NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23

Aroma debu properti, mesiu buatan untuk efek aksi, dan kopi instan yang menyengat langsung menyambut indra penciuman begitu jam istirahat makan siang di lokasi syuting dimulai.

Setelah beberapa jam melelahkan di bawah sorotan lampu kamera ribuan watt, Alceena melangkah keluar dari set dengan anggun, meskipun batinnya masih dipenuhi oleh sisa-sisa percakapan gila dengan Xander tadi pagi.

Sutradara legendaris yang menggarap filmnya sempat mengernyit bingung saat Alceena dengan tegas meminta perubahan naskah pada beberapa adegan fisik.

Sesuai dengan perintah posesif si gila simpanannya, Alceena benar-benar menolak adegan ciuman dengan lawan mainnya dan meminta sudut kamera diubah atau menggunakan pemeran pengganti.

Shireen, yang berdiri di sudut ruangan dengan memegang papan berkas, terus menatap Alceena dengan pandangan menilai yang sarat akan godaan dan rasa tidak percaya.

Namun, kejutan sesungguhnya bagi seluruh kru syuting baru terjadi tepat pukul satu siang.

Sebuah mobil sport hitam kembali memasuki area parkir VIP.

Tak lama setelah itu, sosok Xander Hayes-Stone berjalan memasuki area tenda istirahat tempat para aktor utama berkumpul.

Pria itu datang membawakan beberapa kotak makan siang premium yang sengaja dia pesan dari restoran terbaik di Beverly Hills atas nama Alceena.

Kehadiran Xander seketika membuat atmosfer di bawah tenda besar itu membeku.

Pria Chicago bertubuh raksasa itu tampak begitu mencolok. Langkah kakinya mantap, punggungnya tegap, dan rahangnya yang kokoh berpadu sempurna dengan sepasang mata heterochromia—biru samudra dan coklat gelap—yang berkilat tajam di bawah naungan cahaya siang.

Xander mengenakan kemeja katun premium berwarna hitam yang melekat pas di tubuh berototnya, dengan dua kancing teratas yang sengaja dibiarkan terbuka, mengeposkan sedikit kulit dadanya.

Ketampanan Xander yang mutlak dan aura dominan dinasti Stone yang menguar dari dirinya seolah menghipnotis semua orang di lokasi syuting.

Para kru wanita, asisten produksi, bahkan beberapa aktris figuran yang sedang mengunyah makanan mereka mendadak menghentikan aktivitas mereka.

Mata mereka melebar, menatap Xander tanpa berkedip dengan pipi yang merona merah. Bisik-bisik kagum dan kekehan genit mulai terdengar bersahut-sahutan di udara, mengagumi sosok pria asing yang terlihat lebih menawan daripada aktor utama film itu sendiri.

Alceena yang sedang duduk di kursi lipat khususnya, langsung menyadari perubahan atmosfer tersebut.

Dia menurunkan naskahnya, dan sedetik kemudian, matanya menangkap bagaimana mata wanita-wanita di sekitarnya menatap lapar ke arah Xander.

Lebih parahnya lagi, Xander dengan ramah menyerahkan kotak makanan kepada beberapa kru sambil melempar senyuman tipis yang teramat memikat.

Rasa cemburu yang teramat pekat dan instink kepemilikan seorang diva seketika mendidih di dalam dada Alceena.

Ego seorang Riccardo berontak keras melihat simpanannya menjadi pusat perhatian dan objek fantasi wanita lain di tempat kerjanya sendiri.

Alceena bangkit berdiri dengan sentakan kasar, mengabaikan tatapan Shireen yang mulai menahan tawa.

Dia melangkah lebar mendekati Xander, lalu mencengkeram lengan kekar pria itu dan menariknya paksa masuk ke dalam ruang rias pribadinya yang tertutup rapat dari publik.

BRAK!!

Alceena menutup pintu kayu itu dengan keras, lalu berbalik menatap Xander dengan napas yang memburu egois. Sepasang mata indahnya berkilat penuh amarah.

"Kenapa kau harus rapi seperti ini, hah?!" bentak Alceena, suaranya melengking tajam, menumpahkan seluruh kekesalan batinnya.

Dia menunjuk dada Xander dengan jarinya yang gemetar. "Mau ke mana kau setelah ini? Kau sengaja datang ke lokasi syutingku dengan penampilan seperti ini karena mau tebar pesona pada kru-kru wanita di luar sana, iya?! Kau ingin mereka mengemis perhatianmu, Xander?!"

Xander tertegun sejenak melihat amukan mendadak dari majikannya. Namun, melihat dada Alceena yang naik turun dan wajah cantiknya yang memerah karena cemburu murni, sebuah kehangatan aneh justru merayap di dalam hati pria Stone itu.

Dia menurunkan kotak makanan yang dibawanya ke atas meja rias, lalu menatap Alceena dengan tatapan yang teramat lembut dan pasrah.

"Tidak, Ceena... aku bahkan tidak memakai parfum sama sekali siang ini," jawab Xander dengan suara baritonnya yang rendah dan halus, mencoba menenangkan histeria wanita di depannya.

Dia mengangkat kedua tangannya setengah di udara, menunjukkan bahwa dia tidak memiliki niat buruk apa pun.

"Bohong!" sentak Alceena, dia melangkah maju hingga tubuh rampingnya berjarak sangat dekat dengan tubuh tegap Xander.

Dia mendongak, menghirup udara di sekitar dada Xander dengan rakus. "Tapi kau tetap saja wangi! Dan kau... kau tetap terlihat terlalu tampan dengan pakaian ini! Sialan kau, Xander!"

Tanpa memikirkan logikanya lagi, dan demi apa pun Alceena benar-benar tidak sadar dengan tingkah lakunya yang teramat impulsif saat ini, tangan rampingnya bergerak liar ke atas kepala Xander.

Dengan jemarinya yang lentik, Alceena mengacak-acak rambut hitam Xander yang semula tertata rapi, menghancurkan tatanan rambut itu hingga menjadi sedikit berantakan dan menutupi sebagian keningnya—berusaha mengurangi tingkat ketampanan pria itu agar tidak lagi memikat wanita lain di luar sana.

Tak berhenti di situ, mata Alceena beralih pada dua kancing teratas kemeja hitam Xander yang terbuka, mengeposkan kulit leher dan dadanya yang kokoh.

Rasa posesifnya semakin menggila.

Dengan gerakan yang terburu-buru dan sedikit kasar, Alceena meraih kancing kemeja tersebut.

Dia mengancingkan kemeja hitam Xander satu per satu, menaikkannya ke atas hingga kancing paling ujung di dekat kerah menjepit leher Xander dengan rapat, menyembunyikan seluruh kulit berotot pria itu dari pandangan dunia.

Selama proses itu, Xander hanya berdiri diam membatu seperti patung yang patuh.

Dia membiarkan tangan Alceena merusak rambutnya dan merapikan pakaiannya, menatap wajah Alceena yang berjarak hanya beberapa senti dari wajahnya dengan binar mata yang dipenuhi oleh rasa memuja yang teramat dalam.

Alceena yang masih sibuk merapikan kerah kemeja yang kini menutupi leher Xander, mendadak menghentikan gerakannya.

Pandangannya terpaku pada kulit leher Xander yang berada tepat di bawah rahangnya.

Kulit itu tampak bersih, polos, tanpa ada tanda apa pun.

Di dalam benaknya, kilasan memori tentang bagaimana leher dan tubuhnya sendiri penuh dengan tanda kemerahan buatan Xander sejak kemarin siang mendadak melintas, memicu sebuah pemikiran gila yang posesif.

Alceena menggigit bibir bawahnya, lalu bergumam dengan suara yang teramat lirih, hampir menyerupai bisikan parau yang keluar murni dari insting batinnya.

"Sebaiknya... aku harus memberikan tanda kemerahan di lehermu ini," lirih Alceena dengan pandangan mata yang menggelap, menatap leher Xander dengan rasa kepemilikan yang mutlak.

"Kenapa aku sampai lupa melakukannya di sini ya kemarin? Mengapa aku membiarkan lehermu sebersih ini hingga wanita-wanita sialan di luar sana bebas menatapnya..."

Mendengar bisikan lirih yang teramat posesif dan sarat akan gairah tersembunyi itu, jantung Xander seketika berdegup dua kali lebih cepat.

Rasa bahagia yang teramat luar biasa menyerbu seluruh rongga dadanya.

Ucapan Alceena—tentang keinginan memberikan 'tanda kemerahan'—adalah bukti mutlak bahwa wanita itu tidak lagi menganggapnya sebagai kesalahan, melainkan sudah mulai mengklaim dirinya sebagai milik wanita itu seutuhnya.

Xander tidak bisa lagi menahan rasa senangnya. Sebuah senyuman lebar yang teramat tampan dan tulus terbit di bibir tegasnya, membuat sepasang matanya berkilat penuh binar asmara.

Sebelum Alceena sempat menyadari kegilaan kata-katanya sendiri dan menarik diri karena malu, Xander sudah bergerak cepat.

Tangan kekarnya melingkar di pinggang ramping Alceena, menarik tubuh wanita itu hingga menempel sempurna pada dada bidangnya yang terbalut kemeja hitam rapat.

Xander menundukkan kepalanya, dan langsung mengecup bibir ranum Alceena yang terbalut lipstik merah menyala itu dengan saksama.

Cup.

Ciuman itu tidak dalam atau menuntut, melainkan sebuah kecupan yang teramat manis, hangat, dan sarat akan rasa terima kasih yang mendalam atas kepatuhan dan rasa cemburu yang baru saja dipamerkan oleh sang majikan.

Alceena tertegun di dalam dekapan itu, seluruh kata makiannya mendadak menguap, membiarkan alur emosi mereka pagi ini mengalir semakin jauh ke dalam pusaran cinta yang rumit namun mulai terasa nyata.

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!