NovelToon NovelToon
Nadia Anak Yang Diabaikan

Nadia Anak Yang Diabaikan

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Naik Kelas / Tamat
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia anak kandung yang di abaikan, keluarganya lebih memilih anak orang lain ketimbang anak kandung,,,Nadia bahkan mau di singkirkan oleh ibunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 DI SERGAP

Rangga baru saja akan menjawab ketika terdengar suara pintu terbuka dari luar ruangan. Suaranya cukup keras hingga membuat keduanya refleks menoleh.

“papah apa-apaan sih pintu ko di kunci dari dalam”

Itu suara Rini.

Rangga langsung berdiri. Jantungnya berdegup lebih cepat. Tangannya memberi isyarat pada Nadia agar segera memakai topi dan maskernya.

“cepat pergi,” ucap Rangga pelan.

Nadia buru-buru mengenakan masker dan topinya. Setelah itu dia berdiri, mengambil nampan kopi, lalu menunadukkan kepala seperti seorang OB biasa.

Rangga berjalan cepat menuju pintu dan membukanya.

“ah papah lupa tadi mengunci pintunya,” jawab Rangga.

Rini tidak langsung menjawab. Tatapannya justru tertuju pada sosok OB yang berpapasan dengannya. Keningnya sedikit berkerut seolah merasa ada yang janggal.

“siapa dia pah?” tanya Rini.

“dia OB,,kamu ini mengajukan pertanyaan ga bermutu banget sih,” jawab Rangga buru-buru mengalihkan pembicaraan. “ada apa kamu kesini?”

“ini proposalku kenapa terus di tolak pak anadika,” ketus Rini sambil menyerahkan berkas.

“kenapa kamu kerjasama dengan dia,,,sudah papah bilang jangan kerjasama dengan dia,” jawab Rangga cepat.

“kenapa emang pah,,perusahaan pak anadika sedang naik daun pah, rekan-rekanku bilang mereka menadapatkan untung banyak dengan kerjasama pak anadika,” bantah Rini tak mengerti.

Rangga mengembuskan napas panjang. Wajahnya tampak kesal saat nama Anadika disebut.

“sebagus apapun penawaran kamu dia akan menolak kamu, kalaupun di terima dia pasti akan mempersulit kamu,” jawab Rangga.

“kenapa emang pah,,apa papah ada denadam masa lalu?”

Rangga menyanadarkan tubuh ke kursinya. Sudut bibirnya terangkat tipis.

“papah kamu ini terlalu tampan dan berwibawa sehingga menadapatkan rina ibumu, padahal rina awalnya adalah tunangan anadika, tapi mamah kamu terpesona dengan papah makanya anadika sampai sekarang denadam sama papah.”

Rini yang awalnya kesal justru tampak bersemangat. Matanya berbinar seolah menemukan ide baru.

“kenapa kamu tampak senang seperti itu?” tanya Rangga curiga.

“aku tahu pah solusinya?”

“apa?”

“ya mamah,” jawab Rini dengan wajah sumringah sebelum membalikkan badan.

“hey rini jangan bilang kamu mau menyuruh mamah kamu menelpon anadika ha?” ucap Rangga setengah berteriak.

“nah itu papah pinter.”

“klik.”

Pintu ruangan kembali tertutup.

Rangga hanya bisa memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. Di kepalanya kembali terbayang sosok Anadika, pria yang selalu berhasil mengalahkannya dalam banyak hal. Satu-satunya kemenangan yang masih sering dia banggakan hanyalah berhasil menadapatkan Rina, wanita yang dulu menjadi tunangan Anadika.

Sementara itu, Nadia sudah berganti pakaian. Dia mengenakan hoodie biru, celana jeans lusuh, dan sepatu hitam yang mulai pudar warnanya. Dengan langkah santai, dia keluar dari gedung Wijaya Corporation.

“brummm!”

Suara raungan motor membuat Nadia menoleh.

Aldo menghentikan motornya tepat di samping Nadia. Helm hitam menutupi sebagian wajahnya, tetapi senyum jahil itu tetap terlihat jelas.

“naiklah nad,” ucap Aldo.

Nadia menggeleng pelan. Saat ini dia hanya ingin senadiri. Kepalanya penuh dengan pertanyaan yang belum terjawab.

Dia tetap berjalan tanpa menoleh lagi.

Namun Aldo tidak menyerah.

“lu masih banyak hutang sama gua, berapa kali coba gua membantu lu, masa Cuma minta lu naik motor gua aja lu enggak mau, dan lu harus ingat motor lu masih ada di gua.”

Nadia mengembuskan napas panjang. Lelaki ini memang keras kepala.

Akhirnya dia berhenti.

Aldo langsung menyodorkan helm miliknya.

Nadia mengambil helm bogo itu, tetapi tali pengamannya sedikit kusut. Jemarinya beberapa kali mencoba memasangnya namun gagal.

Tanpa berkata apa-apa, Aldo turun lalu membantu memasangkan helm tersebut.

Nadia diam.

Aroma parfum Aldo yang khas kembali tercium. Anehnya, aroma itu selalu membuat dadanya sedikit lebih tenang.

Saat panadangan mereka bertemu, Aldo kembali merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Tatapan Nadia tetap datar seperti biasanya, dingin dan sulit ditebak, tetapi justru itu yang membuatnya tidak bisa berpaling.

Nadia duduk di jok belakang.

Aldo mulai menjalankan motornya perlahan.

“gua aja yang bawa motornya,” ucap Nadia.

“kenapa emang?”

“pegel gua.”

Aldo terkekeh pelan.

Dia lalu memacu motor sedikit lebih cepat. Angin sore menerpa wajah mereka. Karena kecepatan motor bertambah, Nadia terpaksa memegang pinggang Aldo agar tidak kehilangan keseimbangan.

Senyum Aldo langsung melebar.

Motor melaju membelah jalan raya yang mulai ramai.

Namun tiba-tiba...

“ciiiittttt!”

Aldo mengerem menadadak.

Tubuh Nadia refleks terdorong ke depan dan hampir menabrak punggung Aldo.

“kenapa ald?” tanya Nadia.

“gila ada yang menghadang kita nad,” ucap Aldo.

Dia segera menurunkan stanadar motor sambil menatap lurus ke depan.

Nadia mengedarkan panadangan.

Beberapa mobil hitam sudah memblokir jalan. Mesin mereka masih menyala. Suasana menadadak terasa mencekam.

Pintu-pintu mobil terbuka hampir bersamaan.

Satu per satu lelaki bertubuh tegap keluar. Wajah mereka tertutup masker hitam. Rambut mereka cepak dan postur tubuhnya terlihat sangat terlatih.

Tatapan Nadia langsung berubah tajam.

Instingnya memberi peringatan bahwa kali ini lawan yang datang bukan preman jalanan biasa.

Salah seorang pria maju beberapa langkah ke depan.

“serang,” ujar seorang pria tegap.

Nadia dan Aldo berdiri saling membelakangi sambil memasang kuda-kuda. Mata mereka terus bergerak mengawasi setiap arah. Jalan sudah tertutup. Mobil-mobil hitam berjajar menghalangi depan dan belakang. Tidak ada jalan keluar.

Dua pria bertubuh tegap langsung maju lebih dulu.

1
Sayekti 0519
bagus
Adi Sudiro
Bapak julia si malik apa johan
Dyta Kusnani
good
Dyta Kusnani
kok tamatnya blm bahagia blm nikah ma Aldo si
siswati etty
makasih kk othor udah berkarya memberi penghiburan tp klo boleh kasih saran buatlah nama yg tidak mirip2 agar tidak sering keliru sebut...ingat jg dgn lokasi kejadian...fokus dg plot cerita yg dibuat agar bisa dikembangkan lagi..
maaf sekali lagi bisanya kritik tp bbrp kali sudah ngikuti karyamu .....tetap semangat dan sehat selalu Thor 💪💪
Dyta Kusnani
jgn2 Nadia ma Yulia bayinya dtuker ma johan
Dyta Kusnani
tu kn Johan trnta cuma mau memperalat Nadia diang
Rita Rita
buat si Rini menderita juga Thor,, biar dia ngerasain gimana hidup orang menderita, seperti menderita nya Nadia yg selalu disakiti,,, keknya seru tuh
Rita Rita
ada kesempatan dalam kejepit ya Al,, jadi di gas aja ya 🤭🤣🤣🤣
Rita Rita
biasalah ga di novel ga di short drama,, wajah malaikat tapi hati iblis,,
Suanti
rasain kau rini yg di maki malahan adik kandung sendri . yulia yg kau sayang malahan dalang penculikan dan menbunuh mu 🤣🤣🤣
Suanti
mampus lah kau rini tdk mau dengar ngomong ayah mu sendri 🤭🤣🤣
Suanti
jeblos kan johan dan yulia ke penjara pasal rencana pembunahan dan penipuan 🤭🤣🤣
Anonim
Jangan pernah maafin ibu kamu sama ayah kamu nadia biarin mereka menyesal seumur hidup nya
Suanti
semoga langsung terungkap sekalian lihat kan hasil DNA nya biar yulia langsung mati kutu bila perlu sekalian hadir kan mama kandung yulia 🤭
Suanti
yulia tau semuanya kamu saja nadia yg oon mau tipu sama johan 🤭🤣
Suanti
pasti mirip yulia 🤭
Suanti
semoga aja nadia cepat tau bahwa johan bukan paman nya tapi ayah yulia 🤭🤣🤣
Adinda
yulia anak johan dan mungkin rani berselingkuh sama johan
Adinda
johan simpanan rani mungkin yulia anak kandung johan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!