NovelToon NovelToon
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Liliana *px*

Bening, gadis berusia 18thn, harus rela mengandung benih pria yang tak dikenalnya melalui inseminasi buatan. Karena keadaan yang membuatnya menerima perjanjian kontrak sebagai ibu pengganti. Ayahnya yang sedang di penjara juga ibunya yang sakit keras, membutuhkan biaya besar untuk operasi. Ketidakberdayaannya, membuat Bening merelakan rahimnya disewa untuk melahirkan keturunan pria tersebut sebagai ibu pengganti. Apakah penderitaan Bening akan berakhir sampai anak itu lahir, atau justru itu awal dari penderitaan dia yang sesungguhnya. Inilah kisah gadis cantik yang berjuang hidup untuk ibu juga putranya,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liliana *px*, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

Di gedung JT Group.

"Braakk!"

Bening terlonjak dari tempatnya saat Pak Hendra menggebrak meja kerjanya. Ia terlihat begitu marah pada Bening.

"Dasar bodoh! Tidak berguna sama sekali arti hadirmu di perusahaan ini. Menangani seorang pria saja kamu tidak becus! Mulai sekarang angkat kaki dari perusahaan ini! Kamu saya pecat!" Teriaknya menggema di ruangan itu.

"Pergi! Sebelum aku memanggil security untuk mengusirmu! Dan ini,,! Pak Hendra melempar amplop berwarna coklat tepat mengenai tubuh Bening yang masih diam terpaku melihat atasannya itu. Lebih tepatnya mantan atasan karena kini ia sudah di pecat.

"Cepat keluar!" Bentaknya dengan api amarah terlihat membara di matanya.

Bagaimana ia tidak marah jika semua rencana busuknya tidak berhasil bahkan pihak Dewantara Group sudah membacklist perusahaannya. Harga yang harus dibayar mahal oleh kecurangannya, namun ia menyalahkan Bening dan menjadikannya kambing hitam.

"Ingat Bening! Masalah ini belum selesai! Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang!" Ancamnya dengan seringai jahat. Membuat Bening sedikit menciut hatinya.

"Anda sudah memecat saya secara sepihak tanpa memberitahukan kesalahan kinerja saya. Tapi anda tenang saja, masalah ini akan saya tutup rapat, bagaimana anda menjadikan saya sebagai umpan untuk mendapatkan proyek Star. Aku bukan wanita pintar tapi juga bukan wanita bodoh yang tidak mengerti niat anda semalam, Pak Hendra! Beruntung saya tidak rugi apa pun meski di permalukan sedemikian rupa. Hutang ini pun akan tetap saya simpan. Jangan pernah ganggu hidup saya lagi jika semua kebusukan anda tidak ingin publik mengetahuinya! Permisi!"

"Kau!" Pak Hendra menunjuk wajah Bening dengan tubuh yang bergetar.

"Beraninya mengancamku?!" Geramnya ingin sekali mencekik wanita di depannya sekarang. Namun apa daya, ancaman dari asisten Ravendra akan membuatnya bangkrut jika ia menyakiti Bening secara fisik, membuatnya hanya bisa mengepalkan tangannya menahan marahnya.

"Pergi!" Usianya dengan lantang, yang dipatuhi Bening tanpa sepatah katapun. Kakinya terus melangkah meski pikirannya sekarang kalut.

Bagaimana ia tidak cemas, sekarang sudah tidak memiliki pekerjaan lagi. Sedangkan ia tulang punggung keluarga. Dengan apa ia akan menghidupi keluarga nanti jika uang nya sudah habis dan belum mendapatkan pekerjaan.

"Hah,,," ia pun membuang nafasnya kasar berusaha mengusir kecemasannya.

"Braakk,, pyarrr,,," terdengar suara kegaduhan dari ruangan Hendra.

Bening yang masih belum jauh dari ruangan itu pun bisa mendengar jika mantan atasannya itu sedang mengamuk.

"Dasar wanita sialan! Brengsek! Akan ku buat kau menderita, brengsek!" Umpatnya terdengar nyaring. Membuat sekretaris nya yang duduk tidak jauh dari Bening berdiri menatapnya penuh tanya. Namun Bening cuma menaikkan bahunya lalu melangkah pergi.

"Apa Bos sudah gila? High?" Sekretaris itu bergidik ngeri lalu melanjutkan pekerjaan nya.

Di SD Bina Dharma.

Para murid sudah berhamburan keluar dari gerbang sekolah. Ada yang naik mobil jemputan yang disiapkan oleh sekolah, ada juga yang menaiki mobil jemputan keluarga masing masing.

Suasana yang mulanya sangat ramai kini terlihat sepi, menyisakan seorang anak menggenggam erat nilai ujiannya Tertera angka 50 di kolom nilai ujian. Ia kesal lalu meremas kertas itu membentuknya seperti bola.

"Bagaimana jika ibu tahu nilaiku ini, pasti aku akan dihukum lagi!" Bocah itu terus berjalan menyusuri trotoar.

Ia tidak kenal daerah ini, namun kakinya terus saja melangkah tanpa tujuan pasti. Niatnya hanya ingin menjauhi rumahnya untuk sementara, tepatnya menghindari amukan ibunya jika tahu nilainya jelek.

Masih terekam jelas dalam ingatannya bagaimana ibunya marah besar kemarin saat melihat nilainya yang jelek. Jika cuma hukuman saja mungkin ia bisa terima, tapi melihat tatapan kekecewaan juga kesedihan di mata ibunya membuat Dimas sedih.

Kaki kecilnya terus melangkah, semakin jauh dari area sekolah. Tanpa disadarinya, ada sepasang kaki yang mendekatinya. Seorang pria paruh baya membawa karung juga tongkat untuk mengais sampah. Dimas terkejut saat pria paruh baya itu berhenti di depannya.

"Kakek mau siapa? Mau apa berdiri di depanku?"

Dimas sedikit melangkah mundur saat mengingat perkataan ibunya.

Jangan percaya dengan orang asing, jangan mau diajak jika ada orang yang ingin mengajaknya bermain, tidak boleh memakan makanan atau minuman yang diberikan orang asing, karena mereka itu penculik anak anak. Dan menjual anak anak itu ke luar negeri. Dimas pun bergidik ngeri. Jika kakek itu memang pencuri anak, melihat apa yang dibawanya sekarang.

"Bocah, jangan takut!" Kakek itu semakin mendekati Dimas.

"Kakek jangan dekat dekat ya, atau aku akan berteriak kalau kakek itu penculik, biar semua orang memukuli kakek, mau ?" Ancam Dimas yang terus melangkah mundur.

"Kamu ini ngomong apa? Aku cuma ingin mengambil botol kosong yang ada di belakangmu itu aja."

Dimas pun menghentikan langkahnya saat kakinya menginjak botol kosong.

"He,,, he,,he,, " senyumnya saat menyadari ucapan kakek itu benar.

"Maafkan saya sudah menganggap kakek penculik anak anak." Dengan polosnya Dimas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan malu malu.

"Tidak apa nak, justru itu bagus, karena sekarang memang banyak penculik anak anak. Apa lagi anak nakal seperti kamu!" Ledek kakek itu yang membuat Dimas cemberut.

"Aku tidak nakal!" Bantahnya.

"Kalau tidak nakal, mengapa masih keluyuran dengan memakai seragam sekolah, padahal sekolah sudah jam pulang."

"Saya menunggu sopir saya menjemput, karena bosan jadinya saya jalan jalan." Balasnya seenteng mungkin tidak ingin membenarkan kecurigaan kakek itu.

Bersamaan dengan kalimatnya yang terhenti. Sebuah sedan mewah berhenti tepat di sampingnya. Lalu keluarlah seorang pria paruh baya yang ia tidak kenal. Parahnya lagi pria itu memanggil dirinya dengan nama orang lain lalu membawanya masuk ke dalam mobil.

"Tuan Muda Kean, kenapa masih mau bermain lagi, mari kita pulang!"

Dimas yang belum kembali dari kebingungannya sudah di dudukkan di kursi dalam mobil. Lalu mobil itu pun melaju kearah yang tidak di kenal oleh Dimas.

"Apakah aku diculik? Ibuuuu?"

bersambung 🌸 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

1
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
ada rencana apa Ravendra ke PP ya dengan Bening sebagai alatya🤔
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
waduh bertukar tempat apa jadi ya nih, Dimas ke PP ya, Kean ke Bening 🤭
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
waduh kok bisa gara2 Bening ayahnya bening kaki ya patah di penjara ada apa sebenarya ini 🤔
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
wah salah jemput anak sepertiya pelayan Ravendra, semakin menarik nij
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
keras banget didikannya Ravendra
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
ada perjanjian apa bening & Ravendra 🤔
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
😲waduh pasti itu ulah Rendra
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
Ravendra inget gk ya klo yg menjadi ibu dr anaknya adalah Bening 🤔
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
😲wah orang km. tampar ternyata seorang presdir bening, habis lah kau Bening
hati hati dengan Pak Hendra Bening dia sungguh licik
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
😲wah bening berani amat ya menampar laki2 yg gk dikenal itu, walaupun tindakan Bening benar krn dia dihina, gk seharus ya olang kaya seperti itu
semangat bening 💪💪
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
mungkin kah itu ayah ya Dimas🤔
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
selamat ya Bening akhir ya km melahirkan secara normal bayimu, walaupun sedih banget salah satu anakmu di ambil ayah biologis ya
tp km masih punya satu anak laki2 lagi
apa pria kaya itu gk tahu ya klo Bening puya anak kembar 🤔
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
mudah32an dengan pengorbanan yg km lakukan bisa menyembuhkan penyakit ibu mu ya bening ,🥺
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🅐🅨🅐 💘𝐙⃝🦜
belum up lagi ya🤔
M⃟3💋ℓιℓу🍁❀∂я•§͜¢•🦢🍒 𝐁⃟⃝ᰲ: ntar up kk, masih nulis ini
total 1 replies
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
Sepertinya Bening mau di jadikan umpan ini
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
Hendra terpesona dengan penampilan Bening yg tadi malh dianggap pelayan🤭
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
lah Bening waraskh😲🤦‍♀️
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
eeehhh
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
kurang ajar padahal bagaimana pun Bening tetap ibu dari anak mu
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
bertemu kembali dengan sang penyewa rahim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!