-ku sebelum ada rasa cinta di antara kita.” Ucapku, mita melihat kearahku, kami pun saling memandang satu sama lain, karena cukup lama kami saling memandang akhirnya mita yang mengalihkan wajahnya ke arah lain.
“jadi kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun kepadamu walaupun kita tidur satu kasur“ kataku lagi, mita diam belum mengatakan apapun dari tadi.
“aku melihat ada kasur kecil di raung kerjamu, kenapa kamu tidak tidur di sana saja, dan baiarkan aku tidur di sini sendiri“ ucap mita, sepertinya mita belum percaya bahwa aku tidak akan berbuat apapun padanya, kenapa mita susah sekali untuk percaya.
“acc di ruang kerjaku rusak, aku tidak bisa tidur kalau kepanasan” kataku jujur, ini bukan alasan agar aku bisa tidur bareng dengan mita tapi memang benar, saat tadi siang ketika aku ingin tidur setelah membersihkan dapur ternyata acc di ruang kerjaku rusak dan aku memilih tidur di sofa ruang tamu.
“kamu nggak bohongkan?” tanya mita, aku melihat ekspresinya kalau mita mencurigaiku, meragukan apa yang aku katakan.
“baikalah kalau kamu tidak percaya, ayo keruang kerjaku dan kamu bisa cek sendiri accnya rusak atau tidak.”
“ok tidak perlu, aku percaya katamu“ aku berhenti melangkah, mita mencegahku ketika aku ingin mengajaknya ke ruang kerjaku.
“kalau kamu ingin menyuruhku untuk tidur sofa, aku akan menolak. Tadi siang aku sudah tidur di sofa dan bandanku jadi pegal-pegal bahkan sekarang badanku masih pegal-pegal.” Kataku saat melihat pandangan mita mengarah ke sofa
“dan kalau sekarang kamu menyuruhku tidur di sofa, entahlah besok badanku akan menjadi apa” lanjutku,
“kalau begitu aku saja yang tidur di sofa” kata mita sambil mengambil bantal dan guling yang ada di kasur
“mita aku udah bilang aku nggak akan berbuat hal-hal aneh padamu, kenapa kamu sama sekali nggak percaya ?” aku tidak tega jika mita tidur di sofa, aku sudah merasakannya saat tidur siang dan rasanya sangat tidak nyaman tidur di sofa
“tidurlah di kasur dan kita buat batasan, ini batasannya. aku atau kamu tidak boleh melewati batasan ini, jadi sudah jelaskan aku tidak akan melakukan hal aneh padamu” aku meletakan guling di tengah-tengah menjadi batasan wilayah kasur kami.
Mita tidak langsung mengiyakan ajakanku, mita mungkin sedang berpikir menerima ajakkanku untuk tidur satu kasur denganku atau tetap tidur di sofa dan bangun dengan badan yang pegal-pegal.
“baiklah, ingat ini batasan kita, jangan sampai ada yang melewati batas.” Ucap mita kemudian mita merebahkan tubuhnya di kasur. Ah akhirnya persoalan kasur sudah selesai juga dan aku pun bersiap-siap untuk tidur dan mematikan lampu kamar.
“ko lampunya di matiin, kan jadi gelap“ ucap mita, sepertinya sekarang kami akan mempersoalkan soal lampu.
“ya diman-mana juga kalau lampunya di matiin jadi gelap“
“tapi aku nggak bisa tidur dalam keadaan gelap sepeti ini“ ucap mita
“dan aku nggak bisa tidur dalam keadaan lampu menyala“ ok aku udah benar-benar lelah ingin tidur tapi kenapa harus mempermasalahkan soal lampu
“aku mohon lampunya jangan di matiin“ ucap mita memohon
Aku bingung harus bagaimana, sedangkan aku tidak bisa tidur kalau lampunya tetap menyala.
Aku kembali menyalakan lampunya dan berjalan keluar kamar, aku mengambil lampu belajar yang ada di ruang kerjaku, aku punya ide agar kami bisa tidur dengan kemauan kami masing-masing.
Flasback off
Aku beranjak dari kasur menuju kamar mandi, untuk cuci muka dan gosok gigi. Hari ini aku tidak akan masuk kerja, bukan karena aku malas atau tidak mau kerja, tapi ini suruhan papahku agar aku tidak dulu masuk kerja. Dan menyuruhku menikmati masa pengantin baruku, dan lebih parahnya lagi papahku menawariku tiket berbulan madu ke paris, katanya paris kota yang romantis pas sekali untukku dan mita untuk berbulan madu. Tapi aku menolaknya secara halus, aku rasa aku tidak perlu melakukan bulan madu bayangkan saja apa yang akan aku lakukan ketika berbulan madu dengan mita. Untuk tidur satu kasurpun harus memalui perdebatan yang rumit. Jadinya begini sekarang aku di paksa untuk cuti kerja selama tiga hari, baikalah dengan terpaksa aku akan menikamti masa cutiku.