" Arabella tolong kamu harus jadi tumbal untuk menebus hutang Daddy kepada Ketua Mafia".. Kata Pradana
Membuat Arabella menjadi kaget dan tidak percaya jika Daddynya menjadikan Arabella tumbal..
Arabella Alesya Orlin dia gadis yang sangat cantik, ramah dan baik hati.. dia hidup dikeluarga yang sangat kaya dan penuh kasih sayang..
Namun, suatu kejadian dimana Daddynya selingkuh membuat Mommynya pergi untuk selama-lamanya..
Kehidupan Arabella menjadi berubah saat Mommynya pergi, Daddynya menikah kembali dan memiliki hutang kepada Ketua Mafia yang sangat kejam didunia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10-TAMU SIAPA?
Saat Arabella dan Elen melewati lorong yang penuh Pengawal Sean semuanya, kini mereka menuruni anak tangga itu betapa mewahnya Mansion Sean membuat Arabella lelah rasanya menjalani nya..
Setibanya mereka dibawah, Arabella melihat kearah satu Perempuan yang tengah duduk diruang tengah itu dengan cepatnya Arabella menghampirinya..
Saat perempuan itu menoleh ke arah Arabella, betapa kejutnya Arabella bahwa dia adalah Kara..
" Arabella".. Panggil Kara dengan senangnya dan berdiri menghampiri Arabella
Arabella yang merasa takut kini dia mundur sedikit membuat Elen menahan Arabella..
" Nona tidak apa-apa??".. Tanya Elen diangguki oleh Arabella
Arabella berdiri dengan baik dan mulai ingin mengetahui tentang kedatangan Kara kemari..
" Ada apa??".. Tanya Arabella
" Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu".. Jawab Kara membuat Arabella menaikkan alisnya". Kemarilah kita duduk saja".. Sambung Kara
Arabella merasa sangat bingung dengan tingkah Kara tidak seperti biasanya dia begitu.. Kini Arabella hanya mengikuti sebenarnya apa yang ingin diceritakan oleh Kara??..
" Jadi??".. Tanya Arabella kembali saat sudah duduk
" Jadi, aku ingin kamu membatalkan pertunanganmu bersama Tuan Sean".. Ucap Kara dengan tanpa berdosa diwajahnya
Bugkk!!!..
Seketika rasa jantung Arabella seperti ada yang menjatuhinya, apa lagi yang direncakan oleh Kara sehingga menyuruh Arabella untuk membatalkan pertunangannya..
Arabella masih terdiam dan belum menjawab pertanyaan dari Kara, namun Kara kembali mempertanyakan itu..
" Bagaimana Ara??".. Tanya Kara dengan wajah senangnya berharap Arabella menyetujui permintaannya
" Tidak!!!".. Jawab Arabella membuat Kara terkejut mendengar jawabannya".. Aku tidak akan membatalkan pertunanganku kepada Tuan Sean".. Sambung Arabella
" Apa-apaan kamu ha??".. Pekik Kara yang kesal karena Arabella menolaknya
" Seharusnya aku yang bertanya kamu apa-apaan menyuruhku untuk membatalkan Pertunangan ini??".. Tanya Arabella kepada Kara
" Karena kamu tidak pantas jadi Istri Tuan Sean".. Sahut Kara
" Jika aku tidak pantasan mengapa Tuan Sean memilihku hm??".. Jawab Arabella dengan tatapan yang tajam kepada Kara
" Kau!".. Pekik Kara yang ingin menampar Arabella
Tiba-tiba.
" Ku pastikan jika kau menyentuhnya maka kau akan kehilangan tanganmu!".. Ucap Sean yang baru saja tiba di Mansion
Sontak membuat Kara terkejut melihat Sean yang ada didepan pintu tersebut.. Dengan cepatnya Kara menurunkan tangannya dan menyembunyikannya dibelakang..
Sena berjalan menghampiri ke arah Arabella yang berdiri didepan Kara dan tidak lepas tatapannya ke arah Kara dengan sangat tajam..
" Siapa kau??".. Tanya Sean dengan nada tingginya
" A-a-aku Kara".. Jawabnya dengan nada lembutnya
Membuat Arabella membulatkan matanya saat Kara menjawabnya dengan nada lembut begitu.. Sean menatap Kara dengan tatapan tajam..
" Kara??".. Diulang Sean kembali karena dia bingung".. Dia siapa? Mengapa dia ada disini??".. Sambung Sean kepada Arabella..
" Aku Saudaranya Arabella, aku ingin Arabella membatalkan Pertunangannya bersama Tuan Sean".. Melainkan Kara yang menjawabnya
Seketika Sean terkejut mendengar jawabannya dari Kara, wajahnya masih tetap menatap Kara dengan tatapan tajamnya..
" Siapa kau berani memerintah Arabella??".. Kata Sean dengan nada marahnya
Kara sontak terkejut saat Sean.. Namun Kara tidak ingin menyerah dia tetap mengatakan membuat Sean menjadi semakin marah..
" Aku menyukai Tuan Sean, dan aku ingin menjadi Istrinya Tuan Sean bukan Arabella".. Jawabnya dengan penuh harapan
" Keluar dari Mansionku sekarang juga!".. Teriak Sean membuat Kara terkejut
" Aku tidak akan pergi sebelum Tuan menjawabnya".. Pekik Kara membuat tatapan Sean semakin tajam
" Kau menantangku??.. Dengarkan aku baik-baik tidak ada siapapun yang bisa menggantikan Arabella menjadi Istriku".. Sambung Sean dengan nada tingginya
Kara sangat kesal hal itu, dan dia tidak terima bagaimana bisa Sean langsung menolaknya..