NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Dengan Cecilia?

Malam merangkak naik, menyisakan keheningan yang pekat di dalam kamar bernuansa klasik milik Douglas Michael Essen. Udara terasa dingin, namun atmosfer di dalam ruangan itu justru membakar kulit. Ciuman yang baru saja dilepaskan Douglas masih menyisakan debar yang menyesakkan dada Cecilia. Napas wanita itu memburu, matanya mengerjap pelan dengan keyakinan bahwa ketegangan malam ini telah berakhir di batas itu.

​Namun, dugaannya runtuh dalam sepersekian detik.

​Douglas, pria bermata biru setajam es yang terkenal sangat irit bicara dan dingin itu, tiba-tiba bergerak dengan dominasi mutlak. Suara kain yang merobek terdengar nyaring di tengah sunyinya malam, memutus sisa-sisa pertahanan Cecilia.

​"Douglas... tunggu, apa yang kamu lakukan?" Cecilia merentangkan kedua tangannya, mencoba menolak dengan suara bergetar. Sifatnya yang biasanya cerewet dan berani mendadak lenyap, berganti dengan rasa gentar yang luar biasa menghadapi sisi gelap pria di hadapannya.

​Douglas tidak menggubris. Pria itu mengabaikan setiap kata yang keluar dari bibir wanita di bawah kurungannya. Bagi Douglas, larangan justru menjadi bahan bakar yang memantik hasratnya semakin besar, semakin dilarang, semakin besar pula tekadnya untuk menaklukkan.

​"Kamu tidak bisa seperti ini, kumohon..." racau Cecilia lirih, membuang muka ke sisi lain dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya.

​Douglas menikmati setiap detik ketakutan yang terpancar jelas di wajah jelita itu. Tatapan dinginnya melembut, namun dipenuhi hasrat posesif yang mendalam saat ia mulai menggerakkan pinggulnya. Di tengah ritme yang kian menuntut, pandangan mata biru Douglas terpatri pada sebuah kalung berbandul coklat yang melingkar di leher jenjang Cecilia. Perhiasan itu tampak begitu serasi, seolah memang diciptakan khusus untuk menghiasi kulit wanita itu seorang.

​"Kalung ini... memang ditakdirkan untuk berada di sana," ucap Douglas dengan suara serak yang begitu rendah, hampir seperti bisikan angin.

​Tempo hentakannya kian dipercepat. Douglas sangat menyukai posisi dan kendali mutlak yang ia pegang saat ini, sebuah sensasi di mana ia merasa menguasai seutuhnya seluruh napas dan hidup Cecilia.

​"Sakit... Kumohon, hentikan dulu, milikku masih sangat sakit..." Cecilia memohon di sela isak tangisnya, mencoba meraih lengan pria itu.

​Namun, Douglas seolah menutup telinga. Pria itu justru semakin terangsang oleh rintihan kesakitan yang lolos dari bibir kering Cecilia. Tidak berselang lama, napas Douglas memburu hebat. Ia merasakan sensasi penuh di dalam sana, menegang sempurna sebelum akhirnya sebuah erangan tertahan meluncur dari bibirnya, menandakan pelepasan pertamanya yang begitu kuat.

​Meski telah mencapai klimaks, Douglas memilih untuk membiarkan miliknya tetap tertanam di dalam sana. Ia menatap wajah Cecilia yang basah oleh air mata tanpa suara. Tanpa memberi kesempatan bagi wanita itu untuk bernapas lega, Douglas kembali mengubah berbagai posisi dengan penuh tuntutan, semata-mata untuk memuaskan hasratnya yang seakan tidak pernah surut.

​Tangan besar Douglas terulur, mencengkeram lembut namun tegas helaian rambut Cecilia, memaksa wanita itu mendongak.

​"Kau milikku, Cecilia. Nikmati setiap detik ini bersama ku," bisik Douglas dengan nada dingin yang menyayat, seolah ia benar-benar menikmati setiap ekspresi tersiksa yang ditunjukkan wanita itu.

​Bagi Douglas, setiap sudut ruangan dan setiap posisi terasa sempurna, asalkan Cecilia yang menerima dan menyerahkan diri seutuhnya kepada dirinya.

​Namun, siksaan fisik itu mulai melampaui batas ketahanan tubuh Cecilia. Posisi yang terus berganti membuat milik Douglas menghujam terlalu dalam. Cecilia mengerang kesakitan yang amat sangat, tubuhnya terasa remuk.

​"Perutku... ya Tuhan, perutku terasa sangat sakit, Douglas..." lirih Cecilia dengan suara yang nyaris tak terdengar. Wajahnya yang semula merona kini memucat pasi, kehilangan seluruh sisa warnanya.

"Douglas, perutku sangat sakit! Sakit sekali!"

​Sekali lagi, Douglas mengabaikan peringatan itu. Euforia sesaat membuatnya dibutakan oleh ego dan hasrat, terus menghujam hingga gelombang pelepasan demi pelepasan kembali menghantam kesadarannya.

​Hingga akhirnya, setelah sekian lama mendominasi, tubuh tinggi besar itu kehilangan tenaga. Douglas tumbang di atas tubuh Cecilia, napasnya memburu tidak teratur. Ia menimpa wanita yang kini terisak sesenggukan, masih terus menggumamkan keluhan tentang rasa sakit yang luar biasa di bagian perutnya.

​Merasakan kejanggalan dari keheningan yang tiba-tiba, Douglas menurunkan pandangannya. Dengan sisa kesadaran dan kelembutan yang tersembunyi di balik sifat dinginnya, ia mengecup sekilas bibir kering Cecilia yang sepucat kertas.

​"Cecilia?" panggil Douglas pelan, berniat menarik diri dan memperbaiki posisi wanita itu.

​Namun, sebelum tubuhnya bergeser jauh, pandangan Douglas langsung terpaku pada satu pemandangan yang membuat darahnya mendadak berdesir ketakutan.

Deg!

​Darah segar mengalir deras dari area sensitif Cecilia, merembes keluar tanpa menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Warnanya yang merah pekat kontras dengan seprai putih yang kini ternoda luas.

​"Sial!" gumam Douglas panik.

​Pria yang biasanya tenang dan irit bicara itu seketika kehilangan kendali. Panik merayap cepat ke dalam dadanya saat ia melihat mata Cecilia perlahan-lahan tertutup rapat. Wanita itu kehilangan kesadaran sepenuhnya di bawah kungkungannya.

​Suasana kamar yang tadinya dipenuhi ketegangan kini berubah menjadi sunyi yang mencekam. Douglas segera bangkit, mengabaikan rasa lelah di tubuhnya. Dengan gerakan cepat, ia menyambar jubah mandinya dan langsung mengangkat tubuh Cecilia yang terkulai lemas.

​"Cecilia, bangun. Jangan bermain-main denganku," suara Douglas terdengar serak, menyembunyikan kepanikan yang luar biasa di balik nada dinginnya yang biasa.

​Ia membaringkan Cecilia secara perlahan di atas tempat tidur, lalu segera meraih ponselnya menghubungi sopir untuk menyiapkan mobil. Sifat dingin dan acuh tak acuh yang selama ini menjadi benteng pertahanan Douglas runtuh seketika, menyisakan ketakutan mendalam akan kehilangan sosok cerewet yang selalu mengisi hari-harinya dengan keramaian.

Bersambung...

Kira-kira apa yang akan terjadi pada Cecilia?😭 Ada yang bisa nebak?✋🏻

Semoga kalian suka ya, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian. Sekedar info ya guys buat pembaca lama part ini sudah direvisi menjadi lebih enak dibaca, jika kalian suka yang vulgar dan banyak adegan dewasanya silahkan komentar di grup saja ya, nanti author usahakan kasih lihat part dewasa yang di revisi termasuk part ini juga. Selamat membaca.🥰

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!