Sudah kering air mata ku menangisi pria seperti mantan suamiku.Setelah penghianatan yang begitu sakit akhirnya aku sadar mencintai pria berlebihan sangat tidak baik.Sekarang aku akan balas semua perbuatan mu dengan kesuksesanku kamu akan menyesal telah mengkhianati ku.
Ikuti kisah rumah cerita ini sanggup kah Sarah bangkit dari keterpurukannya setelah penghianatan suaminya Bima,akan kah Bima menyesal mengkhianati Sarah wanita pekerja keras yang tidak banyak tuntutan? ikuti kisahnya dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 ~ Ternyata dia banyak uang ~
Bima menoleh ke arah Raisa yang sedang sibuk mengemasi semua barang yang akan dibawa pulang ke rumah.
"Memangnya ada berapa,selama ini dia tidak pernah terbuka soal keuangan kepadaku,bahkan dia selalu menutupinya dariku.Waktu aku kerja dia selalu meminta uang kepadaku bahkan dia jarang sekali membantuku di saat aku lagi kesulitan." Bima mulai berbohong mencari simpati kepada Raisa,dia ingin memanfaatkan keadaan untuk membuat Raisa tidak menganggap remeh kepadanya.
"Banyaklah mas,bahkan hampir mencapai ratusan juta,wajar saja sih Sarah punya uang sebanyak itu,kakak itu terlalu fokus bekerja,dia taunya hannya mencari uang tapi dia tidak pandai merawat diri." Jawab Raisa mulai terlihat sikap aslinya.
"Hahahah...Mana peduli dia dengan penampilan,coba kamu lihat wajahnya,tubuhnya bahkan perut dan dadanya yang sangat melar sungguh membuatku tidak bernafsu dengannya." Bima terus merendahkan Sarah di hadapan Raisa hingga membuat Raisa tertawa.
"Sudah mas orangnya sudah datang jangan dilanjut lagi." Ucap Raisa mengingatkan Bima.Dia sangat terhibur mendengar kata-kata penghinaan yang dilontarkan Bima terhadap istrinya.
"Raisa kita pulang bersama,mas Bima biar dia naik sepeda motornya." Sarah membawa sebagian barang-barang lalu dia keluar lebih dulu,Bima yang ada dibelakang memainkan matanya kepada Raisa ditambah senyumnya yang penuh arti.
Bima merasa mendapat lampu merah setelah Raisa tidak pernah menegur sikapnya yang sudah berani melecehkan tadi pagi di tambah seharian ini keduanya tampak akur.
Bima segera menuju parkiran lalu dia menghidupkan sepeda motornya dan segera kembali ke rumah.Sesampainya di rumah dia belum melihat Raisa dan Sarah,dia segera ke dalam kamarnya lalu mengambil pakaian bersih dan membawanya ke kamar mandi.
Bima mandi cukup bersih dan memakai sabun cukup banyak,dia segera keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya.
Bima memakai parfum,tidak lupa minya rambut lalu merapikan rambutnya,dia bernyanyi kecil sambil bersiul seperti pria remaja yang sedang jatuh cinta.
"Raisa kamu sangat sempurna,lekuk tubuhmu membuatku melayang tinggi dan bibir mu yang merah membuatku sangat ingin menjilatinya." Ucapnya sambil tersenyum dan memandangi wajahnya di depan cermin.Di saat dia sedang asik memandangi wajahnya di depan cermin tiba-tiba pintu kamar di dorong dari luar membuat Bima kaget.
Saat masuk ke dalam kamar dan Sarah mencium bau minyak wangi di tambah minyak rambut yang begitu menusuk hidung Sarah membuka pintu kamar hingga melebar.
" Mau kemana mas?,tumben jam segini sudah mandi dan bahkan memakai wewangian sampai menusuk hidung seperti itu?" Tanya Sarah lalu dia duduk di pinggiran ranjang sambil memandangi tingkah aneh suaminya itu.
"Tidak kemana-mana,aku hanya ingin pergi keluar sebentar,Sarah berikan aku uang,aku sudah tidak ada pegangan uang lagi,uang yang kamu kasih lima hari yang lalu sudah habis." Ucap Bima sebelum dia keluar dari kamar.
"Apa sudah habis,uang sebanyak itu sudah habis? mas...Bisa tidak kamu tidak minta-minta uang terus kamu kan tau betapa susahnya aku cari uang_
Belum selesai Sarah berbicara Bima langsung keluar dari kamar sambil membanting pintu dengan kasar,ya seperti biasa dia akan marah jika Sarah tidak memberinya uang.
Sarah menarik napas dalam-dalam,semakin lama sikap suaminya semakin membuatnya tidak tahan,bahkan dia hampir menyerah memiliki suami tempramen yang sangat buruk.
"Dia pikir aku begitu mudah mencari uang,bahkan aku tidak kenal siang malam kerja terus mencari uang tapi dia malah seenaknya minta uang Setiap saat." Ucapnya dalam hati.Tadinya Sarah sudah ingin ke dapur untuk menyiapkan semua barang yang akan dibawanya ke taman tapi melihat sikap suaminya dia malah tidak punya semangat.
Sarah keluar kamar lalu menemui kedua anaknya yang ada di kamar,untungnya kedua anaknya sangat baik dan dewasa jadi terkadang rasa lelahnya hilang saat melihat wajah cantik kedua jagoannya.
Sementara itu Raisa sedang di kamarnya,dia baru saja selesai mandi,dia memakai masker untuk mengencangkan kulitnya,dia duduk di depan meja rias sambil menepuk nepuk wajahnya.
Drrttt...Drttt...
Raisa mengambil ponselnya yang bergetar sejak tadi,penasaran siapa yang menghubunginya akhirnya dia mengambil ponselnya yang terletak di depannya lalu membuka lebih dulu pesan yang masuk.
"Raisa ini aku mas Bima,kamu bisa menemui di depan Indomaret yang ada di depan gang,aku ingin bicara dengan mu!!" Raisa mengerutkan keningnya lalu menutup ponselnya dan membuka handuk yang menutupi kepalanya dan juga masker yang masih lengket di wajahnya.
"Bibi,kamu sudah bangun?" Tanya Raisa saat melihat Maya berusaha turun dari atas ranjang.
"Aku masih mau tidur,aku mau ke kamar mandi saja." Jawab Maya dengan langkah perlahan keluar dari kamar.
" Bertemu di depan Indomaret, dia mau ngomong apa yang,kok aku merasa salah tingkah gini ya?" Tanyanya dalam hati.
Tidak ingin Bima menunggunya terlalu lama,akhirnya Raisa segera ganti pakaian lalu dia keluar dari kamar sambil membawa ponselnya.
"Raisa kamu mau kemana buru-buru?" Tanya Sarah yang saat itu dia juga keluar dari kamar putrinya.Raisa sangat kaget dia mengira Sarah sudah keluar dari tadi pergi ke taman.
"A_ itu kakak,aku mau keluar sebentar,lah kakak tidak jualan hari ini? kok kakak belum pergi?" Raisa balik bertanya karena merasa heran Sarah masih di rumah jam segini.
"Aku lagi malas jualan Raisa,aku pusing melihat suamiku yang taunya cuma minta uang,aku kerja banting tulang dia malah enak-enak minta uang saja." Jawab Sarah dengan nada terlihat suntuk.
"Lah...Memangnya mas Bima minta uang untuk apa kakak? bukannya kakak sudah memenuhi seluruh kebutuhannya,bahkan aku lihat kakak selalu membeli dia rokok satu kotak besar,memangnya kakak tidak tanya uangnya untuk apa?" Raisa pura-pura peduli mendengar keluhan Sarah padahal dalam hatinya dia merasa senang.
"Entahlah,lama-lama aku pusing dengan sikap mas Bima,aku memenuhi semua kebutuhannya,apa pun yang dia butuhkan aku beli bahkan aku selalu membeli pakaian bagus untuknya karena aku tahu dia pria yang suka dengan fashion." Ucapnya dengan wajah yang semakin putus asa.
Sebenarnya Raisa sudah bosan mendengar curhatan Sarah apalagi Bima yang selalu menghubunginya,untung tadi dia memasang ponselnya mode diam hingga Sarah tidak memperhatikannya.
"Sabar ya kakak,mungkin nanti suami kakak akan sadar pada akhirnya." Ucapnya.
"Oalah aku jadi curhat,ya sudah kamu pergi saja takutnya kamu ada keperluan." Ucap Sarah baru tersadar dari kata-katanya.
" Tidak juga kok Kaka,tapi ya sudah aku pergi dulu nanti kita lanjut ceritanya ya kak." Raisa langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Sarah sang majikannya.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu