NovelToon NovelToon
Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nipi Nupu

Novel ini merupakan series kedua dari Billionare Love Story. Novel pertama sudah dirilis dan sudah tamat. Tapi kehidupan Alena dengan Dave masih bisa ditemukan di novel ini.

Kali ini bercerita tentang pria kedua yang bertemu kembali cintanya yang sempat hilang karena acara pertemuan orangtuanya. Apakah Sandra dan Calvin bisa menemukan kembali cinta mereka yang sempat memudar karena perpisahan selama 13 tahun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nipi Nupu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke masa lalu

*********Sandra sedang menatap para siswa yang sedang bermain basket. Ia hanya bisa melihatnya dari jendela. Beberapa murid berkumpul dan banyak yang menonton. Tim basket sekolahnya sedang latihan untuk menghadapi pertandingan antar SMA minggu depan. Sandra lebih puas jika ia bisa melihat kapten tim basket itu dari dalam kelasnya. Beberapa tembakan ia lancarkan ke atas ring. Ia tidak pernah berhenti. Tanpa sadar ia bertepuk tangan sendiri ketika Calvin memasukkan bola kedalam ring.

"Hayo, lagi liat apa?"tepuk seseorang dibelakang Sandra.

Sandra berbalik dan tersenyum malu ketika melihat Dinda sedang berada dibelakangnya. Dinda adalah teman sekelasnya sejak kelas 1 dulu.

"Ah, jangan-jangan kamu ngecengin kapten nya?" godanya.

Sandra hanya tersenyum tanpa menjawab godaan Dinda.

"Bener kan? Udah nanti minggu depan kita nonton pertandingan."

"Oke.." jawab Sandra semangat.

Calvin lelah. Selain pelatih, ia juga harus mengatur strategi agar timnya menang. Ia mengambil handuk kecil dan ia gunakan untuk mengelap wajahnya yang berkeringat hebat. Ia berbalik kebelakang dan tepat ia melihat gadis itu. Gadis yang berbeda kelas dengannya. Ia cantik. Wajahnya sedikit bule dan rambutnya sedikit pirang. Ia terlihat sedang mengobrol dengan temannya. Melihat gadis itu tersenyum seperti itu, ia bertambah semangat. Iapun berdiri.

"Yo, kita main lagi!" serunya.

"Vin, kita baru istirahat. Nanti sebentar. 10 menit lagi." protes timnya.

"Oke." jawab Calvin. Ia membawa bola basket dan memainkannya sendiri*******.

Sandra menyandarkan tubuhnya kekursi. Sudah 2 minggu sejak malam itu, ia tidak bertemu dengan Calvin. Ia hanya bilang pagi itu jika ia harus pergi ke Amerika sedikit lama untuk masalah pekerjaan. Kantor menjadi sedikit ramai ketika atasan tidak ada. Sandra mengangkat kedua tangannya. "Bosenn!" ucapnya malas.

"Jangan lupa jam 7 malam kita ada acara sama komunitas." ucap Andre yang kini berada di belakangnya. Pria asia itu selalu mengganggunya ketika ia merasa bosan.

Sandra menatap Andre untuk waktu yang cukup lama. Jika saja Andre bisa membukakan hatinya saat dikorea dulu, ia pasti sudah... Tiba-tiba Sandra menggelengkan kepalanya. Tidak..tidak... Tidak ada yang bisa tahu apa yang terjadi dikemudian hari.

Sandra tersenyum pada Andre. "Gomapta, Kim" jawab Sandra sambil tersenyum pada Andre. Ketika Andre sudah pergi, ia memijit nomor seseorang.

"Dean.." ucap Sandra cepat.

"Kenapa? Jangan bilang gak punya duit. Aku masih sekolah gak punya duit buat minjemin kamu." jawab Dean malas.

Sandra tahu kebiasaan Dean. Biasanya di pukul segini ia sedang tidur. Jadi ia membangunkan tidurnya.

"Nanti malem jemput aku ya.." ucap Sandra

"Jemput?"

"Aku sih udah amplopin uangnya." jawab Sandra pelan.

"Bisa.. bisa... Mau dijemput jam berapa?"tanya nya bersemangat.

"Jam 10."

"Jam 10? Oke, sekalian aku ada perlu juga." ucapnya.

"Kemana?"

"Nanti aja."jawab Dean sambil menutup teleponnya. Alena mengernyit. Kedua orang bisa memiliki perbedaan seperti itu rasanya menarik. Dean lebih memiliki rasa humor yang tinggi. Berbeda dengan Calvin.

Calvin menyesap kopinya. Mereka bertiga kini berada di lounge bandara Changi. Mereka harus menunggu 3 jam untuk transfer pesawat. Tidak terlalu lama menurutnya tapi ia ingin cepat-cepat berada dirumah. Ia menatap jam tangannya.

"Aku udah kangen sama Alena." ucap Dave.

Calvin hanya tersenyum. Sedangkan Edward menggoda Dave. "Lulus nih jadi playboy?"

"Buat saat ini iya." jawab Dave.

Edward melirik Calvin yang sejak tadi menatap handphonenya.

"Aku kangen Sandra!" seru Edward.

Calvin melirik Edward tajam. Ia tidak berkata apa-apa. Namun dari tatapannya, Edward tahu jika itu ancaman.

Edward dan Dave langsung tertawa melihat sikap Calvin.

"Kalian bukan pacaran kan?"

"Buat saat ini iya." jawab Calvin mengikuti ucapan Dave.

"Berarti buat nanti bisa iya?" tanya Edward. "Tapi Vin, aku seneng sama Sandra itu karena dia punya body bagus. Dia cantik dan gak bosenin." tambahnya jujur.

Calvin melempar wajah Edward dengan tissue. "Jangan ngomongin fisik!"

Edward hanya tertawa. Tiba-tiba ia melihat objek tak jauh darinya. "Bentar. Ada ikan hias. Cantik banget. Lagi sendirian." ucapnya sambil berdiri. Ia berjalan menghampiri gadis itu.

"Vin.. perempuan yang dulu ngejar-ngejar kamu sekarang dimana? Temen SMA kamu kan?"

Calvin menatap Dave sambil menggelengkan kepalanya. "Aku gak tau. Aku gak ada urusan sama dia."

"Nekat ya itu cewek. Sampe ngejar kamu kuliah di Michigan."

"Begitulah kalo cinta." jawab Calvin.

10 tahun yang lalu.

Sandra berjalan seorang diri memasuki gelanggang olahraga dimana tim sekolahnya bertanding. Ia sudah memiliki janji dengan Dinda untuk menonton bersama.

"Sandra!" panggil Dinda yang sudah berdiri didepan pintu masuk. Ia melambaikan tangannya.

Sandra tersenyum. Ia berlari menghampiri Dinda.

"Maaf, tadi aku dianterin papa." ucap Sandra.

"Udah gak apa-apa. Aku udah dapet spot yang bagus buat nonton. Biar kamu nonton Calvin puas." ucap Dinda. Ia melihat apa yang dibawa Sandra. "Itu apa?"

Sandra tersenyum malu. "Ini.."

"Apa?" tanya Dinda penasaran.

"Aku bawa handuk buat Calvin. Tapi aku malu. Gimana aku bisa ngasihin handuk ini?"

Dinda tersenyum. Ia menarik tangan Sandra untuk duduk tepat didepan tempat duduk pemain. Sandra membelalakkan kedua matanya. "Ini beneran tempat duduk kita?"

Dinda mengangguk sambil tersenyum. "Eh, San.. mana handuknya? Tunggu disini ya. Aku kasihin ke dia. Ntar aku bilangin dari kamu."

Sandra hanya mengangguk.

Dinda berlari memasuki ruang ganti tim basket sekolahnya.

"Permisi, ada Calvin?" tanya Dinda sambil menengok kedalam.

Seorang pria tampan keluar dengan hanya memakai kaos dalam dan celana basket. Dinda terpana. Ia terpesona dengan wajah tampan Calvin. Ia hanya melihat Calvin dari kejauhan. Tidak pernah sedekat ini.

"Kenapa?" tanya Calvin sambil menatap Dinda dari bawah ke atas.

Dinda mengeluarkan sesuatu dari tas kertasnya. "Ini buat kamu, Vin." ucap Dinda malu.

Calvin menerima handuk itu. "Dari siapa?"

"Dari aku. Kenalin, nama aku Dinda." ucapnya.

Calvin mengangkat tangannya. "Calvin."

Dinda tersenyum malu. " Oke deh, aku langsung ke depan ya.. Mudah-mudahan sekolah kita menang." ucap Dinda. Ia langsung berjalan menjauhi Calvin. Ia melambaikan tangannya.

"Gak jelas." ucap Calvin sambil masuk kedalam.

Sandra menunggu dengan was-was. Ketika ia melihat Dinda mendekatinya, ia merasa lega.

"Beres!" ucap Dinda.

Calvin dan tim keluar ruangan dan menuju lapangan. Mereka sudah siap bertanding. Ketika memasuki lapangan, ia tertegun melihat gadis itu ada dibarisan penonton. Dan memang kebetulan ia duduk tepat diatas tempat duduknya. Calvin tersenyum sekilas. Suara teriakan menggema di lapangan. Tim sorak dari kedua belah tim sudah berteriak mengeluarkan yel-yel kebanggaan sekolahnya.

Ia senang dan yakin hari ini mereka akan menang karena hari ini ada yang membuatnya bersemangat. Ia akan membawa tim sekolahnya juara.

Sedangkan Sandra, ia kikuk ketika melihat Calvin ada didepannya. Jantungnya berdebar dengan kencang.

1
Ririn Nursisminingsih
nah. kereen sandra biar calvin sadardiri
Lisa Icha
hi Thor Aku pertama Kali mampir ya sepertinya ceritamu ini seru
kavena ayunda
ne cerita muter flasback nya bkin bingung anjirr😂😂😂
Eka Sundari
alur cerita bagus..
Neangdary Fred Rining
sangat baik.
Sri Astuti
okelah tengkyu..⚘
Sri Astuti
biarin aja klo cm bentaran.. tp hrs waspada lho Sandra...
Sri Astuti
wah.. Sandra.. bagus kasih pelajaran tapi jgn terlalu lama ya.. bahaya jg
Sri Astuti
ayo Vin tegesin aja skrg end buat dinda
Sri Astuti
ternyata Calvin tuh kekanakan dan plin plan.. ga bs bersikap dewasa.. bahkan Dave yg td nya playboy aja bs mikir lurus
Sri Astuti
masa si Calvin lupa sm trik dinda
Sri Astuti
seruuu
Sri Astuti
siap" buka ftont Sandra
Sri Astuti
wah dinda jd donatur.. kupikir Calvin
Sri Astuti
romantis sih emg
Sri Astuti
Gimana ya sebenernya hati dan pikiran Calvin itu.. berubah terus
Sri Astuti
semoga Calvin tak terjerat lg sm ulah Dinda
Sri Astuti
bikin strategi yg cerdas San.. jgn mau kalah sama temenmu yg jahat itu
Sri Astuti
ya wis lah Ivan..sembuhin Dinda aja buktiin kamu sdh berubah
Sri Astuti
nah gt dong.. jgn plinplan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!