NovelToon NovelToon
Jerat Pesona Duda Beranak 1

Jerat Pesona Duda Beranak 1

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Banggultom Gultom

Melissa Permata Sari, gadis muda yang nekat menjual keperawanannya demi melunasi utang keluarganya sebesar 150 juta. Di hotel tempat "transaksi" berlangsung, ia justru bertemu Adrian Sutil, pria tampan dan kaya yang bukan mencari kesenangan, melainkan seorang pengasuh untuk putrinya yang berusia tiga bulan.

Adrian memberikan penawaran tak biasa: jika Melissa berhasil membuat putrinya nyaman, separuh utang keluarganya akan lunas. Namun, ada satu masalah—Melissa belum bisa memberikan ASI karena ia masih perawan. Meski sempat ragu, Adrian akhirnya menerima Melissa sebagai pengasuh, dengan satu syarat tambahan yang mengubah segalanya: jika ingin melunasi seluruh utang, Melissa harus menjadi lebih dari sekadar pengasuh.

Bagaimana Melissa menghadapi dilema ini? Akankah ia menyerahkan harga dirinya demi keluarga, atau justru menemukan jalan lain untuk bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Banggultom Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Jatuh Cinta?

Bantal guling yang Melissa rasakan ini cukup aneh. Jika biasanya empuk, kini terasa bercabang dan keras. Matanya masih enggan terbuka, padahal cahaya matahari sudah hampir menusuk bokong.

"Aaaaak ... pak Adrian !"

Melissa memekik saat menyadari jika bantal guling yang ia peluk adalah tubuh Adrian . Mereka sama-sama terkejut, tetapi keterkejutan Adrian hanya karena mendengar teriakannya, sementara Melissa kaget karena ia mendapati tuannya tidur sekamar.

"Bapak ngelakuin apa aja semalam? Baju, baju aku? Astaga ... Pak, janjinya gak akan ambil keperawanan saya. Kalau begitu saya anggap hutang saya lunas!" Cerocos Melissa.

"Kamu bicara apa si?" Adrian masih separuh nyawa. Melihat pengasuhnya heboh pagi-pagi, ia merasa muak. "Gak ada yang apa-apakan kamu, Melissa!"

"Terus kenapa baju Bapak gak ada?"

"Saya buka, gerah. Semalam kamu saya pindahkan ke kamar karena kamu ketiduran di ruang tamu, saya juga ketiduran. Anak saya nangis semalam!"

"Jangan sepik, Pak!"

Adrian merasa tertantang dengan tingkah laku Melissa yang tidak mempercayainya. Ia mendekati wajah pengasuhnya itu, sontak Melissa refleksi memundur.

"Emang, apa yang kamu rasa?"

ucap Adrian semakin mendekatinya.Melissa menggeleng dengan wajah polos ketakutan. "Enggak Pak, enggak!"

"Apa ada sesuatu yang kamu rasa sampai tidak ada kepercayaan? Lalu, bagaimana rasanya kalau saya melakukan?"

Lagi-lagi Melissa menggeleng kuat, ketakutannya semakin jadi saat kepalanya mentok dinding yang berarti ia tidak bisa menjauh lagi dari Adrian yang semakin menghimpit. "Enggak Pak, saya percaya. Maaf!"

"Kamu mau saya ngelakuin itu ?"

"Jangan Pak!" Spontan Melissa berteriak dengan tangan menutupi bagian atas dan bawahnya.

"Perlu kamu tau, kalau saya melakukan itu saya yakin kamu sedang tidur pun pasti kamu berteriak. Untuk rasanya? Bagi perawan seperti kamu itu sangat menyiksa, bahkan bagai dibelah!"

Melissa menelan salivanya.

Merinding membayangkan jika itu yang ia rasa. Kini, Adrian sudah beranjak dari kasur setelah berhasil membuat Melissa kepikiran.

"Apa sebegitu sakitnya? Ihh aku takut, gak mau nikah!"

***

Melissa senang sekali mengantar makanan ke kantor karena di sanalah tempatnya bertemu dengan Andres.

"Melissa, apa kamu makan berdua setiap antar makanan?" tanya Yani.

"Iya, bawa makanannya dua terus!" timpal Sasa.

Melissa mengangguk. "Iya ini buat aku, jadi sengaja aku gak makan dulu di rumah biar nanti aku makan di sana sekalian!"

"Kamu jatuh cinta sama bapak ya?" tuding Sasa.

"Jatuh cinta? Haha, malah aku mau cepet-cepet kontrak kerjaku habis," balas Melissa.

Sasa dan Yani pun saling adu pandang seolah sedang bertukar pikir.

"Eh, tapi aku habis kehilangan duit nih, sedih banget!" gumam Melissa. Ya, tadi ia tak sengaja mengantongi uang. Berjalan-jalan sebentar, kemudian ia raba lagi kantongnya ternyata sudah kosong.

"Berapa?" tanya Sasa.

"100 ribu!"

"Jatuh mungkin," sahut Yani.

"Gak apa-apa, aku ikhlas.

Hmm ini aku langsung mau antar aja makanannya ya, Mbak!"

"Oh ya sudah, hati-hati!" sahut mereka.

Sudah ingin melangkah, tiba-tiba Melissa berhenti lagi. "Oh ya Mbak, bapak selalu diantar bodyguardnya, 'kan? Bapak juga selalu disupiri mereka, 'kan?"

Melissa hanya ingin memastikan jika nanti di kantor benar-benar ada Andres.

"Bodyguard selalu bersama ke mana pun pak Adrian ada, tapi hari ini bapak nyupir sendiri. Biasa, habis beli Fortuner baru!" sahut Sasa.

"Apa? Habis beli mobil baru?" Melissa memegang dagunya seperti sedang berpikir. "Hmm aku kok curiga ya!"

***

Tiba di kantor.

"Kak, seperti biasa ya!"

Betapa luasnya senyum Andres saat menanggapi satu kotak makan dari Melissa. Sebelumnya pun melihat kedatangan Melissa menenteng dua makanan, sudah membuat senang tadi.

Kini perempuan itu memasuki kantor. Namun, sejenak ia mematung saat melihat ada perempuan yang tak asing sedang mengusap-usap pipi majikannya.

"Kemari lah Melissa!" seru Mauren.

Adrian menatap lekat. Ia mengerti jika dalam posisi itu pengasuhnya merasa malu dan canggung.

"Mauren, sepertinya lebih baik kamu kembali lagi dengan kegiatanmu. Aku akan makan siang!" ujar Adrian .

Mauren tersenyum

menanggapi ucapan mantannya.

Kini, ia menoleh ke arah Melissa."

Melissa, terima kasih banyak ya.

Kamu boleh pulang, biar makanan itu aku yang siapkan untuk Adrian !"

"Mauren, tapi ...."

"Oh baik Nona. Pak saya izin pulang ya!" Melissa menyela, seakan ia sangat senang dengan ucapan Mauren. Kini, gadis itu sudah melenggang keluar dengan santai.

"Melissa berani-beraninya kamu menyela ucapan saya. Saya cuma mau disiapkan sama kamu," batin Adrian sayangnya hanya mampu diucapkan dalam hati.

Keluar dari ruangan, Melissa menghampiri tempat penjagaan para bodyguard berada.

"Nona manis!"

Tiba-tiba wajah Melissa bersemu saat mendengar panggilan Andres. "Hmm, Kak Andres ayo ke lobby!"

"Kenapa cepat sekali, Nona?" tanya Andres.

"Di dalam sudah ada nona Mauren."

Andres langsung merangkul Melissa menuju lobby. Melissa yang mendapat perlakuan itu sangat senang. Pria segagah Andres mampu memanah hati Melissa yang notabenya anti pria dewasa.

"Apa saya akan mendapatkan makan seperti ini selalu?" tanya Andres.

"Selagi aku datang ke sini, itu berarti kamu dapat," balas Melissa.

"Terima kasih, Nona!"

"Sama-sama." Setelah tersenyum, tiba-tiba wajah Melissa berubah sendu.

"Kenapa?" tanya Andres. Ia terus memperhatikan wajah cemberut gadis mungil yang sedang menyiapkan makanannya itu.

"Lemes habis kehilangan uang 1 00 ribu. Eh, tadi tiba-tiba dengar bapak habis beli Fortuner.

Bukannya curiga ya, tapi...."

Andres terkekeh. Dalam situasi apa pun Melissa bisa bergurau.

Mungkin jika Andres tahu, sebenarnya hal yang dianggap gurauan itu nyatanya adalah kebodohan.

"Nona memang sudah lama?"

Melissa menoleh dengan alis menyatu. "Apanya?"

"Gilanya!"

Andres tertawa kharismatik dengan menutup mulut menggunakan tangan yang terkepal, sementara Melissa sendiri cemberut kesal. "Ihh ...."

"Nona, gadis sekecil Anda yang saya tau masih menggeluti pendidikan...."

"Ya, aku memang gak lulus."

"Kenapa?"

"Demi hutang ayah aku terpaksa kerja begini."

Andres hanya manggut-manggut menanggapi. Melihat wajah Melissa yang mulai tersirat kesedihan, ia pun mengakhiri pembahasan itu.

"Nona, sudah ada pacar?"

Deg.

Jantung Melissa terpompa seperti mengisi ban kempes. Ia merasa Andres ingin mengenal lebih dekat dirinya.

"Apa dia mau nembak aku ya?" gumamnya dalam hati.

"Belum. Kenapa memangnya?"

"Hmm, kelihatan jomblonya!"

Lengan kekar itu mendapat pukulan manja, sekali lagi Melissa cemberut. Namun, berhasil membuat Andres tertawa. Tak lama, Melissa pun ikut tergelak. Dari jauh mata memandang, aksi keduanya seperti manusia tanpa beban yang begitu bahagia.

***

Hari sudah berganti malam.

Sebentar lagi Melissa akan disiksa oleh majikannya. Hanya tinggal menghitung menit, kepulangan Adrian sedikit lagi terdengar.

"Ah, 'kan balik juga tuh dewa!"

Si kecil sudah pulas, Melissa pun berlari untuk melayani ayah dari bayi itu.

"Pak, mau saya siapkan apa?"

Melissa seketika berubah anggun dan profesional. Tidak menjawab, Adrian justru menariknya masuk ke dalam kamar. Di sana, Melissa merasa takut karena tiba-tiba Adrian mengunci pintu dan membuka baju di hadapannya.

"Melissa, kamu bisa layani saya?"

Bersambung ~

1
@Biru791
kapan up lagi
Adinda
melisa lucu banget
Nur Adam
lnjut
Sarita
mungkin papa Adrian datang ke rumah bpnya Melisa dan bilang kalau Melisa udah punya anak .lalu BP Melisa syok dan meninggal
Nur Adam
lnjut
S.gultom: sabar ya
total 1 replies
Salsabila 37
lanjut thor, penasaran, kira2 papanya Adrian marah gak ya?
S.gultom: saya sudah update bab selanjutnya, tapi belum di review sabar ya🙏
total 1 replies
@Biru791
blm up lagi padahal udh nunggu
S.gultom: sabar ya
total 1 replies
Sarita
bikin pinisirin iji Thor .itu papanya Adrian datang ya ?
S.gultom: Sabar ya, saya sudah uplod kok, tapi belum di riview
total 1 replies
Sarita
Asep aja namanya .apa Udin ,Agus ,Yono,Jono,Parjo,Yanto 🤣🤣🤣🤣🤣
@Biru791
aku tunggu up mu
S.gultom: sabar ya kak
total 1 replies
Junah Arisa
Luar biasa
S.gultom: terimakasih atas penilaiannya🙏❤️
total 1 replies
Sarita
sy dukung ko Thor .ceritamu bagus dan lucu aja bacanya 😁😁😁😁
S.gultom: thanks you❤️
total 1 replies
Nur Adam
lnjut
@Biru791
lanjuttt
Nur Adam
lnjut
Nur Adam
lnju
Heni Wahyudi
bagus
S.gultom: terimakasih atas penilaiannya 🙏❤️
total 1 replies
Nur Adam
lnjut
@Biru791
kapan uppp
Nur Adam
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!