🙂🙂 Sulit
menceritakan kisah Keyra si gadis cantik yang sejak kecil terpisah dengan ibunya dan itu membuatnya hidup tanpa aturan.
Keyra selalu terlihat kuat dan begitu tangguh, tapi, siapa yang tau isi hatinya bahwa sebenarnya dia adalah gadis rapuh yang selalu menginginkan untuk cintai.
Dicintai oleh ibu, bapaknya. Namun, Keyra tidak mendapatkan itu dan satu-satunya orang yang dapat menjadi sandarannya adalah pamannya.
Bagaimana perjalanan hidup Keyra yang harus bergantung pada pamannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Getaran Cinta
Sementara itu, di salah satu kamar hotel orang tua Celine, ada Celine sedang berbaring dengan menatap langit-langit kamarnya. Ia menatap layar ponselnya, merasa ada yang berbeda dengan Arsen.
"Apa karena kamu terlalu sibuk, Arsen?" tanya Celine pada salah satu foto Arsen yang terpajang di sosial media pria tersebut.
Kemudian, Celine yang merindukannya pun mencoba menghubunginya dan Arsen yang sedang bekerja di studionya itu hanya melihat ponsel yang bergetar.
Beralasan sibuk, Arsen meninggalkan ponselnya yang tergeletak di meja kerianya
"Kamu terlalu manja, Cel!" kata Arsen yang bangun dari duduknya dan tanpa Celine ketahui sebenarnya Arsen mulai bosan dengannya.
Karena selalu berpikir positif, Celine menganggap Arsen sedang sibuk dengan pemotretannya.
Celine pun kembali menyimpan ponselnya.
****
Di kantor, Bram menatap layar ponselnya, ia sedang mencari racun yang dapat membunuh dengan cepat
Untuk apa Bram mencari racun? Ya, Bram mencari racun untuk meracuni Marini dan apakah benar Bram akan setega itu padanya?
"Bu, aku hanya ingin prosesmu cepat, aku rasa kamu sudah lelah dengan hidup yang tidak adil ini, bukan?" tanya Bram seraya menatap foto ibunya yang terpajang di ruang kerianya.
Beberapa hari kemudian, Bram yang sudah menggenggam racun itu merasa takut untuk menjadi pembunuh. Ia masih duduk di mobilnya dengan menatap pizza yang dibawanya.
"Apa yang akan kamu pertanggung jawabkan di akhirat nanti, Bram?" tanyanya pada diri sendiri.
"Sedangkan hidup dan mati itu bukan milikku!" Masih bicara dalam hati.
Dan pria yang benar-benar frustasi itu kembali membawa mobilnya keluar, ia pergi untuk dugem bersama dengan teman bisnisnya sampai larut.
Sepulangnya, Bram yang setengah mabuk itu menatap box pizza yang masih ada di bangku mobilnya, ia ikut membawa pizza itu turun dan Bram membawa pizza tersebut ke tempat sampah.
Bram berpikir kalau tidak akan ada yang mengambil pizza di tempat sampah dan siapa yang akan mengambilnya?
Yang akan mengambilnya adalah binatang liar yang sial dan benar saja, ada beberapa binatang liar seperti kucing dan anjing yang memakan pizza tersebut dan mereka mati tergeletak di depan rumah mewah Marini.
Esok paginya, Bram berdiri di balkon dan melihat beberapa orang ramai di depan rumahnya.
"Seandainya Marini yang memakan itu sudah pasti ada bendera kuning di sini," ucap Bram seraya kembali masuk ke kamar.
Sementara itu, Marini yang ikut keluar untuk melihat keramaian itu sedikit terkejut saat melihat binatang yang mati mengenaskan, wanita yang masih mengenakan piyama itu melihat pizza diarea sekitar.
"Apa ada yang mencoba meracuni keluarga kami?" tanya Marini dalam hati.
Kemudian, Marini bertanya pada satpam, "Apakah semalam ada tamu?"
"Tidak ada, Nyonya," jawab satpam.
Setelah itu, Marini masuk ke kamar dan melihat CCTV dari layar laptopnya.
Kemudian, Marini melihat Bram yang turun dari mobil dengan membawa box seperti yang ia lihat tadi di tempat sampah.
"Apa Bram yang membawanya? Sebenarnya, siapa yang Bram inginkan kematiannya?" tanya Marini pada dirinya sendiri.
"Astaga," ucap Marini kemudian seraya menyentuh dadanya.
"Jangan-jangan dia menginginkanku cepat mati?" tanyanya pada diri sendiri.
Setelah mengetahui itu, Marini pun merasa harus waspada dengan Bram.
Sekarang, di meja makan, Marini menatap Bram yang sedang menikmati sarapannya.
Bram yang merasa di perhatikan itu mengangkat kepalanya, menatap Marini dan Bram menawarkan kopi pada wanita yang mulai menua tersebut.
"Ibu, mau kopi?" tanya Bram seraya mengangkat cangkir kopi miliknya.
"Tidak," ucap Marini secepatnya, ia takut makan atau minum sesuatu dari putranya.
Dan Marini masih memperhatikan Bram sampai Bram meminum kopinya dan tidak ada hal apapun yang terjadi.
Ya, Marini berpikir kalau Bram telah meracuni kopi tersebut.
Kemudian, Marini yang tidak tahan melihat Bram itu memilih bangun dari duduk, ia sedih dan hancur saat mengetahui kalau Bram ingin meracuni keluarganya sendiri.
"Seandainya dia tau apa yang kulakukan pada Zahra, apa yang akan Bram lakukan padaku?" tanyanya pada diri sendiri.
"Selama ini yang dia tau adalah Zahra pergi dari kota, padahal, wanita yang membuat hubunganku dengan putraku menjadi retak itu sudah mati," kata Marini dalam hati dan benarkah Zahra sudah mati?
Belum, Zahra yang sekarang menggunakan cadar itu memilih untuk bersembunyi dari hadapan Marini dan Bram.
Sekarang, Zahra membangun usahanya sendiri di bidang kuliner dan Zahra dibantu oleh temannya dalam membangun usaha perayamannya itu.
Dari ayam bakar, ayam goreng dan ayam geprek semua ada di restoran Zahra dan yang membuat pelanggannya itu ketagihan adalah sambal pedas yang nikmat, membuat para pelanggannya ini ingin kembali dan kembali.
Tidak hanya itu, restoran Zahra juga menyediakan ayam kampung sehingga pembeli dapat memilih.
Siang ini, restoran Zahra kedatangan tamu yaitu selebgram yang ingin membuat video di restorannya dan dari situlah restoran ayam Zahra mulai terlihat ramai di media sosial.
Dari media sosial itu sampailah pada Bram dan Bram yang penasaran menyuruh asistennya untuk membeli.
Di restoran itu, asisten Bram bertemu dengan adik iparnya yaitu Dan yang sedang makan siang bersama dengan teman kantornya.
Keduanya saling sapa dan Zahra yang duduk di bangku meja kasir itu mendengar mereka yang menyebutkan nama Bram.
"Bram, nama itu bukanlah satu-satunya di dunia ini," kata Zahra dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Bram sudah mendapatkan pesanannya dan setelah mencicipinya Bram merasa pernah memakan sambal itu.
"Sepertinya ini tidak asing," ucapnya dan Bram yang merasa cocok dengan masakan tersebut mulai memakannya tanpa sisa.
"Masakan di rumah pun tidak pernah seenak ini," kata Bram seraya bangun, pria itu masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.
"Apalagi kalau makan di tempat, pasti rasanya akan semakin nikmat," kata Bram seraya mengambil tisu.
Dan Bram berniat untuk makan malam di restoran tersebut.
Benar saja, malam ini Bram pergi ke restoran Zahra yang ia beri nama Resto Ayam Keyla.
Melihat nama restorannya membuat Bram teringat dengan putrinya yang dibawa oleh Zahra.
"Keyla, nama itu banyak pemiliknya dan sekarang pasti Keyla sudah tumbuh cantik seperti Keyra," ucap Bram pada dirinya sendiri.
Dan benar saja, Keyla tumbuh cantik, anggun dan baik hati seperti ibunya.
Keyla yang berusia delapan tahun itu sedang merengek pada Zahra yang duduk di meja kasir.
"Ma, ayolah pergi sama Paman, Eyla mau pergi, Ma. Masa di rumah terus, Eyla bosan," rengek Keyla dan Eyla adalah panggilan Zahra untuknya.
"Baiklah, untuk malam ini saja," jawab Zahra seraya bangun dari duduk, ia keluar dengan bergandengan tangan bersama Keyla.
Dan saat di pintu masuk restoran, Zahra berpapasan dengan Bram. Zahra menghentikan langkah kakinya, ia terdiam dan hatinya berdegup kencang.
Sampai saat ini, wanita yang sudah bertahun-tahun tidak berjumpa dengan pria yang masih ia anggap sebagai suaminya itu kembali merasakan getaran cinta di hatinya.
Apakah Zahra akan membuka cadarnya di depan Bram supaya Bram mengenalinya?
Bersambung..
aku suka banget...
tanggung jawab gak hayooo aku kehabisan tisu ini😭😭