[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]
Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏
Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.
Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.
Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?
Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Jay masih berada di kamar Bella dan terlihat baru saja selesai merapikan buku-buku yang terletak di lantai. Pemuda itu merupakan sosok yang sangat menghargai buku.
Jay cukup panik saat melihat Bella mulai bergerak, gadis itu kemudian memiringkan tubuhnya membelakangi Jay, lalu mengangkat sedikit bokongnya.
Terdengar suara
"Troots!" Ritual buang angin pagi Bella.
"Huuuft leganya, perutku jadi masuk angin kebanyakan makan nasi goreng Tante!" ucap Bella masih dalam mata terpejam sambil menepuk-nepuk kecil perut yang sudah terasa plong.
Mendengar suara kentut Bella, dua bola Mata Jay melotot tajam dan mulai terlihat emosian, karena seumur hidupnya, belum ada satu manusia pun yang berani melakukan hal tidak sopan itu kepadanya.
kekesalan Jay semakin memuncak saat ia menghirup aroma kentut Bella yang tercium bau menyengat walang sangit.
Kemarahan Jay reflek mengeluarkan api panas dari tangannya, jika api itu terkena tubuh Bella dalam jarak yang cukup dekat maka otomatis tubuh gadis itu seketika akan melepuh.
Jay panik lagi, ia berjuang keras mengalihkan hembusan api itu kearah yang lain dan mengubahnya menjadi hembusan angin.
Tiupan angin yang menjatuhkan segala benda-benda yang ada di meja rias Bella.
Seketika Bella terhentak bangun terkejut dan Jay otomatis mengubah dirinya menjadi seekor cicak kecil yang merayap cepat menuju celah bawah pintu keluar.
"Kenapa semua benda diatas meja rias terjatuh?" Bella bertanya-tanya dalam kondisi setengah sadar sambil menggaruk-garuk kecil kepalanya.
"Perasaan tadi aku tidur di bawah beralaskan buku, kenapa sekarang sudah ada diatas kasur?"
Bella masih dalam pandangan mengantuk berat, ia hanya terbengong kebingungan sambil menatap buku-buku yang sudah tersusun rapi di lemari, lalu menatap jam yang sudah berada di angka 3 dini hari.
"Baaaam!" Bella kembali menjatuhkan diri di kasur empuknya.
"Haaaaa, sudahlah, besok saja dipikirkan kembali, aku sangat mengantuk!"
Bella kembali tidur memeluk gulingnya.
*
Jay yang sudah berada di kamarnya, terlihat sedang merasakan mual kecil di kamar mandi (wastafel) membersihkan hidung, mulut dan wajahnya dengan air segar.
"Uee, bau banget kentutnya, makan apa tuh manusia?" ucap jijik Jay melap wajahnya dengan handuk kecil di hadapan cermin.
Sejak bertemu dengan Bella, Jay selalu saja mendapatkan hal buruk yang menimpa dirinya. Namun, ia tidak bisa melampiaskan kemarahan penuh kepada Bella, bahkan tidak tega melukai wanita itu.
Seperti tragedi kecelakaan, awal pertemuan mereka, Jay lebih memilih menghancurkan mobilnya demi tidak bertabrakan atau bersentuhan dengan mobil Bella.
Jay sosok yang tidak ingin mengorbankan diri kepada manusia yang sudah melakukan kesalahan. Hal itulah yang membuat Jay geregetan sendiri dari ubun-ubun sampai ujung kakinya.
"Huuuft, untung saja tidak ketahuan!"
Pemuda itu juga menyadari jika dirinya juga salah karena sudah masuk ke kamar pribadi orang lain tanpa izin.
Jay membaringkan lega tubuhnya di atas kasur, ia sedikit lelah jika sudah berhadapan dengan Bella.
***
Pagi yang cerah, sinar mentari mulai menyinari rumah serta pekarangan luas milik Jay Kavindra. Burung-burung disekitar rumah itu mulai berkicau indah, udara terasa sejuk alami.
Sinar pagi itu juga terlihat sudah memasuki celah-celah kaca jendela kamar Balla Arunika.
"Selamat pagi semuanya!" teriak centil dan bersemangat Bella saat membuka jendela kamarnya.
Kamar yang memiliki balkon kecil sedikit menjorok keluar. Karena sebelumnya pengasuh kucing Jay kebanyakan berjenis kelamin pria yang membutuhkan ruang udara bebas untuk merokok.
Bella melangkahkan kakinya menyapa alam nan sejuk.
"Selamat pagi Matahari,
Selamat pagi burung-burung,
Selamat pagi pepohonan, bunga-bunga, rerumputan, semua-semuanya, terima kasih sudah hadir pagi ini untuk membangunkan Bella" ucap riang gadis itu serasa artis yang berada di atas pentas sedang menyapa fansnya.
"Heeeeeeem! Udaranya benar-benar segar!"
Bella terlihat senang karena beban hukuman dari polisi serta status penganggurannya telah berakhir.
"Rumah Jay Kavindra menjadi sangat sejuk dengan adanya pepohonan hijau, bunga-bunga nan indah serta jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Aku suka sekali, serasa berada di villa" celoteh pujian Bella.
Kemudian Bella lanjut melakukan senam dengan gerakan sederhana untuk kebugaran tubuhnya.
*
Jay Kavindra juga terlihat sedang berolahraga dengan alat-alat kebugaran sambil menikmati segarnya udara pagi bersama kicauan burung-burung di balkon teras kamar Jay Kavindra.
"Apakah Bella benar-benar bisa mengurus para leluhur (kucing istimewa) atau jangan-jangan justru lebih parah dari sebelumya, membaca buku panduan saja dia sangat malas!"
Jay mulai meragukan Bella, namun ia melihat didalam diri Bella ada kejujuran yang sangat besar dibanding pengasuh sebelumnya.
Jay sudah cukup lelah dan bosan mencari pengganti dan menghadapi tingkah laku para pengasuh-pengasuh kucing yang tidak bisa dipercaya.
***
"Lalalalalalala...du..du..du..du...!" nyanyian kecil Bella yang bersemangat, menikmati mandi pagi itu.
*
Pukul 07.00 pagi hari.
Pada umumnya, sehabis mandi, wanita akan sibuk memilah pakaian-pakaian di lemari. Begitu juga dengan Bella, pagi itu ia cukup disibukkan dengan pakaian-pakaian barunya dengan berbagai model dan warna.
"Waaaah, pakaiannya bagus-bagus sekali, pasti harganya mahal ini!"
Sepertinya ini bukan buatan dalam negeri!" gadis itu tampak sibuk melihat merek-merek brand yang sudah tertempel di baju masing-masing.
"Ternyata si Tuan Jay hebat juga, dia langsung tau ukuran badanku, hem, dimana yah dia sekolah, cukup cerdas!" puji Bella sangat menyukai semua pakaian itu.
Setelah memakainya, Bella berputar-putar di depan cermin yang membuat dirinya semakin cantik.
"Tapi pakaian ini terlalu bagus untuk mengurus kucing!" penilaian Bella.
Bella begitu suka memandangi cermin itu.
"Waaaah, aku suka sekali dengan cermin ini, Karena ia membuatku semakin cantik!"
Anehnya saat gadis itu membelakangi cermin, penampilan Bella berbeda dengan aslinya.
Cermin itu menunjukkan penampilan Bella yang sedang memakai gaun putri kerajaan, lengkap bersama aksesoris emas dan mahkotanya, ia memiliki rambut panjang nan halus selembut sutera, bermata besar dan berwarna jelly, sangat cantik menawan. sayangnya, Bella sama sekali tidak melihatnya. Ia malah sibuk merapikan kembali pakaian-pakaian yang berantakan.
Ilustrasi Bella di alam dunia lain
Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Bella.
"Tok...tok...!"
"Siapa yah!" Bella bergegas melangkah, membuka pintu kamarnya.
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga