Status simpanan itulah yang harus disandang wanita cantik bernama Dista karna sebuah kesalahan fatal yang ia lakukan dengan suami sahabat karibnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
bab 10
.
.
Saat Dista sampai dirumah, Tak sengaja bersamaan dengan Rayyan dan ibunya yang bersiap hendak kerumah sakit.
"Dista.."Gumam Rayyan. ibu Diana mengikuti tatapan Rayyan.
"Loh.. Dista, kok kau sudah pulang?? Apa kau sudah sehat?? " ibu Diana berlari kecil sembari memegangi lengan Dista.
meski wajahnya masih pucat, dista berusaha tersenyum. "bosan buk.. Dista istirahat dirumah saja.."
"Maafkan Rayyan dan ibu ya.. semalam adiknya Rayyan tiba-tiba kejang.. ibu ketakutan makanya Rayyan ibu suruh pulang.."Ibu Diana
"Ibu jangan minta maaf.. Via juga penting.. seharusnya Dista yang minta maaf, sudah merepotkan ibu dan Rayyan.."Balas Dista.
"Boleh Dista jenguk Via?? Kalau Via masih sakit kenapa ibu mau kerumah sakit?? untung Dista sudah pulang.."Dista menerobos masuk kerumah Ibu Diana. hal itu biasa terjadi. sebab jika Dista ingin bermain dengan Via adiknya Rayyan Dista selalu seperti itu.
Ibu Diana dan Rayyan hanya mengekor dibelakang dista untuk masuk kedalam rumah.
Dari kejauhan Aqil mengurungkan niatnya mendatangi Dista yang ternyata sedang kerumah tetangganya. Aqil hanya menatap dari kejauhan dan ia bahkan masih didalam mobil.
Dering ponsel Aqil terdengar. segera ia menerima.panggilan masuk yang ternyata dari Arumi, istrinya.
"Halo sayang.."
"Halo.. kau dimana??" suara Arumi terdengar jelas.
"Aku.. Dikantor.. kenapa?? " bohong Aqil.
"Ini.. aku mau kerumah sakit menjenguk Dista.. kau kan bosnya. aku berniat mengajakmu mas.. kau mau tidak?? " Tawar Arumi. Aqil terdiam seketika. berbohong, kenapa ia kini malah terus menjadi pembohong??
"Mas.. mas Aqil??!! " Arumi menyadarkan lamunan Aqil.
"Em.. maaf sayang, aku ada meting penting pagi ini. kalau cepat selesai aku akan menyusul"balas Aqil.
"Oww begitu. ya sudah. eh mas, kau tadi belum sarapan loh, jangan lupa sarapan dulu.. jaga kesehatanmu ya??"pesan Arumi.
"Iya.. aku tutup dulu ya.."Balas Aqil yang dengan segera mengakhiri panggilannya.
Aqil menghela nafas panjang sekali seraya memejamkan kedua matanya sembari menyandarkan tubuhnya. "Ya Tuhan.. bagaimana ini??"gumam Aqil.
.
.
"Kak Dista pucat sekali.. Kakak sakit juga kan?? kenapa malah kemari?? Nggak istirahat?? " Celoteh Via. anak kecil berusia 10 tahun yang tengah terbaring diranjang tempat tidurnya.
"Kebiasaan ya.. kalau bicara tidak bisa satu-satu."Canda Dista seraya menoel hidung Via.
hingga terdengar suara tawa Via.
"Mumpun ada kak Via. bagaimana kalau kita sarapan bersama?? " Ajak Rayyan
"Memang Via belum sarapan?? "Dista menatap Via.
"belum."balas Via.
"Kalau via mau sembuh harus makan yang banyak. ayok sama kakak.."Ajak Dista. Via terlihat bersemangat dan perlahan bangun dari tidurnya kemudian menggandeng tangan Dista untuk keluar dari kamar. Rayyan tersenyum senang, Via memang sangat dekat dengan Dista.
Tiba dimeja makan Via langsung duduk dan ibu Diana segera mengambilkan makanan untuknya.
"Kakak juga harus makan..biar cepet sehat."Ucap Via.
Dista mengangguk, dan ia segera duduk juga. namun tak sengaja sekali, dista duduk tepat didepan lauk Ikan. mencium aroma ikan perut Dista langsung mual dan ingin muntah.
susah payah Dista menahannya. "Kebetulan tadi bik Onah bikin Ikan bakar, Kau suka kan Dista?? ibu ambilkan ya?? "Ibu Diana hendak mengambilkannya.
"Tidak buk.. dista hari ini tidak makan ikan dulu.."Balas Dista dengan cepat.
"Kenapa?? ini enak loh.. Ibu suapi kalau begitu.. buka mulutmu.."Ibu Diana menyodorkan sendok berisi ikan.
Seketika itu..
uuweekkk...
Via dan Ibu Diana terkejut sekali.
uuweeekk..
.
.