"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10
Di Sebuah kota
Jon Lukas sedang di cari-cari oleh orang suruhan William, pria itu bersembunyi di sebuah gorong-gorong.
Melihat targetnya tidak ada para bodyguard William meninggalkan tempat itu menyelusuri jalan berharap dapat menemukan targetnya.
"Akhirnya mereka pergi juga, aku harus mencari perempuan itu pasti dia yang sudah mencuri chip di hp ku" kata Jon dalam hati.
Saat Jon tiba di pinggir jalan tanpa sengaja dia melihat putrinya berada di dalam mobil sahabatnya.
Melihat putrinya baik-baik saja dan bertambah cantik dan berkelas membuat dirinya ingin menghampiri wanita iku mengharapkan putrinya bisa menolongnya.
Langkah Jon berhenti saat melihat Pramudya keluar dari sebuah gedung dengan senyum yang lebar dan mencium kening Tiara.
"Halah katanya ingin menyandera anakku dan mengancam ingin menjualnya gak taunya dia sendiri yang menikmatinya" ucapnya lirih sambil melihat mobil itu pergi berlalu melewatinya.
Jon binggung harus kemana langkahnya supaya tidak terendus anak buah William, chip yang di curi Miranda adalah kunci informasi keberadaan musuhnya yang selama ini di incarnya.
William mendirikan Morse untuk mencari keberadaan Franz dan membalaskan dendam lama yang belum kelar.
Morse selalu melacak keberadaan musuhnya itu tetapi tidak dapat menemukan keberadaannya sehingga dia bertemu dengan Jon, laki-laki itu mengatakan bisa membatu mencari keberadaan Franz dan pasti mengharapkan imbalan yang cukup banyak karena itu menyangkut kelompok mafia besar dan Morse menyetujuinya.
Jun mendapatkan informasi itu dari seorang yang bekerja di pemerintahan yang di sogoknya dan semua informasi di masukkan kedalam chip dan tidak ada copy-nya lagi karena Franz sudah menghapus jejaknya di sana.
Pria yang sudah membocorkan keberadaannya sudah di hukum mati oleh Boss mafia itu lalu menugaskan Miranda untuk mencuri chip yang ada di tangan Jon.
"Sial... kenapa aku bisa terlena dengan wanita itu sehingga dia berhasil mengambil barang itu" katanya.
Mesly sedang mengendarai mobilnya, tanpa sengaja wanita itu hampir menabrak seseorang, Mesly turun dan menghampiri pria itu hendak menolongnya dan Jon memanfaatkan keadaan meminta uang yang cukup besar buat ganti-rugi.
"Anda tidak apa-apa kan? apa ada yang terluka biar aku bawa ke rumah sakit?" kata Mesly kepada pria itu.
"Kalau bawa mobil jangan bengong untung aku gak ketabrak kalau aku mati apa kamu mau nanggung biasa istri dan anakku?" kata Jon emosi.
"Bukanya yang bengong bapak ya kenapa malah nuduh saya?" jawab Mesly.
Mesly sudah membunyikan klakson tetapi Jon yang tidak fokus itu tidak mendengarnya untung rem mobil Mesly pakem sehingga gadis itu tidak menabrak Jon.
"Hei... kau malah menuduhku, kau yang bawa mobilnya ugal-ugalan hingga hampir menabrak saya malah menuduh saya bengong" kata Jon.
"Oke saya minta maaf, kalau anda tidak apa-apa saya pergi dulu" kata Mesly sambil berlalu meninggalkan pria itu.
Melihat gadis itu hendak pergi meninggalkannya Jon segera mengejarnya dan meminta uang kompensasi kepada gadis itu dengan alasan hendak berobat dan memberi nafkah buat keluarganya.
"Hai... jangan pergi dulu! gara-gara kamu sekarang kakiku sakit hingga aku tidak bisa bekerja lalu apa yang bisa aku kasih ke istriku untuk makan besok?" kata Jon sambil berjalan tertatih-tatih mengejar Mesly.
"Oke anda minta berapa?" tanya Mesly.
"10 juta! itu untuk berobat dan makan keluargaku sampai aku benar-benar sehat" jawab Jon.
"Gila... itu uang kompensasi atau memeras? mendingan aku tabrak sekalian biar sesuai dengan harga kompensasi itu" kata Mesly terkejut.
"Kalau nona tidak mau memberi uang segitu saya akan berteriak biar nona di keroyok warga setempat karena ugal-ugalan dalam berkendaraan" ancam Jon.
"Oh anda mengancam saya? apa anda sudah bosan hidup atau ingin menambah cedera lagi?" kata Mesly lirih sambil mengeluarkan pistol dan menodongkan kekepala pria itu.
Melihat gadis itu bersenjata membuat Jon sedikit takut dan menyerah tetapi tetap meminta uang pengobatan kepada gadis itu.
"Maaf bukan aku ingin memeras nona, aku butuh uang buat makan dan biaya pengobatan" kata Jon lirih.
Mesly mengeluarkan dompetnya dan memberi uang kompensasi sebesar 2 juta kepada pria itu dan segera pergi meninggalkan Jon seorang diri.
"Lumayan lah minimal aku punya ongkos buat pulang ke rumahku karena aku masih menyimpan surat-surat berharga di rumah" ucap Jon dalam hati dan segera memesan taksi untuk kembali pulang.
"Hp hilang, dompet juga gak ada uang sama sekali di tambah chip hilang bahkan di kejar-kejar mafia, sialnya diriku" kata Jon dan langsung terlelap di dalam taksi karena dirinya sangat lelah hari ini.
Anak buah William kehilangan jejak Jon dan berkumpul di ujung jalan persimpangan sambil menunggu temannya yang juga berpencar mencari Jon, tanpa mereka sadari ada taksi yang di tumpangi Jon melewatinya.
Mesly tiba dirumahnya, gadis itu segera memasuki kamarnya untuk membersikan diri dan segerah beristirahat.
"Kenapa aku selalu teringat pria mesum itu ya, bikin kepalaku pusing aja?" katanya dalam hati sambil memejamkan matanya. dan Radit yang kini berada di luar negeri sedang mencoba fokus dalam kerjanya karena bayangan Mesly selalu menghantuinya.
"Kenapa wajah gadis itu selalu ada di manapun, apa ini karma karena aku menciumnya tanpa meminta izin" ucapnya dalam hati.
"Tapi sikapnya lucu apalagi kalau sedang ngomel bikin geregetan"
Raditya senyum-senyum seorang diri sambil memainkan bolpoin di tangannya, pria itu tidak menyadari kalau asistennya masuk ke ruangannya dan melihat Bossnya senyum-senyum sendiri sambil melamun.
"Permisi pak... rapat akan segera di mulai" kata Richo dan segera mendapatkan timpukan bolpoin tepat di jidatnya.
Raditya kaget pas Richo menemuinya tanpa sadar bolpoin yang dia pegang kelempar dan mendarat sempurna di jidat Richo.
Melihat asistennya mengusap jidatnya yang kesakitan membuat Raditya tertawa.
"Lagian masuk tidak ketuk pintu dulu bikin kaget aja" kata Radit yang merasa tidak bersalah.
"Dia aja yang melamun, pakai nyalahin saya. Apa yang di pikirkan Boss ya kaya orang kesambet senyum-senyum sendiri" ucapnya dalam hati.
Sebagai asisten Richo cukup cerdas dan gesit, sebagian persen perusahaan di serahkan kepadanya.
Raditya sangat percaya dengan asistennya karena sikap jujur Richo menjadikan perusahaannya berkembang dengan pesat.
Di luar perusahaan Richo berperan sebagai sahabat buat Raditya, yang setia menemani Radit di masa-masa sulitnya.
Mereka berteman semenjak duduk di bangku kuliah, Radit yang selalu menolongnya dan membantunya hingga lulus kuliah dan mendapat gelar sarjana membuat Richo berjanji akan selalu berada di sisi Radit dan terus membantunya.
Keberadaan Richo membuat Radit merasa tidak sendiri disaat hatinya rapuh paska kepergian Tiara, Richo juga yang membantunya bangkit.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..