NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Gulungan Pedang Bayangan Kuno

​Gang-gang di Pasar Hantu berliku-liku seperti labirin usus raksasa. Lin Tian bergerak dalam bayang-bayang, memastikan tidak ada ekor yang mengikutinya sebelum menyewa sebuah kamar kecil di Penginapan Gagak Hitam. Meskipun kamarnya sempit dan berbau apek, tempat itu dilengkapi dengan formasi pengisolasi suara dan aura tingkat menengah.

​Begitu pintu tertutup, Lin Tian bersandar di dinding dan meluncur duduk di lantai. Ia terbatuk pelan, setetes darah hitam pekat menetes dari balik topeng kayunya.

​"Waktunya bekerja," gumamnya, menghapus darah itu. Ia mengeluarkan secarik kulit monster tingkat rendah yang kosong dan sebuah kuas spiritual dari cincin penyimpanannya.

​"Sistem. Ambil esensi dari Jubah Bayangan Hantu milik para pembunuh bayaran itu, gabungkan dengan sisa-sisa ampas Hukum Pedang Kuno dari lantai tiga Pagoda yang tidak berguna bagiku. Buat sebuah teknik yang terlihat sangat mematikan, kuno, namun memiliki celah tersembunyi yang hanya bisa dimanfaatkan olehku."

​[Ding! Menerima parameter Inang.]

[Memulai Sintesis Ekstraksi Pembalikan...]

[Sintesis selesai! Menghasilkan teknik: 'Seni Pedang Ilusi Darah Kuno'.]

[Tingkat: Bumi Kelas Atas (High-Earth Grade).]

[Karakteristik: Memungkinkan praktisi menyembunyikan Niat Pedang di dalam bayangan darah mereka. Sangat mematikan dan cepat. Namun, jika mereka bertemu dengan Inang yang memiliki Niat Pedang Kehancuran murni, teknik ini akan berbalik menghancurkan meridian penggunanya sendiri.]

​Seringai dingin terbentuk di balik topeng Lin Tian. "Sempurna. Jika Klan Wang atau musuh mana pun membelinya, mereka hanya akan membeli racun bunuh diri."

​Di bawah panduan Sistem, Lin Tian mulai menuliskan aksara-aksara kuno ke atas kulit monster tersebut. Hanya dalam waktu satu jam, sebuah gulungan usang yang memancarkan hawa membunuh yang sangat pekat dan kuno telah selesai dibuat. Untuk menambah kesan otentik, Lin Tian meneteskan sedikit energi dari Tunas Niat Pedang-nya ke dalam gulungan itu, membuatnya terasa seperti peninggalan dari era ribuan tahun lalu.

​Setelah beristirahat sejenak untuk menekan gejolak racun di dadanya, Lin Tian bangkit. Tujuan selanjutnya: Paviliun Lelang Bayangan.

​Paviliun Lelang Bayangan adalah bangunan terbesar di pusat kota bawah tanah ini. Berbentuk seperti menara oktagonal yang terbuat dari obsidian, tempat ini dijaga ketat oleh belasan kultivator Pembentukan Pondasi.

​Saat Lin Tian mendekati pintu masuk khusus VIP, dua penjaga menyilangkan tombak mereka.

​"Area ini khusus untuk pemegang Token Emas ke atas. Pengemis dilarang masuk," dengus salah satu penjaga melihat jubah kasar Lin Tian.

​Lin Tian tidak membuang tenaga untuk berdebat. Ia hanya mengangkat tangannya dan memperlihatkan Token Perunggu Berkarat yang ia ambil dari altar Kaisar Kuno.

​Mata penjaga itu membelalak. Ia mungkin tidak pernah melihat token itu secara langsung, tapi lambang Sembilan Naga yang terukir di atasnya adalah legenda di Pasar Hantu. Itu adalah Token Pendiri Kuno!

​"K-k-kehormatan tertinggi! Silakan masuk, Yang Mulia!" Kedua penjaga itu langsung berlutut dengan satu kaki, gemetar ketakutan.

​Lin Tian melangkah masuk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia segera disambut oleh seorang pelayan wanita cantik yang membawanya ke Ruang Penilaian Khusus di lantai tiga.

​Di dalam ruangan tersebut, duduk seorang pria tua berjanggut putih yang memancarkan aura Pembentukan Pondasi Tahap 8. Ia adalah Penilai Utama Paviliun Bayangan, Tuan Ma.

​"Apa yang ingin Anda lelang, Tuan?" tanya Tuan Ma tanpa banyak ekspresi. Ia sudah terbiasa melihat orang-orang bertopeng yang menyembunyikan identitas mereka.

​Lin Tian melemparkan gulungan kulit monster itu ke atas meja giok di depannya.

​"Teknik pedang. Masukkan sebagai salah satu barang pamungkas untuk lelang besok," jawab Lin Tian datar, mengubah suaranya menjadi serak dan berat.

​Tuan Ma mengerutkan kening karena nada memerintah Lin Tian. Ia membuka gulungan itu dengan malas. Namun, saat matanya menyapu beberapa baris aksara pertama, tubuhnya tersentak kaku. Hawa dingin dari Niat Pedang yang terkandung dalam gulungan itu nyaris mengiris kelopak matanya.

​"Ini... Aksara kuno! Dan pemahaman bayangan yang begitu dalam!" Tangan Tuan Ma bergetar. Ia menatap Lin Tian dengan pandangan tidak percaya. "Seni Pedang Ilusi Darah Kuno... Tingkat Bumi Kelas Atas! Di mana Anda mendapatkan ini?!"

​"Di Pasar Hantu, bertanya tentang asal barang adalah pantangan besar. Apakah kau lupa aturanmu sendiri?" suara seorang wanita menyela dari balik layar sutra di ujung ruangan.

​Tuan Ma langsung berdiri dan menunduk hormat. "Nyonya Paviliun."

​Dari balik layar, melangkah keluar sosok wanita bergaun merah gelap. Wajahnya tertutup oleh cadar hitam, namun sepasang matanya yang tajam memancarkan kecerdasan dan kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Fluktuasi kultivasinya berada di ranah Inti Emas (Golden Core) Tahap Awal!

​Ia adalah wanita yang sama yang menghentikan Geng Harimau Hitam di kedai teh.

​Wanita itu berjalan mendekati meja dan mengambil gulungan tersebut. Matanya menyipit saat merasakan aura kuno di dalamnya. Kemudian, pandangannya beralih pada Lin Tian, meneliti sosok berjubah hitam itu.

​"Gulungan ini asli, dan tidak ada salinannya di Benua Timur," ucap Nyonya Paviliun dengan nada merdu namun penuh perhitungan. "Nilai awalnya setidaknya lima puluh ribu batu roh tingkat menengah. Kami akan mengambil potongan lima persen. Apakah Anda setuju, Tuan...?"

​"Panggil aku Wu Ming (Tanpa Nama)," jawab Lin Tian. "Aku setuju dengan potongannya. Tapi sebagai imbalannya, aku ingin kau menempatkan uang hasil lelang gulungan ini di akunku sebelum pelelangan Teratai Es Penawar Darah dimulai."

​Nyonya Paviliun mengangkat alisnya di balik cadar. "Anda mengincar Teratai Es itu? Jika saya boleh menebak, Anda sangat membutuhkannya. Bau darah mati yang samar-samar keluar dari napas Anda... itu bukan luka biasa. Itu adalah kutukan tingkat tinggi."

​Lin Tian menatap lurus ke arah mata wanita itu. Di dalam lengan jubahnya, Niat Pedang Kehancuran mulai memadat, siap meledak jika identitasnya terbongkar.

​"Ketajaman matamu sama bahayanya dengan mulutmu, Nyonya. Tapi seperti yang kau katakan, di Pasar Hantu, tidak ada yang peduli siapa aku atau apa lukaku, selama aku punya barang untuk dibayar," balas Lin Tian dingin.

​Nyonya Paviliun tertawa pelan. Tawanya membuat suasana tegang di ruangan itu sedikit mencair.

​"Anda benar, Tuan Wu Ming. Paviliun Bayangan hanya peduli pada bisnis," wanita itu mengulurkan sebuah lencana kristal hitam kepada Lin Tian. "Ini lencana VIP Ruang Surgawi Nomor 3. Besok malam, gulungan Anda akan menjadi barang pamungkas pertama, dan Teratai Es akan dilelang tepat setelahnya. Anda akan memiliki dana yang cukup untuk bertarung."

​Nyonya Paviliun mendekatkan wajahnya sedikit, membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh Lin Tian. "Tapi bersiaplah. Klan Wang dari faksi luar ibu kota membawa dana yang sangat besar. Mereka dikawal oleh dua tetua Pembentukan Pondasi Puncak. Bertarung harta dengan mereka akan menarik banyak perhatian."

​"Perhatian adalah hal terakhir yang kutakutkan," Lin Tian mengambil lencana itu dan berbalik pergi. "Terima kasih atas pelayanannya."

​Setelah pintu tertutup di belakang Lin Tian, Tuan Ma menatap Nyonya Paviliun dengan bingung. "Nyonya, kultivator itu jelas sedang terluka parah, auranya hanya di Tahap 1. Mengapa Anda begitu sopan padanya?"

​Nyonya Paviliun menatap pintu yang tertutup itu dengan pandangan dalam.

​"Matamu sudah rabun, Ma. Tubuhnya memang rusak parah, tapi naluriku sebagai kultivator Inti Emas berteriak memperingatkanku. Pemuda itu... jika aku mencoba menahannya tadi, salah satu dari kita akan mati. Dan aku tidak yakin itu adalah dia."

​Keesokan malamnya, Paviliun Lelang Bayangan dipenuhi oleh ratusan praktisi dari berbagai penjuru. Suasana riuh rendah dengan percakapan rahasia, ancaman tersembunyi, dan bau kekayaan.

​Di Ruang VIP Surgawi Nomor 3, Lin Tian duduk bersandar di kursi beludru, menatap panggung lelang di bawah melalui kaca satu arah. Racun di tubuhnya terasa semakin menyiksa, namun ekspresinya tetap tenang.

​Di seberang ruangannya, di Ruang Surgawi Nomor 1, duduk rombongan Klan Wang. Melalui pandangan spiritualnya yang tajam, Lin Tian bisa melihat seorang pemuda arogan yang wajahnya sangat mirip dengan Wang Jian, didampingi oleh dua pria tua berwajah garang.

​"Jadi itu rombongan anjing dari Klan Wang," Lin Tian bergumam pelan.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!