kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.9
Walaupun masih berusia 3 tahun, tapi pangeran kael itu sangat pintar. Dia menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya kepada sang ibu. walapun bicara nya masih belum bisa mengucapkan huruf r, tapi lili paham dengan apa yang dimaksud.
Lili memeluk dengan erat sang anak dengan penuh kelembutan. Rasa kesal di dalam hatinya, kepada sang pemilik tubuh yang begitu tega dengan menyia-nyiakan kael demi kaisar tidak punya hati itu.
"Aku harus merubah semua nya, aku tak akan membiarkan anak ku terluka. mulai sekarang, aku akan menyayangi kael seperti anak kandung ku sendiri!" ucap nya dengan penuh tekad yang bulat.
"Dwi, tolong jaga pangeran kael terlebih dahulu. Aku akan pergi ke dapur istana, untuk memberikan makanan untuk pangeran kecil ku."
"Yang mulia, biar hamba saja yang menyiapkan makanan pangeran kael."
"Tidak perlu Dwi, karena aku akan memasak sesuatu untuk putra ku." ucap nya yang menolak tawaran pelayan pribadi nya itu. karena berhubung ini merupakan cara yang tepat, untuk mendekati putra nya itu.
Mendengar ucapan sang ibu, kael menoleh dengan tatapan polos nya. Dia merasa kaget, sebab baru kali ini ibunya mau memasak untuk dirinya sendiri.
"Pangeran, ibu akan membuat sesuatu untuk mu ya. Jadi kau disini saja bersama dengan bibi Dwi. Jangan kemana mana ya nak."
Dia hanya mengangguk ragu, walapun dia merasa ibu nya seperti peri baik.
Dwi yang mendengar ucapan sang ratu, hanya merasa kaget, sebab baru kali ini sang ratu mau memasak makanan untuk pangeran kecil. Dan baru kali ini juga, dia melihat sang ratu begitu perhatian terhadap pangeran kael.
Lili keluar kamar dengan tatapan tegas dan tajam nya. dia tak perduli dengan tatapan beberapa pelayan dari selir ana yang menatap nya dengan remeh.
..."Apa yang dilakukan nya, mengapa dia menuju ke dapur?"...
..."Entahlah, aku merasa dia akan membuat kekacauan lagi. Dan berusaha menarik simpati yang mulia kaisar."...
..."Sungguh tak pantas, dia benar benar tak pantas menjadi ratu di istana ini."...
beberapa bisik bisik terdengar di telinga lili, tapi ia tak perduli. Tujuan nya kali ini, dapur istana. dia akan memasak sesuatu untuk putra nya itu. karena dia tau, bahwa masakan para koki istana itu, terasa hambar.
Saat para pelayan nya selir Ana Kemabli ke kediaman sang selir, mereka memberikan informasi tentang ratu lili. Memang seperti itu tugas Mereka, mengawasi, dan memantau sang ratu. tentu saja atas perintah selir Ana.
"Paman dan bibi semua nya, aku akan meminjam dapur istana sebentar, untuk membuat sesuatu!" ucap lili yang langsung menghampiri mereka.
"Yang mulia, apakah yang mulia butuh sesuatu. Biar hamba dan para koki siapkan saja." ucap kepala pelayan yang kaget saat kedatangan ratu lili. Dia takut kalau ratu lili akan mengacaukan dapur nya. Tadi saat beberapa pelayan mengatakan ratu lili membuat sebuah cairan kuning yang entah seperti apa bentuk nya. dan kali ini, sang ratu akan membuat sesuatu lagi.
"Tidak, aku tak ingin bantuan dari kalian. tolong menyingkir sebentar. Aku hanya sebentar meminjam dapur ini!" ucap lili dengan tatapan datar nya.
"Tapi yang mulia."
"Ini perintah!" tegas lili dengan tatapan datar nya. Dia tau bahwa kali ini mereka meragukan nya. padahal dia hanya meminjam sebentar dapur istana ini, tapi pikiran mereka benar benar membuat nya kesal.
"Baiklah yang mulia." ucap mereka yang pasrah. apalagi tatapan sang ratu membuat mereka benar benar takut.
..."Mengapa yang mulia ratu tampak berbeda."...
..."Aura ratu lili tampak menyeramkan."...
..."Apakah ia benar benar ratu bodoh itu?"...
Setelah mereka memberikan ruang untuk nya. Lili mengecek bahan bahan di dapur istana itu.
"Aku mau masak apa ya?" gumam nya tampak berpikir keras, menu masakan yang simpel hari ini.
"Ada daging rusa Disini."
"tapi memasak daging memerlukan waktu yang lama. Aku yakin,putra ku saat ini pasti sangat kelaparan." dia berpikir ulang untuk memasak makanan yang simpel dan cepat.
"Bibi, apakah ada beras disini?" tanya nya kepada pelayan yang berdiri di sana.
"Ada yang mulia. Apakah yang mulia, membutuhkan nya?" ucap pelayan itu tampak ragu.
"Hmmm, aku membutuhkan nya. tolong berikan kepada ku ya."
Pelayan itu langsung membawa sebuah beras yang sudah menjadi nasi matang. mereka memasak nya tadi, sebelum sang ratu menuju ke dapur.
"Wah, terima kasih bibi. Oh ya, apakah kalian sudah makan?" tanya nya kepada para pelayan dan para koki istana yang tampak berdiri kaku di sana.
Pelayan itu saling berpandangan, dan cukup mengejutkan sebab baru kali ini, ratu Mereka tampak perhatian. biasanya ratu lili selalu melakukan hal yang buruk.
Kepala pelayan langsung menjawab nya. "Belum yang mulia."
"Astaga, kalian bekerja sepanjang hari, dan kalian belum mengisi perut kalian?" ucap lili yang kaget dengan peraturan di istana ini.
"Memang seperti itu pengaturan di istana yang mulia, kalau belum mengerjakan tugas, para pelayan disini belum dibolehkan untuk makan."
"Astaga, huft....baiklah,kepala pelayan, apakah masih ada sisa nasi putih ini, apakah masih banyak?"
"Kebetulan banyak yang mulia, sebab nasi itu digunakan untuk jatah makan para pelayan di istana.
"Baiklah, bawa kesini semua. Dan kalian tolong bantu aku mengiris bawang ini."
Lili membagi tugas untuk masing masing para pelayan. tenaga para pelayan itu diperlukan untuk membantu nya. Mereka tampak bingung awalnya. Tapi setelah mengerjakan tugas dari sang ratu, mereka akhirnya sadar, bahwa sang ratu sedang membuat sesuatu yang tampak nya akan membuat geger di istana.
Nasi goreng, dengan toping telur yang di dadar dengan irisan bawang. tentu saja tak lupa dia menambahkan garam agar semakin menambah cita rasa di setiap masakan nya.
Garam disini hanya digunakan mereka sebagai pupuk untuk sebuah tanaman saja. Hal itu dijelaskan oleh kepala pelayan tadi. Lili cukup kaget awalnya, dan berpikir bahwa mereka pasti mengira bahwa garam tak akan berguna untuk makanan.
"Pantas saja masakan Mereka itu tampak hambar, ternyata mereka tak memberikan garam di setiap masakan ini. baiklah, berhubung sekarang aku berada di tubuh ratu gendut ini, maka aku akan membuat sesuatu yang akan mengejutkan mereka semua." gumam nya tersenyum tipis.
Wangi semerbak aroma nasi goreng itu, benar benar membuat semua pelayan itu tertegun. Tak menyangka, sang ratu yang terkenal kejam dan selalu mencari perhatian kaisar saja, hari ini tampak berbeda dari biasanya.
Lili menuangkan ke 4 piring untuk diberikan kepada anak nya dan juga pelayan setia nya. sedangkan, sisa nya dia akan membagikan kepada para koki dan para pelayan disana.
"Yang mulia, aroma masakan ini benar benar sangat harum." ucap kepala pelayan yang tertegun mencium aroma nya.
"Ini namanya nasi goreng telur bebek. paman, tolong bagikan kepada para pelayan di dapur ini. Dan selamat menikmati ya, terima kasih sudah membantu." ucap lili yang langsung membawa pergi nampan yang berisi nasi goreng buatan nya itu.
Mendengar ucapan ratu lili, mereka yang tadinya hanya bisa menelan Saliva saja, kini tampak berbinar. Jujur saja aroma masakan sang ratu tadi benar benar mengunggah selera. Tak sabar untuk mencicipi nya.
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭